Category: Lingkungan, Sosial & Organisasi

  • Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Tanjung Balai Gelar Aksi Bersih-Bersih Rumah Ibadah

    Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Tanjung Balai Gelar Aksi Bersih-Bersih Rumah Ibadah

    TANJUNG BALAI,indeksnews.web.id/  – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, Polres Tanjung Balai menggelar aksi sosial bertajuk “Bakti Religi”.

     

    Puluhan personel kepolisian dikerahkan untuk bergotong-royong membersihkan sejumlah tempat ibadah di wilayah Kota Tanjung Balai pada Sabtu (13/6/2026) pagi.

     

    Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Kabag SDM Polres Tanjung Balai, Kompol H.E. Sidauruk, S.H., M.H., dengan melibatkan sedikitnya 70 personel polres.

     

    Aksi simpatik ini menyasar tiga lokasi rumah ibadah dari berbagai agama sebagai wujud toleransi dan kedekatan Polri dengan masyarakat.

     

    Adapun ketiga lokasi yang menjadi fokus kegiatan Bakti Religi tersebut meliputi Mesjid Syuhada di Jalan Mesjid, Kelurahan Pulau Simardan, Kecamatan Datuk Bandar Timur, Gereja HKBP di Jalan Kapten Piere Tendean, Kelurahan Perwira, Kecamatan Tanjung Balai Selatan, Vihara Bakhti Maitreya di Jalan Mesjid, Kelurahan Indra Sakti, Kecamatan Tanjung Balai Selatan.

     

    Di tempat-tempat ibadah tersebut, para personel polisi bahu-membahu bersama pengurus rumah ibadah membersihkan area halaman, ruang utama, hingga fasilitas penunjang lainnya.

     

    Kapolres Tanjung Balai, AKBP Welman Feri, S.I.K., M.I.K., menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara, aksi ini juga beriringan dengan gerakan “Indonesia Asri”.

     

    “Kegiatan Bakti Religi ini merupakan bentuk kepedulian nyata Polri terhadap kebersihan lingkungan tempat ibadah, sekaligus untuk mempererat tali silaturahmi dan menjaga toleransi antarumat beragama di Kota Tanjung Balai,” ujar AKBP Welman Feri

     

    Aksi gotong-royong ini mendapat sambutan positif dari para pengurus rumah ibadah dan warga sekitar. Hingga kegiatan selesai, seluruh rangkaian acara berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.

  • Gerebek Kamar Kos, Sat Narkoba Polres Tanjungbalai Ringkus Pengedar Sabu

    Gerebek Kamar Kos, Sat Narkoba Polres Tanjungbalai Ringkus Pengedar Sabu

    TANJUNGBALAI ,indeksnews.web.id/ – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tanjungbalai kembali berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu. Seorang pria berinisial HL (35), warga Kelurahan Siumbut-umbut, Kecamatan Kota Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, diamankan dari sebuah kamar kos di Jalan Jenderal Sudirman KM 7, Kelurahan Sijambi, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai.

    Kapolres Tanjungbalai melalui Kasat Resnarkoba AKP Yudi Fitriansyah, S.H., M.Psi., mengatakan penangkapan tersebut berawal dari laporan masyarakat yang resah terhadap aktivitas transaksi narkoba di lokasi dimaksud.

    “Menindaklanjuti informasi tersebut, tim opsnal Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan bergerak menuju lokasi pada Kamis (11/6/2026) sekitar pukul 23.45 WIB,” ujar AKP Yudi.

    Setibanya di lokasi, petugas langsung mengamankan tersangka HL. Dengan disaksikan Kepala Lingkungan setempat, petugas kemudian melakukan penggeledahan terhadap badan tersangka dan seluruh area kamar kos yang ditempatinya.

    Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang bukti berupa satu bungkus plastik klip kecil berisi narkotika jenis sabu dengan berat kotor 0,18 gram yang ditemukan di lantai kamar, satu bungkus plastik klip sedang berisi sabu dengan berat kotor 1,53 gram yang ditemukan di atas meja, satu bungkus plastik klip sedang kosong, tiga bungkus plastik klip kecil kosong yang diduga digunakan untuk memaketkan sabu, satu buah pipet yang diruncingkan sebagai alat sekop sabu, serta satu unit telepon seluler.

