Category: Lingkungan, Sosial & Organisasi

  • Polsek Bosar Maligas Gerebek dan Bakar Gubuk Diduga Lapak Narkoba di Nagori Boluk

    Polsek Bosar Maligas Gerebek dan Bakar Gubuk Diduga Lapak Narkoba di Nagori Boluk

    SIMALUNGUN,indeksnews.web.id/  – Komitmen pemberantasan narkoba kembali ditegaskan jajaran Polsek Bosar Maligas, Polres Simalungun, Polda Sumatera Utara dengan menggerebek dan membakar sebuah gubuk yang diduga dijadikan lokasi penyalahgunaan narkotika di kawasan perladangan Nagori Boluk, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Selasa (7/4/2026) sore.

    Gubuk tersebut berada di perladangan milik warga bernama Samadi, tepatnya di Huta II Penggalangan. Operasi dilakukan sekitar pukul 18.00 WIB hingga selesai.

    Kasi Humas Polres Simalungun, Verry Purba, membenarkan adanya tindakan tegas tersebut. Ia menyebut langkah ini merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam memerangi narkoba di wilayah hukumnya.

    “Kami tidak mengenal kompromi dalam menghadapi narkoba. Setiap laporan masyarakat adalah amanah yang wajib kami tindaklanjuti,” ujarnya saat dikonfirmasi.

    Kapolsek Bosar Maligas, Sonni G. Silalahi, menjelaskan bahwa operasi ini berawal dari laporan masyarakat yang resah terhadap aktivitas mencurigakan di lokasi tersebut.

    Menindaklanjuti informasi itu, ia langsung memerintahkan Kanit Reskrim, Roy Jansen O. Sunggu, bersama tim untuk melakukan penyelidikan dan pengintaian.

    Saat petugas tiba di lokasi, sejumlah orang yang diduga berada di dalam gubuk langsung melarikan diri ke area perladangan yang dipenuhi semak belukar. Upaya pengejaran sempat dilakukan, namun pelaku berhasil meloloskan diri.

    Meski demikian, petugas tetap melakukan penggeledahan di lokasi. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan sejumlah barang bukti berupa plastik klip bekas pakai yang diduga kuat terkait aktivitas penyalahgunaan narkotika.

    “Temuan tersebut mengindikasikan bahwa gubuk ini memang digunakan sebagai tempat penyalahgunaan narkoba,” ungkap Verry Purba.

    Selanjutnya, pihak kepolisian berkoordinasi dengan aparat setempat, termasuk Gamot Nagori Boluk, Edi Susanto. Dari hasil koordinasi diketahui bahwa pemilik lahan, Samadi, tidak mengetahui adanya pendirian gubuk tersebut.

    Dengan persetujuan pemilik lahan dan pemerintah setempat, petugas bersama warga kemudian merubuhkan dan membakar gubuk hingga rata dengan tanah sebagai bentuk penindakan tegas.

    Langkah ini sekaligus menjadi simbol sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah tersebut.

    Pasca kegiatan, situasi di lokasi dilaporkan aman dan kondusif. Pihak kepolisian menegaskan akan terus melakukan patroli dan penindakan guna memastikan wilayah Bosar Maligas bersih dari narkoba.

  • SD Negeri 135564 Tanjung Balai Gelar Halal Bihalal Penuh Haru dan Kebersamaan

    SD Negeri 135564 Tanjung Balai Gelar Halal Bihalal Penuh Haru dan Kebersamaan

    TANJUNGBALAI ,indeksnews.web.id/  Suasana hangat dan penuh haru mewarnai kegiatan Halal Bihalal yang digelar di SD Negeri 135564 Tanjung Balai, Rabu (8/4/2026).

    Acara yang berlangsung di halaman sekolah tersebut diikuti oleh seluruh siswa dan guru. Mereka berkumpul membentuk lingkaran, kemudian saling bersalaman dan berpelukan sebagai bentuk saling memaafkan usai perayaan Idulfitri.

