Author: Admin Utama

  • Ayah Mahasiswi Unimed yang Tewas di Kos Tak Kuasa Menahan Tangis di RS Bhayangkara Medan

    Ayah Mahasiswi Unimed yang Tewas di Kos Tak Kuasa Menahan Tangis di RS Bhayangkara Medan

    indeksnews.web.id/,Medan – Suasana duka menyelimuti ruang kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Medan saat anggota DPRD Kota Tebing Tinggi, Mangatur Naibaho, tak kuasa menahan tangis ketika melihat peti jenazah putrinya.

    Putri yang meninggal tersebut adalah Maria Agustina Naibaho (22), seorang mahasiswi di Universitas Negeri Medan. Maria ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Jalan Rela, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, Kamis (12/3/2026) malam.

    Di depan kamar jenazah, keluarga tampak terpukul atas kepergian Maria yang terjadi secara mendadak. Mangatur terlihat meratapi peti jenazah anak bungsunya tersebut.

    Kepada wartawan, Mangatur mengatakan sebelum kejadian tidak ada hal mencurigakan yang dirasakan pihak keluarga.

    “Biasanya dia sama mamaknya intens komunikasi. Belakangan tidak ada yang ganjil maupun mencurigakan,” ujarnya, Jumat (13/3/2026).

    Ia menjelaskan, Maria merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Di mata keluarga, almarhumah dikenal sebagai sosok yang baik, ramah, dan mudah bergaul.

    “Baik orangnya, ramah, dan kompak dengan orang tua. Nggak pendiam, gampang bersahabat. Sepanjang yang kami tahu, dia juga nggak pernah neko-neko,” katanya.

    Keluarga juga menyebutkan bahwa Maria sebelumnya tidak memiliki riwayat penyakit serius. Namun beberapa hari sebelum meninggal dunia, korban sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya kepada sang ibu.

    “Setahu kami sebelumnya nggak ada sakit. Tapi kata mamaknya, hari Selasa (10/3/2026) dia sempat WhatsApp mengeluh sakit kepala dan suaranya hilang,” ucap Mangatur.

    Informasi mengenai meninggalnya Maria baru diterima keluarga pada Kamis malam sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, Mangatur sedang berada dalam perjalanan di Pekanbaru.

    “Saya tahunya tadi malam waktu masih di perjalanan di Pekanbaru. Sahabat yang menghubungi saya. Keluarga tidak menghubungi karena saya sedang di jalan,” ungkapnya.

    Hingga kini, keluarga mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab kematian Maria. Mereka pun berencana membuat laporan ke pihak kepolisian untuk memastikan penyebab meninggalnya mahasiswi tersebut.

    “Namanya meninggal di tempat kos, sedikit banyaknya kita ingin tahu penyebabnya. Makanya kami akan buat laporan polisi,” kata politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu.

    Mangatur juga mengaku belum memiliki kecurigaan terhadap pihak tertentu terkait kematian putrinya.

    Rencananya, jenazah Maria akan dimakamkan di kampung halaman keluarga di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

  • Mahasiswi Unimed Ditemukan Tewas di Kamar Kos, Sempat Mengeluh Demam

    Mahasiswi Unimed Ditemukan Tewas di Kamar Kos, Sempat Mengeluh Demam

    indeksnews.web.id/,Medan – Seorang mahasiswi Universitas Negeri Medan (Unimed) bernama Maria Naibaho (22) ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Jalan Rela, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan. Sebelum ditemukan tak bernyawa, korban diketahui sempat mengeluh sakit demam kepada keluarganya.

    Ayah korban, Mangatur Naibaho, yang juga anggota DPRD Kota Tebing Tinggi, mengatakan keluhan tersebut disampaikan Maria kepada ibunya melalui pesan WhatsApp pada Selasa (10/3/2026).

    “Selasa kemarin mamanya via WA, ada ngeluh demam dia,” ujar Mangatur saat dikonfirmasi, Jumat (13/3/2026).

    Mangatur menjelaskan, pihak keluarga baru menerima kabar duka mengenai meninggalnya Maria pada Kamis malam.

    “Semalam kami dapat informasi kalau Maria meninggal dunia,” ungkapnya.

    Setelah ditemukan, jenazah Maria langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk menjalani proses autopsi. Saat ini, jenazah telah selesai diautopsi dan sedang dalam perjalanan menuju rumah duka.

