Category: Peristiwa

  • Komplotan Begal Sekap 10 Pemuda di Tanjungbalai, 3 Ditangkap

    Komplotan Begal Sekap 10 Pemuda di Tanjungbalai, 3 Ditangkap

    TOPINFORMASI. TANJUNGBALAI-Komplotan begal yang diduga membawa senjata api dan senjata tajam menyekap 10 pemuda di kawasan Ujung Tanjung, Pasiran, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, Kota Tanjungbalai, Kamis dinihari, 12 Maret 2026.

    Tiga terduga pelaku berhasil diamankan warga.

    Salah seorang di antaranya disebut-sebut merupakan adik seorang personel Polda Sumatera Utara berpangkat Komisaris Polisi (Kompol).

    Para korban yang merupakan warga Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan, melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Tanjungbalai pada Kamis malam.

    Salah seorang korban, Kevin Sirait, 18 tahun, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.00 WIB saat mereka berkumpul di kawasan Ujung Tanjung.

    Tiba-tiba sekitar delapan pria tak dikenal mendatangi mereka.

    “Pelaku langsung menodongkan pisau dan samurai. Dua orang lainnya menodongkan pistol ke kening kami,” kata Kevin saat membuat laporan di Polres Tanjungbalai.

    Menurutnya, para pelaku kemudian merampas telepon genggam dan uang milik korban.

    Mereka juga meminta tebusan sebesar Rp5 juta agar para korban dilepaskan.

    Para korban sempat dibawa menggunakan mobil menuju daerah Sei Nangka hingga sekitar pukul 05.00 WIB.

    Sepuluh korban yang disekap antara lain Kevin Sirait (18), Raju (22), Nashruddin (19), Joni Sitorus (18), Rafli (19), Yusuf (19), Chairul Anwar Syahputra, dan M. Aidil.

    Seluruhnya merupakan warga Desa Pertahanan, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan.

    Peristiwa itu terungkap setelah para pelaku bernegosiasi dengan korban untuk mengambil uang tebusan.

    Saat itu Nashruddin bersama tiga pelaku berboncengan menggunakan dua sepeda motor menuju Sei Kepayang untuk mengambil uang sesuai permintaan pelaku.

    Dalam perjalanan, Nashruddin melompat dari sepeda motor dan berteriak meminta pertolongan warga.

    “Saya langsung melompat dari sepeda motor dan berteriak bahwa saya sedang dibegal,” kata Nashruddin.

    Warga yang mendengar teriakan tersebut kemudian mengamankan tiga terduga pelaku dan membawanya ke Polsek Sei Kepayang sebelum diserahkan ke Polres Tanjungbalai.

    Akibat kejadian itu, para korban kehilangan uang dan tujuh unit telepon genggam.

    Sejumlah korban juga mengalami luka lebam akibat penganiayaan oleh pelaku.

    Kedatangan para korban ke Polres Tanjungbalai turut didampingi staf Kantor Kepala Desa Pertahanan, Hamdan Tambunan.

    Ia meminta kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut, termasuk memastikan jenis senjata api yang digunakan pelaku.

    “Korban mengalami trauma. Kami berharap kasus ini segera diungkap tuntas, apalagi tiga pelaku sudah diamankan,” kata Hamdan.

    Nashruddin resmi melaporkan kejadian itu ke Polres Tanjungbalai dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan Nomor STTLP/B/73/III/2026/SPKT/RES T.BALAI/POLDA SUMUT tertanggal 12 Maret 2026.

    Berdasarkan laporan tersebut, tiga terduga pelaku yang telah diamankan masing-masing berinisial NA, DR, dan RI.

    Ketiganya diduga melanggar Pasal 479 UU Nomor 1 Tahun 2023 (KUHP baru) mengatur tentang pencurian dengan kekerasan.

    Kapolres Tanjungbalai, AKBP Welman Feri melalui Kepala Seksi Humas Ipda Ruslan belum memberikan keterangan resmi saat dikonfirmasi.

    Polisi disebut masih memeriksa para korban dan mendalami keterlibatan pelaku lain dalam kasus tersebut.

  • Polsek Perbaungan Ungkap Kasus Curat di Perumahan Bater Residence, Satu Pelaku Diamankan

    Polsek Perbaungan Ungkap Kasus Curat di Perumahan Bater Residence, Satu Pelaku Diamankan

    SERDANG BEDAGAI ,Topinformasi- Polsek Perbaungan berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) yang terjadi di Jalan Malinda II, Perumahan Bater Residence Blok A6, Kelurahan Batang Terap, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai.

    Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 20 Juli 2025 sekitar pukul 13.30 WIB. Korban sekaligus pelapor, Melly Christina Damanik (35) yang berprofesi sebagai dokter, mendapati rumahnya dalam kondisi berantakan saat pulang dari tempat kerja.

    Setelah memeriksa kondisi rumah, korban menyadari sejumlah perhiasan emas miliknya telah hilang. Diduga pelaku masuk ke dalam rumah dengan cara merusak jerjak jendela dapur serta memotong teralis menggunakan tang potong.

    Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp30 juta.

    Berdasarkan laporan polisi LP/B/212/VII/2025/SPKT/Polsek Perbaungan/Polres Sergai/Polda Sumut, tim opsnal Polsek Perbaungan yang dipimpin Kanit Reskrim IPTU Tri Pranata Purba, S.Sos., M.H. melakukan serangkaian penyelidikan.

    Hasilnya, petugas berhasil mengamankan seorang tersangka bernama Suliadi alias Adi Benget (31), warga Dusun IV Desa Sementara, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai.

    Tersangka ditangkap di Dusun I Desa Lubuk Cemara, Kecamatan Perbaungan. Dari hasil interogasi, pelaku mengakui melakukan pencurian tersebut bersama rekannya Lian Pramana Harahap (32) yang sebelumnya telah lebih dulu diamankan oleh pihak kepolisian.

    Dalam penangkapan tersebut, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain satu unit sepeda motor Honda Vario tanpa nomor polisi, satu unit sepeda motor merek KTM buatan China, serta satu potong kaos berwarna biru langit.

    Selain terlibat dalam kasus pencurian di Perumahan Bater Residence, tersangka juga mengakui telah melakukan pencurian sepeda motor di 11 tempat kejadian perkara (TKP) lainnya.

    Saat ini tersangka telah diamankan di Mapolsek Perbaungan untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Sementara itu, pihak kepolisian masih terus melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan keterlibatan pelaku dalam kasus kejahatan lainnya. (AVID)

  • Israel Lancarkan Serangan Besar ke Lebanon, Hizbullah Balas dengan Puluhan Roket

    Israel Lancarkan Serangan Besar ke Lebanon, Hizbullah Balas dengan Puluhan Roket

    Foto ilustrasi

    Jakarta | Topinformasi – Militer Israel mengumumkan telah melancarkan gelombang serangan terbaru ke wilayah Lebanon yang menargetkan markas kelompok militan Hizbullah. Serangan tersebut disebut sebagai bagian dari operasi militer skala besar di kawasan tersebut.

    Dilansir dari kantor berita AFP, Kamis (12/3/2026), serangan itu dilakukan pada Rabu (11/3) waktu setempat dan menyasar sejumlah infrastruktur milik Hizbullah di kawasan Dahiyeh, pinggiran selatan ibu kota Beirut.

    Israel menyebut operasi tersebut bertujuan untuk menghancurkan fasilitas serta kemampuan militer Hizbullah yang selama ini diduga mendapat dukungan dari Iran.

    Dalam pernyataan terpisah, juru bicara militer Israel Avichay Adraee mengatakan pasukan Israel akan meningkatkan operasi militer terhadap target-target milik Hizbullah di wilayah tersebut.

    “Pasukan Israel akan segera bertindak dengan kekuatan besar terhadap fasilitas, kepentingan, dan kemampuan militer Hizbullah,” ujar Adraee.

    Langkah tersebut dilakukan setelah militer Israel melaporkan adanya tembakan roket yang diluncurkan oleh Hizbullah ke arah wilayah Israel dalam beberapa jam sebelumnya.

    Hizbullah Balas Serangan

    Menanggapi serangan Israel, kelompok Hizbullah dilaporkan langsung melancarkan serangan balasan dengan menembakkan puluhan roket ke wilayah Israel bagian utara.

    Dalam pernyataan resminya, Hizbullah menyebut serangan tersebut sebagai respons atas apa yang mereka sebut sebagai “agresi kriminal” Israel terhadap sejumlah kota dan desa di Lebanon serta kawasan pinggiran selatan Beirut.

    “Para pejuang kami menargetkan lokasi di Israel utara dengan puluhan roket sebagai bagian dari operasi baru,” demikian pernyataan Hizbullah.

    Ketegangan antara Israel dan Hizbullah kembali meningkat dalam beberapa waktu terakhir, seiring meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah yang juga melibatkan Iran dan sekutunya. Hingga kini belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban akibat serangan terbaru tersebut.