    Kepala Sekolah, Yati Harlina, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momen penting untuk mempererat tali silaturahmi di lingkungan sekolah.

    “Halal Bihalal ini menjadi momen penting bagi kami untuk saling memaafkan dan mempererat kebersamaan antara guru dan siswa,” ujarnya.

    Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Para siswa tampak gembira mengikuti setiap rangkaian acara, sementara para guru turut larut dalam suasana kekeluargaan yang tercipta.

    Selain sebagai ajang saling memaafkan, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai kebersamaan, saling menghormati, dan memperkuat hubungan emosional antara pendidik dan peserta didik.

    Yati Harlina berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di tahun-tahun mendatang.

    “Semoga ke depan kegiatan seperti ini dapat terus kita laksanakan untuk menjaga kebersamaan dan kekompakan di lingkungan sekolah,” tambahnya.

    Dengan suasana yang penuh kehangatan, Halal Bihalal ini menjadi momen berharga bagi seluruh keluarga besar SD Negeri 135564 Tanjung Balai.

  • Ketua Komisi l DPRD Kabupaten Batubara: “Lapangan Bola Yang Dibeli Dari Urunan Masyarakat Tidak Boleh Di Rebut Negara”  ‎

    Ketua Komisi l DPRD Kabupaten Batubara: “Lapangan Bola Yang Dibeli Dari Urunan Masyarakat Tidak Boleh Di Rebut Negara” ‎

    BATUBARA,indeksnews.web.id/-Ketua Komisi 1 DPRD Batubara H Darius meminta pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Gunung Rante Kecamatan Talawi Kabupaten Batubara diminta agar ditunda dulu.

    ‎Permintaan tersebut disampaikan Darius pada rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi 1 atas keberatan masyarakat tentang pengalihan lapangan bola menjadi lokasi pembangunan gerai KDMP, Selasa 7/4/2026.

    ‎Darius menjelaskan, lapangan bola yang dijadikan lokasi pembangunan KDMP merupakan milik masyarakat yang dibeli dahulunya secara urunan atau swadaya masyarakat sehingga tidak boleh direbut negara.

    ‎Pada RDP yang diikuti puluhan warga Desa Gunung Rante termasuk Kasianus Purba (84) selaku saksi sekaligus pelaku sejarah pembelian lahan lapangan sepak bola gunung rante, tokoh masyarakat M Simbolon, S Pasaribu, tokoh pemuda dan belasan masyarakat gunung rante itu berujung memanas.

    Dalam kesempatan itu Karsianus ‎Purba memaparkan kronologis pembelian lahan tanah lapangan bola sekaligus sebagai lokasi upacara peringatan HUT 17 Agustus dan sarana olahraga.

    ‎”Pada tahun 1970an, “tanah lapang dibeli dari Siallagan dan Sitio secara urunan oleh masyarakat dengan  harga 2 kaleng beras perrante. Sementara  lahan yang dibeli 20 rante.  Karena uang yang dikumpulkan dari masyarakat belum mencukupi, akhirnya kami perangkat desa urunan untuk membeli lahan untuk lapangan bola, gaji kami dipotong selama 5 bulan”, ungkap Karsianus yang saat itu merupakan salah satu perangkat Desa Panjang.

    ‎Pada RDP tersebut terungkap bahwa Kades Amrin Panahatan Manurung telah menerbitkan surat yang menyatakan lahan sepak bola tersebut merupakan aset desa.

    ‎Manurung mengatakan dalam rapat di kantor desa ada kesepakatan untuk membuat legalitas lapangan bola.  Ia mengklaim pada rapat tersebut sudah ada kesepakatan lapangan bola merupakan aset desa

    ‎Namun M Simbolon menampik penjelasan Kades. ‎”Saya tegaskan, masyarakat Desa Gunung Rante setuju pembangunan KDMP di desa. Namun masyarakat keberatan karena gerai KDMP dibangun diatas lapangan bola yang merupakan milik masyarakat,” tegasnya.

