Category: Lingkungan, Sosial & Organisasi

  • Ayah Mahasiswi Unimed yang Tewas di Kos Tak Kuasa Menahan Tangis di RS Bhayangkara Medan

    Ayah Mahasiswi Unimed yang Tewas di Kos Tak Kuasa Menahan Tangis di RS Bhayangkara Medan

    indeksnews.web.id/,Medan – Suasana duka menyelimuti ruang kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Medan saat anggota DPRD Kota Tebing Tinggi, Mangatur Naibaho, tak kuasa menahan tangis ketika melihat peti jenazah putrinya.

    Putri yang meninggal tersebut adalah Maria Agustina Naibaho (22), seorang mahasiswi di Universitas Negeri Medan. Maria ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Jalan Rela, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, Kamis (12/3/2026) malam.

    Di depan kamar jenazah, keluarga tampak terpukul atas kepergian Maria yang terjadi secara mendadak. Mangatur terlihat meratapi peti jenazah anak bungsunya tersebut.

    Kepada wartawan, Mangatur mengatakan sebelum kejadian tidak ada hal mencurigakan yang dirasakan pihak keluarga.

    “Biasanya dia sama mamaknya intens komunikasi. Belakangan tidak ada yang ganjil maupun mencurigakan,” ujarnya, Jumat (13/3/2026).

    Ia menjelaskan, Maria merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Di mata keluarga, almarhumah dikenal sebagai sosok yang baik, ramah, dan mudah bergaul.

    “Baik orangnya, ramah, dan kompak dengan orang tua. Nggak pendiam, gampang bersahabat. Sepanjang yang kami tahu, dia juga nggak pernah neko-neko,” katanya.

    Keluarga juga menyebutkan bahwa Maria sebelumnya tidak memiliki riwayat penyakit serius. Namun beberapa hari sebelum meninggal dunia, korban sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya kepada sang ibu.

    “Setahu kami sebelumnya nggak ada sakit. Tapi kata mamaknya, hari Selasa (10/3/2026) dia sempat WhatsApp mengeluh sakit kepala dan suaranya hilang,” ucap Mangatur.

    Informasi mengenai meninggalnya Maria baru diterima keluarga pada Kamis malam sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, Mangatur sedang berada dalam perjalanan di Pekanbaru.

    “Saya tahunya tadi malam waktu masih di perjalanan di Pekanbaru. Sahabat yang menghubungi saya. Keluarga tidak menghubungi karena saya sedang di jalan,” ungkapnya.

    Hingga kini, keluarga mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab kematian Maria. Mereka pun berencana membuat laporan ke pihak kepolisian untuk memastikan penyebab meninggalnya mahasiswi tersebut.

    “Namanya meninggal di tempat kos, sedikit banyaknya kita ingin tahu penyebabnya. Makanya kami akan buat laporan polisi,” kata politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu.

    Mangatur juga mengaku belum memiliki kecurigaan terhadap pihak tertentu terkait kematian putrinya.

    Rencananya, jenazah Maria akan dimakamkan di kampung halaman keluarga di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

  • Sumatera Utara Resmi Jadi Tuan Rumah Piala AFF U-19 2026

    Sumatera Utara Resmi Jadi Tuan Rumah Piala AFF U-19 2026

    indeksnews.web.id/,Medan – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi menunjuk Sumatera Utara sebagai tuan rumah ajang AFF U-19 Championship 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 1–14 Juni 2026. Turnamen ini akan diikuti oleh 11 tim nasional negara anggota ASEAN Football Federation (AFF).

    Keputusan tersebut tertuang dalam surat resmi PSSI bernomor 1057/UDN/623/III-2026 yang ditujukan kepada Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution.

    Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengatakan penunjukan Sumatera Utara sebagai tuan rumah merupakan bagian dari upaya pemerataan penyelenggaraan event sepak bola internasional di Indonesia.

    “Sepak bola adalah milik seluruh masyarakat Indonesia. Kami ingin memberikan kesempatan bagi berbagai daerah untuk menjadi bagian dari penyelenggaraan event internasional. Sumatera Utara menunjukkan kesiapan dan dukungan yang baik,” kata Erick Thohir melalui laman resmi PSSI, Jumat (13/3/2026).

