Category: Politik & Pemerintahan

  • Rumah Wartawan Senior Dibobol Maling, Korban Lapor ke Polres Batubara

    Rumah Wartawan Senior Dibobol Maling, Korban Lapor ke Polres Batubara

    Wartawan Korban Melaporkan ke Polres Batubara Batubara – indeksnews.web.id/– Aksi pencurian dengan pembongkaran rumah kembali terjadi di Kelurahan Limapuluh, Kecamatan Limapuluh, Kabupaten Batubara. Kali ini, rumah wartawan senior Supriadi (60) menjadi sasaran maling. Peristiwa tersebut menambah daftar panjang kasus pencurian yang meresahkan warga setempat.

    Supriadi yang juga merupakan wartawan mitra Polres Batu Bara telah melaporkan kejadian tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Batubara pada Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.

    Menurut Supriadi, pencurian diperkirakan terjadi pada dini hari saat dirinya bersama istri tidak berada di rumah. Keduanya bermalam di rumah lain yang berada di Desa Mangkal Baru, Kecamatan Limapuluh.

    Saat kembali ke rumah sekitar pukul 08.00 WIB, ia mendapati jerjak jendela dapur sudah dalam keadaan terbuka. Ketika masuk ke dalam rumah, kondisi barang-barang sudah berantakan dan sebagian besar telah hilang.

    “Begitu masuk rumah, barang-barang sudah berserakan dan banyak yang hilang,” ujarnya.

    Sejumlah barang berharga yang raib antara lain laptop, komputer, peralatan listrik, tabung gas, kipas angin, koper berisi pakaian, hingga dokumen penting seperti surat tanah. Kerugian akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai belasan juta rupiah.

    Warga sekitar mengaku semakin resah karena kasus pencurian di kawasan Limapuluh disebut terjadi hampir setiap malam, bahkan tak jarang pada siang hari. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran dan kekecewaan terhadap penegakan hukum yang dinilai lamban.

    Ironisnya, beberapa aksi pencurian disebut terjadi tidak jauh dari Mako Polres Batu Bara. Warga pun berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap pelaku dan meningkatkan patroli guna menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.

    Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan atas laporan tersebut.

    Penulis: Darmansyah

  • Dokter Beasiswa Kemenkes Gugat Humbahas, Mengadu ke Ombudsman

    Dokter Beasiswa Kemenkes Gugat Humbahas, Mengadu ke Ombudsman

    MEDAN –  indeksnews.web.id/ – Dokter spesialis anak penerima beasiswa Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr. Perjuangan D. Hamonangan Simbolon, mengadu ke Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sumatera Utara terkait polemik status kepegawaiannya dengan Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas).

    Kedatangan dr. Perjuangan bersama tim kuasa hukumnya, Jhon Feryanto Sipayung dan Ferry Sinaga, dilakukan setelah menunggu kejelasan dari Pemkab Humbahas yang tak kunjung diperoleh.

    “Kehadiran kami ke Ombudsman RI Perwakilan Sumut untuk berkonsultasi agar masalah klien kami bisa terselesaikan dengan baik,” ujar Jhon Feryanto Sipayung, Jumat (13/2/2026).

    Dalam pertemuan tersebut, pihak Ombudsman melalui Asisten Ombudsman James Marihot Panggabean meminta sejumlah persyaratan administrasi untuk melengkapi laporan resmi.

    “Kami akan melengkapi persyaratan tertulis yang diminta. Ini segera kami susun,” kata Jhon.

    Ia berharap Ombudsman dapat memberikan solusi konkret atas polemik status kepegawaian kliennya. “Klien kami butuh keadilan dan kepastian hukum,” tegasnya.

    Dugaan Maladministrasi

    Sementara itu, dr. Perjuangan mengaku baru mengetahui bahwa Ombudsman berwenang menangani dugaan maladministrasi pelayanan publik. Ia menduga terdapat maladministrasi dalam penetapan status kepegawaiannya sebagai PNS oleh Pemkab Humbahas.

    “Saya menduga ada maladministrasi dalam penetapan status kepegawaian saya,” ujarnya.

    Kasus ini bermula dari program Pendidikan Dokter Spesialis Berbasis Kompetensi (PDSBK) angkatan ketiga tahun 2009. Dr. Perjuangan menjadi salah satu peserta dengan biaya pendidikan ditanggung penuh oleh Kemenkes. Ia menyelesaikan pendidikan pada 2017 dan diwajibkan kembali mengabdi di daerah asal selama 9 tahun 6 bulan.