    “Saat diinterogasi, tersangka mengakui bahwa seluruh barang bukti yang ditemukan merupakan miliknya,” jelas AKP Yudi.

    Dari hasil pemeriksaan awal, HL mengaku memperoleh sabu tersebut dari seorang pria berinisial I yang saat ini masih dalam penyelidikan petugas. Untuk mendapatkan sekitar 3 gram sabu, tersangka mengeluarkan modal sebesar Rp1.260.000.

    Selain itu, tersangka mengaku akan memperoleh keuntungan sekitar Rp600.000 apabila seluruh sabu tersebut berhasil terjual.

    Selanjutnya, tersangka bersama seluruh barang bukti diamankan ke Mapolres Tanjungbalai guna menjalani proses penyidikan dan pengembangan lebih lanjut terhadap jaringan peredaran narkotika yang terlibat.

    Berdasarkan hasil penyelidikan, keterangan saksi, serta pengakuan tersangka, HL diduga kuat melanggar Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, subsidair Pasal 609 Ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

    Kasus ini masih terus dikembangkan oleh Satresnarkoba Polres Tanjungbalai untuk mengungkap pemasok dan jaringan peredaran narkotika yang lebih luas.

  • Gelar Nobar Bersama Tp Pkk, Wali Kota Tebing Tinggi Apresiasi Pesan Moral Film Parodi Edukatif “Kampung Durian Ngak Jadi Runtuh

    Gelar Nobar Bersama Tp Pkk, Wali Kota Tebing Tinggi Apresiasi Pesan Moral Film Parodi Edukatif “Kampung Durian Ngak Jadi Runtuh

    TEBING TINGGI,indeksnews.web.id/ -Wali Kota Tebing Tinggi H. Iman Irdian Saragih bersama Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Tebing Tinggi Ny. Hj. Susmira Wanti Iman Irdian Saragih menghadiri kegiatan nonton bareng (nobar) pemutaran film edukasi parodi “Kampung Durian Gak Jadi Runtuh” yang digelar di Aula Lantai IV Balai Kota Tebing Tinggi, Kamis (11/6/2026).

     

    Kegiatan yang diinisiasi TP PKK Kota Tebing Tinggi ini menjadi sarana edukasi sekaligus hiburan bagi masyarakat dalam menyampaikan pesan-pesan sosial, ekonomi, dan ketahanan keluarga melalui media film.

     

    Dalam sambutannya selaku Pembina TP PKK Kota Tebing Tinggi, Wali Kota Iman Irdian Saragih menyampaikan apresiasi kepada TP PKK yang terus berkomitmen mendukung pembangunan keluarga dan pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program yang bermanfaat.

     

    “Atas nama Pemerintah Kota Tebing Tinggi, saya menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada TP PKK yang terus berkomitmen mendukung pembangunan keluarga dan pemberdayaan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang bermanfaat di tengah masyarakat,” ujar Wali Kota.

     

    Menurut Wali Kota, kegiatan pemutaran film edukasi merupakan salah satu sarana penting dalam membangun keluarga yang harmonis, berkualitas dan berketahanan. Melalui film tersebut, masyarakat diajak memahami pentingnya peran keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama dalam membentuk karakter, moral, serta masa depan generasi penerus bangsa.

     

    Wali Kota juga berharap momentum kegiatan tersebut dapat semakin memperkuat sinergi antara pemerintah, TP PKK dan masyarakat dalam mewujudkan warga yang sehat, cerdas, mandiri dan sejahtera.

     

    “Saya berharap melalui kegiatan nonton bareng ini seluruh peserta memperoleh wawasan, inspirasi dan pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu menciptakan lingkungan keluarga yang baik dan mendukung terwujudnya masyarakat yang maju serta berdaya saing,” kata Wali Kota.

     

    Lebih lanjut, Wali Kota menilai film “Kampung Durian Gak Jadi Runtuh” memiliki pesan edukatif yang relevan dengan kondisi sosial masyarakat. Film tersebut dinilai mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga keharmonisan keluarga, memperkuat nilai-nilai kebersamaan serta meningkatkan kesadaran dalam menghadapi berbagai persoalan sosial.