    ‎Diakuinya, memang dalam rapat di kantor desa ada usul untuk membuat legalitas lahan lapangan bola. Namun ia minta dengan syarat surat yang dibuat bukan menjadi aset desa namun menjadi aset masyarakat.

    ‎Terkait penerbitan surat lapangan bola menjadi aset desa, Darius mengatakan seharusnya ada alas hak terlebih dahulu, karena lahan tersebut sudah dikuasai masyarakat cukup lama.

    ‎Darius menegaskan, Komisi l akan ke lapangan untuk melihat kondisi ril di lapangan, termasuk mengecek kebenaran tandatangan masyarakat yang mendukung lapangan bola menjadi KDMP.

    ‎”Jadi kami tegaskan kembali, agar pembangunan KDMP distop dulu (stanvas) menunggu pengecekan dilapangan dan pembahasan di internal komisi untuk mendapatkan solusi,” tegasnya.

    Dalam kesempatan itu, Ketua PD IWO Batubara, Darmansyah yang mendampingi warga mengungkapkan beberapa kejanggalan dalam penyerahan lahan lapangan bola gunung rante ke

    ‎pihak KDMP yang dinilai sangat tergesa-gesa (prematur).

    ‎”Apa lagi surat keterangan tanah yang ditandatangani Kepala Desa (Kades) Gunung Rante Amrin Panahatan Manurung itu baru diterbitkan pada 23 Februari 2026, dan penyerahan hanya antara Kades dengan pihak KDMP saja,” terangnya.

    Selain itu Darmansyah juga memaparkan beberapa poin tuntutan masyarakat, diantaranya “kembalikan lahan tersebut sebagai lapangan bola, merubah surat tanah yang sudah diterbitkan sebagai aset desa menjadi milik masyarakat gunung rante, atau Kepala Desa mengganti lahan lapangan bola dengan luas yang sama di lokasi lain”.

  • KPU Tebing Tinggi Buka Suara soal Polemik Ijazah Wakil Wali Kota, Sebut Tak Pernah Lihat D3

    KPU Tebing Tinggi Buka Suara soal Polemik Ijazah Wakil Wali Kota, Sebut Tak Pernah Lihat D3

    TEBING TINGGI ,indeksnews.web.id/ – Komisi Pemilihan Umum Kota Tebing Tinggi akhirnya buka suara terkait polemik ijazah D3 milik Wakil Wali Kota Tebing Tinggi, Chairil Mukmin Tambunan.

    Ketua KPU Kota Tebing Tinggi, Emil Sofyan, menegaskan bahwa dalam proses pencalonan legislatif, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk melakukan verifikasi faktual terhadap ijazah yang dilampirkan calon.

    “Untuk legislatif, KPU tidak melakukan verifikasi faktual ijazah. Kami hanya memastikan dokumen tersebut telah dilegalisasi oleh pihak berwenang, seperti sekolah atau perguruan tinggi terkait,” ujarnya kepada wartawan, Senin (6/4/2026).

    Ia menjelaskan, dalam proses pendaftaran calon legislatif (caleg), dokumen ijazah hanya diperiksa secara administratif. Selama dokumen tersebut telah dilegalisasi oleh lembaga pendidikan resmi, maka dianggap telah memenuhi syarat.

    Emil menambahkan, mekanisme tersebut berbeda dengan pencalonan kepala daerah dalam Pilkada. Pada tahapan ini, KPU melakukan verifikasi lebih mendalam terhadap dokumen pendidikan yang disampaikan calon.

    “Kalau pilkada, ijazah calon kepala daerah wajib diverifikasi. Misalnya, jika sekolah sudah tidak aktif, kami akan meminta klarifikasi ke dinas pendidikan setempat,” jelasnya.

    Ia juga mengungkapkan bahwa pada Pilkada 2024, baik wali kota maupun wakil wali kota Tebing Tinggi melampirkan ijazah SMA, dan dokumen tersebut telah diverifikasi secara faktual oleh KPU.