    “Sudah selesai autopsi, ini masih di jalan pulang dari RS Bhayangkara,” tuturnya.

    Sementara itu, Kapolsek Medan Tembung Ras Maju Tarigan mengatakan pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban dan menunggu hasil autopsi.

    “Penyebabnya masih didalami, mau diautopsi, jadi kita tunggu hasilnya,” kata Ras Maju.

    Ia menjelaskan, jasad korban pertama kali ditemukan pada Kamis malam setelah pacar korban datang ke kamar kos untuk menemuinya. Namun saat itu, pintu kamar dalam kondisi terkunci dan korban tidak merespons panggilan.

    Merasa curiga, pacar korban kemudian memanggil beberapa orang lainnya. Mereka mencium bau tidak sedap dari dalam kamar, sehingga memutuskan untuk mendobrak pintu.

    Setelah pintu terbuka, korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia di atas kasur dengan kondisi hanya mengenakan sarung tanpa pakaian. Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pemilik kos dan diteruskan ke pihak kepolisian.

    Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama tim Inafis sebelum mengevakuasi jenazah korban ke RS Bhayangkara Medan.

    Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun berdasarkan keterangan saksi, korban memang sempat menghubungi orang tuanya dan mengaku sedang sakit demam.

    “Secara kasat mata tidak ada tanda-tanda kekerasan. Namun Selasa sore korban menelepon orang tuanya dan mengatakan sedang sakit demam. Setelah itu tidak ada kabar lagi,” jelas Ras Maju.

    Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kematian mahasiswi tersebut.

  • Mahasiswi Unimed Ditemukan Tewas di Kamar Kos di Medan, Anak Anggota DPRD Tebing Tinggi

    Mahasiswi Unimed Ditemukan Tewas di Kamar Kos di Medan, Anak Anggota DPRD Tebing Tinggi

    TOPINFORMASI. COM,Medan – Seorang mahasiswi Universitas Negeri Medan (Unimed) bernama Maria Naibaho (22) ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Jalan Rela, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, Jumat (13/3/2026). Korban diketahui merupakan anak dari anggota DPRD Kota Tebing Tinggi, Mangatur Naibaho.

    Mangatur Naibaho membenarkan kabar meninggalnya putrinya tersebut. Ia mengaku mendapat informasi mengenai kematian Maria pada Kamis malam.

    “Benar, anak saya. Semalam kami dapat informasi Maria meninggal dunia,” ujar Mangatur saat dikonfirmasi, Jumat (13/3/2026).

    Politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu juga mengungkapkan bahwa beberapa hari sebelum ditemukan meninggal, Maria sempat mengeluh sakit demam kepada keluarganya melalui pesan WhatsApp.

    “Selasa kemarin mamanya dihubungi lewat WA, dia mengeluh demam,” katanya.

    Jenazah Maria telah menjalani proses autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Medan. Saat ini, jenazah sedang dalam perjalanan menuju rumah duka untuk disemayamkan.

    “Sudah selesai autopsi, ini masih di jalan pulang dari RS Bhayangkara,” tuturnya.

    Sementara itu, Kapolsek Medan Tembung Ras Maju Tarigan mengatakan pihak kepolisian masih mendalami penyebab kematian korban dan menunggu hasil autopsi.

    “Penyebabnya masih didalami. Kita tunggu hasil autopsinya,” ujar Ras Maju.

    Ia menjelaskan, jasad korban pertama kali ditemukan pada Kamis malam setelah pacar korban datang ke kos untuk menemuinya. Saat itu pintu kamar dalam kondisi terkunci dan korban tidak merespons panggilan.

    Merasa curiga, pacar korban kemudian memanggil beberapa orang lainnya. Mereka mencium bau tidak sedap dari dalam kamar, sehingga memutuskan untuk mendobrak pintu.

    Setelah pintu terbuka, korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia di atas tempat tidur dengan kondisi hanya mengenakan sarung tanpa pakaian.

    Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pemilik kos dan diteruskan ke pihak kepolisian. Personel Polsek Medan Tembung bersama tim Inafis segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah korban ke RS Bhayangkara Medan untuk dilakukan autopsi.

    Dari pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, berdasarkan keterangan saksi, korban memang sempat menghubungi orang tuanya pada Selasa (10/3/2026) dan mengaku sedang mengalami demam.

    “Secara kasat mata tidak ada tanda kekerasan. Tapi memang Selasa sore korban sempat menelepon orang tuanya dan mengatakan sedang sakit demam. Setelah itu tidak ada kabar lagi,” jelas Ras Maju.