     

    Wali Kota juga mengusulkan agar film tersebut dapat ditayangkan lebih luas kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya edukasi publik, termasuk dalam berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.

     

    “Saya mendukung kegiatan ini karena mampu memberikan edukasi kepada masyarakat, baik dalam aspek sosial, ekonomi maupun kehidupan beragama. Edukasi seperti ini perlu terus dilakukan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi atau isu negatif yang belum tentu benar,” ungkap Wali Kota.

     

    Sebelum pemutaran film dimulai, Ketua TP PKK Kelurahan Durian, Ny. Ulfia Sari Lubis, terlebih dahulu membacakan sinopsis film yang sarat akan nilai-nilai kebersamaan dan resolusi konflik sosial dalam kehidupan bertetangga tersebut.

     

    Usai pemutaran film, sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kreativitas para penggiat seni lokal, Wali Kota bersama Ketua TP PKK Kota Tebing Tinggi menyerahkan piagam penghargaan secara simbolis kepada para pemain film tersebut. Selain itu, turut diserahkan cendera mata berupa kaos bertuliskan “Kampung Durian Gak Jadi Runtuh” sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam menyukseskan produksi film edukasi parodi tersebut.

     

    Melalui momentum ini, Pemko Tebing Tinggi berharap sinergi antara pemerintah, TP PKK, dan seluruh elemen masyarakat dapat semakin solid demi mewujudkan warga Kota Tebing Tinggi yang sehat, cerdas, berdaya saing, dan sejahtera.

     

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tebing Tinggi AKBP Rohim Marthin Gultom, Camat Bajenis Ari Miranda, Lurah Durian Dias Nasution, para pejabat terkait di lingkungan Pemerintah Kota Tebing Tinggi, serta jajaran TP PKK dari tingkat kota hingga lingkungan.

  • Tebar Kepedulian di Jumat Berkah, DPC GRIB Jaya Medan Bersama PAC GRIB Jaya Medan Petisah Bagikan 500 Nasi Kotak kepada Masyarakat

    Tebar Kepedulian di Jumat Berkah, DPC GRIB Jaya Medan Bersama PAC GRIB Jaya Medan Petisah Bagikan 500 Nasi Kotak kepada Masyarakat

    MEDAN .indeksnews.web.id/-Wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat terus ditunjukkan oleh DPC bersama PAC Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Kecamatan Medan Petisah melalui kegiatan Jumat Berkah yang digelar di halaman Masjid Al Hasanah, Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Sei Sikambing D, Jumat (12/06/2026).

     

    Dalam kegiatan penuh kebersamaan tersebut, Ketua PAC GRIB Jaya Kecamatan Medan Petisah, Syaiful Marpaung, turun langsung bersama jajaran pengurus PAC dan Ranting membagikan sebanyak 500 nasi kotak kepada para jemaah masjid usai menunaikan ibadah salat Jumat, pengguna jalan, serta warga sekitar.

     

    Sekretaris DPC GRIB Jaya Kota Medan, Thoyib Marbun, menyampaikan bahwa kegiatan Jumat Berkah tersebut merupakan program sosial rutin DPC GRIB Jaya Medan dibawah Pembinaan Ferdy Sanjaya Sembiring, Ketua Rudy Ginting dan Bendahara Rio Siahaan, yang dilaksanakan secara bergilir oleh setiap Pimpinan Anak Cabang (PAC) sebagai bentuk kepedulian GRIB Jaya kepada masyarakat.

     

    “Alhamdulillah, hari ini kegiatan Jumat Berkah dilaksanakan oleh PAC GRIB Jaya Kecamatan Medan Petisah di bawah komando Ketua PAC Syaiful Marpaung bersama seluruh pengurus dan ranting yang hadir dengan penuh semangat. Kegiatan ini terlaksana berkat dukungan Penuh DPC GRIB Jaya Kota Medan dan seluruh jajaran pengurus,” ujar nya.