    Terkait polemik yang berkembang, Emil menyebut pihaknya tidak pernah melihat langsung ijazah D3 milik Wakil Wali Kota tersebut.

    “Tidak pernah melihat ijazah D3 tersebut,” tegasnya.

    Sementara itu, berdasarkan informasi yang tercantum pada situs resmi Pemerintah Kota Tebing Tinggi, riwayat pendidikan Chairil Mukmin Tambunan mencantumkan D-3 YPK Medan (1987–1991), S1 STIE Teladan Medan (2000–2002), serta S2 Universitas Pembangunan Masyarakat Indonesia (UPMI).

    Namun, penelusuran terhadap salah satu institusi pendidikan yang disebut belum menemukan nama yang bersangkutan dalam data administrasi kampus.

    Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Chairil Mukmin Tambunan terkait polemik ijazah tersebut.

  • Cegah Kelangkaan BBM, Polsek Datuk Bandar Pantau Langsung SPBU Batu 7

    Cegah Kelangkaan BBM, Polsek Datuk Bandar Pantau Langsung SPBU Batu 7

    TANJUNG BALAI ,indeksnews.web.id/  Personel Polsek Datuk Bandar terus meningkatkan pengawasan guna memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) tetap aman dan lancar bagi masyarakat.

    Pada Selasa (7/4) siang, dua personel Polsek Datuk Bandar melaksanakan patroli intensif di SPBU Pertamina Batu 7 yang berada di Jalan Sudirman, Kelurahan Sijambi, Kota Tanjungbalai.

    Kegiatan tersebut dipimpin oleh M. Sianturi bersama Aipda Ade Arwan, dengan fokus utama mengantisipasi praktik penimbunan BBM yang berpotensi merugikan masyarakat.

    Dalam pemantauan yang dilakukan sekitar pukul 13.00 WIB, personel tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga berdialog langsung dengan petugas SPBU. Mereka memberikan imbauan agar seluruh pihak bekerja sesuai aturan dan tidak melakukan pelanggaran hukum, seperti penimbunan atau penyalahgunaan distribusi BBM.

    “Kami hadir untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan tepat sasaran. Kami juga meminta pihak SPBU untuk tidak melayani pembelian berlebih yang mencurigakan demi menjaga stabilitas stok di Tanjung Balai,” ujar Aiptu M. Sianturi di lokasi.

    Dari hasil pemantauan di lapangan, aktivitas pengisian BBM di SPBU Batu 7 terpantau berjalan tertib dan lancar. Tidak ditemukan antrean panjang maupun indikasi praktik kecurangan dalam distribusi bahan bakar.

    Polsek Datuk Bandar menegaskan bahwa patroli serupa akan terus dilakukan secara berkala sebagai bentuk komitmen dalam menjaga stabilitas distribusi energi sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

  • DPD Partai Demokrat Sumut Audiensi dengan Kajati, Perkuat Sinergitas Kelembagaan

    DPD Partai Demokrat Sumut Audiensi dengan Kajati, Perkuat Sinergitas Kelembagaan

    MEDAN,indeksnews.web.id/  – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Sumatera Utara menggelar audiensi sekaligus silaturahmi kelembagaan dengan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Selasa (7/4/2026). Kegiatan berlangsung di Aula Cipta Kerta, lantai III Kantor Kejati Sumut, Jalan Jenderal AH Nasution, Medan.

    Rombongan DPD Partai Demokrat Sumut dipimpin langsung oleh Muhammad Lokot Nasution yang juga merupakan anggota DPR RI Fraksi Demokrat daerah pemilihan Sumatera Utara. Turut hadir Sekretaris DPD Demokrat Sumut, para Ketua DPC se-Sumatera Utara, anggota DPRD dari Fraksi Demokrat kabupaten/kota, hingga perwakilan kepala daerah dari partai tersebut.

