Category: Peristiwa

  • Ludes!Belasan Mobil Hangus Terbakar di Gudang Kisaran, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

    Ludes!Belasan Mobil Hangus Terbakar di Gudang Kisaran, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

    Kisaran, indeksnews.web.id/- Kebakaran hebat melanda sebuah gudang mobil di Jalan Sisingamangaraja, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Kamis (02/04/2026) sekitar pukul 12.45 WIB. Peristiwa ini menghanguskan belasan kendaraan roda empat yang berada di dalam gudang.

    Api yang muncul secara tiba-tiba langsung memicu kepanikan warga sekitar. Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan melahap seluruh bagian bangunan, disertai asap hitam pekat yang membumbung tinggi dan terlihat dari jarak jauh.

    Informasi di lokasi menyebutkan, gudang tersebut berisi sejumlah mobil, namun sebagian besar tidak sempat diselamatkan. Banyaknya material mudah terbakar di dalam bangunan diduga menjadi faktor cepatnya api menyebar.

    Kanit Reskrim Polsek Kisaran Kota, Ipda Supangat, mengatakan bahwa penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan. Pihak kepolisian saat ini juga tengah melakukan pendataan jumlah kendaraan yang terdampak serta menghitung total kerugian akibat peristiwa tersebut.

    “Untuk sementara, lebih dari 10 unit mobil dilaporkan terbakar. Beberapa di antaranya hangus total,” ujarnya.

    Petugas pemadam kebakaran dari Pemadam Kebakaran Kabupaten Asahan langsung diterjunkan ke lokasi kejadian. Sejumlah armada dikerahkan guna menjinakkan api agar tidak merembet ke bangunan lain di sekitar gudang.

    Hingga berita ini diturunkan, proses pemadaman masih berlangsung. Aparat kepolisian juga telah memasang garis polisi di area kejadian untuk mendukung proses penyelidikan lebih lanjut.

    Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian materi diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

  • Dua Bangunan Terbakar di Medan Selayang, Diduga Akibat Korsleting Listrik

    Dua Bangunan Terbakar di Medan Selayang, Diduga Akibat Korsleting Listrik

    MEDAN,indeksnews.web.id/  – Kebakaran melanda dua unit bangunan di Jalan Setiabudi, Pasar II, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang, Minggu (29/3/2026) dini hari. Kedua bangunan yang terdampak merupakan toko grosir milik Ramli Yusuf (50) dan rumah milik Ida Wati (35).

    Peristiwa tersebut diduga bermula dari toko grosir. Anak pemilik usaha, Zahrul, mengungkapkan api muncul secara tiba-tiba saat dirinya bersama pekerja toko sedang keluar membeli makanan.

    “Kami beli makan keluar. Paling cuma lima menit kami balik, orang sudah ramai di depan,” ujarnya.

    Saat kembali, ia mendapati kobaran api sudah membesar di dalam toko. Zahrul bersama pekerja sempat berupaya memadamkan api dengan alat seadanya, namun banyaknya barang dagangan yang mudah terbakar membuat api cepat membesar dan merambat ke rumah di sebelahnya.

    “Memang dari dalam toko apinya. Tapi belum tahu dari mananya,” tambahnya.

    Sementara itu, pemilik rumah, Ida Wati, mengatakan dirinya bersama keluarga sedang tertidur saat kejadian. Ia terbangun setelah mendengar teriakan warga yang panik melihat kobaran api.

    “Saya, suami, anak, dan orang tua saya sudah tidur. Karena ribut-ribut, saya keluar. Rupanya api sudah besar dari dalam toko,” jelasnya.

    Ia bersama suami langsung menyelamatkan seluruh anggota keluarga. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut, meski seluruh barang di dalam rumah tidak sempat diselamatkan.

    “Nggak ada yang luka. Tapi barang-barang habis semua,” ungkapnya.

    Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi dengan empat unit armada langsung melakukan upaya pemadaman. Setelah sekitar satu setengah jam, api akhirnya berhasil dikendalikan.

    Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Harles Gultom, menyatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran.

    “Dugaan sementara karena korsleting listrik. Tapi pastinya masih menunggu hasil tim Inafis. Untuk korban jiwa maupun luka nihil,” ujarnya.

    Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh instalasi listrik yang tidak aman.

  • Gerak Cepat Brimob Polda Sumut Padamkan Kebakaran di Pematangsiantar

    Gerak Cepat Brimob Polda Sumut Padamkan Kebakaran di Pematangsiantar

    Pematangsiantar,indeksnews.web.id/  – Aksi sigap dan respons cepat ditunjukkan personel Satuan Brimob Polda Sumatera Utara dalam menangani kebakaran yang melanda permukiman warga di Kota Pematangsiantar, Jumat pagi (27/3/2025).

    Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 06.30 WIB di Jalan Pendeta Justin Sihombing, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur. Api melahap tiga unit rumah milik warga, masing-masing atas nama Dedy Purba, Harlin Sianturi, dan Benny Purba.

    Berdasarkan keterangan sementara warga, kebakaran diduga berasal dari stok bahan bakar minyak jenis Pertalite yang tersimpan di salah satu rumah korban. Api dengan cepat membesar dan merembet ke bangunan di sekitarnya. Meski demikian, penyebab pasti masih dalam penyelidikan pihak kepolisian dari Polres Pematangsiantar.

    Respons Cepat Brimob

    Mendapat informasi kejadian, pada pukul 06.45 WIB personel Kompi 2 Batalyon B Satuan Brimob Polda Sumut langsung bergerak ke lokasi dipimpin oleh IPTU Miswadi Uli Irwansyah.

    Setibanya di lokasi, personel Brimob segera melakukan pengamanan area, membantu proses pemadaman, serta mengatur arus lalu lintas guna memastikan akses tim pemadam tetap lancar.

    Sinergi Lintas Instansi

    Penanganan kebakaran dilakukan secara terpadu bersama sejumlah instansi, di antaranya Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pematangsiantar, BPBD, Dinas Kesehatan, unsur kecamatan, Babinsa, serta jajaran Polsek Siantar Timur.

    Kolaborasi lintas instansi ini terbukti efektif dalam mempercepat proses pemadaman dan meminimalisir dampak yang lebih luas.

    Api Berhasil Dipadamkan

    Setelah upaya intensif selama kurang lebih satu setengah jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 08.15 WIB. Situasi di lokasi pun dinyatakan aman dan kondusif.

    Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp300 juta.

    Saat ini, lokasi kejadian telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

    Kehadiran personel Brimob di tengah situasi darurat ini kembali menunjukkan komitmen dalam memberikan perlindungan, pengayoman, serta pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam menghadapi bencana dan kondisi darurat.

  • TNI Minta Publik Tunggu Hasil Penyidikan Kasus Air Keras Andrie Yunus

    TNI Minta Publik Tunggu Hasil Penyidikan Kasus Air Keras Andrie Yunus

    JAKARTA,indeksnews.web.id/  – Tentara Nasional Indonesia (TNI) meminta masyarakat untuk bersabar menunggu hasil penyidikan terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

    Permintaan tersebut disampaikan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Aulia Dwi Nasrullah, yang menegaskan bahwa proses hukum saat ini masih berjalan di bawah penanganan Pusat Polisi Militer TNI.

    “Mohon menunggu sampai seluruh proses penyidikan oleh penyidik dari Puspom TNI selesai dilaksanakan,” ujar Aulia, Selasa (24/3/2026).

    Aulia memastikan bahwa penyidikan akan dilakukan secara objektif dan transparan. Hingga kini, penyidik masih mendalami dugaan keterlibatan empat personel TNI dalam kasus penganiayaan tersebut.

    “Sampai saat ini proses penyidikan terhadap empat personel yang diduga melakukan penganiayaan terhadap saudara AY masih berjalan,” tambahnya.

    Kasus ini bermula dari insiden penyiraman air keras yang dialami Andrie Yunus di kawasan Senen, Jakarta Pusat, pada Kamis (12/3/2026) malam. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka bakar serius.

    Berdasarkan hasil diagnosis awal tim medis di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Andrie mengalami luka bakar sekitar 24 persen dari total permukaan tubuh, meliputi bagian mata, wajah, dada, dan tangan.