     

    Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus PAC, ranting, serta anggota jajaran Medan Petisah yang tetap menjaga kekompakan dan soliditas organisasi dalam menjalankan kegiatan sosial di tengah masyarakat.

     

    “Semoga seluruh pengurus selalu diberikan kesehatan, umur panjang, dan tetap solid untuk terus membesarkan GRIB Jaya sebagai organisasi yang hadir serta bermanfaat bagi masyarakat Kota Medan,” tambahnya.

     

    Kegiatan Jumat Berkah tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Kehadiran para pengurus GRIB Jaya yang turun langsung membagikan nasi kotak menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial terus dijaga.

     

    Dengan semangat kebersamaan, DPC dan PAC GRIB Jaya Medan Petisah berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk pengabdian dan kepedulian kepada masyarakat.(AVID)

  • SEMARAK Demo di Kejati Sumut, Desak Pemeriksaan Wali Kota Pematangsiantar

    SEMARAK Demo di Kejati Sumut, Desak Pemeriksaan Wali Kota Pematangsiantar

    MEDAN,indeksnews.web.id/ – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Serikat Mahasiswa Revolusi Anti Korupsi (SEMARAK) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut), Jumat (12/6/2026). Mereka mendesak aparat penegak hukum untuk memeriksa Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, terkait dugaan korupsi dalam pembelian tanah dan bangunan eks Rumah Singgah Covid-19.

    Dalam aksi tersebut, massa menilai proses pembelian aset oleh Pemerintah Kota Pematangsiantar diduga sarat kejanggalan, mulai dari indikasi mark-up anggaran hingga dugaan pelanggaran administrasi.
    Koordinator aksi, Ade Tiyo Warman, menyampaikan bahwa pihaknya menyoroti dugaan tindak pidana korupsi, manipulasi administrasi, serta pembengkakan anggaran dalam pengadaan tanah dan bangunan eks Rumah Singgah Covid-19.

    Menurut Ade, pembelian aset senilai Rp14,53 miliar itu diduga mengandung sejumlah pelanggaran serius sebagaimana hasil investigasi Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Pematangsiantar.

    “Beberapa di antaranya adalah tidak adanya dokumen Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKBMD), penunjukan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) yang diduga tidak transparan, hingga hasil appraisal yang dinilai tidak wajar. Bahkan bangunan yang belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) justru dihargai lebih tinggi,” ujar Ade dalam orasinya.

    Selain itu, Ade mengungkapkan bahwa berdasarkan dokumen Badan Pertanahan, sebagian area Daerah Aliran Sungai (DAS) diduga ikut dimasukkan ke dalam bidang tanah yang dibeli menggunakan anggaran daerah.

    “Potensi kerugian keuangan negara akibat kasus ini diperkirakan mencapai Rp6,1 miliar hingga lebih dari Rp10 miliar,” tegasnya.

    Atas dasar temuan tersebut, SEMARAK mendesak Kejati Sumut segera memeriksa Wesly Silalahi dan mengusut seluruh pihak yang diduga terlibat dalam proses pembelian aset tersebut.

    Massa juga meminta aparat penegak hukum membongkar dugaan praktik mark-up harga, rekayasa appraisal, serta dugaan keterlibatan mafia aset daerah dalam transaksi bernilai miliaran rupiah itu.
    Tidak hanya itu, SEMARAK turut mendesak Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) Kejaksaan Agung RI untuk turun langsung mengevaluasi kinerja Kejaksaan Negeri Pematangsiantar yang dinilai belum maksimal dalam mengungkap kasus-kasus korupsi yang diduga menyeret nama kepala daerah.

    Aksi unjuk rasa tersebut diterima oleh Staf Penerangan Hukum Kejati Sumut, Monang. Ia menyampaikan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan mahasiswa akan diteruskan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti.

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang telah datang ke Kejati Sumut dan menyampaikan aspirasi secara tertib. Aspirasi ini kami terima dan akan segera kami laporkan kepada pimpinan, termasuk berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri Pematangsiantar,” katanya.

    Setelah menyampaikan tuntutan, massa membubarkan diri secara tertib sembari berharap adanya kepastian hukum dalam penanganan dugaan kasus pembelian aset eks Rumah Singgah Covid-19 tersebut.

