Category: Kabar

  • Buka Puasa Bersama Insan Pers, Kajati Sumut Ajak Media Tebar Kebaikan dan Perangi Hoaks

    Buka Puasa Bersama Insan Pers, Kajati Sumut Ajak Media Tebar Kebaikan dan Perangi Hoaks

    TOPINFORMASI. MEDAN – Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajati Sumut) Dr. Harli Siregar, SH, MH menggelar kegiatan buka puasa bersama insan pers di lingkungan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dalam rangka mempererat silaturahmi pada bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

    Kegiatan yang berlangsung di aula Kantor Kejati Sumut, Jalan A.H. Nasution, Medan, pada Rabu (11/3/2026) tersebut dihadiri oleh Wakil Kepala Kejati Sumut, Ketua PWI Sumatera Utara Farianda Putra Sinik, Ketua SMSI Sumatera Utara Erris J. Napitupulu, Ketua Forum Wartawan Kejaksaan (Forwaka) Sumut Irfandi, serta ratusan undangan dari berbagai organisasi pers dan media.

    Dalam sambutannya, Kajati Sumut Harli Siregar menyampaikan bahwa momentum Ramadhan, khususnya kegiatan buka puasa bersama, merupakan kesempatan yang baik untuk mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat hubungan antara Kejaksaan dan insan pers.

    Menurutnya, hubungan yang harmonis antara lembaga penegak hukum dan media sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Pers memiliki peran strategis sebagai pilar keempat demokrasi yang berfungsi menyampaikan informasi secara objektif, berimbang, serta menjadi kontrol sosial di tengah masyarakat.

    “Pers memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat, termasuk mengenai kinerja Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. Karena itu, sinergi antara Kejaksaan dan media harus terus dijaga dengan baik,” ujar Harli.

    Dalam kesempatan tersebut, Harli juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dalam penyebaran informasi. Ia berharap insan pers selalu mengedepankan prinsip verifikasi atau tabayyun sebelum menyampaikan suatu berita kepada publik.

    Mengusung tema “Menebar Kebaikan dan Menjauhi Hoaks”, Harli menegaskan bahwa penyebaran informasi yang tidak benar atau hoaks dapat merugikan banyak pihak serta berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

    “Dalam menyampaikan berita, penting untuk melakukan check and recheck serta konfirmasi agar informasi yang disampaikan benar dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

    Ia juga menegaskan bahwa kebebasan pers merupakan hal yang dijamin di Negara Kesatuan Republik Indonesia dan tidak boleh dibungkam. Namun demikian, kebebasan tersebut harus dijalankan secara bertanggung jawab sesuai dengan kode etik jurnalistik.

    Pada kesempatan yang sama, Harli mengungkapkan rencana Kejati Sumut untuk mendorong peningkatan kompetensi wartawan yang bertugas meliput di lingkungan Kejaksaan melalui program Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

    “Kami berencana menggagas pelaksanaan UKW bagi rekan-rekan wartawan yang bertugas di Kejati Sumut. Minimal satu kelas, bahkan jika memungkinkan hingga lima kelas. Ini untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing wartawan,” jelasnya.

    Program tersebut diharapkan mampu melahirkan wartawan yang profesional sehingga informasi mengenai kinerja Kejaksaan dapat tersampaikan kepada masyarakat secara akurat dan berkualitas.

    Harli juga menegaskan telah menginstruksikan seluruh jajaran di Kejati Sumut agar terbuka dalam memberikan informasi kepada media selama sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

    “Informasi adalah hak publik. Karena itu jajaran Kejati Sumut harus terbuka kepada media, dan selanjutnya rekan-rekan pers dapat menyajikannya kepada masyarakat sesuai dengan kaidah serta kode etik jurnalistik,” ujarnya.

    Menutup sambutannya, Harli Siregar mengucapkan terima kasih kepada seluruh insan pers yang telah hadir dalam kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin menjelang Hari Raya Idul Fitri.