    Dalam perkembangan penyidikan, kasus ini menyeret dugaan keterlibatan oknum prajurit TNI. Sebanyak empat personel Detasemen Markas (Denma) Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI dari unsur Angkatan Laut dan Angkatan Udara telah diamankan.

    Keempat prajurit tersebut berpangkat perwira pertama dan bintara, dan saat ini ditahan di Pomdam Jaya untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

    TNI menegaskan komitmennya untuk menuntaskan kasus ini secara profesional serta membuka kemungkinan mengungkap pihak lain yang terlibat dalam aksi kekerasan terhadap aktivis tersebut.

  • TNI Serahkan Jabatan Kepala BAIS Usai Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

    TNI Serahkan Jabatan Kepala BAIS Usai Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

    JAKARTA,indeksnews.web.id/  – Tentara Nasional Indonesia (TNI) melaksanakan penyerahan jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) di tengah mencuatnya kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

    Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Aulia Dwi Nasrullah, menyampaikan bahwa penyerahan jabatan tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban institusi atas kasus yang tengah disorot publik.

    “Baik terima kasih, jadi kami perlu sampaikan di sini, sebagai bentuk pertanggungjawaban, hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Ka BAIS,” ujar Aulia dalam jumpa pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (25/3/2026).

    Namun, saat ditanya apakah penyerahan jabatan itu berarti pencopotan terhadap Yudi Abrimantyo, Aulia enggan memberikan penjelasan lebih lanjut. Ia juga tidak mengungkapkan siapa sosok pengganti Kepala BAIS yang baru.

    Hingga saat ini, upaya konfirmasi kepada Panglima TNI Agus Subiyanto maupun Letjen TNI Yudi Abrimantyo belum mendapatkan respons.

    Sementara itu, penyidikan kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terus berjalan. Pusat Polisi Militer TNI sebelumnya telah mengumumkan penahanan empat prajurit BAIS TNI yang diduga terlibat dalam aksi tersebut pada 18 Maret 2026.

    Keempat prajurit tersebut masing-masing berinisial Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES. Mereka berasal dari unsur TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara, dan telah dipindahkan ke Pomdam Jaya untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

    Dari empat tersangka, dua di antaranya diduga berperan sebagai eksekutor penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, sementara dua lainnya masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut.

    Meski demikian, Puspom TNI belum mengungkap secara rinci terkait peran masing-masing tersangka, motif, maupun kronologi lengkap kejadian. Aparat militer juga menegaskan masih mendalami kemungkinan adanya pihak lain atau dalang di balik aksi kekerasan tersebut.

    TNI pun meminta publik untuk menunggu hasil penyidikan yang tengah berlangsung, sembari memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

  • Pengunjung Plaza Medan Fair Heboh, Wanita Diduga Lompat dari Lantai Empat

    Pengunjung Plaza Medan Fair Heboh, Wanita Diduga Lompat dari Lantai Empat

    MEDAN ,indeksnews.web.id/ – Suasana di Plaza Medan Fair mendadak heboh setelah seorang wanita diduga melakukan aksi bunuh diri dengan melompat dari lantai empat gedung, Minggu (22/03/2026).


    Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, wanita yang identitasnya belum diketahui tersebut diperkirakan berusia sekitar 30 tahun. Ia ditemukan mengenakan kaos berwarna biru tua, celana jeans hitam, sepatu putih, serta membawa tas berwarna putih.


    Peristiwa itu sontak menarik perhatian pengunjung pusat perbelanjaan. Sejumlah saksi mata bahkan sempat merekam kejadian tersebut dan menyebarkannya di media sosial hingga viral. Dalam video yang beredar, terdengar suara warga menyebutkan kejadian tersebut terjadi di area Carrefour Medan Fair.


    Kapolsek Medan Baru Bambang Gunanti Hutabarat membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun, pihak kepolisian hingga saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab kejadian maupun kondisi terkini korban.


    “Kejadian benar, namun untuk penyebab dan kondisi korban masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya singkat.


    Petugas kepolisian bersama tim terkait telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan lokasi guna kepentingan penyelidikan.