  • 29 Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku Ikut Ujian Akhir Penyetaraan 

    29 Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku Ikut Ujian Akhir Penyetaraan 

    Batubara. indeksnews.web.id/-Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku mengikuti ujian akhir penyetaraan. di Lapas Labuhan Ruku. Dari 29 WBP yang mengikuti ujian, 4 WBP pria mengikuti ujian akhir paket A setara SD, 7 WBP pria mengikuti ujian akhir paket B setara SMP serta 12 WBP pria dan 6 WBP wanita mengikuti ujian Paket C setara SMA.

    “Benar ada 29 WBP mengikuti ujian Paket A, B dan C yang diselenggarakan oleh PKBM Amanah Al Washliyah Indra Pura di ruang belajar Lapas Labuhan Ruku,” ucap Kalapas Kelas IIA Labuhan Ruku, Hamdi Hasibuan, Jumat 12/6/2026.

    Di jelaskan Hamdi, ujian akhir tersebut dilaksanakan selama dua hari dari 10 – 11 Juni 2026 dengan pengawasan ujian dari Dinas Pendidikan Kabupaten Batubara.

    Pelaksanaan ujian menjadi bagian penting dari proses evaluasi hasil belajar warga binaan selama mengikuti program pendidikan kesetaraan.

    ‎Melalui kegiatan ini, kemampuan akademik peserta didik diukur sesuai dengan jenjang pendidikan masing-masing, “ujarnya.

    ‎Selain itu, ujian juga menjadi indikator keberhasilan pembinaan di bidang pendidikan yang telah dijalankan secara teratur di Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku,” sambung Hamdi.

    ‎Kehadiran tim dari Dinas Pendidikan Kabupaten Batubara pada ujian tersebut bertujuan untuk memastikan seluruh rangkaian ujian berjalan sesuai dengan standar dan ketentuan yang berlaku dalam penyelenggaraan pendidikan kesetaraan nasional.

    ‎Selain dilakukan tim Dinas Pendidikan, pengawasan ujian juga dilakukan tenaga pendidik dan tutor dari PKBM Amanah Al Washliyah Indra Pura.

     

    Diharapkan dengan pendidikan kesetaraan tersebut dapat memperluas wawasan pengetahuan serta mempersiapkan diri WBP agar mampu kembali berperan aktif dan produktif di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pembinaan”, pungkasnya. (dr)

  • KSJ Salurkan Bantuan kepada Janda Tulang Punggung Keluarga di Desa Tanjung Rejo

    KSJ Salurkan Bantuan kepada Janda Tulang Punggung Keluarga di Desa Tanjung Rejo

    Deli Serdang ,indeksnews.web.id/ – Komunitas Sedekah Jumat (KSJ) kembali menyalurkan bantuan kepada masyarakat kurang mampu melalui program rutin Jumat Berkah yang digelar di Desa Tanjung Rejo, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (12/6/2026).

    Desa yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani dan nelayan itu menjadi salah satu lokasi sasaran penyaluran bantuan KSJ. Kali ini, bantuan diprioritaskan kepada para janda yang ditinggal wafat suami dan masih harus berjuang menghidupi keluarga, bahkan sebagian di antaranya masih menyewa rumah.

    Koordinator pelaksana kegiatan, Boim, mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan tindak lanjut arahan pembina KSJ untuk menyasar masyarakat yang selama ini jarang tersentuh bantuan.
    “Sesuai arahan dari pembina KSJ, kami melaksanakan kegiatan ini dengan menyisir desa-desa yang jarang dikunjungi bantuan pemerintah. Wilayah ini cukup jauh dari pusat aktivitas perkantoran dan industri di Sumatera Utara. Mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai petani dan nelayan,” ujarnya.

    Menurut Boim, pihaknya melakukan penelusuran selama satu pekan untuk mendata warga yang benar-benar membutuhkan bantuan, terutama para janda yang menjadi tulang punggung keluarga setelah ditinggal wafat suami.
    “Janda yang ditinggal wafat suami menjadi target utama kami. Ada beberapa yang kami kunjungi langsung karena kondisi ekonominya sangat terbatas. Penelusuran kaum dhuafa ini kami lakukan selama satu minggu dan menjadi agenda rutin KSJ dalam menyalurkan Sedekah Jumat,” jelasnya.