    Pihak kepolisian hingga kini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kematian mahasiswi tersebut.

  • Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Puji Jersey Baru Garuda Bermotif Batik

    Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Puji Jersey Baru Garuda Bermotif Batik

    TOPINFORMASI. JAKARTA – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengaku terkesan dengan jersey baru skuad Garuda yang baru saja diluncurkan. Ia secara khusus memuji motif batik yang hadir pada seragam tandang Timnas Indonesia.

    Peluncuran jersey terbaru tersebut digelar di Plaza Utara Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis (12/3/2026). Dalam acara tersebut, produsen apparel olahraga Kelme merilis dua versi jersey, yakni jersey kandang berwarna dasar merah dan jersey tandang berwarna dasar putih.

    Herdman yang hadir dalam acara tersebut menyambut positif desain baru seragam tim nasional. Meski ia tidak mengenakan jersey seperti para pemain, pelatih asal Inggris itu menilai desain dan teknologi yang digunakan sangat mendukung performa di lapangan.

    “Iya, jersey ini indah. Batik di jersey putih itu tradisional. Menurut saya, ini akan membantu para pemain untuk berhubungan dengan Indonesia dan memahami siapa yang mereka wakilkan,” kata Herdman kepada wartawan.

    Ia juga memuji warna merah pada jersey kandang yang menurutnya mencerminkan kekuatan dan karakter Indonesia.

    “Dan warna merah itu sempurna. Ini benar-benar siapa kita. Kami sebuah negara yang kuat dan warna-warninya kuat. Saya pikir tim ini sangat senang dengan jersey baru ini dan era baru,” ujarnya.

    Jersey terbaru Timnas Indonesia ini dijadwalkan melakukan debut pada ajang FIFA Series 2026. Pada turnamen tersebut, Timnas Indonesia akan menghadapi Saint Kitts and Nevis national football team pada 27 Maret 2026 di SUGBK.

    Tiga hari setelahnya, skuad Garuda dijadwalkan kembali bertanding melawan Bulgaria national football team atau Solomon Islands national football team.

    Seragam baru ini sekaligus menandai era baru Timnas Indonesia setelah kedatangan pelatih anyar serta sejumlah pembaruan dalam tim.

    “Saya tidak akan memakai jersey. Saya tidak begitu beruntung. Tapi para pemain, tentu saja, mereka akan melakukan pembukaan untuk memastikan semuanya nyaman,” tutur Herdman.

    “Tekstur jersey itu sangat bagus, sangat bernapas, dan itu benar-benar apa yang kami butuhkan untuk kondisi ini,” tambahnya.

  • Mahasiswi Unimed Ditemukan Tewas di Kamar Kos di Medan Tembung

    Mahasiswi Unimed Ditemukan Tewas di Kamar Kos di Medan Tembung

    indeksnews.web.id/,MEDAN – Seorang mahasiswi Universitas Negeri Medan (Unimed), Maria Agustina Naibaho (22) ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Jalan Rela, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, Kamis (12/3/2026) malam.

    Korban diketahui merupakan warga Jalan Kutilang BTN Purnama Deli Blok B Lingkungan V, Kota Tebing Tinggi. Penemuan jasad korban pertama kali diketahui oleh pacarnya, Sanggam Elroi Marbun (21) yang datang ke lokasi kos untuk menemuinya.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, saat tiba di kos tersebut Sanggam mendapati pintu kamar korban dalam keadaan terkunci dari dalam. Ia kemudian memanggil korban berulang kali, namun tidak mendapat respons.

    Merasa curiga, Sanggam kemudian memanggil beberapa rekannya, yakni Johannes JM Sinaga (20), Hardi (21), dan Francen Purba (19) untuk membantu memeriksa kondisi korban. Setelah beberapa kali memanggil namun tetap tidak ada jawaban dari dalam kamar, mereka akhirnya berinisiatif mendobrak pintu.

    Setelah pintu berhasil dibuka, para saksi terkejut melihat korban sudah tergeletak di dalam kamar dalam kondisi tidak bernyawa. Dari dalam kamar juga tercium bau tidak sedap yang diduga berasal dari tubuh korban.

    Mengetahui peristiwa tersebut, para saksi segera memanggil ibu kos dan melaporkan kejadian itu kepada pihak kelurahan serta Polsek Medan Tembung.