    Peristiwa ini menjadi perhatian serius pihak berwenang, sekaligus mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi serta menunggu hasil resmi dari penyelidikan kepolisian.

  • Bus KUPJ Terguling di Tol Tebing Tinggi–Indrapura, Tiga Penumpang Luka-luka

    Bus KUPJ Terguling di Tol Tebing Tinggi–Indrapura, Tiga Penumpang Luka-luka

    Medan ,indeksnews.web.id/ – Sebuah bus penumpang milik KUPJ Tour mengalami kecelakaan tunggal di ruas Jalan Tol Kutepat, tepatnya jalur Tol Tebing Tinggi–Indrapura–Kuala Tanjung, Kamis (19/3/2026). Insiden tersebut menyebabkan tiga penumpang mengalami luka-luka.

    Kecelakaan terjadi saat bus yang dikemudikan Jefri Wanto Pasaribu melaju menuju arah Indrapura. Kendaraan tersebut tiba-tiba terguling ke sisi kanan di jalur lambat pada kondisi jalan lurus.

    Kasat PJR Polda Sumatera Utara, AKBP Dhery Fajariandono, menjelaskan bahwa kecelakaan diduga akibat kerusakan teknis pada kendaraan, yakni patahnya baut roda bagian belakang sebelah kiri.

    “Terjadi patah pada baut roda ban belakang sebelah kiri sehingga ban terlepas dan menyebabkan bus tergelincir hingga terguling,” ujarnya.

    Bus tersebut diketahui mengangkut 16 penumpang yang tengah melakukan perjalanan mudik Lebaran. Dari jumlah tersebut, tiga orang mengalami luka-luka.

    Adapun korban luka yakni Marzuki Sitorus (31), warga Kota Tanjungbalai, mengalami memar di bagian bahu. Kemudian Tri Rahayu (25), warga Kabupaten Batu Bara, mengalami memar di bahu belakang. Sementara Fajar Ramadhoni (30), warga Kota Tanjungbalai, mengalami luka robek di bagian belakang kepala sebelah kanan.

    Seluruh korban segera dievakuasi oleh petugas dan dilarikan ke RS Sapta Medika Indrapura untuk mendapatkan penanganan medis.

    Pihak kepolisian mengimbau seluruh pengemudi, khususnya angkutan umum, agar selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan guna menghindari kecelakaan serupa.

  • Polres Pelabuhan Belawan dan Tim Jatanras Polda Sumut Amankan Dua Pelaku Penganiayaan yang Viral

    Polres Pelabuhan Belawan dan Tim Jatanras Polda Sumut Amankan Dua Pelaku Penganiayaan yang Viral

    Belawan ,indeksnews.web.id/ – Personel Polres Pelabuhan Belawan bersama Tim MIT Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumatera Utara berhasil mengamankan dua pelaku penganiayaan secara bersama-sama yang menyebabkan korban mengalami luka akibat senjata tajam. Peristiwa tersebut sebelumnya sempat viral di media televisi, media online, dan media sosial.

    Kedua pelaku yang diamankan masing-masing berinisial TA alias Popon dan BI. Keduanya diduga terlibat dalam aksi penyerangan terhadap korban berinisial JP di kawasan Belawan.

    Kapolres Pelabuhan Belawan, Rosef Efendi, melalui Kasat Reskrim Agus Purnomo, menjelaskan bahwa peristiwa penganiayaan tersebut terjadi pada Kamis, 12 Februari 2026 sekitar pukul 17.45 WIB.

    Menurutnya, saat itu korban baru saja pulang membeli makanan untuk persiapan makan malam dan hendak masuk ke rumahnya.

    “Ketika korban sedang membuka gembok dan kunci pintu rumah, tiba-tiba dari arah belakang datang tiga orang pelaku yang berjalan kaki sambil membawa parang. Para pelaku langsung menyerang korban dengan cara mencekik lehernya,” ungkap AKP Agus.

    Korban yang terkejut sempat melakukan perlawanan dan berusaha melepaskan diri. Bahkan salah satu pelaku sempat mengancam akan menusuk dan mencoba membunuh korban apabila korban melawan.

    Dalam perkelahian tersebut para pelaku kemudian melukai korban menggunakan parang.

