Category: Berita Utama & Headline

  • Kurang dari Tiga Jam, Polsek Bangun Tangkap Pelaku Pembacokan Pelajar di Simalungun

    Kurang dari Tiga Jam, Polsek Bangun Tangkap Pelaku Pembacokan Pelajar di Simalungun

    indeksnews.web.id/-Simalungun – Gerak cepat personel Unit Reskrim Polsek Bangun berhasil mengungkap kasus penganiayaan berat terhadap seorang pelajar di Kabupaten Simalungun. Seorang pemuda berinisial MH (21) diringkus kurang dari tiga jam setelah laporan diterima polisi.


    Pelaku ditangkap pada Sabtu (14/3/2026) sekitar pukul 02.00 WIB di Jalan Anjangsana, Nagori Karang Sari, Kecamatan Gunung Maligas. MH diduga melakukan pembacokan terhadap pelajar berusia 17 tahun berinisial BF menggunakan sebilah parang.


    Peristiwa itu bermula pada Jumat malam (13/3/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Ayah korban, AA (53), yang sedang berada di rumahnya di Nagori Karang Sari, dikejutkan saat melihat anaknya pulang dalam kondisi wajah berlumuran darah.


    Korban mengalami luka robek di bibir bagian atas kiri serta kehilangan dua gigi depan akibat sabetan senjata tajam. Kepada ayahnya, korban mengaku baru saja diserang oleh seseorang yang tidak dikenalnya di Jalan Arjosari, Huta IV, Nagori Karang Rejo, Kecamatan Gunung Maligas.


    Mendapat informasi tersebut, AA langsung menuju lokasi kejadian untuk mencari tahu pelaku penyerangan. Dari keterangan warga, diketahui bahwa pelaku diduga adalah MH, seorang pemuda yang dikenal tinggal di kawasan Simpang Kliwon, Huta V, Nagori Karang Rejo.


    Sementara itu, korban segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Ia kini masih menjalani perawatan di RS Murni Teguh.


    Pada malam yang sama, AA kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Simalungun melalui Polsek Bangun dengan laporan polisi nomor LP/B/68/III/2026/SPKT/Polsek Bangun/Polres Simalungun/Polda Sumatera Utara.


    Menindaklanjuti laporan tersebut, Kanit Reskrim Polsek Bangun B. Situngkir langsung memimpin tim untuk melakukan pencarian terhadap pelaku bersama personel Unit Reskrim dan Intelkam.


    Setelah melakukan penyelidikan dan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, tim akhirnya berhasil menangkap MH di Jalan Anjangsana, Nagori Karang Sari. Saat diinterogasi di lokasi penangkapan, pelaku mengakui perbuatannya.


    Polisi juga sempat melakukan pencarian terhadap parang yang diduga digunakan dalam aksi penganiayaan tersebut. Namun hingga kini senjata tajam itu belum berhasil ditemukan.


    Kasi Humas Polres Simalungun Verry Purba membenarkan penangkapan tersebut. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja cepat jajaran Polsek Bangun.


    “Kapolsek Bangun Hengky B. Siahaan menyampaikan apresiasi atas kinerja Unit Reskrim yang berhasil menangkap pelaku dugaan penganiayaan terhadap anak dalam waktu singkat,” ujar Verry Purba, Sabtu (14/3/2026).


    Ia menegaskan bahwa kepolisian akan bertindak tegas terhadap setiap tindak kekerasan, terlebih jika korbannya merupakan anak di bawah umur.


    Saat ini tersangka telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. MH dijerat Pasal 76C juncto Pasal 80 ayat (1) atau ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak serta Pasal 466 ayat (1) atau ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman hukuman pidana berat.

  • KPK Tahan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman Usai Terjaring OTT Dugaan Pemerasan

    KPK Tahan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman Usai Terjaring OTT Dugaan Pemerasan

    indeksnews.web.id/-Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, setelah terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan kasus pemerasan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

    Pantauan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Sabtu (14/3/2026), Syamsul terlihat mengenakan rompi tahanan berwarna oranye dengan tangan terborgol saat digiring turun dari ruang pemeriksaan di lantai dua. Ia berjalan bersama Sadmoko Danardono yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang sama.

    Keduanya kemudian langsung dibawa menuju mobil tahanan tanpa memberikan keterangan kepada awak media.

    Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan bahwa penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik melakukan pemeriksaan intensif selama 1×24 jam sejak OTT dilakukan.

    “Berdasarkan kecukupan alat bukti dalam dugaan tindak pidana korupsi terkait pemerasan dan penerimaan lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, KPK kemudian menaikkan perkara ini ke tahap penyidikan dan menetapkan dua orang tersangka,” kata Asep dalam konferensi pers di Gedung KPK.

    Asep menyebutkan dua tersangka tersebut yakni Syamsul Auliya Rachman selaku Bupati Cilacap periode 2025–2030 dan Sadmoko Danardono sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap.

    KPK juga langsung melakukan penahanan terhadap kedua tersangka untuk kepentingan penyidikan.

    “KPK selanjutnya melakukan penahanan terhadap para tersangka untuk 20 hari pertama sejak 14 Maret sampai dengan 2 April 2026. Penahanan dilakukan di Rumah Tahanan Negara Cabang Gedung Merah Putih KPK,” jelasnya.

    Dalam perkara ini, kedua tersangka disangkakan melanggar Pasal 12 huruf e dan/atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

    Sebelumnya, Syamsul Auliya Rachman terjaring operasi tangkap tangan KPK bersama Sekda Cilacap Sadmoko Danardono pada Jumat (13/3/2026). OTT tersebut diduga berkaitan dengan praktik pemerasan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap. KPK masih terus mendalami kasus tersebut untuk mengungkap pihak lain yang diduga terlibat.

  • Mahasiswi Unimed Ditemukan Tewas di Kamar Kos, Sempat Mengeluh Demam

    Mahasiswi Unimed Ditemukan Tewas di Kamar Kos, Sempat Mengeluh Demam

    indeksnews.web.id/,Medan – Seorang mahasiswi Universitas Negeri Medan (Unimed) bernama Maria Naibaho (22) ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Jalan Rela, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan. Sebelum ditemukan tak bernyawa, korban diketahui sempat mengeluh sakit demam kepada keluarganya.

    Ayah korban, Mangatur Naibaho, yang juga anggota DPRD Kota Tebing Tinggi, mengatakan keluhan tersebut disampaikan Maria kepada ibunya melalui pesan WhatsApp pada Selasa (10/3/2026).

    “Selasa kemarin mamanya via WA, ada ngeluh demam dia,” ujar Mangatur saat dikonfirmasi, Jumat (13/3/2026).

    Mangatur menjelaskan, pihak keluarga baru menerima kabar duka mengenai meninggalnya Maria pada Kamis malam.

    “Semalam kami dapat informasi kalau Maria meninggal dunia,” ungkapnya.

    Setelah ditemukan, jenazah Maria langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk menjalani proses autopsi. Saat ini, jenazah telah selesai diautopsi dan sedang dalam perjalanan menuju rumah duka.

    “Sudah selesai autopsi, ini masih di jalan pulang dari RS Bhayangkara,” tuturnya.

    Sementara itu, Kapolsek Medan Tembung Ras Maju Tarigan mengatakan pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban dan menunggu hasil autopsi.

    “Penyebabnya masih didalami, mau diautopsi, jadi kita tunggu hasilnya,” kata Ras Maju.

    Ia menjelaskan, jasad korban pertama kali ditemukan pada Kamis malam setelah pacar korban datang ke kamar kos untuk menemuinya. Namun saat itu, pintu kamar dalam kondisi terkunci dan korban tidak merespons panggilan.

    Merasa curiga, pacar korban kemudian memanggil beberapa orang lainnya. Mereka mencium bau tidak sedap dari dalam kamar, sehingga memutuskan untuk mendobrak pintu.

    Setelah pintu terbuka, korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia di atas kasur dengan kondisi hanya mengenakan sarung tanpa pakaian. Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pemilik kos dan diteruskan ke pihak kepolisian.

    Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama tim Inafis sebelum mengevakuasi jenazah korban ke RS Bhayangkara Medan.

    Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun berdasarkan keterangan saksi, korban memang sempat menghubungi orang tuanya dan mengaku sedang sakit demam.

    “Secara kasat mata tidak ada tanda-tanda kekerasan. Namun Selasa sore korban menelepon orang tuanya dan mengatakan sedang sakit demam. Setelah itu tidak ada kabar lagi,” jelas Ras Maju.

    Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kematian mahasiswi tersebut.

  • Mahasiswi Unimed Ditemukan Tewas di Kamar Kos di Medan, Anak Anggota DPRD Tebing Tinggi

    Mahasiswi Unimed Ditemukan Tewas di Kamar Kos di Medan, Anak Anggota DPRD Tebing Tinggi

    TOPINFORMASI. COM,Medan – Seorang mahasiswi Universitas Negeri Medan (Unimed) bernama Maria Naibaho (22) ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Jalan Rela, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, Jumat (13/3/2026). Korban diketahui merupakan anak dari anggota DPRD Kota Tebing Tinggi, Mangatur Naibaho.

    Mangatur Naibaho membenarkan kabar meninggalnya putrinya tersebut. Ia mengaku mendapat informasi mengenai kematian Maria pada Kamis malam.

    “Benar, anak saya. Semalam kami dapat informasi Maria meninggal dunia,” ujar Mangatur saat dikonfirmasi, Jumat (13/3/2026).

    Politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu juga mengungkapkan bahwa beberapa hari sebelum ditemukan meninggal, Maria sempat mengeluh sakit demam kepada keluarganya melalui pesan WhatsApp.

    “Selasa kemarin mamanya dihubungi lewat WA, dia mengeluh demam,” katanya.

    Jenazah Maria telah menjalani proses autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Medan. Saat ini, jenazah sedang dalam perjalanan menuju rumah duka untuk disemayamkan.

    “Sudah selesai autopsi, ini masih di jalan pulang dari RS Bhayangkara,” tuturnya.

    Sementara itu, Kapolsek Medan Tembung Ras Maju Tarigan mengatakan pihak kepolisian masih mendalami penyebab kematian korban dan menunggu hasil autopsi.

    “Penyebabnya masih didalami. Kita tunggu hasil autopsinya,” ujar Ras Maju.

    Ia menjelaskan, jasad korban pertama kali ditemukan pada Kamis malam setelah pacar korban datang ke kos untuk menemuinya. Saat itu pintu kamar dalam kondisi terkunci dan korban tidak merespons panggilan.

    Merasa curiga, pacar korban kemudian memanggil beberapa orang lainnya. Mereka mencium bau tidak sedap dari dalam kamar, sehingga memutuskan untuk mendobrak pintu.

    Setelah pintu terbuka, korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia di atas tempat tidur dengan kondisi hanya mengenakan sarung tanpa pakaian.

    Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pemilik kos dan diteruskan ke pihak kepolisian. Personel Polsek Medan Tembung bersama tim Inafis segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah korban ke RS Bhayangkara Medan untuk dilakukan autopsi.

    Dari pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, berdasarkan keterangan saksi, korban memang sempat menghubungi orang tuanya pada Selasa (10/3/2026) dan mengaku sedang mengalami demam.

    “Secara kasat mata tidak ada tanda kekerasan. Tapi memang Selasa sore korban sempat menelepon orang tuanya dan mengatakan sedang sakit demam. Setelah itu tidak ada kabar lagi,” jelas Ras Maju.

    Pihak kepolisian hingga kini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kematian mahasiswi tersebut.

  • Mahasiswi Unimed Ditemukan Tewas di Kamar Kos di Medan Tembung

    Mahasiswi Unimed Ditemukan Tewas di Kamar Kos di Medan Tembung

    indeksnews.web.id/,MEDAN – Seorang mahasiswi Universitas Negeri Medan (Unimed), Maria Agustina Naibaho (22) ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Jalan Rela, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, Kamis (12/3/2026) malam.

    Korban diketahui merupakan warga Jalan Kutilang BTN Purnama Deli Blok B Lingkungan V, Kota Tebing Tinggi. Penemuan jasad korban pertama kali diketahui oleh pacarnya, Sanggam Elroi Marbun (21) yang datang ke lokasi kos untuk menemuinya.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, saat tiba di kos tersebut Sanggam mendapati pintu kamar korban dalam keadaan terkunci dari dalam. Ia kemudian memanggil korban berulang kali, namun tidak mendapat respons.

    Merasa curiga, Sanggam kemudian memanggil beberapa rekannya, yakni Johannes JM Sinaga (20), Hardi (21), dan Francen Purba (19) untuk membantu memeriksa kondisi korban. Setelah beberapa kali memanggil namun tetap tidak ada jawaban dari dalam kamar, mereka akhirnya berinisiatif mendobrak pintu.

