Category: Opini & Kolom Tokoh

  • Pererat Silaturahmi, Wakapolda Sumut Gelar Safari Ramadhan 1447 H di Tanjungbalai

    Pererat Silaturahmi, Wakapolda Sumut Gelar Safari Ramadhan 1447 H di Tanjungbalai

    TANJUNGBALAI | Topinformasi – Dalam rangka memperkuat ukhuwah Islamiyah serta meningkatkan sinergi antara kepolisian dan masyarakat, Polda Sumatera Utara menggelar kegiatan Safari Ramadhan 1447 Hijriah di wilayah hukum Polres Tanjungbalai, Rabu (11/3/2026).

    Kegiatan yang dipusatkan di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Tanjungbalai tersebut dihadiri langsung oleh Wakapolda Sumut Brigjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H., bersama jajaran pejabat utama Polda Sumut.

    Turut hadir dalam kegiatan itu Kapolres Tanjungbalai AKBP Welman Feri, jajaran Forkopimda Kota Tanjungbalai, serta para pimpinan organisasi keagamaan seperti MUI, NU, Muhammadiyah, dan Al Washliyah, serta perwakilan pemuda dari berbagai organisasi masyarakat.

    Dalam sambutannya, Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim Batubara menyampaikan apresiasi atas kunjungan rombongan Polda Sumut dalam rangka Safari Ramadhan di Kota Tanjungbalai.

    Menurutnya, stabilitas keamanan yang terjaga berkat peran Polri memberikan dampak positif terhadap pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk rencana pengembangan sektor perikanan di wilayah pesisir.

    “Momentum ini merupakan bentuk silaturahmi yang sangat penting untuk mempererat hubungan antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat. Kami berharap sinergi ini semakin kuat demi menjaga persatuan di kota yang kita cintai ini,” ujar Mahyaruddin.

    Sementara itu, Wakapolda Sumut Brigjen Pol. Sonny Irawan menegaskan bahwa tujuan utama Safari Ramadhan ini adalah untuk mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat serta membangun rasa persaudaraan.

    “Kami datang untuk mempererat silaturahmi. Di sini kita semua adalah saudara, jangan ada perbedaan di antara kita. Semoga kebersamaan ini membawa keberkahan bagi kita semua,” ungkapnya di hadapan para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan berbagai organisasi yang hadir.

    Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda Sumut juga menyerahkan tali asih kepada sejumlah anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial Polri di bulan suci Ramadhan.

    Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiah agama yang disampaikan oleh Ustadz Khairul Abdi, S.Ag., M.M., yang mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan dan memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat.

    Rangkaian acara Safari Ramadhan tersebut ditutup dengan buka puasa bersama dan sholat Magrib berjamaah, yang berlangsung penuh keakraban dan mempererat kebersamaan antara jajaran Polda Sumut, Pemerintah Kota Tanjungbalai, serta masyarakat.

    Penulis: Solihin

  • Wali Kota Mahyaruddin Salim Terima Audiensi Maqom Kota Tanjungbalai

    Wali Kota Mahyaruddin Salim Terima Audiensi Maqom Kota Tanjungbalai

    TOPINFORMASI .TANJUNGBALAI – Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim menerima audiensi Majelis Qosidah dan Ramadhan (Maqom) Kota Tanjungbalai beserta jajaran pengurus dalam rangka memperkenalkan kepengurusan baru organisasi tersebut.

    Pertemuan yang berlangsung di Ruang Kerja Wali Kota Tanjungbalai, Rabu (11/3/2026), juga menjadi ajang silaturahmi antara pengurus Maqom dengan Pemerintah Kota Tanjungbalai.

    Ketua Maqom Kota Tanjungbalai Edi Usman Manurung menyampaikan bahwa audiensi ini bertujuan untuk memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan bahwa organisasi Maqom telah resmi terbentuk di Kota Tanjungbalai.