    Kedatangan rombongan disambut oleh Kepala Kejati Sumatera Utara, Harli Siregar, didampingi Wakajati Abdullah Noer Denny, para asisten, Kabag Tata Usaha, serta jajaran pejabat Kejati Sumut.

    Dalam sambutannya, Kajati Sumut menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut sebagai bentuk sinergi antara lembaga penegak hukum dan partai politik.

    “Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada jajaran Partai Demokrat Sumatera Utara yang dipimpin oleh Bapak Muhammad Lokot Nasution. Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam membangun komunikasi dan kemitraan kelembagaan,” ujar Harli Siregar.

    Pada kesempatan itu, Kajati juga memaparkan struktur organisasi serta capaian kinerja Kejati Sumatera Utara sebagai bentuk transparansi kepada publik, termasuk kepada lembaga legislatif sebagai representasi masyarakat.

    “Kami sampaikan progres dan capaian kinerja agar masyarakat, termasuk Partai Demokrat, dapat mengetahui secara jelas bagaimana kinerja jajaran Kejati Sumatera Utara,” jelasnya.

    Ia menegaskan bahwa audiensi ini merupakan langkah strategis dalam membangun sinergitas antara aparat penegak hukum dengan lembaga politik guna menciptakan kondusivitas hukum dan politik di Sumatera Utara.

    “Kita sepakat untuk bersama-sama memberikan kontribusi dalam pembangunan, khususnya menciptakan penegakan hukum yang bermartabat dan situasi yang kondusif,” tambahnya.

    Harli juga menekankan bahwa pertemuan antara penegak hukum dan partai politik bukan merupakan bentuk intervensi, melainkan bagian dari keterbukaan dan transparansi di era modern.

    “Kita dituntut bekerja secara transparan dan siap menerima kritik dari berbagai pihak demi pembangunan hukum untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya.

    Sementara itu, Ketua DPD Demokrat Sumut, Muhammad Lokot Nasution, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari jajaran Kejati Sumatera Utara.

    “Pertemuan ini menjadi momen penting untuk mempererat silaturahmi dan membangun komunikasi yang baik antara Partai Demokrat dengan Kejaksaan,” ujarnya.

    Ia juga menilai Kejati Sumatera Utara saat ini sebagai lembaga penegak hukum yang menunjukkan komitmen kuat dalam menjalankan tugasnya.

    “Secara jujur kami sampaikan, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara merupakan lembaga yang layak dibanggakan dalam penegakan hukum di wilayah ini,” ungkapnya.

    Lebih lanjut, Lokot menegaskan bahwa jajaran Partai Demokrat, baik di legislatif maupun eksekutif, berkomitmen mendukung penegakan hukum yang adil dan humanis.

    “Kami sepakat dan siap mendukung penuh langkah-langkah penegakan hukum yang adil dan humanis yang dilakukan Kejaksaan,” tegasnya.

    Audiensi ini diharapkan menjadi awal dari penguatan sinergi antara lembaga politik dan aparat penegak hukum dalam mendukung pembangunan daerah serta menciptakan stabilitas hukum dan politik di Sumatera Utara.

  • Arogan! Saat RDP Kades Gunung Rante Tidak Akui Joan Silalahi Warganya “Itu Bukan Warga Saya”

    Arogan! Saat RDP Kades Gunung Rante Tidak Akui Joan Silalahi Warganya “Itu Bukan Warga Saya”

    BATUBARA,indeksnews.web.id/-Arogan! Kades Gunung Rante, Kecamatan Talawi Kabupaten Batubara, Amrin Panahatan Manurung tidak akui Joan Silalahi sebagai warganya. “Ijin Pak Dewan, Dia bukan warga saya” ucap Amrin Panahatan Manurung saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait sengketa tanah lapang bola kaki hasil swadaya masyarakat dijadikan aset Desa Gunung Rante. Selasa 7/4/2026.