    Setelah pintu berhasil dibuka, para saksi terkejut melihat korban sudah tergeletak di dalam kamar dalam kondisi tidak bernyawa. Dari dalam kamar juga tercium bau tidak sedap yang diduga berasal dari tubuh korban.

    Mengetahui peristiwa tersebut, para saksi segera memanggil ibu kos dan melaporkan kejadian itu kepada pihak kelurahan serta Polsek Medan Tembung.

    Petugas piket Polsek Medan Tembung bersama Tim Inafis Satreskrim Polrestabes Medan yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu Parulian Sitanggang kemudian turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

    Dari hasil pemeriksaan awal Tim Inafis, korban ditemukan dalam posisi telentang di dalam kamar dan tidak mengenakan pakaian. Namun pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan.

    Selanjutnya, jasad korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kematian korban.

    Kapolsek Medan Tembung Kompol Ras Maju Tarigan melalui laporan yang disampaikan menyebutkan pihaknya telah melakukan sejumlah langkah penanganan, di antaranya mendatangi lokasi, melakukan olah TKP bersama Tim Inafis, memeriksa sejumlah saksi, serta membawa jasad korban ke rumah sakit untuk kepentingan penyelidikan.

    “Hingga saat ini kita masih melakukan pendalaman dengan memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan berbagai keterangan guna mengungkap penyebab pasti kematian mahasiswi tersebut,” ujarnya.

  • Sumatera Utara Resmi Jadi Tuan Rumah Piala AFF U-19 2026

    Sumatera Utara Resmi Jadi Tuan Rumah Piala AFF U-19 2026

    indeksnews.web.id/,Medan – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi menunjuk Sumatera Utara sebagai tuan rumah ajang AFF U-19 Championship 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 1–14 Juni 2026. Turnamen ini akan diikuti oleh 11 tim nasional negara anggota ASEAN Football Federation (AFF).

    Keputusan tersebut tertuang dalam surat resmi PSSI bernomor 1057/UDN/623/III-2026 yang ditujukan kepada Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution.

    Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengatakan penunjukan Sumatera Utara sebagai tuan rumah merupakan bagian dari upaya pemerataan penyelenggaraan event sepak bola internasional di Indonesia.

    “Sepak bola adalah milik seluruh masyarakat Indonesia. Kami ingin memberikan kesempatan bagi berbagai daerah untuk menjadi bagian dari penyelenggaraan event internasional. Sumatera Utara menunjukkan kesiapan dan dukungan yang baik,” kata Erick Thohir melalui laman resmi PSSI, Jumat (13/3/2026).

    Menurut Erick, Sumatera Utara dipilih karena dinilai berhasil menyelenggarakan turnamen sebelumnya, yakni Piala Kemerdekaan 2025. Keberhasilan tersebut menjadi referensi penting bagi PSSI dalam menentukan tuan rumah.

    “Keberhasilan sebelumnya menjadi referensi penting. Kami melihat adanya kesiapan dari sisi fasilitas dan dukungan masyarakat,” ujarnya.

    Sumatera Utara juga tercatat sebagai provinsi pertama di luar Pulau Jawa yang dipercaya menjadi tuan rumah turnamen AFF U-19.

    Inspeksi Stadion dan Fasilitas

    Untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan turnamen, PSSI telah melakukan inspeksi stadion dan fasilitas latihan di Sumatera Utara pada 25–27 Februari 2026. Inspeksi tersebut dipimpin oleh anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga.

    Selain itu, pihak AFF juga dijadwalkan melakukan inspeksi lanjutan pada April 2026 guna memastikan seluruh fasilitas memenuhi standar penyelenggaraan turnamen internasional.

    PSSI berharap ajang ini dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan sepak bola di daerah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

    “Harapannya, kegiatan seperti ini bisa menjadi momentum bagi daerah untuk terus meningkatkan fasilitas olahraga serta mendorong tumbuhnya ekosistem sepak bola yang lebih luas,” tambah Erick.