    “Tujuan kami bersilaturahmi sekaligus memperkenalkan diri sebagai Ketua Maqom Tanjungbalai beserta jajaran pengurus atas telah terbentuknya organisasi ini di Kota Tanjungbalai,” ujar Edi.

    Dalam kesempatan tersebut, Edi juga memaparkan sejumlah program kerja Maqom Tanjungbalai yang ke depan akan dijalankan dengan tetap bersinergi dan berkolaborasi bersama Pemerintah Kota Tanjungbalai.

    Ia menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung berbagai program pembangunan daerah, termasuk mewujudkan Visi Tanjungbalai EMAS (Elok, Maju, Agamais, dan Sejahtera) demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

    Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim mengucapkan terima kasih atas kunjungan serta dukungan yang diberikan oleh Maqom Tanjungbalai.

    Menurutnya, kehadiran organisasi tersebut dapat menjadi energi baru dalam membantu pemerintah membangun Kota Tanjungbalai.

    “Terima kasih atas kunjungan Maqom Tanjungbalai beserta pengurus. Ini merupakan bagian dari kebersamaan dan energi baru bagi kami dalam membangun Kota Tanjungbalai mewujudkan Tanjungbalai EMAS,” ujar Mahyaruddin.

    Selain itu, Wali Kota juga berharap Maqom Tanjungbalai dapat berperan aktif membantu pemerintah melalui kegiatan sosial dan keagamaan, termasuk memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat terkait berbagai program pemerintah daerah.

    Mahyaruddin juga berpesan kepada Ketua Maqom yang baru beserta seluruh pengurus agar dapat menjalankan roda organisasi dengan baik serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

    “Kami berharap Maqom dapat ikut mengedukasi masyarakat agar peduli terhadap lingkungan, menjaga kebersihan dan keindahan Kota Tanjungbalai, serta berperan dalam berbagai kegiatan yang mendukung kemajuan daerah,” pungkasnya.

    Penulis : Solihin

  • “Ramadhan Berbagi”, Jajaran Kemenimipas Sumut Salurkan 4.000 Paket Bantuan untuk Masyarakat

    “Ramadhan Berbagi”, Jajaran Kemenimipas Sumut Salurkan 4.000 Paket Bantuan untuk Masyarakat

    TOPINFORMASI. Medan – Dalam semangat kepedulian dan berbagi di bulan suci Ramadan, jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) di Sumatera Utara menggelar kegiatan bakti sosial bertajuk “Ramadan Berbagi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di Wilayah Sumatera Utara”, Rabu (11/3/2026).

    Kegiatan yang dimulai pukul 11.00 WIB tersebut merupakan kolaborasi antara Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sumatera Utara dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara.

    Bakti sosial ini dilaksanakan di dua lokasi, yakni di Kediaman Bunda Indah, Komplek Bumi Seroja Permai Blok H45, serta di Pesanggrahan Pendawa, Jalan Advokat Raya No. 9 Kanal – Marendal.

    Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 4.000 paket bantuan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Rinciannya, 1.500 paket dibagikan di Kediaman Bunda Indah, sementara 2.500 paket lainnya disalurkan di Pesanggrahan Pendawa.

    Kegiatan sosial ini dipimpin oleh Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Sumatera Utara, Indra Kesuma, yang hadir mewakili Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sumatera Utara.

    Dalam pelaksanaannya, Indra didampingi Kepala Bidang Perawatan, Pengamanan dan Kepatuhan Internal Kanwil Ditjenpas Sumut, Rindra Wardhana, bersama para JFT Pengamanan Kanwil Ditjenpas Sumut, serta berkolaborasi dengan tim dari Kanwil Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara.

    Penyaluran bantuan dilakukan secara terorganisir dan sistematis guna memastikan seluruh paket bantuan dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan tokoh masyarakat setempat serta warga penerima manfaat yang hadir langsung dalam proses penyaluran.