    Menurut Erick, Sumatera Utara dipilih karena dinilai berhasil menyelenggarakan turnamen sebelumnya, yakni Piala Kemerdekaan 2025. Keberhasilan tersebut menjadi referensi penting bagi PSSI dalam menentukan tuan rumah.

    “Keberhasilan sebelumnya menjadi referensi penting. Kami melihat adanya kesiapan dari sisi fasilitas dan dukungan masyarakat,” ujarnya.

    Sumatera Utara juga tercatat sebagai provinsi pertama di luar Pulau Jawa yang dipercaya menjadi tuan rumah turnamen AFF U-19.

    Inspeksi Stadion dan Fasilitas

    Untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan turnamen, PSSI telah melakukan inspeksi stadion dan fasilitas latihan di Sumatera Utara pada 25–27 Februari 2026. Inspeksi tersebut dipimpin oleh anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga.

    Selain itu, pihak AFF juga dijadwalkan melakukan inspeksi lanjutan pada April 2026 guna memastikan seluruh fasilitas memenuhi standar penyelenggaraan turnamen internasional.

    PSSI berharap ajang ini dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan sepak bola di daerah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

    “Harapannya, kegiatan seperti ini bisa menjadi momentum bagi daerah untuk terus meningkatkan fasilitas olahraga serta mendorong tumbuhnya ekosistem sepak bola yang lebih luas,” tambah Erick.

    Usulan Venue Pertandingan

    Sejumlah stadion di Sumatera Utara diusulkan menjadi tempat pertandingan, yaitu:

    Stadion Utama Sumatera Utara

    Stadion Teladan

    Stadion Mini Pancing

    Lapangan Latihan yang Disiapkan

    Sementara itu, fasilitas lapangan latihan yang disiapkan untuk para peserta meliputi:

    Stadion Mini Pancing

    Stadion Madya Sumatera Utara 1

    Stadion Madya Sumatera Utara 2

    Lapangan PPLP Sumatera Utara

    Lapangan Cadika Medan

    Dengan penunjukan ini, diharapkan Sumatera Utara mampu menjadi tuan rumah yang sukses sekaligus memperkuat posisi daerah tersebut sebagai salah satu pusat perkembangan sepak bola nasional. ⚽

  • Safari Ramadhan KSJ Bantu Warga Dhuafa di Sepanjang Jalan Lintas Sumatra

    Safari Ramadhan KSJ Bantu Warga Dhuafa di Sepanjang Jalan Lintas Sumatra

    indeksnews.web.id/. SUMUT – Panas terik maupun hujan tidak menyurutkan semangat Tim Komunitas Sedekah Jumat (KSJ) dalam melaksanakan kegiatan Safari Ramadhan 1447 Hijriah. Dalam kegiatan rutin yang digelar pada Jumat (13/3/2026), para relawan KSJ turun langsung ke jalan untuk membantu warga dhuafa yang mencari nafkah di sepanjang Jalan Lintas Sumatra.

    Dalam kegiatan tersebut, tim KSJ menyasar para pekerja jalanan yang setiap hari berjuang mencari rezeki, seperti pengatur lalu lintas sukarela, tukang tambal ban, tukang becak, hingga penjahit sepatu yang ditemui langsung oleh relawan saat Safari Ramadhan berlangsung.

    Salah seorang lansia yang bekerja sebagai tukang becak dayung, Wak Adi (67), tak kuasa menahan haru saat tim KSJ menghampirinya di Jalan Lintas Sumatra, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

    Kepada awak media, Wak Adi mengaku sejak pagi menunggu penumpang namun belum mendapatkan hasil.

    “Dari jam 10.00 WIB saya menunggu penumpang, tapi belum ada satu pun yang naik becak saya. Mungkin karena becak dayung sudah kalah dengan becak motor,” ujarnya dengan nada haru.