    Salah seorang penerima bantuan, Sutari (56), mengaku terharu dan bersyukur atas perhatian yang diberikan KSJ. Bantuan sembako yang diterimanya dinilai sangat membantu di tengah meningkatnya harga kebutuhan pokok.

    “Kami awalnya tidak mengira KSJ benar-benar datang ke kampung kami dan memberikan bantuan kepada kami. Bagi kami, bantuan ini sangat bermanfaat, apalagi saat harga sembako terus naik. Kami masih merasakan ada yang peduli dan mau membantu,” ungkap Sutari.

    Sementara itu, Pendiri sekaligus Pembina KSJ menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus menjalankan program sedekah bagi fakir miskin dan masyarakat yang membutuhkan.

    Menurutnya, para janda yang menjadi tulang punggung keluarga layak mendapat perhatian lebih karena harus berjuang sendiri membesarkan anak-anak mereka, termasuk anak yatim yang menjadi tanggung jawabnya.

    “Kenapa janda yang menjadi tulang punggung keluarga kami utamakan, terlebih lagi yang masih menyewa rumah. Di tengah kondisi ekonomi yang sulit seperti sekarang, mereka tetap bertahan dan berjuang menghidupi anak-anaknya. Inilah yang harus kita perhatikan dan bantu. KSJ harus tepat sasaran agar bantuan benar-benar dirasakan oleh mereka yang membutuhkan,” tegasnya.

    Melalui kegiatan tersebut, KSJ berharap dapat meringankan beban ekonomi masyarakat kurang mampu sekaligus mengajak berbagai pihak untuk meningkatkan kepedulian sosial terhadap kaum dhuafa, khususnya para janda yang menjadi tulang punggung keluarga. (bm)

  • Bukan Pengambilan Tanah Ilegal, Kegiatan di Jalan Sofyan Zakaria Adalah Persiapan Perumahan Subsidi

    Bukan Pengambilan Tanah Ilegal, Kegiatan di Jalan Sofyan Zakaria Adalah Persiapan Perumahan Subsidi

    TEBING TINGGI,indeksnews.web.id/-
    PT Lintas Sumut Sejahtera Bersama melalui Humas Perusahaan, Prayudi menyampaikan klarifikasi terkait pemberitaan yang menyoroti aktivitas alat berat dan pengangkutan tanah di kawasan Jalan Sofyan Zakaria, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi.

    Perusahaan menegaskan bahwa kegiatan yang berlangsung di lokasi bukan merupakan aktivitas pertambangan maupun pengambilan tanah ilegal, melainkan bagian dari proses pematangan lahan untuk pembangunan Perumahan Griya Sofyan Zakaria (Griya SOZA) yang dipersiapkan sebagai kawasan hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) melalui Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pemerintah.

    Humas PT Lintas Sumut Sejahtera Bersama menjelaskan bahwa pekerjaan yang sedang dilakukan meliputi perataan lahan, pembentukan kontur tanah, pembangunan sistem drainase, akses jalan lingkungan, dan persiapan utilitas kawasan sebagai tahapan awal sebelum pembangunan unit rumah dilaksanakan.

    “Kegiatan yang saat ini berlangsung merupakan bagian dari pekerjaan pematangan lahan yang memang harus dilakukan dalam pembangunan kawasan perumahan. Ini bukan kegiatan pertambangan sebagaimana yang berkembang di tengah masyarakat,” ujar pihak Humas PT Lintas Sumut Sejahtera Bersama dalam keterangan resminya.

    Menurut perusahaan, proyek Perumahan Griya Sofyan Zakaria telah memiliki Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) Nomor SK-PBG-127603-11062026-001 yang diterbitkan Pemerintah Kota Tebing Tinggi untuk pembangunan 264 unit Rumah Tinggal Deret MBR. Dokumen tersebut diterbitkan setelah melalui tahapan pemeriksaan administrasi dan teknis oleh instansi yang berwenang.