    RDP yang berlangsung Selasa 7/4/2026 di aula umum Sekretariat Dewan, dipimpin Ketua Komisi l DPRD Kabupaten Batubara, H Darius dan didampingi seluruh anggota Komisi l berjalan alot dan memanas.

    Memanasnya RDP yang berjalan 1 jam lebih itu diawali dari Kepala Desa Gunung Rante mengklaim bahwa lahan lapangan bola kaki itu merupakan aset Desa berdasarkan hibah dari marga Sialagan.

    “Tanah itu sudah di hibahkan untuk aset desa, ujarnya sembari menunjuk ke arah cucu Sialagan yang merupakan Kepala Dusun aktif di Desa Gunung Rante saat ini.

    Namun pengakuan Amrin Panahatan Manurung terbantahkan oleh keterangan Opung Karsianus Purba yang merupakan saksi sekaligus pelaku sejarah asal usul lahan tanah lapang bola kaki gunung rante yang saat ini dibangun gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

    Karsianus mengungkapkan, “sejarah tanah lapang bola kaki itu ada sejak tahun 70an masih masa Desa Panjang, Kecamatan Talawi Kabupaten Asahan. Dulu orang tua-tua dikampung itu berembuk untuk membuat kantor desa. Setelah kantor desa selesai, “kami kembali berembuk untuk membuat lapangan bola kaki, jelasnya

    Setelah itu “kamu kumpulkan masyarakat untuk bermusyawarah, dengan kesepakatan biaya untuk membeli tanah untuk lapangan bola kaki itu melalui urunan dari masyarakat. Di sepakati per rumah tangga sebanyak 2 gantang beras, atau per 1 Rante seharga 2 kaleng padi”, tuturnya.

    Namun saat itu benar-benar sulit, urunan masyarakat hanya mencapai 60%, jadi kekurangannya, gaji kami berlima di potong selama 5 bulan untuk menutupi kekurangannya”, tendas Opung Karsianus Purba.

    Sebelum RDP berlangsung, masyarakat Desa Gunung Rante yang dikoordinatori Joan Silalahi membentang spanduk dengan gambar ilustrasi yang menyatakan penolakan tanah lapang bola kaki gunung rante dijadikan aset desa, Saat itu Kepala Desa Gunung Rante Amrin Panahatan Manurung sudah bersikap arogan, dengan mengatakan, “salah itu gambar kalian, gambar lapangan orang kalian ambil, menipu kalian, “ucapannya kepada warganya sendiri.

    Mengamati situasi RDP semakin memanas, Ketua Komisi l, H Darius memutuskan, RDP akan di lanjutkan dengan peninjauan di lokasi, Komisi l bersama IWO”, dan waktu akan ditetapkan setelah hasil rapat internal Komisi l DPRD Kabupaten Batubara. (dr)

  • Gol Boleh Banyak, Persahabatan Tetap Utama di Laga Forwakum Vs APDESI Percut Sei Tuan

    Gol Boleh Banyak, Persahabatan Tetap Utama di Laga Forwakum Vs APDESI Percut Sei Tuan

    MEDAN,indeksnews.web.id/  – Senja di Lapangan Mini Soccer Komplek MMTC Pancing, Medan, Senin (6/4/2026), terasa berbeda. Laga persahabatan antara Forum Wartawan Hukum (Forwakum) melawan APDESI (Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia) Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, bukan sekadar pertandingan, melainkan ajang silaturahmi penuh keakraban.

    Sejak peluit awal dibunyikan sekitar pukul 18.00 WIB, kedua tim langsung tampil terbuka. Meski bertajuk persahabatan, tensi pertandingan tetap terasa dengan aksi saling serang yang menghibur para penonton di pinggir lapangan.

    Tim Forwakum yang merupakan gabungan dari Forwakum Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) dan Forwakum Sumut tampil solid. Kekompakan mereka terlihat dari alur permainan yang rapi dan saling pengertian antar pemain.