    “Saya juga menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh rekan-rekan media. Dalam waktu sekitar 10 hari ke depan kita akan menyambut Hari Raya Idul Fitri, semoga kita semua diberikan kesehatan dan keberkahan,” pungkasnya.

    Sebelumnya, Ketua PWI Sumut Farianda Putra Sinik mengapresiasi kegiatan buka puasa bersama yang digelar Kejati Sumut.

    “Selama lima tahun masa jabatan saya, baru Pak Harli Siregar yang mengundang kami para insan pers berbuka puasa bersama,” tuturnya.

    Dalam kegiatan tersebut, Kajati Sumut bersama Ketua PWI Sumut dan Ketua Forwaka Sumut juga menyerahkan bingkisan secara simbolis kepada perwakilan anak yatim, sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan suci Ramadhan.

    Hara O.P.Sihombing

  • Forwaka Sumut Gelar Safari Ramadhan, Santuni Anak Yatim Piatu di Kejati Sumut

    Forwaka Sumut Gelar Safari Ramadhan, Santuni Anak Yatim Piatu di Kejati Sumut

    TOPINFORMASI. MEDAN – Forum Wartawan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Forwaka Sumut) menggelar kegiatan Safari Ramadhan 1447 H/2026 M dengan menyantuni anak yatim piatu di sela acara buka puasa bersama dengan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajati Sumut) dan para insan pers.

    Kegiatan tersebut berlangsung di Adhyaksa Hall Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Jalan AH Nasution No. 1 C, Medan, pada Rabu (11/3/2026).

    Santunan kepada anak yatim piatu diserahkan langsung oleh Kajati Sumut Dr. Harli Siregar, S.H., M.Hum, didampingi Wakajati Sumut Abdullah Noer Deny, S.H., M.H, Ketua Forwaka Sumut Irfandi, Ketua PWI Sumut Farianda Sinik, Ketua SMSI Sumut Erris J. Napitupulu, serta Ketua JMSI Sumut Rianto, S.H.

    Ketua Forwaka Sumut Irfandi, didampingi Sekretaris Tengku Andry Pratama dan Bendahara Awaludin Syah Putra Lubis, menyampaikan bahwa kegiatan Safari Ramadhan ini merupakan agenda rutin yang bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan amal ibadah dan kepedulian sosial di bulan suci Ramadhan.

    “Kegiatan ini kerap kita lakukan setiap tahun di bulan suci Ramadhan untuk menjalin silaturahmi serta mempererat persaudaraan dengan meningkatkan amal, ibadah, dan sedekah,” ungkap Irfandi.

    Ia menambahkan, rangkaian kegiatan Safari Ramadhan Forwaka Sumut tidak hanya berhenti pada santunan anak yatim, tetapi juga akan dilanjutkan dengan kegiatan sosial lainnya.

    “Setelah kegiatan penyantunan anak yatim piatu ini, dalam waktu dekat Forwaka Sumut juga akan memberikan santunan ke beberapa panti asuhan serta membagikan takjil kepada pengguna jalan yang tidak sempat berbuka di rumah,” jelasnya.

    Irfandi juga mengapresiasi dukungan dari Kajati Sumut Dr. Harli Siregar beserta jajaran yang turut mendukung terselenggaranya kegiatan sosial tersebut.

    “Saya sangat mengapresiasi Kajati Sumut dan para pengurus yang telah mendukung serta menyukseskan kegiatan positif, khususnya kegiatan sosial yang dibuat oleh Forwaka Sumut di bulan penuh berkah ini,” tutup Irfandi.

    Hara O.P.Sihombing

  • Ayam BUMDes Rp155 Juta Raib, Dalih Dimangsa Biawak — Inspektorat Diminta Audit Direktur BUMDes Desa Jaba

    Ayam BUMDes Rp155 Juta Raib, Dalih Dimangsa Biawak — Inspektorat Diminta Audit Direktur BUMDes Desa Jaba

    TOPINFORMASI. DELI SERDANG – Dugaan penyimpangan penggunaan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) kembali mencuat di Desa Jaba, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang. Program peternakan ayam potong yang menggunakan penyertaan modal BUMDes sebesar Rp155 juta kini dipertanyakan setelah kandang yang dibangun untuk usaha tersebut ditemukan kosong tanpa aktivitas ternak.