    Ia mengatakan, jika sedang beruntung dirinya bisa mendapatkan penghasilan sekitar Rp35.000 per hari, yang menurutnya sudah cukup untuk membantu kebutuhan keluarga.

    “Dulu sebelum banyak betor, saya bisa dapat sampai Rp70 ribu per hari. Sekarang karena sudah tua, paling hanya setengahnya saja,” tambahnya.

    Kisah serupa juga disampaikan Rahmad Lubis (55), seorang tukang tambal ban yang setiap hari bekerja di pinggir jalan. Ia mengaku bersyukur dengan pekerjaan yang dijalaninya meski penghasilan tidak menentu.

    “Kalau rezekinya bagus bisa dapat Rp70 sampai Rp80 ribu sehari. Tapi biasanya sekitar Rp50 ribu,” ujarnya.

    Rahmad juga mengaku tidak pernah mematok harga saat menambal ban, terutama jika yang datang adalah pelajar.

    “Kalau anak sekolah kadang cuma bayar Rp5.000. Bahkan sering juga tidak saya minta apa-apa, karena saya tahu mereka tidak punya banyak uang. Menurut saya rezeki sudah diatur Allah SWT, kita juga harus membantu sesama,” katanya.

    Sementara itu, Pendiri KSJ H. Ikhwan Lubis, SH, MH, yang dikenal dengan sebutan Sang Pejuang Dhuafa, menegaskan bahwa KSJ akan terus bergerak membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama di bulan suci Ramadhan.

    “KSJ akan bergerak di mana pun kami berada, bukan hanya dari pintu ke pintu. Semua sisi masyarakat yang membutuhkan akan kita bantu. Apalagi di bulan Ramadhan ini, bulan penuh berkah,” ujar Ikhwan Lubis.

    Ia menambahkan bahwa kegiatan Sedekah Jumat yang dilakukan KSJ diharapkan dapat memberikan harapan bagi masyarakat yang berjuang mencari nafkah setiap hari namun belum tentu mendapatkan penghasilan.

    “Kami berharap apa yang kami lakukan ini dapat memberi harapan bagi mereka yang sejak pagi hingga sore mencari rezeki untuk keluarga. Semoga ini juga menjadi inspirasi bagi para pelaku sosial lainnya untuk melakukan hal yang sama,” tandasnya.

    Kegiatan Safari Ramadhan KSJ ini pun menjadi wujud nyata kepedulian sosial terhadap masyarakat kecil yang setiap hari bekerja keras demi memenuhi kebutuhan keluarga mereka.

  • Buka Puasa Bersama Insan Pers, Kajati Sumut Ajak Media Tebar Kebaikan dan Perangi Hoaks

    Buka Puasa Bersama Insan Pers, Kajati Sumut Ajak Media Tebar Kebaikan dan Perangi Hoaks

    TOPINFORMASI. MEDAN – Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajati Sumut) Dr. Harli Siregar, SH, MH menggelar kegiatan buka puasa bersama insan pers di lingkungan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dalam rangka mempererat silaturahmi pada bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

    Kegiatan yang berlangsung di aula Kantor Kejati Sumut, Jalan A.H. Nasution, Medan, pada Rabu (11/3/2026) tersebut dihadiri oleh Wakil Kepala Kejati Sumut, Ketua PWI Sumatera Utara Farianda Putra Sinik, Ketua SMSI Sumatera Utara Erris J. Napitupulu, Ketua Forum Wartawan Kejaksaan (Forwaka) Sumut Irfandi, serta ratusan undangan dari berbagai organisasi pers dan media.

    Dalam sambutannya, Kajati Sumut Harli Siregar menyampaikan bahwa momentum Ramadhan, khususnya kegiatan buka puasa bersama, merupakan kesempatan yang baik untuk mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat hubungan antara Kejaksaan dan insan pers.

    Menurutnya, hubungan yang harmonis antara lembaga penegak hukum dan media sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Pers memiliki peran strategis sebagai pilar keempat demokrasi yang berfungsi menyampaikan informasi secara objektif, berimbang, serta menjadi kontrol sosial di tengah masyarakat.