    Di sisi lain, tim APDESI Percut Sei Tuan tampil tak kalah semangat. Camat Percut Sei Tuan, Muhammad Kennedy Tarigan, turun langsung ke lapangan bersama para kepala desa dan lurah. Kehadirannya tidak hanya sebagai pimpinan wilayah, tetapi juga sebagai bagian dari tim yang berjuang di lapangan.

    Beberapa kali, Kennedy menunjukkan kemampuan olah bolanya dengan menembus lini tengah Forwakum dan menciptakan peluang. Namun, rapatnya pertahanan Forwakum membuat setiap upaya tersebut belum membuahkan hasil.

    Justru Forwakum tampil lebih efektif. Melalui serangan balik cepat, mereka berhasil mencetak dua gol di babak pertama dan menutup paruh laga dengan keunggulan 2-0.

    Usai jeda Magrib, suasana pertandingan semakin cair. Tawa dan sorakan semangat terdengar bersahut-sahutan, mencerminkan nuansa kekeluargaan yang kental.

    Memasuki babak kedua, Camat Kennedy kembali memimpin serangan. Ia aktif membantu pertahanan sekaligus mendorong lini depan timnya. Namun malam itu menjadi milik Forwakum. Mereka terus menambah pundi-pundi gol hingga total mencetak delapan gol tambahan.

    APDESI akhirnya mencetak gol hiburan melalui sepakan keras Kepala Desa Medan Estate, Asdat Lubis. Gol tersebut disambut meriah oleh seluruh yang hadir, termasuk pemain lawan.

    Skor akhir 10-1 memang menunjukkan dominasi Forwakum, namun hasil bukanlah tujuan utama. Usai peluit panjang, kedua tim saling bersalaman, tertawa, dan berfoto bersama tanpa sekat.

    “Ini bukan soal menang atau kalah. Kami sangat mengapresiasi kawan-kawan wartawan, khususnya Forwakum. Yang terpenting silaturahmi kita terjalin,” ujar Kennedy.

    Hal senada disampaikan Ketua Forwakum Sumut, Aris Rinaldi Nasution. Ia mengaku terkesan dengan sambutan hangat dari jajaran Kecamatan Percut Sei Tuan.

    “Terima kasih kepada Pak Camat, para kepala desa, lurah dan seluruh jajaran. Kebersamaan seperti ini yang kami harapkan terus terjaga,” ucapnya.

    Kebersamaan itu pun berlanjut di luar lapangan. Usai pertandingan, seluruh pemain berkumpul santai sambil ngopi di kawasan Medan Estate. Suasana semakin hangat saat diketahui Kepala Desa Sambirejo Timur, M Arifin, tengah merayakan ulang tahun ke-34.

    Di tengah canda dan obrolan ringan, tak ada lagi sekat antara wartawan dan aparatur desa. Malam itu menjadi bukti bahwa olahraga mampu menyatukan berbagai elemen dalam suasana penuh persahabatan dan kebersamaan.

  • Bersama Lawan Narkoba, Kades Suparyo Rangkul Anak Muda Lewat Kegiatan Positif

    Bersama Lawan Narkoba, Kades Suparyo Rangkul Anak Muda Lewat Kegiatan Positif

    DELI SERDANG,indeksnews.web.id/  – Pemerintah Desa (Pemdes) Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang terus menunjukkan komitmennya dalam memerangi penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda.

    Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi bahaya narkoba kepada kader anti narkoba yang diikuti sebanyak 30 peserta. Kegiatan ini juga menghadirkan Ketua Tim Pencegahan BNNK Deli Serdang, Esdras Idi Alfero Ginting, yang memberikan pemahaman terkait bahaya narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) beserta konsekuensi hukumnya.

    Kepala Desa Bandar Khalipah, Suparyo, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari inovasi desa bertajuk “Berkobar ACI” (Berantas Narkoba Remaja Aku Cinta Indonesia) yang digagas bersama kader PAAR bidang NAPZA.