    Tim awak media yang melakukan penelusuran langsung ke lokasi kandang pada Jumat (13/03/2026) mendapati area peternakan berada di atas lahan rawa yang tergenang air serta bekas kolam yang tidak terawat. Kondisi kandang terlihat tidak berfungsi sebagaimana mestinya dan tidak ditemukan adanya ayam potong yang sebelumnya disebut sebagai usaha produktif milik BUMDes.

    Dari hasil pengamatan di lapangan, bangunan kandang juga tidak menunjukkan adanya celah atau lubang besar yang berpotensi menjadi akses masuk hewan liar seperti biawak, sebagaimana alasan yang sebelumnya disampaikan pihak pengelola BUMDes kepada awak media.

    Direktur BUMDes Desa Jaba, Saryono, saat dikonfirmasi sehari sebelumnya, Kamis (12/03/2026), menyampaikan bahwa seluruh ayam ternak yang dikelola melalui program BUMDes tersebut telah habis dimangsa biawak.

    “Abis semua ayam dimangsa biawak bang,” ujar Saryono singkat.

    Pernyataan tersebut memunculkan tanda tanya di kalangan masyarakat, mengingat program peternakan ayam potong tersebut menggunakan dana penyertaan modal BUMDes yang nilainya mencapai Rp155 juta. Dana tersebut seharusnya dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel untuk meningkatkan pendapatan ekonomi desa.

    Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas Camat Namorambe, Nana Diana, menegaskan pihak kecamatan tidak akan mentolerir jika ditemukan adanya indikasi penyalahgunaan anggaran desa.

    “Kita akan kirimkan surat ke Inspektorat Kabupaten Deli Serdang jika yang bersangkutan tidak kooperatif dalam memberikan penjelasan terkait penggunaan dana BUMDes tersebut,” tegas Nana.

    Secara regulasi, pengelolaan BUMDes telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa serta Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa. Dalam aturan tersebut ditegaskan bahwa setiap pengelolaan usaha BUMDes wajib dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat desa.

    Apabila dalam proses audit ditemukan adanya penyalahgunaan kewenangan atau perbuatan yang menimbulkan kerugian keuangan negara, maka pihak yang bertanggung jawab dapat dijerat dengan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

    Pasal tersebut mengatur bahwa setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain menyalahgunakan kewenangan yang dapat merugikan keuangan negara dapat dipidana dengan ancaman penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun, serta denda paling sedikit Rp50 juta dan paling banyak Rp1 miliar.

    Selain itu, apabila ditemukan unsur perbuatan melawan hukum yang menyebabkan kerugian negara, pelaku juga dapat dijerat Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Tipikor dengan ancaman pidana penjara minimal 4 tahun hingga maksimal 20 tahun atau seumur hidup, serta denda hingga Rp1 miliar.

    Publik kini menunggu langkah tegas Inspektorat Kabupaten Deli Serdang untuk melakukan audit menyeluruh terhadap program peternakan ayam potong tersebut guna memastikan apakah benar ternak ayam habis dimangsa biawak atau terdapat indikasi penyimpangan dalam pengelolaan dana usaha milik desa tersebut.

    (REDAKSI)

  • Pererat Sinergi Jaga Kamtibmas, Kapolsek Delitua Gelar Buka Puasa Bersama Wartawan

    Pererat Sinergi Jaga Kamtibmas, Kapolsek Delitua Gelar Buka Puasa Bersama Wartawan

    TOPINFORMASI.MEDAN  – Dalam rangka mempererat silaturahmi di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Kapolsek Delitua Kompol PS Simbolon bersama jajaran menggelar acara berbuka puasa bersama dengan para wartawan yang meliput wilayah hukum Polsek Delitua, Kamis (12/3/2026).