    Pihak perusahaan juga membantah informasi yang menyebut tidak adanya papan proyek di lokasi pembangunan. Menurut mereka, papan informasi proyek telah dipasang dan memuat identitas pemilik proyek, pelaksana pekerjaan, luas lahan, jadwal pelaksanaan, serta jenis pekerjaan yang sedang berlangsung.

    Lebih lanjut, perusahaan menjelaskan bahwa kegiatan pematangan lahan merupakan tahapan yang secara hukum diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 1999 tentang Kawasan Siap Bangun dan Lingkungan Siap Bangun yang Berdiri Sendiri. Dalam regulasi tersebut disebutkan bahwa kegiatan pematangan tanah merupakan bagian dari proses pembangunan kawasan perumahan dan permukiman yang meliputi pembangunan prasarana dan sarana pendukung.

  • Ketua DPRD H. Tengku Eswin Hadiri Penandatanganan Komitmen SPMB Ramah 2026/2027: Wujudkan Pendidikan Bersih & Berintegritas

    Ketua DPRD H. Tengku Eswin Hadiri Penandatanganan Komitmen SPMB Ramah 2026/2027: Wujudkan Pendidikan Bersih & Berintegritas

    TANJUNGBALAI,indeksnews.web.id/ – Ketua DPRD Kota Tanjungbalai H. Tengku Eswin, S.T., menghadiri penandatanganan komitmen bersama penyelenggaraan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 jenjang SD dan SMP.

     

    Acara digelar Dinas Pendidikan di Ruang Kerja Wakil Wali Kota, Rabu (10/6) sore. Turut hadir Plh Wali Kota Muhammad Fadly yang mewakili Wali Kota, unsur Forkopimda, serta Kadis Pendidikan Bukhori Ginting beserta jajaran.

     

    Penandatanganan komitmen ini wujud keseriusan Pemko Tanjungbalai, aparat penegak hukum, lembaga pengawas, dan pemangku kepentingan mendukung SPMB yang bersih, berintegritas, dan sesuai peraturan perundang-undangan.

     

    Plh Wali Kota Muhammad Fadly menegaskan acara ini bukan sekadar seremoni. “Ini bentuk tanggung jawab bersama agar setiap anak memperoleh akses pendidikan yang layak dan setara,” ujarnya.

     

    Melalui komitmen tersebut, Pemko memastikan pelaksanaan SPMB berjalan objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi.

     

    “SPMB bukan sekadar mekanisme teknis. Ini komitmen moral semua pihak beri kesempatan sama bagi anak-anak Indonesia akses pendidikan layak tanpa diskriminasi,” tegas Fadly.

     

    Ia menekankan SPMB adalah pintu awal pendidikan berkualitas, sehingga prosesnya harus dijaga bersih dan terpercaya. Komitmen ini juga pengingat bahwa semua elemen punya peran penting mewujudkan pemerataan pendidikan.

     

    Kehadiran Ketua DPRD H. Tengku Eswin bersama Forkopimda diharapkan memperkuat sinergi mengawal SPMB 2026/2027. Harapannya dapat memberi kepastian hukum, menjamin keadilan peserta didik, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap proses penerimaan murid baru di Kota Tanjungbalai.

    Pewarta:solihin

  • Diduga Dirut PLN, Sabotase Pemerintahan Prabowo, 5 Tahun Menjabat Tidak Ada Pembangkit Baru

    Diduga Dirut PLN, Sabotase Pemerintahan Prabowo, 5 Tahun Menjabat Tidak Ada Pembangkit Baru

    Jakarta. indeksnews.web.id/-Krisis listrik yang melanda tanah air, khususnya di Sumatera dan Pulau Jawa saat ini, ternyata tidak hanya sebatas stok batubara yang semakin menipis. Namun lebih parah dari itu, semua terjadi akibat Dirut PLN Darmawan Prasodjo alias Darmo yang tak berbuat apa-apa selama 5 tahun masa kepemimpinannya.

    Koordinator Nasional Relawan Listrik untuk Negeri (Kornas Re-LUN) juga Ketua Umum IWO, Teuku Yudhistira menuturkan, berdasarkan hasil pengamatan dan analisis pihaknya, selama dikendalikan Darmawan Prasodjo, tidak ada satupun pembangkit baru yang dibangun untuk memperjuangkan sistem elektrifikasi.