    “Pers memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat, termasuk mengenai kinerja Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. Karena itu, sinergi antara Kejaksaan dan media harus terus dijaga dengan baik,” ujar Harli.

    Dalam kesempatan tersebut, Harli juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dalam penyebaran informasi. Ia berharap insan pers selalu mengedepankan prinsip verifikasi atau tabayyun sebelum menyampaikan suatu berita kepada publik.

    Mengusung tema “Menebar Kebaikan dan Menjauhi Hoaks”, Harli menegaskan bahwa penyebaran informasi yang tidak benar atau hoaks dapat merugikan banyak pihak serta berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

    “Dalam menyampaikan berita, penting untuk melakukan check and recheck serta konfirmasi agar informasi yang disampaikan benar dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

    Ia juga menegaskan bahwa kebebasan pers merupakan hal yang dijamin di Negara Kesatuan Republik Indonesia dan tidak boleh dibungkam. Namun demikian, kebebasan tersebut harus dijalankan secara bertanggung jawab sesuai dengan kode etik jurnalistik.

    Pada kesempatan yang sama, Harli mengungkapkan rencana Kejati Sumut untuk mendorong peningkatan kompetensi wartawan yang bertugas meliput di lingkungan Kejaksaan melalui program Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

    “Kami berencana menggagas pelaksanaan UKW bagi rekan-rekan wartawan yang bertugas di Kejati Sumut. Minimal satu kelas, bahkan jika memungkinkan hingga lima kelas. Ini untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing wartawan,” jelasnya.

    Program tersebut diharapkan mampu melahirkan wartawan yang profesional sehingga informasi mengenai kinerja Kejaksaan dapat tersampaikan kepada masyarakat secara akurat dan berkualitas.

    Harli juga menegaskan telah menginstruksikan seluruh jajaran di Kejati Sumut agar terbuka dalam memberikan informasi kepada media selama sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

    “Informasi adalah hak publik. Karena itu jajaran Kejati Sumut harus terbuka kepada media, dan selanjutnya rekan-rekan pers dapat menyajikannya kepada masyarakat sesuai dengan kaidah serta kode etik jurnalistik,” ujarnya.

    Menutup sambutannya, Harli Siregar mengucapkan terima kasih kepada seluruh insan pers yang telah hadir dalam kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin menjelang Hari Raya Idul Fitri.

    “Saya juga menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh rekan-rekan media. Dalam waktu sekitar 10 hari ke depan kita akan menyambut Hari Raya Idul Fitri, semoga kita semua diberikan kesehatan dan keberkahan,” pungkasnya.

    Sebelumnya, Ketua PWI Sumut Farianda Putra Sinik mengapresiasi kegiatan buka puasa bersama yang digelar Kejati Sumut.

    “Selama lima tahun masa jabatan saya, baru Pak Harli Siregar yang mengundang kami para insan pers berbuka puasa bersama,” tuturnya.

    Dalam kegiatan tersebut, Kajati Sumut bersama Ketua PWI Sumut dan Ketua Forwaka Sumut juga menyerahkan bingkisan secara simbolis kepada perwakilan anak yatim, sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan suci Ramadhan.

    Hara O.P.Sihombing

  • Forwaka Sumut Gelar Safari Ramadhan, Santuni Anak Yatim Piatu di Kejati Sumut

    Forwaka Sumut Gelar Safari Ramadhan, Santuni Anak Yatim Piatu di Kejati Sumut

    TOPINFORMASI. MEDAN – Forum Wartawan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Forwaka Sumut) menggelar kegiatan Safari Ramadhan 1447 H/2026 M dengan menyantuni anak yatim piatu di sela acara buka puasa bersama dengan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajati Sumut) dan para insan pers.

    Kegiatan tersebut berlangsung di Adhyaksa Hall Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Jalan AH Nasution No. 1 C, Medan, pada Rabu (11/3/2026).