    Kegiatan yang berlangsung di Rumah Makan Lesehan Udana tersebut turut dihadiri Kanit Reskrim Iptu Putra Harahap, Panit Reskrim Ipda Andrianta Sembiring, serta seluruh jajaran Polsek Delitua. Acara ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara kepolisian dan insan pers dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

    Dalam suasana penuh keakraban, para jurnalis dan jajaran kepolisian berbincang santai sekaligus berbagi kebersamaan saat menunggu waktu berbuka puasa.

    Perwakilan jurnalis Polsek Delitua, Sastra Sembiring, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada Kapolsek Delitua beserta jajarannya atas undangan dan jamuan yang diberikan.

    “Tidak ada hal yang lebih baik untuk dikenang, selain membuat orang lain di sekitarmu bahagia saat mengenalmu,” ujar Sastra Sembiring.

    Ia juga mewakili rekan-rekan wartawan mengucapkan terima kasih kepada Kapolsek Delitua, Kanit Reskrim, serta seluruh jajaran atas keramahan dan perhatian yang diberikan kepada para jurnalis.

    Menurutnya, momentum Ramadhan ini diharapkan dapat semakin mempererat hubungan baik antara kepolisian dan media dalam mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

    “Semoga kita terus berkolaborasi menjaga kamtibmas tetap aman di wilayah hukum Polsek Delitua. Salam Presisi,” tambahnya.

    Sementara itu, kegiatan berbuka puasa bersama ini juga menjadi wujud nyata sinergi antara Polsek Delitua dan insan pers yang selama ini turut berperan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

    Melalui kebersamaan tersebut, diharapkan hubungan baik antara kepolisian dan media dapat terus terjalin kuat demi menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan damai bagi masyarakat di wilayah Delitua.

  • Dugaan Korupsi Dana Desa Memanas, Massa Geruduk Kantor Desa Tanjung Gusta

    Dugaan Korupsi Dana Desa Memanas, Massa Geruduk Kantor Desa Tanjung Gusta

    TANJUNG GUSTA,Topinformasi – Dugaan penyelewengan Anggaran Dana Desa (ADD) di Desa Tanjung Gusta memicu aksi protes dari kalangan mahasiswa. Massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pemerhati Hukum (AMPH) menggelar aksi unjuk rasa dengan “menggeruduk” Kantor Desa Tanjung Gusta, menuntut  transparansi pengelolaan keuangan desa.

     

    Aksi yang dipimpin Koordinator Lapangan Azli Ritonga tersebut berlangsung hingga sekitar pukul 14.00 WIB. Massa menyuarakan kekecewaan terhadap pengelolaan dana desa yang dinilai tidak transparan dan diduga tidak tepat sasaran.

    Dalam orasinya, Azli Ritonga menyampaikan sejumlah poin tuntutan yang menjadi dasar aksi mahasiswa dan warga. Di antaranya dugaan pengadaan fiktif pada belanja alat tulis kantor (ATK) dan kebutuhan operasional desa yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

    Selain itu, massa juga menyoroti dugaan adanya musyawarah desa yang bersifat fiktif. Menurut mereka, terdapat kegiatan yang tercantum dalam laporan administrasi desa, namun tidak pernah dilaksanakan atau tidak melibatkan masyarakat sebagaimana mestinya.

    Mahasiswa juga menyinggung temuan sejumlah stempel yang berada dalam satu plastik di meja bendahara desa. Temuan tersebut menimbulkan dugaan adanya praktik administrasi yang dinilai tidak sesuai prosedur.

    Tak hanya itu, massa mempertanyakan pengeluaran anggaran untuk pembayaran listrik yang diduga tidak sesuai dengan nilai yang tercantum dalam laporan keuangan. Mereka juga menyoroti adanya pemotongan gaji kepala dusun dan staf desa sebesar Rp85 ribu setiap bulan yang dinilai tidak memiliki dasar yang jelas.

    Sorotan lain datang dari program 50 unit bedah rumah yang disebut telah terealisasi. Namun, massa mengaku menerima informasi bahwa sekitar 35 unit dari program tersebut dijadikan alasan untuk pembayaran BPJS dan setoran ke PMD Kecamatan. Hal ini memunculkan pertanyaan terkait alokasi dana yang sebenarnya.