    Usulan Venue Pertandingan

    Sejumlah stadion di Sumatera Utara diusulkan menjadi tempat pertandingan, yaitu:

    Stadion Utama Sumatera Utara

    Stadion Teladan

    Stadion Mini Pancing

    Lapangan Latihan yang Disiapkan

    Sementara itu, fasilitas lapangan latihan yang disiapkan untuk para peserta meliputi:

    Stadion Mini Pancing

    Stadion Madya Sumatera Utara 1

    Stadion Madya Sumatera Utara 2

    Lapangan PPLP Sumatera Utara

    Lapangan Cadika Medan

    Dengan penunjukan ini, diharapkan Sumatera Utara mampu menjadi tuan rumah yang sukses sekaligus memperkuat posisi daerah tersebut sebagai salah satu pusat perkembangan sepak bola nasional. ⚽

  • Safari Ramadhan KSJ Bantu Warga Dhuafa di Sepanjang Jalan Lintas Sumatra

    Safari Ramadhan KSJ Bantu Warga Dhuafa di Sepanjang Jalan Lintas Sumatra

    indeksnews.web.id/. SUMUT – Panas terik maupun hujan tidak menyurutkan semangat Tim Komunitas Sedekah Jumat (KSJ) dalam melaksanakan kegiatan Safari Ramadhan 1447 Hijriah. Dalam kegiatan rutin yang digelar pada Jumat (13/3/2026), para relawan KSJ turun langsung ke jalan untuk membantu warga dhuafa yang mencari nafkah di sepanjang Jalan Lintas Sumatra.

    Dalam kegiatan tersebut, tim KSJ menyasar para pekerja jalanan yang setiap hari berjuang mencari rezeki, seperti pengatur lalu lintas sukarela, tukang tambal ban, tukang becak, hingga penjahit sepatu yang ditemui langsung oleh relawan saat Safari Ramadhan berlangsung.

    Salah seorang lansia yang bekerja sebagai tukang becak dayung, Wak Adi (67), tak kuasa menahan haru saat tim KSJ menghampirinya di Jalan Lintas Sumatra, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

    Kepada awak media, Wak Adi mengaku sejak pagi menunggu penumpang namun belum mendapatkan hasil.

    “Dari jam 10.00 WIB saya menunggu penumpang, tapi belum ada satu pun yang naik becak saya. Mungkin karena becak dayung sudah kalah dengan becak motor,” ujarnya dengan nada haru.

    Ia mengatakan, jika sedang beruntung dirinya bisa mendapatkan penghasilan sekitar Rp35.000 per hari, yang menurutnya sudah cukup untuk membantu kebutuhan keluarga.

    “Dulu sebelum banyak betor, saya bisa dapat sampai Rp70 ribu per hari. Sekarang karena sudah tua, paling hanya setengahnya saja,” tambahnya.

    Kisah serupa juga disampaikan Rahmad Lubis (55), seorang tukang tambal ban yang setiap hari bekerja di pinggir jalan. Ia mengaku bersyukur dengan pekerjaan yang dijalaninya meski penghasilan tidak menentu.

    “Kalau rezekinya bagus bisa dapat Rp70 sampai Rp80 ribu sehari. Tapi biasanya sekitar Rp50 ribu,” ujarnya.

    Rahmad juga mengaku tidak pernah mematok harga saat menambal ban, terutama jika yang datang adalah pelajar.

    “Kalau anak sekolah kadang cuma bayar Rp5.000. Bahkan sering juga tidak saya minta apa-apa, karena saya tahu mereka tidak punya banyak uang. Menurut saya rezeki sudah diatur Allah SWT, kita juga harus membantu sesama,” katanya.

    Sementara itu, Pendiri KSJ H. Ikhwan Lubis, SH, MH, yang dikenal dengan sebutan Sang Pejuang Dhuafa, menegaskan bahwa KSJ akan terus bergerak membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama di bulan suci Ramadhan.

    “KSJ akan bergerak di mana pun kami berada, bukan hanya dari pintu ke pintu. Semua sisi masyarakat yang membutuhkan akan kita bantu. Apalagi di bulan Ramadhan ini, bulan penuh berkah,” ujar Ikhwan Lubis.

    Ia menambahkan bahwa kegiatan Sedekah Jumat yang dilakukan KSJ diharapkan dapat memberikan harapan bagi masyarakat yang berjuang mencari nafkah setiap hari namun belum tentu mendapatkan penghasilan.