    Santunan kepada anak yatim piatu diserahkan langsung oleh Kajati Sumut Dr. Harli Siregar, S.H., M.Hum, didampingi Wakajati Sumut Abdullah Noer Deny, S.H., M.H, Ketua Forwaka Sumut Irfandi, Ketua PWI Sumut Farianda Sinik, Ketua SMSI Sumut Erris J. Napitupulu, serta Ketua JMSI Sumut Rianto, S.H.

    Ketua Forwaka Sumut Irfandi, didampingi Sekretaris Tengku Andry Pratama dan Bendahara Awaludin Syah Putra Lubis, menyampaikan bahwa kegiatan Safari Ramadhan ini merupakan agenda rutin yang bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan amal ibadah dan kepedulian sosial di bulan suci Ramadhan.

    “Kegiatan ini kerap kita lakukan setiap tahun di bulan suci Ramadhan untuk menjalin silaturahmi serta mempererat persaudaraan dengan meningkatkan amal, ibadah, dan sedekah,” ungkap Irfandi.

    Ia menambahkan, rangkaian kegiatan Safari Ramadhan Forwaka Sumut tidak hanya berhenti pada santunan anak yatim, tetapi juga akan dilanjutkan dengan kegiatan sosial lainnya.

    “Setelah kegiatan penyantunan anak yatim piatu ini, dalam waktu dekat Forwaka Sumut juga akan memberikan santunan ke beberapa panti asuhan serta membagikan takjil kepada pengguna jalan yang tidak sempat berbuka di rumah,” jelasnya.

    Irfandi juga mengapresiasi dukungan dari Kajati Sumut Dr. Harli Siregar beserta jajaran yang turut mendukung terselenggaranya kegiatan sosial tersebut.

    “Saya sangat mengapresiasi Kajati Sumut dan para pengurus yang telah mendukung serta menyukseskan kegiatan positif, khususnya kegiatan sosial yang dibuat oleh Forwaka Sumut di bulan penuh berkah ini,” tutup Irfandi.

    Hara O.P.Sihombing

  • Komplotan Begal Sekap 10 Pemuda di Tanjungbalai, 3 Ditangkap

    Komplotan Begal Sekap 10 Pemuda di Tanjungbalai, 3 Ditangkap

    TOPINFORMASI. TANJUNGBALAI-Komplotan begal yang diduga membawa senjata api dan senjata tajam menyekap 10 pemuda di kawasan Ujung Tanjung, Pasiran, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, Kota Tanjungbalai, Kamis dinihari, 12 Maret 2026.

    Tiga terduga pelaku berhasil diamankan warga.

    Salah seorang di antaranya disebut-sebut merupakan adik seorang personel Polda Sumatera Utara berpangkat Komisaris Polisi (Kompol).

    Para korban yang merupakan warga Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan, melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Tanjungbalai pada Kamis malam.

    Salah seorang korban, Kevin Sirait, 18 tahun, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.00 WIB saat mereka berkumpul di kawasan Ujung Tanjung.

    Tiba-tiba sekitar delapan pria tak dikenal mendatangi mereka.

    “Pelaku langsung menodongkan pisau dan samurai. Dua orang lainnya menodongkan pistol ke kening kami,” kata Kevin saat membuat laporan di Polres Tanjungbalai.

    Menurutnya, para pelaku kemudian merampas telepon genggam dan uang milik korban.

    Mereka juga meminta tebusan sebesar Rp5 juta agar para korban dilepaskan.

    Para korban sempat dibawa menggunakan mobil menuju daerah Sei Nangka hingga sekitar pukul 05.00 WIB.

    Sepuluh korban yang disekap antara lain Kevin Sirait (18), Raju (22), Nashruddin (19), Joni Sitorus (18), Rafli (19), Yusuf (19), Chairul Anwar Syahputra, dan M. Aidil.

    Seluruhnya merupakan warga Desa Pertahanan, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan.

    Peristiwa itu terungkap setelah para pelaku bernegosiasi dengan korban untuk mengambil uang tebusan.

    Saat itu Nashruddin bersama tiga pelaku berboncengan menggunakan dua sepeda motor menuju Sei Kepayang untuk mengambil uang sesuai permintaan pelaku.