    Dalam tuntutannya, mahasiswa meminta Kepala Desa Tanjung Gusta Kawibowo segera memberikan klarifikasi terbuka kepada masyarakat melalui forum resmi desa. Mereka juga meminta agar laporan realisasi Anggaran Dana Desa disampaikan secara rinci dan tertulis, lengkap dengan bukti pengeluaran yang sah.

    Selain itu, massa menuntut penghentian segala bentuk pemotongan yang tidak memiliki dasar hukum yang jelas. Jika ditemukan indikasi penyimpangan, mereka mendesak agar dilakukan audit oleh Inspektorat Kabupaten maupun aparat penegak hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

    Ketegangan sempat mereda setelah massa ditemui oleh Penjabat (PJ) Kepala Desa Tanjung Gusta Irfan Zuhri yang didampingi Sekretaris Desa Nur Mardiah Lestari. Pertemuan dilakukan di depan pintu masuk kantor desa sebagai bentuk mediasi dengan para pengunjuk rasa.

    Di hadapan massa, Irfan Zuhri menyatakan pihaknya akan meninjau kembali laporan keuangan desa yang menjadi sorotan mahasiswa dan masyarakat.

    “Kami mendengar apa yang menjadi keresahan masyarakat. Sebagai Penjabat Kepala Desa, saya bersama Sekretaris Desa akan meninjau kembali laporan yang ada dan memastikan bahwa setiap rupiah dana desa dapat dipertanggungjawabkan sesuai aturan yang berlaku,” ujar Irfan Zuhri.

    Sementara itu, massa menilai jawaban yang disampaikan pihak pemerintah desa masih bersifat normatif dan belum menjawab secara rinci terkait dugaan penggunaan anggaran, khususnya pada program penanganan keadaan mendesak yang disebut memiliki nilai anggaran cukup besar.

    Di akhir aksi, mahasiswa menegaskan komitmen mereka untuk terus mengawal transparansi pengelolaan dana desa.

    “Aksi hari ini menjadi penegasan bahwa mahasiswa tetap berada di garis depan dalam mengawal integritas lembaga negara serta mendorong transparansi dan akuntabilitas di lingkungan pemerintahan desa,” tegas Azli Ritonga.

  • Polsek Perbaungan Ungkap Kasus Curat di Perumahan Bater Residence, Satu Pelaku Diamankan

    Polsek Perbaungan Ungkap Kasus Curat di Perumahan Bater Residence, Satu Pelaku Diamankan

    SERDANG BEDAGAI ,Topinformasi- Polsek Perbaungan berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) yang terjadi di Jalan Malinda II, Perumahan Bater Residence Blok A6, Kelurahan Batang Terap, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai.

    Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 20 Juli 2025 sekitar pukul 13.30 WIB. Korban sekaligus pelapor, Melly Christina Damanik (35) yang berprofesi sebagai dokter, mendapati rumahnya dalam kondisi berantakan saat pulang dari tempat kerja.

    Setelah memeriksa kondisi rumah, korban menyadari sejumlah perhiasan emas miliknya telah hilang. Diduga pelaku masuk ke dalam rumah dengan cara merusak jerjak jendela dapur serta memotong teralis menggunakan tang potong.

    Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp30 juta.

    Berdasarkan laporan polisi LP/B/212/VII/2025/SPKT/Polsek Perbaungan/Polres Sergai/Polda Sumut, tim opsnal Polsek Perbaungan yang dipimpin Kanit Reskrim IPTU Tri Pranata Purba, S.Sos., M.H. melakukan serangkaian penyelidikan.

    Hasilnya, petugas berhasil mengamankan seorang tersangka bernama Suliadi alias Adi Benget (31), warga Dusun IV Desa Sementara, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai.