    Meski mengalami luka, korban tetap berusaha melawan hingga berhasil merebut salah satu parang milik pelaku. Dengan senjata tersebut korban sempat membacok salah seorang pelaku hingga terluka.

    “Melihat adanya perlawanan dari korban serta warga sekitar mulai berdatangan setelah mendengar teriakan minta tolong, ketiga pelaku akhirnya melarikan diri dari lokasi kejadian,” tambah AKP Agus.

    Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka pada dahi sebelah kiri, ibu jari tangan kiri, serta lutut kaki kiri. Selanjutnya korban membuat laporan pengaduan ke Polres Pelabuhan Belawan.

    Menindaklanjuti laporan tersebut, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut melalui Kasubdit III Jatanras Jama K. Purba membentuk tim khusus bersama Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan guna mengungkap dan menangkap para pelaku.

    Setelah melalui rangkaian penyelidikan serta analisis dari tim, diketahui para pelaku diduga merupakan residivis kasus pencurian.

    Tim gabungan kemudian melakukan pengejaran terhadap keberadaan pelaku. Hingga akhirnya pada Kamis, 12 Maret 2026 sekitar pukul 22.30 WIB, petugas berhasil mengamankan pelaku TA alias Popon.

    Dari hasil interogasi awal, petugas kemudian melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan pelaku lainnya, BI, di kawasan Pajak Belawan.

    Selain menangkap kedua pelaku, petugas juga menyita barang bukti berupa pakaian yang digunakan saat kejadian serta senjata tajam jenis parang yang digunakan para pelaku saat melakukan aksi penganiayaan.

    Selanjutnya kedua pelaku beserta barang bukti diserahkan kepada Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

    Kasat Reskrim AKP Agus Purnomo menegaskan pihak kepolisian akan terus menindak tegas segala bentuk tindak kriminal yang meresahkan masyarakat.

    “Polres Pelabuhan Belawan berkomitmen menindak tegas setiap pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat. Kami juga mengapresiasi kerja sama masyarakat yang telah memberikan informasi sehingga para pelaku dapat segera diamankan,” ujarnya.

    Polisi juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kejahatan di lingkungan masing-masing serta segera melaporkan kejadian kriminal melalui kantor polisi terdekat atau layanan Call Center 110.

  • Mahasiswi Unimed Ditemukan Tewas di Kamar Kos, Sempat Mengeluh Demam

    Mahasiswi Unimed Ditemukan Tewas di Kamar Kos, Sempat Mengeluh Demam

    indeksnews.web.id/,Medan – Seorang mahasiswi Universitas Negeri Medan (Unimed) bernama Maria Naibaho (22) ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Jalan Rela, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan. Sebelum ditemukan tak bernyawa, korban diketahui sempat mengeluh sakit demam kepada keluarganya.

    Ayah korban, Mangatur Naibaho, yang juga anggota DPRD Kota Tebing Tinggi, mengatakan keluhan tersebut disampaikan Maria kepada ibunya melalui pesan WhatsApp pada Selasa (10/3/2026).

    “Selasa kemarin mamanya via WA, ada ngeluh demam dia,” ujar Mangatur saat dikonfirmasi, Jumat (13/3/2026).

    Mangatur menjelaskan, pihak keluarga baru menerima kabar duka mengenai meninggalnya Maria pada Kamis malam.

    “Semalam kami dapat informasi kalau Maria meninggal dunia,” ungkapnya.

    Setelah ditemukan, jenazah Maria langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk menjalani proses autopsi. Saat ini, jenazah telah selesai diautopsi dan sedang dalam perjalanan menuju rumah duka.

    “Sudah selesai autopsi, ini masih di jalan pulang dari RS Bhayangkara,” tuturnya.

    Sementara itu, Kapolsek Medan Tembung Ras Maju Tarigan mengatakan pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban dan menunggu hasil autopsi.

    “Penyebabnya masih didalami, mau diautopsi, jadi kita tunggu hasilnya,” kata Ras Maju.