    Kemenkes menerbitkan surat penugasan yang menempatkannya di RSUD Doloksanggul, Humbahas. Namun, setibanya di daerah, ia mengaku tidak diterima dengan alasan rumah sakit telah memiliki dokter spesialis anak.

    Ia juga mengungkapkan bahwa pada 5 Maret 2012, saat masih menjalani tugas belajar, dirinya dipanggil dan diminta menandatangani surat pernyataan pengunduran diri sebagai PNS.

    “Saya dipaksa memilih antara melanjutkan tugas belajar atau tetap PNS, padahal tugas belajar direkomendasikan pemerintah kabupaten,” katanya.

    Sejak 2012, ia mengaku tidak lagi menerima gaji sebagai PNS, meski secara administratif Kemenkes menyatakan statusnya masih aktif menjalani tugas belajar.

    Gugat ke Pengadilan

    Selain mengadu ke Ombudsman, dr. Perjuangan bersama kuasa hukumnya juga telah mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Tarutung dengan nomor perkara 4/Pdt.G/2026/PN Trt tertanggal 19 Januari 2026.

    Gugatan tersebut menyoroti dugaan perbuatan melawan hukum oleh pemerintah daerah, termasuk keabsahan surat pengunduran diri yang dinilai cacat hukum karena dibuat saat ia masih menjalani tugas belajar.

    Melalui langkah hukum ini, dr. Perjuangan berharap statusnya sebagai PNS dapat dipulihkan, hak-haknya termasuk gaji yang tidak diterima selama bertahun-tahun dikembalikan, serta memperoleh kepastian hukum atas status kepegawaiannya.

    “Saya ingin kembali mengabdi. Tapi karier saya terhenti, hak saya hilang, dan nama baik saya tercemar,” ujarnya.

    Penulis: Aminurrasyid

  • Kanwil Ditjenpas Sumut Tancap Gas Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Tanam Jagung Perdana di Lahan Air Joman

    Kanwil Ditjenpas Sumut Tancap Gas Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Tanam Jagung Perdana di Lahan Air Joman

      Batubara —

    indeksnews.web.id/-Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pelaksanaan penanaman jagung perdana di Lahan Air Joman, Kabupaten Asahan, Jumat (13/2).

    Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara, Yudi Suseno, bersama Wakil Bupati Asahan, Kalapas Tanjung Balai Asahan, Kalapas Labuhan Ruku, serta jajaran pejabat struktural dan staf Lapas Labuhan Ruku. Penanaman jagung dilakukan sebagai tanda dimulainya pengelolaan lahan pertanian secara berkelanjutan di lingkungan pemasyarakatan.

    Melalui kegiatan ini, Kanwil Ditjenpas Sumut mengambil peran aktif dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang digagas oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Program tersebut menekankan pentingnya kemandirian pangan sebagai fondasi ketahanan nasional, sekaligus mendorong seluruh instansi pemerintah untuk mengoptimalkan potensi sumber daya yang dimiliki.

    Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara, Yudi Suseno, menegaskan bahwa penanaman jagung perdana ini merupakan bentuk nyata kontribusi pemasyarakatan dalam mendukung agenda strategis nasional.
    “Kegiatan ini bukan sekadar seremoni penanaman, tetapi langkah awal yang serius dalam mengoptimalkan lahan yang telah dipercayakan kepada jajaran pemasyarakatan. Lahan Air Joman harus dikelola secara berkelanjutan, produktif, dan memberikan manfaat nyata, baik bagi ketahanan pangan nasional maupun bagi pembinaan kemandirian warga binaan,” tegas Yudi.

    Ia juga menekankan bahwa pengembangan pertanian dan peternakan di lahan tersebut harus dirancang sebagai program jangka panjang yang terencana dan terukur.
    “Kami ingin lahan ini menjadi contoh pengelolaan lahan produktif di lingkungan pemasyarakatan. Dengan sinergi bersama pemerintah daerah dan pengawasan yang berkelanjutan, kami optimistis Air Joman dapat berkembang sebagai kawasan industri pembinaan yang mandiri dan berdaya saing,” tambahnya.