    Tersangka ditangkap di Dusun I Desa Lubuk Cemara, Kecamatan Perbaungan. Dari hasil interogasi, pelaku mengakui melakukan pencurian tersebut bersama rekannya Lian Pramana Harahap (32) yang sebelumnya telah lebih dulu diamankan oleh pihak kepolisian.

    Dalam penangkapan tersebut, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain satu unit sepeda motor Honda Vario tanpa nomor polisi, satu unit sepeda motor merek KTM buatan China, serta satu potong kaos berwarna biru langit.

    Selain terlibat dalam kasus pencurian di Perumahan Bater Residence, tersangka juga mengakui telah melakukan pencurian sepeda motor di 11 tempat kejadian perkara (TKP) lainnya.

    Saat ini tersangka telah diamankan di Mapolsek Perbaungan untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Sementara itu, pihak kepolisian masih terus melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan keterlibatan pelaku dalam kasus kejahatan lainnya. (AVID)

  • Iran Serang Dua Kapal Tanker Minyak di Perairan Irak, Satu Awak Kapal Tewas

    Iran Serang Dua Kapal Tanker Minyak di Perairan Irak, Satu Awak Kapal Tewas

    Basra | Topinformasi – Serangan terhadap dua kapal tanker minyak terjadi di perairan Irak dan diduga dilakukan oleh Iran. Insiden tersebut menyebabkan satu awak kapal dilaporkan meninggal dunia, sementara puluhan lainnya berhasil diselamatkan.

    Dilansir dari CNN International, Kamis (12/3/2026), Direktur Jenderal Perusahaan Pelabuhan Irak Farhan al-Fartousi menyebutkan sebanyak 38 awak kapal berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Para korban yang diselamatkan tersebut diketahui merupakan warga negara asing.

    Iran sendiri mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Stasiun penyiaran pemerintah Iran IRIB melaporkan bahwa serangan dilakukan menggunakan drone bawah laut yang meledakkan dua kapal tanker minyak di kawasan Teluk Persia pada Rabu malam (11/3/2026).

    Sebelumnya, sumber keamanan Irak di wilayah Basra mengatakan kepada CNN bahwa sebuah kapal yang diduga milik Iran dan dipasangi bahan peledak kemungkinan digunakan untuk menyerang kedua kapal tanker tersebut. Saat ini pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

    Kepala media di Komando Operasi Gabungan Irak, Letnan Jenderal Saad Maan, menyatakan serangan itu terjadi di perairan teritorial Irak dan dinilai sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negara tersebut.

    “Serangan ini merupakan pelanggaran kedaulatan Irak dan negara kami berhak mengambil tindakan hukum,” tegasnya.

    Rekaman yang telah diverifikasi oleh CNN memperlihatkan dua kapal tanker terbakar hebat, dengan api yang menjalar hingga ke permukaan laut di sekitarnya. Berdasarkan data pelacakan kapal, kedua kapal tersebut diketahui sedang berlabuh berdampingan ketika kebakaran mulai terjadi.

    Dua kapal yang menjadi sasaran serangan itu adalah Zefyros yang berbendera Malta serta Safesea Vishnu berbendera Kepulauan Marshall.

    Kapal Safesea Vishnu diketahui dimiliki oleh perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat, Safesea Transport Inc., sedangkan kapal Zefyros dimiliki oleh perusahaan pelayaran yang berbasis di Yunani.

    Hingga saat ini otoritas Irak masih melakukan investigasi untuk memastikan kronologi lengkap kejadian serta dampak dari serangan tersebut terhadap keamanan maritim di kawasan Teluk Persia.

  • Anggota DPRD Medan Desak Wali Kota Segera Cairkan THR 8.500 P3K Paruh Waktu

    Anggota DPRD Medan Desak Wali Kota Segera Cairkan THR 8.500 P3K Paruh Waktu

    Medan | Topinformasi – Anggota Komisi III DPRD Kota Medan Godfried Effendi Lubis mendesak Wali Kota Medan Rico Waas agar segera membuat kebijakan terkait pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi sekitar 8.500 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Medan.