    Petugas piket Polsek Medan Tembung bersama Tim Inafis Satreskrim Polrestabes Medan yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu Parulian Sitanggang kemudian turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

    Dari hasil pemeriksaan awal Tim Inafis, korban ditemukan dalam posisi telentang di dalam kamar dan tidak mengenakan pakaian. Namun pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan.

    Selanjutnya, jasad korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kematian korban.

    Kapolsek Medan Tembung Kompol Ras Maju Tarigan melalui laporan yang disampaikan menyebutkan pihaknya telah melakukan sejumlah langkah penanganan, di antaranya mendatangi lokasi, melakukan olah TKP bersama Tim Inafis, memeriksa sejumlah saksi, serta membawa jasad korban ke rumah sakit untuk kepentingan penyelidikan.

    “Hingga saat ini kita masih melakukan pendalaman dengan memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan berbagai keterangan guna mengungkap penyebab pasti kematian mahasiswi tersebut,” ujarnya.

  • Sumatera Utara Resmi Jadi Tuan Rumah Piala AFF U-19 2026

    Sumatera Utara Resmi Jadi Tuan Rumah Piala AFF U-19 2026

    indeksnews.web.id/,Medan – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi menunjuk Sumatera Utara sebagai tuan rumah ajang AFF U-19 Championship 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 1–14 Juni 2026. Turnamen ini akan diikuti oleh 11 tim nasional negara anggota ASEAN Football Federation (AFF).

    Keputusan tersebut tertuang dalam surat resmi PSSI bernomor 1057/UDN/623/III-2026 yang ditujukan kepada Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution.

    Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengatakan penunjukan Sumatera Utara sebagai tuan rumah merupakan bagian dari upaya pemerataan penyelenggaraan event sepak bola internasional di Indonesia.

    “Sepak bola adalah milik seluruh masyarakat Indonesia. Kami ingin memberikan kesempatan bagi berbagai daerah untuk menjadi bagian dari penyelenggaraan event internasional. Sumatera Utara menunjukkan kesiapan dan dukungan yang baik,” kata Erick Thohir melalui laman resmi PSSI, Jumat (13/3/2026).

    Menurut Erick, Sumatera Utara dipilih karena dinilai berhasil menyelenggarakan turnamen sebelumnya, yakni Piala Kemerdekaan 2025. Keberhasilan tersebut menjadi referensi penting bagi PSSI dalam menentukan tuan rumah.

    “Keberhasilan sebelumnya menjadi referensi penting. Kami melihat adanya kesiapan dari sisi fasilitas dan dukungan masyarakat,” ujarnya.

    Sumatera Utara juga tercatat sebagai provinsi pertama di luar Pulau Jawa yang dipercaya menjadi tuan rumah turnamen AFF U-19.

    Inspeksi Stadion dan Fasilitas

    Untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan turnamen, PSSI telah melakukan inspeksi stadion dan fasilitas latihan di Sumatera Utara pada 25–27 Februari 2026. Inspeksi tersebut dipimpin oleh anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga.

    Selain itu, pihak AFF juga dijadwalkan melakukan inspeksi lanjutan pada April 2026 guna memastikan seluruh fasilitas memenuhi standar penyelenggaraan turnamen internasional.

    PSSI berharap ajang ini dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan sepak bola di daerah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

    “Harapannya, kegiatan seperti ini bisa menjadi momentum bagi daerah untuk terus meningkatkan fasilitas olahraga serta mendorong tumbuhnya ekosistem sepak bola yang lebih luas,” tambah Erick.

    Usulan Venue Pertandingan

    Sejumlah stadion di Sumatera Utara diusulkan menjadi tempat pertandingan, yaitu:

    Stadion Utama Sumatera Utara

    Stadion Teladan

    Stadion Mini Pancing

    Lapangan Latihan yang Disiapkan

    Sementara itu, fasilitas lapangan latihan yang disiapkan untuk para peserta meliputi:

    Stadion Mini Pancing

    Stadion Madya Sumatera Utara 1

    Stadion Madya Sumatera Utara 2

    Lapangan PPLP Sumatera Utara

    Lapangan Cadika Medan

    Dengan penunjukan ini, diharapkan Sumatera Utara mampu menjadi tuan rumah yang sukses sekaligus memperkuat posisi daerah tersebut sebagai salah satu pusat perkembangan sepak bola nasional. ⚽