    Dalam kesempatan tersebut, Indra Kesuma menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial sekaligus implementasi nilai kemanusiaan yang dijunjung tinggi oleh jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

    “Melalui kegiatan Ramadan Berbagi ini, kami ingin menunjukkan bahwa Pemasyarakatan dan Imigrasi tidak hanya menjalankan tugas administratif dan penegakan hukum, tetapi juga hadir di tengah masyarakat dengan membawa semangat kepedulian dan kemanusiaan. Ini merupakan refleksi dari nilai integritas dan humanisme yang harus terus dijaga oleh seluruh jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan,” ujar Indra.

    Ia juga berharap kegiatan sosial seperti ini dapat semakin memperkuat hubungan antara instansi pemerintah dengan masyarakat serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap berbagai program yang dijalankan kementerian.

    “Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi seremonial semata, tetapi juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat solidaritas sosial, menjaga stabilitas sosial di masyarakat, serta menumbuhkan kepercayaan publik terhadap pelayanan yang diberikan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan,” tambahnya.

    Melalui momentum bulan suci Ramadan, kegiatan “Pemasyarakatan Peduli” ini diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi positif antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga, khususnya mereka yang membutuhkan.

    Dengan terlaksananya kegiatan tersebut, Kanwil Ditjenpas Sumatera Utara bersama Kanwil Ditjen Imigrasi Sumatera Utara menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat, tidak hanya melalui pelaksanaan tugas dan fungsi kelembagaan, tetapi juga melalui berbagai aksi sosial yang menjunjung nilai kepedulian dan kemanusiaan. (dr)

  • Safari Ramadhan Polda Sumut Disambut Kapolres dan Bupati Batubara

    Safari Ramadhan Polda Sumut Disambut Kapolres dan Bupati Batubara

    TOPINFORMASI.Batubara – Kegiatan Safari Ramadhan Polda Sumatera Utara yang digelar di halaman Polres Batubara, Selasa (10/3/2026), berlangsung penuh kehangatan. Kunjungan tersebut dipimpin oleh Wakapolda Sumatera Utara Brigjen Pol. Sonny Irawan dan disambut langsung oleh Kapolres Batubara AKBP Doly Nelson H. Nainggolan serta Bupati Batubara H. Baharuddin Siagian.

    Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda Sumut Brigjen Pol. Sonny Irawan mengingatkan masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial, terutama di tengah fenomena yang dikenal sebagai era post-truth.

    Menurutnya, banyak informasi di media sosial yang disajikan secara tidak utuh sehingga dapat menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.

    “Fenomena ini dikenal dengan istilah era post-truth, di mana fakta dapat dikaburkan oleh narasi yang sengaja dibentuk demi memengaruhi persepsi masyarakat,” ujar Sonny dalam sambutannya.

    Ia menjelaskan bahwa informasi yang tersebar di media sosial sangat cepat diserap oleh masyarakat, termasuk informasi yang bersifat negatif. Hal tersebut berpotensi memecah belah persatuan bangsa serta memicu konflik SARA jika tidak disikapi secara bijak.

    Karena itu, Sonny mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, terutama di tengah dinamika global dan perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat.

    “Seluruh elemen masyarakat harus bersama-sama menjaga keutuhan NKRI dengan menciptakan rasa aman dan tertib, serta memperkuat kerukunan antar umat beragama di Indonesia,” tegasnya.

    Sementara itu, Bupati Batubara H. Baharuddin Siagian dalam sambutannya menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan di Kabupaten Batubara tidak terlepas dari kekompakan dan solidaritas unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan Polri.

    “Saya yakin, dengan adanya sinergi antara Pemkab, TNI, Polri, serta elemen masyarakat, hal ini akan menjadi kunci utama dalam mewujudkan pembangunan dan menjaga kondusivitas daerah,” ungkap Bupati Bahar.