    Kanwil Ditjenpas Sumut mendorong agar Lahan Air Joman dapat menjadi role model pengelolaan lahan produktif di lingkungan pemasyarakatan. Selain berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional, kawasan ini juga diharapkan menjadi sarana pembelajaran
    keterampilan kerja bagi warga binaan sebagai bekal reintegrasi sosial setelah selesai menjalani masa pidana.

    Sinergi lintas sektor turut diperkuat dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Asahan. Wakil Bupati Asahan menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk terus berkolaborasi dalam pengembangan pertanian dan peternakan di lahan tersebut, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat luas.

    Sementara itu, Kalapas Labuhan Ruku menegaskan komitmen satuannya untuk menjadikan Lahan Air Joman sebagai pusat industri pembinaan kemandirian. Pengelolaan pertanian dan peternakan akan dilaksanakan secara terencana, profesional, dan berorientasi pada hasil yang berkelanjutan.

    Melalui penanaman jagung perdana ini, Kanwil Ditjenpas Sumut berharap Lahan Air Joman dapat berkembang menjadi kawasan industri pembinaan yang produktif dan mandiri. Program ini menjadi wujud nyata kontribusi pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan.(AVID/rel)

  • Forkopimcam Medan Petisah Berbagi Jumat Berkah 300 Makanan, Camat: Bentuk Perhatian dan Kepedulian Kami

    Forkopimcam Medan Petisah Berbagi Jumat Berkah 300 Makanan, Camat: Bentuk Perhatian dan Kepedulian Kami

    MEDAN – indeksnews.web.id/- Kecamatan Medan Petisah menggelar kegiatan Jumat Berkah dengan membagikan 300 paket makanan kepada para pengendara di Jalan Jenderal Gatot Subroto, tepatnya di bundaran, Jumat (13/2/2026). Kegiatan ini dilaksanakan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), yakni Polsek Medan Baru dan Koramil 0201-01/Medan Petisah.

    Camat Medan Petisah, Arafat Syam, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran Forkopimcam di tengah masyarakat.

    “Kegiatan hari ini adalah berbagi untuk masyarakat dalam rangka Jumat Berkah sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran kami. Hari ini kami berbagi dengan pengendara yang melintas di bundaran Jalan Jenderal Gatot Subroto, khususnya ojek online, tukang becak, angkot, sopir truk, dan lainnya,” ujar Arafat.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Medan Baru, Bambang Gunanti Hutabarat, personel Koramil, Sekretaris Camat, para lurah, serta staf Kecamatan Medan Petisah. Jumat Berkah ini menjadi agenda rutin Forkopimcam sebagai wujud solidaritas dan kepedulian sosial.

    “Ada sebanyak 300 paket makanan yang kami bagikan hari ini. Kegiatan ini merupakan solidaritas kita bersama, sebagai bentuk kepedulian dengan saling berbagi kepada masyarakat,” tambah Arafat.

    Dalam kesempatan itu, Arafat juga mengimbau masyarakat dan pengguna jalan agar menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Ia menyebutkan pihak kecamatan saat ini meningkatkan pengawasan lingkungan sebagai tindak lanjut instruksi Wali Kota Medan, Rico Waas.

    Sementara itu, Kapolsek Medan Baru, Bambang Gunanti Hutabarat, menegaskan bahwa kegiatan Jumat Berkah merupakan wujud nyata sinergi Forkopimcam dalam melayani masyarakat.

    “Berbagi Jumat Berkah ini wujud nyata kami Forkopimcam, baik dari Camat Medan Petisah, Koramil, maupun Polsek bahwa kami hadir di tengah masyarakat dalam situasi dan kondisi apa pun. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan membawa keberkahan bagi kita semua,” pungkasnya.

    Penulis Aminurrasyid

  • Korban Penipuan SIP Rugi Rp710 Juta, Minta Kapolri Turun Tangan

    Korban Penipuan SIP Rugi Rp710 Juta, Minta Kapolri Turun Tangan

          MEDAN indeksnews.web.id/- Seorang nenek di Sumatera Utara menjadi korban dugaan penipuan berkedok pendidikan dengan iming-iming kelulusan program Sekolah Inspektur Polisi (SIP) 53 Gelombang I dan II untuk putranya. Akibat peristiwa itu, korban bernama HJ Siti Amrina Harahap mengaku mengalami kerugian hingga Rp710 juta.