    “Kami berharap apa yang kami lakukan ini dapat memberi harapan bagi mereka yang sejak pagi hingga sore mencari rezeki untuk keluarga. Semoga ini juga menjadi inspirasi bagi para pelaku sosial lainnya untuk melakukan hal yang sama,” tandasnya.

    Kegiatan Safari Ramadhan KSJ ini pun menjadi wujud nyata kepedulian sosial terhadap masyarakat kecil yang setiap hari bekerja keras demi memenuhi kebutuhan keluarga mereka.

  • Polda Sumut Tetapkan Dua Tersangka Tambang Emas Ilegal, Tiga Perusahaan Akan Diperiksa

    Polda Sumut Tetapkan Dua Tersangka Tambang Emas Ilegal, Tiga Perusahaan Akan Diperiksa

    TOPINFORMASI. MEDAN – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Utara menetapkan dua orang tersangka dalam kasus penambangan emas ilegal yang terjadi di wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) yang berbatasan dengan Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

    Direktur Reskrimsus Polda Sumut Kombes Pol Rahmad Budi Handoko mengatakan, kedua tersangka memiliki peran berbeda dalam aktivitas tambang ilegal tersebut.

    Adapun dua tersangka yang telah ditetapkan yakni AB (58), warga Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, serta AD (46), warga Kabupaten Mandailing Natal.

    “Tersangka AB berperan sebagai operator beko (excavator), sedangkan AD sebagai tukang dulang emas,” ujar Kombes Pol Rahmad Budi Handoko didampingi Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintuka, Kamis (12/3/2026) malam.

    Rahmad Budi Handoko juga menyebutkan bahwa jumlah tersangka masih berpotensi bertambah. Hal itu karena penyidik masih akan melakukan pemeriksaan terhadap tiga perusahaan besar yang diduga berkaitan dengan aktivitas pertambangan ilegal tersebut.

    “Bisa saja tersangka bertambah. Kita lihat nanti hasil pemeriksaan,” katanya kepada wartawan.

    Tiga perusahaan yang akan diperiksa penyidik yakni PT Hexindo, PT Sany, dan PT Zoomlion. Pemeriksaan dilakukan untuk menelusuri kepemilikan 12 unit excavator yang ditemukan di lokasi tambang.

    “Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kepemilikan atas 12 excavator yang ditemukan di lokasi tambang,” pungkasnya.

    Sebelumnya, tim gabungan Direktorat Reskrimsus Polda Sumut bersama Satuan Brimob melakukan penggerebekan terhadap praktik penambangan emas ilegal di wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan yang berbatasan dengan Mandailing Natal.

    Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan 12 unit excavator, di mana dua unit ditemukan di jalan menuju lokasi tambang. Selain itu, sebanyak 17 orang juga turut diamankan dari lokasi.

    Berdasarkan estimasi sementara, aktivitas tambang emas ilegal tersebut diduga mampu menghasilkan keuntungan hingga sekitar Rp1,5 miliar per hari.

    Sementara itu, Wakapolda Sumut Brigjen Pol Sonny Irawan menyebutkan, dari hasil penyelidikan awal diketahui aktivitas penambangan ilegal itu telah beroperasi selama sekitar dua hingga tiga bulan.

    Teks foto:

    Direktur Reskrimsus Polda Sumut Kombes Pol Rahmad Budi Handoko memberikan keterangan kepada wartawan terkait pengungkapan kasus penambangan emas ilegal di wilayah Tapanuli Selatan–Mandailing Natal, Kamis (12/3/2026) malam.

  • Israel Lancarkan Serangan Besar ke Lebanon, Hizbullah Balas dengan Puluhan Roket

    Israel Lancarkan Serangan Besar ke Lebanon, Hizbullah Balas dengan Puluhan Roket

    Foto ilustrasi

    Jakarta | Topinformasi – Militer Israel mengumumkan telah melancarkan gelombang serangan terbaru ke wilayah Lebanon yang menargetkan markas kelompok militan Hizbullah. Serangan tersebut disebut sebagai bagian dari operasi militer skala besar di kawasan tersebut.

    Dilansir dari kantor berita AFP, Kamis (12/3/2026), serangan itu dilakukan pada Rabu (11/3) waktu setempat dan menyasar sejumlah infrastruktur milik Hizbullah di kawasan Dahiyeh, pinggiran selatan ibu kota Beirut.