    Kegiatan Safari Ramadhan tersebut juga diisi dengan pemberian santunan kepada puluhan anak yatim, serta tausiyah keagamaan yang menambah suasana khidmat di bulan suci Ramadhan.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda Sumut Brigjen Pol. Sonny Irawan beserta rombongan, Kapolres Batubara AKBP Doly Nelson H. Nainggolan, Bupati Batubara H. Baharuddin Siagian, para pejabat utama (PJU) serta personel Polres Batubara. (dr)

  • Polres Tanjungbalai Hadiri Penyaluran Zakat BAZNAS untuk Ribuan Mustahik

    Polres Tanjungbalai Hadiri Penyaluran Zakat BAZNAS untuk Ribuan Mustahik

    TOPINFORMASI  – Polres Tanjungbalai menunjukkan komitmennya dalam mendukung program kesejahteraan umat dengan menghadiri kegiatan pendistribusian Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Tanjungbalai.

    Kegiatan yang diperuntukkan bagi para mustahik (penerima zakat) tersebut berlangsung khidmat di Gedung Dharma Wanita, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Tanjungbalai, Rabu (11/3/2026).

    Kapolres Tanjungbalai yang diwakili oleh AKP Zainuddin hadir bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Wali Kota Tanjungbalai H. Mahyaruddin Salim Batubara, S.E., M.A.P., serta Wakil Wali Kota Fadli Abdina, S.P., M.Si. Kehadiran pihak kepolisian menjadi bentuk sinergi dalam memastikan kegiatan sosial kemasyarakatan berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran.

    Kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.000 penerima manfaat, yang terdiri dari berbagai kalangan seperti Bilal Mayit, guru mengaji, hingga penggali kubur di Kota Tanjungbalai.

    Ketua BAZNAS Tanjungbalai, Indra BMT, mengungkapkan bahwa selama satu tahun masa kepemimpinannya, BAZNAS telah menyalurkan bantuan kepada 3.975 mustahik, mulai dari kategori fakir miskin, mualaf, hingga pemberian beasiswa pendidikan ke luar negeri.

    “Dana ini bersumber dari zakat dan infak para ASN serta Kementerian Agama Tanjungbalai. Ke depan, dukungan juga akan datang dari anggota DPRD Kota Tanjungbalai,” ujar Indra.

    Sementara itu, Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim memberikan apresiasi kepada BAZNAS atas kontribusinya dalam membantu pemerintah menekan angka kemiskinan dan kesenjangan sosial di daerah.

    Ia menyebutkan bahwa potensi zakat pada Februari saja mencapai lebih dari Rp51 juta, yang dinilai sangat membantu dalam mendukung berbagai program sosial dan pembangunan masyarakat.

    Di sisi lain, kehadiran perwakilan Polres Tanjungbalai tidak hanya sebagai tamu undangan, tetapi juga memastikan proses penyaluran bantuan kepada ribuan warga berjalan dengan tertib dan kondusif.

    Hal tersebut sejalan dengan peran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, terutama dalam mendukung kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi warga.

    Penyaluran ZIS ini diharapkan mampu meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya menjelang dan selama bulan suci Ramadhan hingga Idul Fitri.

    “Semoga bantuan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat sehingga mereka dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang dan nyaman,” harap AKP Zainuddin.

    (SOLIHIN)

  • Wakil Ketua Komisi I DPRD Batubara dan Pelaku Sejarah Minta Pembangunan Gedung KDMP di Lapangan Bola Desa Gunung Rante Ditunda

    Wakil Ketua Komisi I DPRD Batubara dan Pelaku Sejarah Minta Pembangunan Gedung KDMP di Lapangan Bola Desa Gunung Rante Ditunda

    TOPINFORMASI.Batubara – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Batubara, Drs. Bonar Manik, menyoroti polemik pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang direncanakan berdiri di atas lapangan bola kaki Desa Gunung Rante, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batubara. Pembangunan tersebut saat ini menuai penolakan dari sebagian masyarakat karena dinilai menghilangkan ruang publik yang telah lama digunakan warga.

    Bonar Manik meminta pemerintah untuk menunda pembangunan gedung KDMP sampai ada kejelasan dan kesepakatan antara pemerintah desa, pengurus koperasi, serta masyarakat yang sedang bersengketa terkait status lahan tersebut.