    Godfried menilai Pemko Medan memiliki kemampuan keuangan untuk membayarkan THR tersebut, sehingga tidak ada alasan untuk menunda pencairannya menjelang Hari Raya Idulfitri.

    “Saya minta Wali Kota Medan Rico Waas agar segera membayar THR 8.500 pegawai P3K paruh waktu sebelum Lebaran. Kemampuan keuangan Pemko Medan kita nilai mampu membayar THR tersebut, anggarannya cukup,” tegas Godfried Effendi Lubis, Rabu (11/3/2026).

    Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu menjelaskan, berdasarkan perhitungannya jumlah P3K paruh waktu di lingkungan Pemko Medan mencapai sekitar 8.500 orang.

    Jika masing-masing pegawai menerima THR rata-rata Rp3 juta, maka total anggaran yang perlu disiapkan pemerintah daerah diperkirakan mencapai sekitar Rp25 miliar.

    “Kalau dihitung dengan rata-rata THR Rp3 juta per orang, berarti Pemko Medan hanya perlu menyiapkan sekitar Rp25 miliar. Segitu saja kok sulit wali kota mengambil kebijakan,” ujar Godfried dengan nada kecewa.

    Ia mengaku sangat menyesalkan apabila THR bagi ribuan pegawai P3K paruh waktu tersebut tidak segera dicairkan menjelang Lebaran.

    Menurut Godfried, jika Wali Kota Medan merasa ragu atau khawatir dalam mengambil kebijakan terkait pencairan THR tersebut, persoalan itu masih bisa dibicarakan bersama DPRD Kota Medan.

    “Kalau memang wali kota merasa gamang atau takut mengambil kebijakan itu, masih bisa dibicarakan dengan anggota DPRD Medan. Sangat miris kalau sampai THR 8.500 pegawai P3K paruh waktu itu tidak dicairkan,” tegasnya.

  • “Ramadhan Berbagi”, Jajaran Kemenimipas Sumut Salurkan 4.000 Paket Bantuan untuk Masyarakat

    “Ramadhan Berbagi”, Jajaran Kemenimipas Sumut Salurkan 4.000 Paket Bantuan untuk Masyarakat

    TOPINFORMASI. Medan – Dalam semangat kepedulian dan berbagi di bulan suci Ramadan, jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) di Sumatera Utara menggelar kegiatan bakti sosial bertajuk “Ramadan Berbagi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di Wilayah Sumatera Utara”, Rabu (11/3/2026).

    Kegiatan yang dimulai pukul 11.00 WIB tersebut merupakan kolaborasi antara Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sumatera Utara dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara.

    Bakti sosial ini dilaksanakan di dua lokasi, yakni di Kediaman Bunda Indah, Komplek Bumi Seroja Permai Blok H45, serta di Pesanggrahan Pendawa, Jalan Advokat Raya No. 9 Kanal – Marendal.

    Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 4.000 paket bantuan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Rinciannya, 1.500 paket dibagikan di Kediaman Bunda Indah, sementara 2.500 paket lainnya disalurkan di Pesanggrahan Pendawa.

    Kegiatan sosial ini dipimpin oleh Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Sumatera Utara, Indra Kesuma, yang hadir mewakili Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sumatera Utara.

    Dalam pelaksanaannya, Indra didampingi Kepala Bidang Perawatan, Pengamanan dan Kepatuhan Internal Kanwil Ditjenpas Sumut, Rindra Wardhana, bersama para JFT Pengamanan Kanwil Ditjenpas Sumut, serta berkolaborasi dengan tim dari Kanwil Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara.

    Penyaluran bantuan dilakukan secara terorganisir dan sistematis guna memastikan seluruh paket bantuan dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan tokoh masyarakat setempat serta warga penerima manfaat yang hadir langsung dalam proses penyaluran.

    Dalam kesempatan tersebut, Indra Kesuma menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial sekaligus implementasi nilai kemanusiaan yang dijunjung tinggi oleh jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

    “Melalui kegiatan Ramadan Berbagi ini, kami ingin menunjukkan bahwa Pemasyarakatan dan Imigrasi tidak hanya menjalankan tugas administratif dan penegakan hukum, tetapi juga hadir di tengah masyarakat dengan membawa semangat kepedulian dan kemanusiaan. Ini merupakan refleksi dari nilai integritas dan humanisme yang harus terus dijaga oleh seluruh jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan,” ujar Indra.