    Kasus tersebut telah dilaporkan ke Polda Sumatera Utara pada 23 September 2024 dengan nomor LP/B/1297/IX/2024/SPKT/POLDA SUMATERA UTARA. Namun hingga Februari 2026, penyidik disebut belum menetapkan tersangka, meski dua nama telah berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO).

    Korban mengaku pertama kali bertemu dengan Mahmuddin Rangkuti dan Abdul Rahman Hasibuan pada pertengahan Februari 2024. Keduanya disebut mengaku memiliki kedekatan dengan seorang jenderal dan menjanjikan kelulusan SIP.

    “Dia bilang pasti masuk karena dekat dengan jenderal, lalu dia sebagai ustaz. Saya percaya,” ujar korban didampingi kuasa hukumnya, Paul JJ Tambunan dan tim, usai mempertanyakan perkembangan laporan di Polda Sumut, Jumat (13/2/2026).

    Uang Diserahkan Bertahap

    Korban menyebut uang diserahkan secara bertahap sejak akhir Februari 2024. Awalnya Rp270 juta diberikan tunai di rumah salah satu terlapor. Selanjutnya, dilakukan sejumlah transfer ke beberapa rekening dengan total keseluruhan mencapai Rp710 juta.

    Selain transfer, korban juga mengaku menyerahkan Rp40 juta tunai yang disebut sebagai hadiah ulang tahun anak seorang jenderal.

    Namun janji kelulusan tak pernah terwujud. Proses hukum pun dinilai berjalan lambat. Status DPO terhadap dua terlapor tertuang dalam surat DPO/55/X/RES.1.11./2025/DITRESKRIMUM.

    Kuasa hukum korban mempertanyakan belum adanya penetapan tersangka meski status DPO telah diterbitkan.

    “Ini kasus penipuan yang merugikan orang tua. Pelakunya sudah masuk DPO. Tapi kenapa belum ada penetapan tersangka?” ujar Paul.

    Surati Kapolri

    Upaya hukum telah ditempuh, mulai dari somasi, permohonan mediasi ke MUI Sumut, hingga surat permohonan percepatan penanganan perkara ke jajaran kepolisian, termasuk kepada Listyo Sigit Prabowo selaku Kapolri.

    Korban juga mengadu ke Bidpropam Polda Sumut terkait dugaan ketidakprofesionalan penyidik. Namun menurut kuasa hukum, proses klarifikasi antarunit dinilai belum memberikan kepastian hukum.

    “Harapan kami, Kapolri segera memberi atensi. Ini bukan hanya soal uang, tapi soal keadilan dan kepercayaan masyarakat,” kata Paul.

    Sementara itu, korban mengaku telah menjual aset pribadi demi memenuhi permintaan biaya tersebut.

    “Saya sudah habis-habisan. Jual tanah, kebun, dan barang berharga lainnya demi pendidikan SIP anak saya. Tapi bukannya menjalani pendidikan, uang Rp710 juta hilang,” ujar Siti Amrina.

    Pernyataan Kapolri Soal Pungli SIP

    Sebelumnya, Kapolri Listyo Sigit Prabowo pernah menegaskan komitmennya menindak tegas praktik pungutan liar dalam proses rekrutmen SIP. Pernyataan itu disampaikan saat penutupan Rakernis SDM Polri di Riau pada 18 Maret 2023.

    “Akhir-akhir ini saya mendapat laporan dan keluhan terkait SIP, ada institusi tertentu yang melakukan intervensi untuk mendapatkan uang lagi. Tolong dicoret,” tegas Sigit kala itu.

    Korban berharap komitmen tersebut dapat diwujudkan dalam penanganan laporannya sehingga ada kepastian hukum dan keadilan, serta mencegah kejadian serupa terulang terhadap masyarakat lainnya.(red)

  • Dr. Harli Siregar Buka Secara Resmi Kejuaraan Karate Kajatisu Cup II Tahun 2026

    Dr. Harli Siregar Buka Secara Resmi Kejuaraan Karate Kajatisu Cup II Tahun 2026

     

    Medan, indeksnews.web.id/ – Kejuaraan Karate Kajatisu Cup II Tahun 2026 resmi dibuka oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Harli Siregar, di Gedung Olahraga Jalan William Iskandar, Pancing, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (13/2/2026).