    “Kami meminta agar pembangunan gedung KDMP itu ditunda terlebih dahulu sebelum ada kesepakatan antara pemerintah desa, pihak KDMP, dan masyarakat,” ujar Bonar Manik, Selasa (10/3/2026).

    Menurut Bonar, penolakan warga muncul karena masyarakat menilai lapangan bola tersebut bukan aset desa, melainkan hasil swadaya masyarakat sejak puluhan tahun lalu sebagai sarana olahraga bagi warga desa.

    Ia juga menilai rencana pembangunan gedung di lokasi tersebut terkesan dipaksakan dan berpotensi menghilangkan ruang publik yang selama ini dimanfaatkan masyarakat.

    “Pembangunan gedung KDMP terkesan dipaksakan dengan menghilangkan ruang publik dan berpotensi melanggar aturan tata ruang. Lapangan itu selama ini berfungsi sebagai sarana olahraga masyarakat,” tegasnya.

    Meski demikian, Bonar menegaskan bahwa secara umum Komisi I DPRD Batubara mendukung program pemerintah pusat yang bertujuan memperkuat perekonomian desa melalui pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Namun, menurutnya program tersebut tidak seharusnya mengorbankan fasilitas umum yang telah lama digunakan masyarakat.

    “Kami mendukung program pemerintah pusat untuk memperkuat ekonomi desa melalui koperasi. Tetapi jangan sampai menghilangkan ruang publik atau kepentingan masyarakat,” tambahnya.

    Sementara itu, Ompung Tambar Purba (84), salah seorang tokoh masyarakat sekaligus saksi sejarah keberadaan lapangan bola di Desa Gunung Rante, mengungkapkan bahwa lapangan tersebut telah ada sejak sekitar tahun 1970-an dan dibangun melalui gotong royong warga.

    Ia menceritakan bahwa pada masa itu masyarakat berinisiatif membangun kembali lapangan desa karena jarak permukiman warga cukup jauh dari fasilitas olahraga.

    “Dulu setelah Sirait terpilih menjadi Kepala Desa Panjang, masyarakat berkumpul dan bermusyawarah untuk membangun tanah lapang bagi anak-anak muda. Kami sepakat mengumpulkan dana satu gantang beras dari setiap rumah tangga,” ungkap Ompung Tambar.

    Namun dari pengumpulan tersebut, dana yang terkumpul hanya sekitar 60 persen dari target yang diharapkan. Meski demikian, warga tetap melanjutkan pembangunan secara gotong royong.

    Selain itu, masyarakat saat itu bahkan turut menanggung gaji petugas Balai Desa selama lima bulan dari hasil urunan warga.

    “Itulah sejarah awal pembangunan lapangan itu sekitar tahun 1970-an. Semua biaya dan upaya menjadi tanggung jawab bersama masyarakat,” kenangnya.

    Menurut Ompung Tambar, hingga saat ini sebagian area lapangan masih digunakan oleh anak-anak muda untuk bermain sepak bola. Karena itu ia mengaku bingung ketika mendengar rencana pembangunan gedung koperasi di atas lahan tersebut.

    “Saya merasa bingung, karena saya masih tinggal di desa ini dan mengetahui sejarah panjang perjuangan masyarakat untuk mendapatkan tanah lapang itu,” pungkasnya. (dr)

  • Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Saat WFA, Menteri Nusron Pastikan Kantah Tidak Tutup

    Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Saat WFA, Menteri Nusron Pastikan Kantah Tidak Tutup

    TOPINFORMASI. JAKARTA – Pemerintah akan menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) dalam waktu dekat. Meski demikian, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Nusron Wahid, memastikan layanan pertanahan kepada masyarakat tetap berjalan dan kantor pertanahan di seluruh daerah tidak boleh menutup pelayanan.

    Penegasan tersebut disampaikan Nusron saat memimpin Rapat Pimpinan (Rapim) perdana di bulan Ramadan yang digelar di Aula Prona Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Selasa (10/3/2026).