    “Melalui program ini, kami ingin anak-anak dan remaja di Desa Bandar Khalipah memahami betapa berbahayanya narkoba, sekaligus menjauhi segala bentuk penyalahgunaannya,” ujar Suparyo, Selasa (7/4/2026).

    Ia menegaskan, upaya pencegahan tidak cukup hanya melalui sosialisasi, tetapi juga harus dibarengi dengan penyediaan ruang positif bagi generasi muda untuk berkembang. Oleh karena itu, pemerintah desa aktif berkoordinasi dengan berbagai kelompok masyarakat guna menampung minat dan bakat anak-anak serta remaja.

    Beragam kegiatan difasilitasi, mulai dari olahraga seperti sepak bola, pencak silat, badminton, hingga tenis meja. Sementara di bidang seni, tersedia kegiatan seni hadroh dan volksong religi yang turut memperkuat karakter generasi muda.

    Selain itu, desa juga mendorong kemandirian melalui pelatihan budidaya ikan air tawar sebagai bekal keterampilan. Kegiatan ini melibatkan Kelompok Tani Berkah Sehati bersama kader PAAR yang memberikan pelatihan budidaya ikan lele di kolam terpal di Jalan Benteng Hilir, Dusun XVII.

    Para peserta diajarkan mulai dari pengelolaan air, penebaran bibit, hingga perawatan ikan agar tumbuh optimal tanpa mencemari lingkungan.

    Tak hanya fokus pada keterampilan, penguatan karakter juga dilakukan melalui kegiatan bela diri. Perguruan Pencak Silat ASAD bekerja sama dengan kader PAAR memberikan pelatihan kepada anak-anak di Aula Masjid Baittul Makmur.

    Menurut Suparyo, kegiatan bela diri tidak hanya bertujuan untuk kebugaran, tetapi juga sebagai bekal dalam menjaga diri di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks.

    “Tujuan kami jelas, menjauhkan anak-anak dari kegiatan negatif seperti narkoba, geng motor, maupun tawuran, serta meningkatkan kepercayaan diri mereka untuk meraih prestasi,” jelasnya.

    Melalui berbagai program tersebut, Pemdes Bandar Khalipah berharap dapat mencetak generasi muda yang sehat, mandiri, berprestasi, serta memiliki daya saing di era globalisasi.

  • Kandang Ayam di Deli Serdang Ludes Terbakar, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

    Kandang Ayam di Deli Serdang Ludes Terbakar, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

    DELI SERDANG,indeksnews.web.id/  – Kebakaran melanda kandang ayam potong di Desa Lau Rakit, Kecamatan Sinembah Tanjung Muda (STM) Hilir, Kabupaten Deli Serdang, Senin (6/4/2026). Peristiwa tersebut menghanguskan kandang beserta sekitar 30 ribu ekor ayam dan sejumlah peralatan peternakan.

    Informasi yang dihimpun, api dengan cepat melalap bangunan kandang berikut fasilitas di dalamnya, termasuk boiler. Upaya pemadaman dilakukan secara mandiri oleh pihak pengelola peternakan dibantu warga sekitar tanpa keterlibatan petugas pemadam kebakaran di lokasi kejadian.

    Seorang warga setempat, Tarigan, menyebut kebakaran diduga dipicu korsleting listrik. “Diduga dari arus pendek listrik,” ujarnya.

    Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan dan keterangan resmi dari pihak berwenang.

    Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material akibat kebakaran diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

    Sementara itu, pemilik ternak ayam, Sarikat Barus, membantah kabar yang menyebut adanya penolakan terhadap petugas pemadam kebakaran (Damkar).

    “Tidak mungkin kami menolak kedatangan petugas Damkar ke lokasi kebakaran, apalagi untuk memadamkan api,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Selasa (7/4/2026).

    Ia menegaskan bahwa informasi yang beredar terkait dugaan penghalangan terhadap petugas Damkar tidak benar, sekaligus meluruskan kabar yang sempat berkembang di tengah masyarakat.