  • Israel Mulai Serangan Besar ke Teheran Usai Iran dan Hizbullah Luncurkan Rudal

    Israel Mulai Serangan Besar ke Teheran Usai Iran dan Hizbullah Luncurkan Rudal

    Jakarta | Topinformasi – Militer Israel mengumumkan telah memulai gelombang serangan skala besar ke ibu kota Iran, Teheran, sebagai respons atas serangan rudal yang sebelumnya dilancarkan Iran bersama sekutunya dari Lebanon, kelompok Hizbullah.

    Dilansir dari kantor berita AFP, Kamis (12/3/2026), pengumuman tersebut disampaikan oleh militer Israel melalui saluran Telegram resmi mereka.

    “IDF telah memulai gelombang serangan skala besar di Teheran. Detail selanjutnya akan menyusul,” demikian pernyataan militer Israel.

    Serangan Israel ini dilakukan setelah Garda Revolusi Iran melancarkan serangan udara gabungan terhadap Israel pada dini hari waktu setempat. Operasi tersebut melibatkan peluncuran rudal oleh Iran yang dilakukan bersamaan dengan tembakan rudal dan drone dari Hizbullah di Lebanon.

    Dalam laporan yang dimuat kantor berita Iran Fars dan Tasnim, operasi gabungan tersebut disebut menyasar lebih dari 50 target di wilayah Israel.

    Beberapa target yang menjadi sasaran serangan antara lain pangkalan militer Israel di Haifa, Tel Aviv, dan Beersheba.

    Selain itu, Garda Revolusi Iran juga disebut menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, yakni di Al-Kharj (Arab Saudi) dan Al-Azraq (Yordania). Namun, laporan AFP menyebutkan tidak ada kerusakan yang dilaporkan di Arab Saudi, sementara pemerintah Yordania juga menyatakan tidak ada serangan yang terjadi di wilayahnya.

    Ketegangan di kawasan Timur Tengah saat ini terus meningkat. Konflik tidak hanya melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat, tetapi juga melibatkan kelompok Hizbullah di Lebanon yang kerap terlibat bentrokan dengan militer Israel.

    Sebelumnya, militer Israel juga mengumumkan telah melancarkan serangan besar ke wilayah Lebanon pada Rabu (11/3/2026). Serangan tersebut diklaim menargetkan markas dan infrastruktur Hizbullah di kawasan Dahiyeh, pinggiran selatan ibu kota Beirut yang menjadi basis utama kelompok tersebut.

    Hingga kini situasi keamanan di kawasan Timur Tengah masih memanas, dengan potensi eskalasi konflik yang semakin meluas di berbagai wilayah.

  • Iran Serang Dua Kapal Tanker Minyak di Perairan Irak, Satu Awak Kapal Tewas

    Iran Serang Dua Kapal Tanker Minyak di Perairan Irak, Satu Awak Kapal Tewas

    Basra | Topinformasi – Serangan terhadap dua kapal tanker minyak terjadi di perairan Irak dan diduga dilakukan oleh Iran. Insiden tersebut menyebabkan satu awak kapal dilaporkan meninggal dunia, sementara puluhan lainnya berhasil diselamatkan.

    Dilansir dari CNN International, Kamis (12/3/2026), Direktur Jenderal Perusahaan Pelabuhan Irak Farhan al-Fartousi menyebutkan sebanyak 38 awak kapal berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Para korban yang diselamatkan tersebut diketahui merupakan warga negara asing.

    Iran sendiri mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Stasiun penyiaran pemerintah Iran IRIB melaporkan bahwa serangan dilakukan menggunakan drone bawah laut yang meledakkan dua kapal tanker minyak di kawasan Teluk Persia pada Rabu malam (11/3/2026).

    Sebelumnya, sumber keamanan Irak di wilayah Basra mengatakan kepada CNN bahwa sebuah kapal yang diduga milik Iran dan dipasangi bahan peledak kemungkinan digunakan untuk menyerang kedua kapal tanker tersebut. Saat ini pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

    Kepala media di Komando Operasi Gabungan Irak, Letnan Jenderal Saad Maan, menyatakan serangan itu terjadi di perairan teritorial Irak dan dinilai sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negara tersebut.

    “Serangan ini merupakan pelanggaran kedaulatan Irak dan negara kami berhak mengambil tindakan hukum,” tegasnya.