  • Safari Ramadhan KSJ Bantu Warga Dhuafa di Sepanjang Jalan Lintas Sumatra

    Safari Ramadhan KSJ Bantu Warga Dhuafa di Sepanjang Jalan Lintas Sumatra

    indeksnews.web.id/. SUMUT – Panas terik maupun hujan tidak menyurutkan semangat Tim Komunitas Sedekah Jumat (KSJ) dalam melaksanakan kegiatan Safari Ramadhan 1447 Hijriah. Dalam kegiatan rutin yang digelar pada Jumat (13/3/2026), para relawan KSJ turun langsung ke jalan untuk membantu warga dhuafa yang mencari nafkah di sepanjang Jalan Lintas Sumatra.

    Dalam kegiatan tersebut, tim KSJ menyasar para pekerja jalanan yang setiap hari berjuang mencari rezeki, seperti pengatur lalu lintas sukarela, tukang tambal ban, tukang becak, hingga penjahit sepatu yang ditemui langsung oleh relawan saat Safari Ramadhan berlangsung.

    Salah seorang lansia yang bekerja sebagai tukang becak dayung, Wak Adi (67), tak kuasa menahan haru saat tim KSJ menghampirinya di Jalan Lintas Sumatra, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

    Kepada awak media, Wak Adi mengaku sejak pagi menunggu penumpang namun belum mendapatkan hasil.

    “Dari jam 10.00 WIB saya menunggu penumpang, tapi belum ada satu pun yang naik becak saya. Mungkin karena becak dayung sudah kalah dengan becak motor,” ujarnya dengan nada haru.

    Ia mengatakan, jika sedang beruntung dirinya bisa mendapatkan penghasilan sekitar Rp35.000 per hari, yang menurutnya sudah cukup untuk membantu kebutuhan keluarga.

    “Dulu sebelum banyak betor, saya bisa dapat sampai Rp70 ribu per hari. Sekarang karena sudah tua, paling hanya setengahnya saja,” tambahnya.

    Kisah serupa juga disampaikan Rahmad Lubis (55), seorang tukang tambal ban yang setiap hari bekerja di pinggir jalan. Ia mengaku bersyukur dengan pekerjaan yang dijalaninya meski penghasilan tidak menentu.

    “Kalau rezekinya bagus bisa dapat Rp70 sampai Rp80 ribu sehari. Tapi biasanya sekitar Rp50 ribu,” ujarnya.

    Rahmad juga mengaku tidak pernah mematok harga saat menambal ban, terutama jika yang datang adalah pelajar.

    “Kalau anak sekolah kadang cuma bayar Rp5.000. Bahkan sering juga tidak saya minta apa-apa, karena saya tahu mereka tidak punya banyak uang. Menurut saya rezeki sudah diatur Allah SWT, kita juga harus membantu sesama,” katanya.

    Sementara itu, Pendiri KSJ H. Ikhwan Lubis, SH, MH, yang dikenal dengan sebutan Sang Pejuang Dhuafa, menegaskan bahwa KSJ akan terus bergerak membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama di bulan suci Ramadhan.

    “KSJ akan bergerak di mana pun kami berada, bukan hanya dari pintu ke pintu. Semua sisi masyarakat yang membutuhkan akan kita bantu. Apalagi di bulan Ramadhan ini, bulan penuh berkah,” ujar Ikhwan Lubis.

    Ia menambahkan bahwa kegiatan Sedekah Jumat yang dilakukan KSJ diharapkan dapat memberikan harapan bagi masyarakat yang berjuang mencari nafkah setiap hari namun belum tentu mendapatkan penghasilan.

    “Kami berharap apa yang kami lakukan ini dapat memberi harapan bagi mereka yang sejak pagi hingga sore mencari rezeki untuk keluarga. Semoga ini juga menjadi inspirasi bagi para pelaku sosial lainnya untuk melakukan hal yang sama,” tandasnya.

    Kegiatan Safari Ramadhan KSJ ini pun menjadi wujud nyata kepedulian sosial terhadap masyarakat kecil yang setiap hari bekerja keras demi memenuhi kebutuhan keluarga mereka.