    “Minggu depan kita sudah WFA, kantor pelayanan tidak boleh tutup. Lalu, seperti biasanya pada Sabtu dan Minggu beberapa Kantah juga tetap membuka layanan PELATARAN (Pelayanan Tanah Akhir Pekan),” ujar Nusron.

    Dalam rapat tersebut, Nusron meminta para pejabat pimpinan tinggi di lingkungan Kementerian ATR/BPN, termasuk para Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi dan Kepala Kantor Pertanahan (Kantah), melakukan penyesuaian pola pelayanan sesuai dengan kebutuhan wilayah masing-masing.

    Menurutnya, daerah yang berpotensi mengalami peningkatan mobilitas masyarakat selama masa WFA menjelang libur Idulfitri perlu memberikan perhatian khusus agar layanan pertanahan tetap optimal.

    “Minimal di kota atau kabupaten yang menjadi destinasi mudik, kalau bisa tetap ada pelayanan, tentunya dengan target menyelesaikan berkas layanan pertanahan,” jelasnya.

    Pada kesempatan itu, Nusron yang didampingi Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, juga melakukan evaluasi capaian penyelesaian berkas layanan pertanahan secara nasional. Pemerintah sebelumnya telah mendorong percepatan penyelesaian berkas sejak kuartal IV tahun 2025 dengan target penyelesaian yang telah ditetapkan.

    Untuk memastikan target tersebut tercapai sebelum kebijakan WFA diberlakukan, Nusron meminta Inspektorat Jenderal, Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal PHPT, serta Direktorat Jenderal SPPR segera menggelar rapat koordinasi secara daring dengan Kantor Wilayah dan Kantor Pertanahan di seluruh Indonesia.

    “Mohon segera dilakukan Zoom Meeting dengan sejumlah Kantah beserta Kanwilnya terkait penyelesaian berkas ini sebelum pemberlakuan WFA. Supaya segera ada rekomendasi sikap dan keputusan sehingga bisa dituntaskan sebelum April 2026,” tegasnya.

    Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Informasi Pertanahan dan Tata Ruang, I Ketut Gede Ary Sucaya, melaporkan bahwa tren penumpukan berkas layanan pertanahan secara nasional mulai menurun sejak akhir tahun 2025.

    Ia menyebutkan bahwa dalam periode 30 Oktober 2025 hingga 8 Maret 2026 terjadi penurunan signifikan jumlah berkas tertunda di sejumlah wilayah.

    “Trendline layanan berkas pertanahan turun cukup banyak. Di Jawa Barat misalnya, penurunan mencapai 66 persen, sementara di Jawa Timur sekitar 58 persen,” jelasnya.

    Dengan kebijakan tersebut, Kementerian ATR/BPN menegaskan komitmennya untuk tetap memberikan pelayanan pertanahan secara optimal kepada masyarakat, meskipun pemerintah menerapkan pola kerja fleksibel melalui sistem WFA.

  • Indahnya Berbagi: Polres Tanjungbalai Bagikan Takjil ke Masjid-Masjid

    Indahnya Berbagi: Polres Tanjungbalai Bagikan Takjil ke Masjid-Masjid

    TOPINFORMASI. TANJUNGBALAI – Memasuki Waktu berbuka puasa, Kepolisian Resor (Polres) Tanjungbalai menunjukkan kepeduliannya terhadap sesama melalui aksi religi yang menyejukkan. Pada Selasa (10/03) sore, personel yang tergabung dalam tim khusus turun langsung membagikan ratusan paket takjil ke beberapa masjid di wilayah Kota Tanjungbalai.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari program sedekah Kapolres Tanjungbalai yang bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara jajaran kepolisian dengan tokoh agama serta masyarakat setempat.

    Dalam giat kali ini, 4 tim bergerak serentak membagikan takjil bubur ke lokasi yang berbeda yaitu Mesjid Ihyausunnah Kel. Pahang, Mesjid Al Hasanah Kel. Pahang, Mesjid Syuhada Kel. Pulau Simardan dan Mesjid Al Ikhwan Kel. Selat Lancang.