    Rekaman yang telah diverifikasi oleh CNN memperlihatkan dua kapal tanker terbakar hebat, dengan api yang menjalar hingga ke permukaan laut di sekitarnya. Berdasarkan data pelacakan kapal, kedua kapal tersebut diketahui sedang berlabuh berdampingan ketika kebakaran mulai terjadi.

    Dua kapal yang menjadi sasaran serangan itu adalah Zefyros yang berbendera Malta serta Safesea Vishnu berbendera Kepulauan Marshall.

    Kapal Safesea Vishnu diketahui dimiliki oleh perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat, Safesea Transport Inc., sedangkan kapal Zefyros dimiliki oleh perusahaan pelayaran yang berbasis di Yunani.

    Hingga saat ini otoritas Irak masih melakukan investigasi untuk memastikan kronologi lengkap kejadian serta dampak dari serangan tersebut terhadap keamanan maritim di kawasan Teluk Persia.

  • Drone Iran Hantam Gedung di Dekat Dubai Creek Harbour, Otoritas Lakukan Penyelidikan

    Drone Iran Hantam Gedung di Dekat Dubai Creek Harbour, Otoritas Lakukan Penyelidikan

    Dubai | Topinformasi – Sebuah drone yang disebut berasal dari Iran dilaporkan menghantam sebuah gedung di kawasan dekat Dubai Creek Harbour, Dubai, Uni Emirat Arab, Kamis (12/3/2026) waktu setempat. Insiden tersebut langsung memicu respons dari pihak berwenang setempat.

    Dilansir dari kantor berita AFP, stasiun televisi pemerintah Iran IRIB menyebut drone tersebut berhasil menabrak sebuah menara di kawasan Dubai.

    “Drone berpemandu presisi telah menabrak sebuah menara di Dubai,” demikian laporan yang disampaikan IRIB.

    Namun hingga saat ini belum ada keterangan resmi terkait tingkat kerusakan maupun kemungkinan adanya korban akibat insiden tersebut.

    Sementara itu, kantor media pemerintah Dubai melalui akun resminya di platform X menyatakan bahwa otoritas setempat tengah melakukan penanganan serta penyelidikan terhadap peristiwa tersebut.

    “Kami sedang menangani insiden yang melibatkan drone yang jatuh di sebuah bangunan di sekitar Dubai Creek Harbour,” demikian pernyataan dari kantor media Dubai.

    Dubai Creek Harbour sendiri merupakan kawasan pengembangan modern yang dikenal sebagai lokasi proyek Dubai Creek Tower, yang dirancang menjadi salah satu menara tertinggi di dunia.

    Pihak berwenang hingga kini masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kejadian serta menilai dampak dari insiden drone tersebut. Situasi keamanan di sekitar lokasi juga terus dipantau oleh aparat setempat.

  • Trump Sebut Iran di Ambang Kekalahan, Minta Pasukan AS Tingkatkan Serangan

    Trump Sebut Iran di Ambang Kekalahan, Minta Pasukan AS Tingkatkan Serangan

    Washington | Topinformasi – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Iran saat ini berada di ambang kekalahan dan meminta pasukan militer Amerika Serikat untuk meningkatkan tekanan serta serangan terhadap negara tersebut.

    Dilansir dari berbagai laporan internasional, Kamis (12/3/2026), Trump menyebut posisi Iran saat ini sudah sangat terdesak dalam konflik yang tengah berlangsung.

    “Mereka hampir berada di ujung jalan,” kata Trump kepada wartawan di Washington.

    Trump juga mengklaim bahwa militer Amerika Serikat memiliki kemampuan untuk menargetkan berbagai wilayah strategis di Iran, termasuk ibu kota Teheran. Menurutnya, serangan yang lebih intens dapat membuat Iran sulit untuk membangun kembali infrastrukturnya.

    “Kita dapat menyerang beberapa bagian Teheran dan tempat-tempat lain yang jika kita lakukan, akan hampir mustahil bagi mereka untuk membangun kembali negara mereka, dan kita tidak menginginkan itu,” ujarnya.

    Pernyataan tersebut menambah ketegangan hubungan antara Amerika Serikat dan Iran, yang dalam beberapa waktu terakhir kembali memanas di tengah dinamika politik dan keamanan kawasan Timur Tengah.

    Sebelumnya, Trump juga mengkritik kepemimpinan baru Iran di bawah Mojtaba Khamenei, yang disebut-sebut sebagai pemimpin terbaru negara tersebut. Trump menyatakan keraguannya bahwa Iran di bawah kepemimpinan Mojtaba dapat hidup berdampingan secara damai dengan Amerika Serikat.