    Israel menyebut operasi tersebut bertujuan untuk menghancurkan fasilitas serta kemampuan militer Hizbullah yang selama ini diduga mendapat dukungan dari Iran.

    Dalam pernyataan terpisah, juru bicara militer Israel Avichay Adraee mengatakan pasukan Israel akan meningkatkan operasi militer terhadap target-target milik Hizbullah di wilayah tersebut.

    “Pasukan Israel akan segera bertindak dengan kekuatan besar terhadap fasilitas, kepentingan, dan kemampuan militer Hizbullah,” ujar Adraee.

    Langkah tersebut dilakukan setelah militer Israel melaporkan adanya tembakan roket yang diluncurkan oleh Hizbullah ke arah wilayah Israel dalam beberapa jam sebelumnya.

    Hizbullah Balas Serangan

    Menanggapi serangan Israel, kelompok Hizbullah dilaporkan langsung melancarkan serangan balasan dengan menembakkan puluhan roket ke wilayah Israel bagian utara.

    Dalam pernyataan resminya, Hizbullah menyebut serangan tersebut sebagai respons atas apa yang mereka sebut sebagai “agresi kriminal” Israel terhadap sejumlah kota dan desa di Lebanon serta kawasan pinggiran selatan Beirut.

    “Para pejuang kami menargetkan lokasi di Israel utara dengan puluhan roket sebagai bagian dari operasi baru,” demikian pernyataan Hizbullah.

    Ketegangan antara Israel dan Hizbullah kembali meningkat dalam beberapa waktu terakhir, seiring meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah yang juga melibatkan Iran dan sekutunya. Hingga kini belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban akibat serangan terbaru tersebut.

  • Israel Mulai Serangan Besar ke Teheran Usai Iran dan Hizbullah Luncurkan Rudal

    Israel Mulai Serangan Besar ke Teheran Usai Iran dan Hizbullah Luncurkan Rudal

    Jakarta | Topinformasi – Militer Israel mengumumkan telah memulai gelombang serangan skala besar ke ibu kota Iran, Teheran, sebagai respons atas serangan rudal yang sebelumnya dilancarkan Iran bersama sekutunya dari Lebanon, kelompok Hizbullah.

    Dilansir dari kantor berita AFP, Kamis (12/3/2026), pengumuman tersebut disampaikan oleh militer Israel melalui saluran Telegram resmi mereka.

    “IDF telah memulai gelombang serangan skala besar di Teheran. Detail selanjutnya akan menyusul,” demikian pernyataan militer Israel.

    Serangan Israel ini dilakukan setelah Garda Revolusi Iran melancarkan serangan udara gabungan terhadap Israel pada dini hari waktu setempat. Operasi tersebut melibatkan peluncuran rudal oleh Iran yang dilakukan bersamaan dengan tembakan rudal dan drone dari Hizbullah di Lebanon.

    Dalam laporan yang dimuat kantor berita Iran Fars dan Tasnim, operasi gabungan tersebut disebut menyasar lebih dari 50 target di wilayah Israel.

    Beberapa target yang menjadi sasaran serangan antara lain pangkalan militer Israel di Haifa, Tel Aviv, dan Beersheba.

    Selain itu, Garda Revolusi Iran juga disebut menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, yakni di Al-Kharj (Arab Saudi) dan Al-Azraq (Yordania). Namun, laporan AFP menyebutkan tidak ada kerusakan yang dilaporkan di Arab Saudi, sementara pemerintah Yordania juga menyatakan tidak ada serangan yang terjadi di wilayahnya.

    Ketegangan di kawasan Timur Tengah saat ini terus meningkat. Konflik tidak hanya melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat, tetapi juga melibatkan kelompok Hizbullah di Lebanon yang kerap terlibat bentrokan dengan militer Israel.

    Sebelumnya, militer Israel juga mengumumkan telah melancarkan serangan besar ke wilayah Lebanon pada Rabu (11/3/2026). Serangan tersebut diklaim menargetkan markas dan infrastruktur Hizbullah di kawasan Dahiyeh, pinggiran selatan ibu kota Beirut yang menjadi basis utama kelompok tersebut.

    Hingga kini situasi keamanan di kawasan Timur Tengah masih memanas, dengan potensi eskalasi konflik yang semakin meluas di berbagai wilayah.