    Tak hanya sekadar berbagi makanan berbuka, momentum ini juga dimanfaatkan petugas untuk menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

    Petugas mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga kekondusifan kota selama bulan Ramadhan hingga hari raya Idul Fitri nanti.

    Ini adalah bentuk bakti kami kepada masyarakat. Kami juga mengingatkan warga jika membutuhkan bantuan kepolisian, jangan ragu untuk menghubungi Call Center 110 yang siap melayani 24 jam.

    (SOLIHIN)

  • Ditangkap Kodim 0204/DS, 3 Terduga Pengedar Narkoba Sembahe Diduga Dipulangkan Satnarkoba Polrestabes Medan

    Ditangkap Kodim 0204/DS, 3 Terduga Pengedar Narkoba Sembahe Diduga Dipulangkan Satnarkoba Polrestabes Medan

    TOPINFORMASI. MEDAN – Tiga orang terduga pengedar sekaligus pemakai narkotika jenis sabu yang sebelumnya diamankan prajurit TNI dari Kodim 0204/Deli Serdang (DS) di Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, diduga telah dipulangkan oleh Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan.

    Ketiga orang tersebut masing-masing Jonathan Sembiring (32), Pikky Gurusinga (29), dan Abadi Tarigan (44). Mereka ditangkap pada Selasa (3/3/2026) sore di wilayah Desa Sembahe.

    Dari tangan ketiganya, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa tiga paket sabu siap pakai dengan berat sekitar 0,35 gram, satu alat hisap sabu (bong), serta barang lainnya yang berkaitan dengan penggunaan narkotika.

    Seorang sumber berinisial DS menyebutkan bahwa ketiga terduga pelaku tersebut telah dipulangkan oleh pihak kepolisian setelah sebelumnya diamankan.

    “Dipulangkannya tadi malam (Senin, 9 Maret 2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Saya melihat ketiganya sudah berada di daerah Sembahe. Saya heran, baru ditangkap tapi sudah dilepas atau dipulangkan,” ungkapnya kepada wartawan, Selasa (10/3/2026).

    Menurutnya, saat diamankan ketiga orang tersebut diduga memiliki barang bukti narkotika. Ia pun mempertanyakan keputusan pemulangan terhadap para terduga pelaku tersebut.

    “Polri kami duga melakukan ‘86’ kepada ketiga orang yang diamankan ini. Kami meminta Kapolda Sumut memeriksa Kasatnarkoba Polrestabes Medan atau pejabat terkait yang menangani perkara ini,” ujarnya.

    Sumber tersebut juga menegaskan bahwa narkoba merupakan musuh bersama sehingga penanganannya harus dilakukan secara serius tanpa kompromi.

    “Jika berkonspirasi dengan jaringan narkoba berarti melawan negara. Jangan sampai ada pihak yang bermain-main dengan kasus ini. Kami resah karena ketiga pelaku ini malah dibebaskan setelah ditangkap anggota TNI dari Kodim 0204/DS,” katanya.

    Sementara itu, Kasatnarkoba Polrestabes Medan Kompol Rafly Yusuf Nugraha saat dikonfirmasi wartawan hingga berita ini diturunkan belum memberikan keterangan terkait informasi dugaan pemulangan tiga terduga pengedar sekaligus pemakai narkoba tersebut.

    (Teks foto: Tiga warga yang ditangkap prajurit TNI di wilayah Sembahe diduga sebagai pengedar dan pemakai narkoba. Foto: Istimewa)

    (REDAKSI)

  • Sembilan Dapur SPPG di Kota Tebing Tinggi Ditutup Sementara, LSM STRATEGI Soroti Pendaftaran SLHS

    Sembilan Dapur SPPG di Kota Tebing Tinggi Ditutup Sementara, LSM STRATEGI Soroti Pendaftaran SLHS

    TOPINFORMASI. TEBINGTINGGI – Sebanyak sembilan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Tebing Tinggi, Provinsi Sumatera Utara, dihentikan sementara operasionalnya sejak Senin (09/03/2026).