    “Silahkan cek, di era Darmawan Prasodjo sebagai Dirut PLN, ada tidak pembangkit baru yang masuk?. Tidak sekalipun ada keputusan dari dia untuk memulai pembangunan pembangkit baru,” Yudhistira saat dikonfirmasi 11/6/2026.

    Artinya, kata Yudhistira, selain stok batubara yang minim, krisis listrik ini juga disebabkan defisit kapasitas pembangkit lama yang selama ini menjadi andalan. Selain itu, defisit ini juga terjadi terkait masalah tata kelola misalkan kinerja dan waktu pemeliharaan pembangkit yang tidak sinkron waktunya sehingga ada masa defisit.

    Yudhis juga menyesalkan pihak Komunikasi PLN Pusat yang terkesan mencari kambing hitam dalam menutupi krisis listrik di Pulau Jawa, dengan menyebutkan gangguan di PLTGU Jawa

    “Padahal jelas ini murni tanggung jawab Dirut PLN. Apalagi Dirut PLN selama ini hanya mencari solusi jangka pendek dengan pembangkit sewa yang biaya operasionalnya mahal apalagi di tengah harga minyak dunia yang melambung yang pada akhirnya akan menggerus devisa negara melalui subsidi energi ke PLN untuk pembelian minyak,” ujarnya.

    “Darmawan Prasodjo itu, terkait omongan dia dimana-mana kalau PLN itu mendukung transisi energi, ya cuma ngomong doang. Tapi eksekusinya nol besar,” cetusnya.

    Lebih jauh Yudhistira mengatakan bahwa keputusan investasi PLN maupun IPP, selama masa kepemimpinan Darmo tidak terealisasi sehingga menuai kondisi sekarang, adanya defisit pada sistem.

    “Karena secara natural, di Jawa inikan jumlah pelanggannya terus bertambah seiring dengan positifnya pertumbuhan ekonomi di masa presiden prabowo sebesar 5 koma sekian persen. Tapi jika Dirut PLN lambat melakukan keputusan investasi, maka dapat dikatakan Dirut PLN sedang melakukan sabotase terhadap pemerintahan Prabowo dalam mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi,” pungkasnya.

    “PLN Lakukan Strategi Komunikasi Pembohongan Publik”

    Yudhistira juga mengkritik strategi komunikasi PLN yang dinilainya tidak transparan dalam menjelaskan kondisi kelistrikan kepada masyarakat.

    Menurutnya, selama terjadi pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Jawa, PLN lebih sering menggunakan istilah “gangguan” dan “pemeliharaan” tanpa memberikan penjelasan yang utuh mengenai akar persoalan yang terjadi.

    “Publik berhak mendapatkan informasi yang jujur dan komprehensif. Jangan sampai komunikasi yang disampaikan hanya berhenti pada dua kata, yakni gangguan dan pemeliharaan, sementara masyarakat harus menanggung dampak pemadaman berulang. Yang lebih disayangkan, hampir tidak pernah ada permohonan maaf yang disampaikan secara terbuka kepada pelanggan yang dirugikan,” ujar Yudhistira.

    Ia menilai pola komunikasi tersebut berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap PLN.

    Menurutnya, perusahaan negara seharusnya mengedepankan keterbukaan informasi, termasuk menjelaskan kondisi pasokan, kapasitas pembangkit, hingga langkah-langkah perbaikan yang sedang dilakukan agar masyarakat memperoleh gambaran yang jelas mengenai situasi yang terjadi.

    “Kondisi ini tanggung jawab Direktur Distribusi PLN Arsyadany Ghana Akmalaputri. Jangan dia malah cuci tangan. Ketika listrik padam berulang, masyarakat tidak hanya membutuhkan informasi bahwa sedang terjadi gangguan. Mereka juga membutuhkan kepastian kapan masalah selesai, apa penyebab sebenarnya, dan siapa yang bertanggung jawab. Transparansi adalah bagian dari pelayanan publik