    “Saya tidak yakin dia bisa hidup dalam damai,” kata Trump dalam wawancara dengan Fox News, seperti dilaporkan Anadolu Agency, Rabu (11/3/2026).

    Trump menegaskan bahwa pemerintah Amerika Serikat akan terus memantau perkembangan situasi dan mengambil langkah-langkah strategis untuk menjaga kepentingan nasional serta stabilitas keamanan global.

  • JPU Minta Maaf di DPR Soal Tuntutan Mati ABK Medan Kasus 1,9 Ton Sabu

    JPU Minta Maaf di DPR Soal Tuntutan Mati ABK Medan Kasus 1,9 Ton Sabu

    Jakarta | Topinformasi – Jaksa penuntut umum (JPU) Muhammad Arfian menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi III DPR RI terkait tuntutan hukuman mati terhadap Fandi Ramadhan, anak buah kapal (ABK) asal Medan yang terseret kasus penyelundupan 1,9 ton sabu.

    Permintaan maaf tersebut disampaikan Arfian dalam rapat yang menghadirkan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

    “Kami JPU Muhammad Arfian ingin menyampaikan setulus-tulusnya dan sedalam-dalamnya permohonan maaf atas kesalahan kami di persidangan kemarin,” ujar Arfian dalam rapat tersebut.

    Ia mengakui bahwa dirinya telah menjalani pemeriksaan oleh Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) dan dinyatakan bersalah atas kekeliruan dalam proses penanganan perkara tersebut.

    “Selanjutnya kami telah dilakukan pemeriksaan dan dinyatakan bersalah oleh Jamwas serta sudah diberikan atau dijatuhi hukuman disiplin,” ucapnya.

    Arfian juga mengucapkan terima kasih kepada pimpinan Komisi III DPR RI yang telah memberikan perhatian dan koreksi terhadap penanganan kasus tersebut.

    “Saya sekali lagi memohon maaf atas kesalahan kami di persidangan kemarin. Kami juga berterima kasih kepada pimpinan Komisi III DPR atas koreksi dan atensinya yang akan menjadi bahan evaluasi bagi kami,” katanya.

    Menanggapi permohonan maaf tersebut, Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menyatakan menerima permintaan maaf dari JPU Muhammad Arfian dan berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran ke depan.

    “Kita anggap case closed. Kita maafkan dan berharap saudara Muhammad Arfian yang masih muda ini dapat belajar dari kejadian ini, menjadi lebih bijak, dan dapat melanjutkan kariernya dengan baik,” ujar Habiburokhman.

    Sebelumnya, dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Batam pada Kamis (5/3/2026), majelis hakim yang dipimpin Hakim Ketua Tiwik bersama hakim anggota Douglas Napitupulu dan Randi Jastian Afandi menyatakan terdakwa Fandi Ramadhan terbukti bersalah.

    Namun, Fandi tidak dijatuhi hukuman mati seperti tuntutan awal jaksa. Majelis hakim memutuskan menjatuhkan hukuman penjara selama lima tahun terhadap terdakwa.

    “Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Fandi Ramadhan dengan pidana penjara selama lima tahun,” kata Ketua Majelis Hakim Tiwik saat membacakan amar putusan.

  • Dua Nelayan Aceh Didakwa Jadi Perantara 1 Kilogram Kokain

    Dua Nelayan Aceh Didakwa Jadi Perantara 1 Kilogram Kokain

    TOPINFORMASI.MEDAN  – Dua nelayan asal Aceh, Muhammad Yasir alias Umar (38) dan Sarboini alias Boy (38), didakwa menjadi perantara dalam transaksi narkotika jenis kokain seberat 1 kilogram. Keduanya menjalani persidangan di Ruang Cakra VIII Pengadilan Negeri Medan, Rabu (11/3/2026).

    Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sinta Ayu Lestari membacakan dakwaan yang menyebutkan bahwa kasus ini merupakan hasil pengembangan dari penangkapan dua tersangka lainnya, yakni Munizar alias Munir dan Baharuddin, pada 1 April 2025.

    Kedua tersangka tersebut sebelumnya ditangkap oleh personel Polda Sumatera Utara di Jalan Lintas Medan–Banda Aceh, tepatnya di Desa Alur Dua, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat. Dari penangkapan itu, polisi menyita 170 gram kokain yang dibungkus plastik hitam.