    Ia menjelaskan, jasad korban pertama kali ditemukan pada Kamis malam setelah pacar korban datang ke kamar kos untuk menemuinya. Namun saat itu, pintu kamar dalam kondisi terkunci dan korban tidak merespons panggilan.

    Merasa curiga, pacar korban kemudian memanggil beberapa orang lainnya. Mereka mencium bau tidak sedap dari dalam kamar, sehingga memutuskan untuk mendobrak pintu.

    Setelah pintu terbuka, korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia di atas kasur dengan kondisi hanya mengenakan sarung tanpa pakaian. Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pemilik kos dan diteruskan ke pihak kepolisian.

    Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama tim Inafis sebelum mengevakuasi jenazah korban ke RS Bhayangkara Medan.

    Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun berdasarkan keterangan saksi, korban memang sempat menghubungi orang tuanya dan mengaku sedang sakit demam.

    “Secara kasat mata tidak ada tanda-tanda kekerasan. Namun Selasa sore korban menelepon orang tuanya dan mengatakan sedang sakit demam. Setelah itu tidak ada kabar lagi,” jelas Ras Maju.

    Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kematian mahasiswi tersebut.

  • Mahasiswi Unimed Ditemukan Tewas di Kamar Kos di Medan, Anak Anggota DPRD Tebing Tinggi

    Mahasiswi Unimed Ditemukan Tewas di Kamar Kos di Medan, Anak Anggota DPRD Tebing Tinggi

    TOPINFORMASI. COM,Medan – Seorang mahasiswi Universitas Negeri Medan (Unimed) bernama Maria Naibaho (22) ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Jalan Rela, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, Jumat (13/3/2026). Korban diketahui merupakan anak dari anggota DPRD Kota Tebing Tinggi, Mangatur Naibaho.

    Mangatur Naibaho membenarkan kabar meninggalnya putrinya tersebut. Ia mengaku mendapat informasi mengenai kematian Maria pada Kamis malam.

    “Benar, anak saya. Semalam kami dapat informasi Maria meninggal dunia,” ujar Mangatur saat dikonfirmasi, Jumat (13/3/2026).

    Politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu juga mengungkapkan bahwa beberapa hari sebelum ditemukan meninggal, Maria sempat mengeluh sakit demam kepada keluarganya melalui pesan WhatsApp.

    “Selasa kemarin mamanya dihubungi lewat WA, dia mengeluh demam,” katanya.

    Jenazah Maria telah menjalani proses autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Medan. Saat ini, jenazah sedang dalam perjalanan menuju rumah duka untuk disemayamkan.

    “Sudah selesai autopsi, ini masih di jalan pulang dari RS Bhayangkara,” tuturnya.

    Sementara itu, Kapolsek Medan Tembung Ras Maju Tarigan mengatakan pihak kepolisian masih mendalami penyebab kematian korban dan menunggu hasil autopsi.

    “Penyebabnya masih didalami. Kita tunggu hasil autopsinya,” ujar Ras Maju.

    Ia menjelaskan, jasad korban pertama kali ditemukan pada Kamis malam setelah pacar korban datang ke kos untuk menemuinya. Saat itu pintu kamar dalam kondisi terkunci dan korban tidak merespons panggilan.

    Merasa curiga, pacar korban kemudian memanggil beberapa orang lainnya. Mereka mencium bau tidak sedap dari dalam kamar, sehingga memutuskan untuk mendobrak pintu.

    Setelah pintu terbuka, korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia di atas tempat tidur dengan kondisi hanya mengenakan sarung tanpa pakaian.

    Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pemilik kos dan diteruskan ke pihak kepolisian. Personel Polsek Medan Tembung bersama tim Inafis segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah korban ke RS Bhayangkara Medan untuk dilakukan autopsi.

    Dari pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, berdasarkan keterangan saksi, korban memang sempat menghubungi orang tuanya pada Selasa (10/3/2026) dan mengaku sedang mengalami demam.

    “Secara kasat mata tidak ada tanda kekerasan. Tapi memang Selasa sore korban sempat menelepon orang tuanya dan mengatakan sedang sakit demam. Setelah itu tidak ada kabar lagi,” jelas Ras Maju.

    Pihak kepolisian hingga kini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kematian mahasiswi tersebut.