    Ia juga berharap kegiatan sosial seperti ini dapat semakin memperkuat hubungan antara instansi pemerintah dengan masyarakat serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap berbagai program yang dijalankan kementerian.

    “Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi seremonial semata, tetapi juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat solidaritas sosial, menjaga stabilitas sosial di masyarakat, serta menumbuhkan kepercayaan publik terhadap pelayanan yang diberikan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan,” tambahnya.

    Melalui momentum bulan suci Ramadan, kegiatan “Pemasyarakatan Peduli” ini diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi positif antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga, khususnya mereka yang membutuhkan.

    Dengan terlaksananya kegiatan tersebut, Kanwil Ditjenpas Sumatera Utara bersama Kanwil Ditjen Imigrasi Sumatera Utara menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat, tidak hanya melalui pelaksanaan tugas dan fungsi kelembagaan, tetapi juga melalui berbagai aksi sosial yang menjunjung nilai kepedulian dan kemanusiaan. (dr)

  • Safari Ramadhan Polda Sumut Disambut Kapolres dan Bupati Batubara

    Safari Ramadhan Polda Sumut Disambut Kapolres dan Bupati Batubara

    TOPINFORMASI.Batubara – Kegiatan Safari Ramadhan Polda Sumatera Utara yang digelar di halaman Polres Batubara, Selasa (10/3/2026), berlangsung penuh kehangatan. Kunjungan tersebut dipimpin oleh Wakapolda Sumatera Utara Brigjen Pol. Sonny Irawan dan disambut langsung oleh Kapolres Batubara AKBP Doly Nelson H. Nainggolan serta Bupati Batubara H. Baharuddin Siagian.

    Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda Sumut Brigjen Pol. Sonny Irawan mengingatkan masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial, terutama di tengah fenomena yang dikenal sebagai era post-truth.

    Menurutnya, banyak informasi di media sosial yang disajikan secara tidak utuh sehingga dapat menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.

    “Fenomena ini dikenal dengan istilah era post-truth, di mana fakta dapat dikaburkan oleh narasi yang sengaja dibentuk demi memengaruhi persepsi masyarakat,” ujar Sonny dalam sambutannya.

    Ia menjelaskan bahwa informasi yang tersebar di media sosial sangat cepat diserap oleh masyarakat, termasuk informasi yang bersifat negatif. Hal tersebut berpotensi memecah belah persatuan bangsa serta memicu konflik SARA jika tidak disikapi secara bijak.

    Karena itu, Sonny mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, terutama di tengah dinamika global dan perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat.

    “Seluruh elemen masyarakat harus bersama-sama menjaga keutuhan NKRI dengan menciptakan rasa aman dan tertib, serta memperkuat kerukunan antar umat beragama di Indonesia,” tegasnya.

    Sementara itu, Bupati Batubara H. Baharuddin Siagian dalam sambutannya menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan di Kabupaten Batubara tidak terlepas dari kekompakan dan solidaritas unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan Polri.

    “Saya yakin, dengan adanya sinergi antara Pemkab, TNI, Polri, serta elemen masyarakat, hal ini akan menjadi kunci utama dalam mewujudkan pembangunan dan menjaga kondusivitas daerah,” ungkap Bupati Bahar.

    Kegiatan Safari Ramadhan tersebut juga diisi dengan pemberian santunan kepada puluhan anak yatim, serta tausiyah keagamaan yang menambah suasana khidmat di bulan suci Ramadhan.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda Sumut Brigjen Pol. Sonny Irawan beserta rombongan, Kapolres Batubara AKBP Doly Nelson H. Nainggolan, Bupati Batubara H. Baharuddin Siagian, para pejabat utama (PJU) serta personel Polres Batubara. (dr)