    “Berdasarkan hasil pemeriksaan, narkotika tersebut diperoleh dari Laudin (DPO) yang masih satu jaringan dengan para terdakwa,” ujar jaksa dalam persidangan yang digelar secara virtual.

    Pengembangan kasus kemudian mengarah kepada Sarboini setelah polisi memperoleh informasi dari seorang informan. Petugas selanjutnya melakukan penyamaran dengan metode undercover buy untuk membongkar jaringan tersebut.

    Saat dihubungi petugas yang menyamar sebagai pembeli, Sarboini mengaku akan berkoordinasi dengan rekannya. Sehari kemudian, ia memastikan bahwa barang tersedia dan mengatur pertemuan di kawasan Simpang Opak, Seruway, Aceh Tamiang.

    Pada 5 Agustus 2025, petugas yang menyamar bertemu Sarboini di Jalan Lintas Medan–Banda Aceh wilayah Aceh Tamiang. Dari lokasi tersebut, mereka kemudian bertemu Muhammad Yasir di Jalan Seruway.

    Dalam pertemuan itu, Yasir sempat menghubungi seseorang bernama Daus (DPO) untuk memastikan harga kokain yang ditawarkan, yakni sebesar Rp160 juta.

    Sekitar 15 menit kemudian, para terdakwa bersama petugas bergerak menuju kawasan tangkahan di Desa Kampung Baru, Seruway, untuk bertemu Daus. Transaksi direncanakan dilakukan di pinggir sungai.

    Namun situasi berubah ketika Daus menyerahkan kokain kepada para terdakwa. Sarboini dan Daus mulai mencurigai petugas yang menyamar sebagai pembeli.

    Keduanya kemudian nekat melompat ke sungai untuk melarikan diri. Sarboini berhasil ditangkap oleh petugas, sementara Daus berhasil kabur dan hingga kini masih berstatus daftar pencarian orang (DPO).

    Dari lokasi kejadian, polisi menyita barang bukti berupa satu paket kokain seberat 1 kilogram serta satu unit iPhone milik Muhammad Yasir. Sementara ponsel Oppo milik Sarboini dilaporkan hilang terbawa arus sungai saat pelarian.

    “Kedua terdakwa mengaku kokain tersebut diperoleh dari Daus untuk dijual kembali dengan imbalan Rp10 juta,” kata jaksa.

    Atas perbuatannya, kedua terdakwa didakwa melanggar Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Selain itu, mereka juga dijerat dengan ketentuan dalam KUHP terbaru terkait perantara dalam transaksi narkotika dengan ancaman hukuman berat.

    Usai pembacaan dakwaan, majelis hakim yang diketuai Monita Br Sitorus melanjutkan persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi dari pihak kepolisian.

    (Tim)

  • Geger, Mayat Wanita Muda Ditemukan Dalam Box di Medan Denai

    Geger, Mayat Wanita Muda Ditemukan Dalam Box di Medan Denai

    TOPINFORMASI.MEDAN – Warga Gang Seroja, Jalan Menteng VII, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, digegerkan dengan penemuan sesosok jasad wanita yang ditemukan tidak bernyawa di dalam sebuah box, Selasa (10/3/2026).

    Penemuan mayat tersebut sontak membuat warga sekitar heboh. Peristiwa itu kemudian segera dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

    Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto, mengatakan pihaknya menerima informasi mengenai penemuan mayat tersebut sekitar pukul 11.30 WIB.

    “Informasi awal kami terima sekitar pukul 11.30 WIB terkait adanya penemuan mayat di dalam sebuah box. Setelah itu, personel dari Polsek, Polrestabes hingga Polda langsung turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan,” ujarnya di lokasi kejadian.
    Setibanya di lokasi, petugas kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan area sekitar guna kepentingan penyelidikan.

    Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban diketahui berjenis kelamin perempuan dengan perkiraan usia sekitar 20 tahun. Polisi juga mengaku telah mengantongi identitas korban.

    Saat ini, petugas masih melakukan pengumpulan barang bukti serta meminta keterangan dari sejumlah saksi guna mengungkap penyebab pasti kematian korban.
    “Masih kami kumpulkan barang bukti dan keterangan saksi-saksi untuk mengetahui penyebab meninggalnya korban,” jelas Bayu.

    Jenazah korban yang disebut-sebut berasal dari Kabupaten Labuhanbatu kemudian dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk dilakukan autopsi.

    Hingga kini, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut guna mengungkap kronologi kejadian serta penyebab pasti kematian korban.