    Dalam perjalanan, Nashruddin melompat dari sepeda motor dan berteriak meminta pertolongan warga.

    “Saya langsung melompat dari sepeda motor dan berteriak bahwa saya sedang dibegal,” kata Nashruddin.

    Warga yang mendengar teriakan tersebut kemudian mengamankan tiga terduga pelaku dan membawanya ke Polsek Sei Kepayang sebelum diserahkan ke Polres Tanjungbalai.

    Akibat kejadian itu, para korban kehilangan uang dan tujuh unit telepon genggam.

    Sejumlah korban juga mengalami luka lebam akibat penganiayaan oleh pelaku.

    Kedatangan para korban ke Polres Tanjungbalai turut didampingi staf Kantor Kepala Desa Pertahanan, Hamdan Tambunan.

    Ia meminta kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut, termasuk memastikan jenis senjata api yang digunakan pelaku.

    “Korban mengalami trauma. Kami berharap kasus ini segera diungkap tuntas, apalagi tiga pelaku sudah diamankan,” kata Hamdan.

    Nashruddin resmi melaporkan kejadian itu ke Polres Tanjungbalai dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan Nomor STTLP/B/73/III/2026/SPKT/RES T.BALAI/POLDA SUMUT tertanggal 12 Maret 2026.

    Berdasarkan laporan tersebut, tiga terduga pelaku yang telah diamankan masing-masing berinisial NA, DR, dan RI.

    Ketiganya diduga melanggar Pasal 479 UU Nomor 1 Tahun 2023 (KUHP baru) mengatur tentang pencurian dengan kekerasan.

    Kapolres Tanjungbalai, AKBP Welman Feri melalui Kepala Seksi Humas Ipda Ruslan belum memberikan keterangan resmi saat dikonfirmasi.

    Polisi disebut masih memeriksa para korban dan mendalami keterlibatan pelaku lain dalam kasus tersebut.

  • Ayam BUMDes Rp155 Juta Raib, Dalih Dimangsa Biawak — Inspektorat Diminta Audit Direktur BUMDes Desa Jaba

    Ayam BUMDes Rp155 Juta Raib, Dalih Dimangsa Biawak — Inspektorat Diminta Audit Direktur BUMDes Desa Jaba

    TOPINFORMASI. DELI SERDANG – Dugaan penyimpangan penggunaan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) kembali mencuat di Desa Jaba, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang. Program peternakan ayam potong yang menggunakan penyertaan modal BUMDes sebesar Rp155 juta kini dipertanyakan setelah kandang yang dibangun untuk usaha tersebut ditemukan kosong tanpa aktivitas ternak.

    Tim awak media yang melakukan penelusuran langsung ke lokasi kandang pada Jumat (13/03/2026) mendapati area peternakan berada di atas lahan rawa yang tergenang air serta bekas kolam yang tidak terawat. Kondisi kandang terlihat tidak berfungsi sebagaimana mestinya dan tidak ditemukan adanya ayam potong yang sebelumnya disebut sebagai usaha produktif milik BUMDes.

    Dari hasil pengamatan di lapangan, bangunan kandang juga tidak menunjukkan adanya celah atau lubang besar yang berpotensi menjadi akses masuk hewan liar seperti biawak, sebagaimana alasan yang sebelumnya disampaikan pihak pengelola BUMDes kepada awak media.

    Direktur BUMDes Desa Jaba, Saryono, saat dikonfirmasi sehari sebelumnya, Kamis (12/03/2026), menyampaikan bahwa seluruh ayam ternak yang dikelola melalui program BUMDes tersebut telah habis dimangsa biawak.

    “Abis semua ayam dimangsa biawak bang,” ujar Saryono singkat.

    Pernyataan tersebut memunculkan tanda tanya di kalangan masyarakat, mengingat program peternakan ayam potong tersebut menggunakan dana penyertaan modal BUMDes yang nilainya mencapai Rp155 juta. Dana tersebut seharusnya dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel untuk meningkatkan pendapatan ekonomi desa.

    Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas Camat Namorambe, Nana Diana, menegaskan pihak kecamatan tidak akan mentolerir jika ditemukan adanya indikasi penyalahgunaan anggaran desa.

    “Kita akan kirimkan surat ke Inspektorat Kabupaten Deli Serdang jika yang bersangkutan tidak kooperatif dalam memberikan penjelasan terkait penggunaan dana BUMDes tersebut,” tegas Nana.

    Secara regulasi, pengelolaan BUMDes telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa serta Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa. Dalam aturan tersebut ditegaskan bahwa setiap pengelolaan usaha BUMDes wajib dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat desa.

    Apabila dalam proses audit ditemukan adanya penyalahgunaan kewenangan atau perbuatan yang menimbulkan kerugian keuangan negara, maka pihak yang bertanggung jawab dapat dijerat dengan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

    Pasal tersebut mengatur bahwa setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain menyalahgunakan kewenangan yang dapat merugikan keuangan negara dapat dipidana dengan ancaman penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun, serta denda paling sedikit Rp50 juta dan paling banyak Rp1 miliar.

    Selain itu, apabila ditemukan unsur perbuatan melawan hukum yang menyebabkan kerugian negara, pelaku juga dapat dijerat Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Tipikor dengan ancaman pidana penjara minimal 4 tahun hingga maksimal 20 tahun atau seumur hidup, serta denda hingga Rp1 miliar.

    Publik kini menunggu langkah tegas Inspektorat Kabupaten Deli Serdang untuk melakukan audit menyeluruh terhadap program peternakan ayam potong tersebut guna memastikan apakah benar ternak ayam habis dimangsa biawak atau terdapat indikasi penyimpangan dalam pengelolaan dana usaha milik desa tersebut.

    (REDAKSI)

  • Kapolres Tanjungbalai Pantau Langsung Pendistribusian Makanan Bergizi Gratis untuk Pelajar

    Kapolres Tanjungbalai Pantau Langsung Pendistribusian Makanan Bergizi Gratis untuk Pelajar

    TOPINFORMASI. TANJUNG BALAI – Komitmen Polri dalam mendukung peningkatan kesehatan generasi muda terus digalakkan. Pada Jumat pagi (13/3/2026), Polres Tanjung Balai melakukan monitoring langsung pendistribusian Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi para pelajar di wilayah hukum Polsek Datuk Bandar.

    Kegiatan yang dipusatkan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Tanjung Balai II, Jalan Husni Thamrin ini dipimpin langsung oleh Kapolres Tanjung Balai AKBP Welman Feri, S.I.K., M.I.K., didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Tanjung Balai Ny. Cinthia Welman.

    Dalam kegiatan tersebut, Kapolres bersama tim melakukan pengecekan secara langsung terhadap proses pengemasan (packing) makanan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan standar kebersihan, kualitas makanan, serta kandungan gizi tetap terjaga hingga sampai kepada para siswa penerima manfaat.

    Adapun menu makanan yang didistribusikan kali ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak, terdiri dari ayam ungkep berbumbu, telur rebus, buah jeruk segar, serta biskuit bernutrisi.

    Sebanyak 1.331 porsi makanan disalurkan kepada para pelajar yang tersebar di 18 titik sekolah, mulai dari tingkat PAUD, TK, SD hingga SMA/MA di wilayah tersebut.

    Kapolres Tanjung Balai AKBP Welman Feri menyampaikan bahwa kehadiran personel di lapangan bertujuan memastikan proses distribusi berjalan lancar serta tepat sasaran.

    “Kami ingin memastikan program ini benar-benar dirasakan langsung oleh anak-anak didik kita. Harapannya, asupan gizi yang baik ini dapat membantu meningkatkan konsentrasi belajar serta mendukung tumbuh kembang mereka,” ujarnya.

    Para siswa terlihat antusias menyambut kedatangan Kapolres beserta jajaran yang membawa paket makanan sehat tersebut. Program ini menjadi bukti nyata sinergi Polri dengan masyarakat dalam mendukung terciptanya generasi emas Indonesia yang sehat, cerdas, dan berprestasi.

    Penulis : Solihin