  • Buka Puasa Bersama Insan Pers, Kajati Sumut Ajak Media Tebar Kebaikan dan Perangi Hoaks

    Buka Puasa Bersama Insan Pers, Kajati Sumut Ajak Media Tebar Kebaikan dan Perangi Hoaks

    TOPINFORMASI. MEDAN – Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajati Sumut) Dr. Harli Siregar, SH, MH menggelar kegiatan buka puasa bersama insan pers di lingkungan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dalam rangka mempererat silaturahmi pada bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

    Kegiatan yang berlangsung di aula Kantor Kejati Sumut, Jalan A.H. Nasution, Medan, pada Rabu (11/3/2026) tersebut dihadiri oleh Wakil Kepala Kejati Sumut, Ketua PWI Sumatera Utara Farianda Putra Sinik, Ketua SMSI Sumatera Utara Erris J. Napitupulu, Ketua Forum Wartawan Kejaksaan (Forwaka) Sumut Irfandi, serta ratusan undangan dari berbagai organisasi pers dan media.

    Dalam sambutannya, Kajati Sumut Harli Siregar menyampaikan bahwa momentum Ramadhan, khususnya kegiatan buka puasa bersama, merupakan kesempatan yang baik untuk mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat hubungan antara Kejaksaan dan insan pers.

    Menurutnya, hubungan yang harmonis antara lembaga penegak hukum dan media sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Pers memiliki peran strategis sebagai pilar keempat demokrasi yang berfungsi menyampaikan informasi secara objektif, berimbang, serta menjadi kontrol sosial di tengah masyarakat.

    “Pers memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat, termasuk mengenai kinerja Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. Karena itu, sinergi antara Kejaksaan dan media harus terus dijaga dengan baik,” ujar Harli.

    Dalam kesempatan tersebut, Harli juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dalam penyebaran informasi. Ia berharap insan pers selalu mengedepankan prinsip verifikasi atau tabayyun sebelum menyampaikan suatu berita kepada publik.

    Mengusung tema “Menebar Kebaikan dan Menjauhi Hoaks”, Harli menegaskan bahwa penyebaran informasi yang tidak benar atau hoaks dapat merugikan banyak pihak serta berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

    “Dalam menyampaikan berita, penting untuk melakukan check and recheck serta konfirmasi agar informasi yang disampaikan benar dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

    Ia juga menegaskan bahwa kebebasan pers merupakan hal yang dijamin di Negara Kesatuan Republik Indonesia dan tidak boleh dibungkam. Namun demikian, kebebasan tersebut harus dijalankan secara bertanggung jawab sesuai dengan kode etik jurnalistik.

    Pada kesempatan yang sama, Harli mengungkapkan rencana Kejati Sumut untuk mendorong peningkatan kompetensi wartawan yang bertugas meliput di lingkungan Kejaksaan melalui program Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

    “Kami berencana menggagas pelaksanaan UKW bagi rekan-rekan wartawan yang bertugas di Kejati Sumut. Minimal satu kelas, bahkan jika memungkinkan hingga lima kelas. Ini untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing wartawan,” jelasnya.

    Program tersebut diharapkan mampu melahirkan wartawan yang profesional sehingga informasi mengenai kinerja Kejaksaan dapat tersampaikan kepada masyarakat secara akurat dan berkualitas.

    Harli juga menegaskan telah menginstruksikan seluruh jajaran di Kejati Sumut agar terbuka dalam memberikan informasi kepada media selama sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

    “Informasi adalah hak publik. Karena itu jajaran Kejati Sumut harus terbuka kepada media, dan selanjutnya rekan-rekan pers dapat menyajikannya kepada masyarakat sesuai dengan kaidah serta kode etik jurnalistik,” ujarnya.

    Menutup sambutannya, Harli Siregar mengucapkan terima kasih kepada seluruh insan pers yang telah hadir dalam kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin menjelang Hari Raya Idul Fitri.

    “Saya juga menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh rekan-rekan media. Dalam waktu sekitar 10 hari ke depan kita akan menyambut Hari Raya Idul Fitri, semoga kita semua diberikan kesehatan dan keberkahan,” pungkasnya.

    Sebelumnya, Ketua PWI Sumut Farianda Putra Sinik mengapresiasi kegiatan buka puasa bersama yang digelar Kejati Sumut.

    “Selama lima tahun masa jabatan saya, baru Pak Harli Siregar yang mengundang kami para insan pers berbuka puasa bersama,” tuturnya.

    Dalam kegiatan tersebut, Kajati Sumut bersama Ketua PWI Sumut dan Ketua Forwaka Sumut juga menyerahkan bingkisan secara simbolis kepada perwakilan anak yatim, sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan suci Ramadhan.

    Hara O.P.Sihombing