    Kebijakan tersebut merujuk pada Surat Badan Gizi Nasional Nomor 769/D.TWS/03/2026 tertanggal 8 Maret 2026 tentang pemberhentian operasional sementara dapur SPPG.

    Penghentian sementara dilakukan terhadap dapur SPPG yang belum melakukan pendaftaran Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) ke Dinas Kesehatan setempat atau belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

    Ketentuan ini berlaku bagi dapur yang telah beroperasi lebih dari 30 hari, sebagaimana diatur dalam Petunjuk Teknis Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis Tahun Anggaran 2026.

    Sebelumnya, pada 7 Maret 2026, Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I, Harjito, menyampaikan bahwa penutupan sementara ini dimulai sejak 9 Maret 2026 hingga seluruh dapur SPPG yang terdampak memenuhi persyaratan dan memiliki SLHS.

    Secara keseluruhan, penutupan sementara dilakukan terhadap 492 dapur SPPG di wilayah Sumatera, di mana 252 dapur di antaranya berada di Provinsi Sumatera Utara.

    Menurut Harjito, langkah tersebut merupakan upaya penegakan standar keamanan dan kelayakan dapur dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

    “Suspend ini merupakan langkah korektif agar seluruh dapur yang beroperasi benar-benar memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan,” ujar Harjito seperti dikutip dari Kompas.com.

    Ia menegaskan seluruh dapur SPPG yang telah beroperasi diwajibkan memenuhi standar higiene dan sanitasi, termasuk melalui proses pendaftaran dan verifikasi SLHS di dinas kesehatan setempat.

    Sementara itu, Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Kota Tebing Tinggi, Widya Pertiwi, saat dikonfirmasi redaksi terkait penutupan sementara sejumlah dapur SPPG di Sumatera Utara, khususnya di Kota Tebing Tinggi, belum memberikan keterangan.

    Di tempat terpisah, Ketua LSM STRATEGI Tebing Tinggi, Ridwan Siahaan, mengapresiasi langkah Badan Gizi Nasional yang menutup sementara dapur SPPG yang belum memenuhi syarat administrasi maupun standar kesehatan.

    Ridwan mengungkapkan, berdasarkan hasil pantauan pihaknya di sejumlah dapur SPPG di Kota Tebing Tinggi, masih ditemukan sanitasi maupun IPAL yang belum sesuai dengan standar BGN maupun standar lingkungan hidup.

    Ia menduga kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kebocoran limbah dari dapur dan mengalir ke drainase umum.

    Menurutnya, IPAL dapur program MBG seharusnya berfungsi mengolah limbah cair, seperti sisa makanan dan lemak hasil produksi sebelum dibuang ke lingkungan. Hal itu penting untuk mencegah pencemaran air tanah serta menjaga kebersihan dan higienitas dapur.

    Selain itu, dari keterangan Kepala Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas (P2K) Dinas Lingkungan Hidup Pemko Tebing Tinggi, Saputra, diketahui hingga kini pemilik SPPG di wilayah Kota Tebing Tinggi belum pernah mengajukan permohonan atau melaporkan standar pembuatan IPAL kepada dinas terkait.

    Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai dasar pendaftaran Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) ke Dinas Kesehatan apabila sistem IPAL yang dimiliki belum memenuhi standar dari Dinas Lingkungan Hidup.

    “Kami akan segera melayangkan surat resmi untuk mempertanyakan syarat pendaftaran SLHS kepada Dinas Kesehatan Pemko Tebing Tinggi dan meminta agar dilakukan peninjauan ulang terhadap pendaftaran SLHS bagi seluruh SPPG yang ada di Kota Tebing Tinggi,” tegas Ridwan Siahaan yang juga menjabat Ketua KBPP Polri Resor Tebing Tinggi, Selasa (10/03/2026).

    Penulis:Rustam Effendi