    Kegiatan tersebut dihadiri ratusan atlet beladiri dari berbagai perguruan dan organisasi karate se-Sumatera Utara. Dalam sambutannya, Kajati Sumut menegaskan bahwa kejuaraan ini bukan sekadar ajang memperebutkan piala dan medali, melainkan momentum untuk membangun karakter dan sportivitas para atlet.

    “Kejuaraan ini bukan hanya tentang menang dan kalah. Ini adalah kesempatan bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan beladiri. Pertandingan di gelanggang bukan berarti permusuhan, melainkan ajang kompetisi yang sehat sesama atlet,” ujar Harli Siregar.

    Ia juga memberikan motivasi kepada para peserta agar bertanding dengan menjunjung tinggi nilai kejujuran dan semangat juang.

    “Selamat bertanding dengan tetap menghormati lawan, utamakan sportivitas, jujur, dan semangat juang tinggi,” tegasnya.

    Sejalan dengan itu, Ketua Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Sumatera Utara, Dr. Rahmatsyah, menyampaikan apresiasi atas dukungan Kajati Sumut sehingga kejuaraan tersebut dapat terselenggara.

    “Terima kasih atas dukungan moril dan dorongan semangat dari Bapak Kajati Sumut sehingga kegiatan ini dapat terlaksana. Dari kegiatan ini kita harapkan akan lahir atlet beladiri yang jujur dan tangguh,” ujarnya.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia Kota Medan, para Asisten di lingkungan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, perwakilan Polda Sumatera Utara, Ketua Forki Kota Medan, perwakilan organisasi kepemudaan (OKP), serta insan pers.

    Kasi Penkum Kejati Sumut, Rizaldi, yang turut mendampingi Kajati, menyampaikan bahwa kejuaraan yang memperebutkan Piala Bergilir Kajati Sumatera Utara dan uang pembinaan tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 13 hingga 15 Februari 2026.

    “Sebagaimana harapan Bapak Kajati, semoga dari kejuaraan ini akan menghasilkan atlet-atlet beladiri baru yang kuat, tangguh, namun tetap mengedepankan sikap rendah hati dan jujur,” ujar Rizaldi.

    Kejuaraan Kajatisu Cup II Tahun 2026 diharapkan menjadi wadah pembinaan atlet karate di Sumatera Utara sekaligus mempererat silaturahmi antarperguruan dalam semangat sportivitas dan persaudaraan.(HS)

  • Sambut Bulan Suci Ramadan, KSJ Targetkan Masyarakat Pesisir dan Buruh Tani

    Sambut Bulan Suci Ramadan, KSJ Targetkan Masyarakat Pesisir dan Buruh Tani

    SUMUT – indeksnews.web.id/ – Menyambut bulan suci Ramadan 1446 H, Komunitas Sedekah Jumat (KSJ) kembali menggelar kegiatan sosial dengan menyasar masyarakat pesisir di wilayah Kabupaten Deli Serdang dan Kota Medan, Jumat (13/2/2026).

    Kegiatan rutin yang dilaksanakan sejak pagi hingga menjelang Sholat Jumat ini dipimpin langsung oleh Koordinator Sedekah Jumat KSJ, Boim dan Abdul Maliala, serta dibantu para relawan di Desa Pematang Johar dan Kecamatan Percut Sei Tuan.

    Boim menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda rutin KSJ, terlebih dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan.

    “Dalam menyambut bulan suci Ramadan 1446 H, kami melaksanakan kegiatan yang rutin kami lakukan bersama KSJ. Semua ini adalah arahan dari Bapak Pembina kami, H. Ikhwan Lubis, SH., MH., yang saat ini masih berada di Jakarta,” ujar Boim.

    Ia menambahkan, target kegiatan kali ini adalah para penanam padi atau buruh tani serta para nelayan tradisional yang menangkap ikan menggunakan jala. Tim KSJ bahkan turun langsung menyambangi para nelayan di sampan serta para petani yang tengah beraktivitas di sawah.

    “Target kami kali ini adalah para buruh tani dan nelayan yang kami temui langsung di lokasi saat mereka bekerja, baik di sawah maupun di perairan. Kami ingin memastikan bantuan benar-benar sampai kepada yang membutuhkan,” jelasnya.

    Sementara itu, Pendiri dan Pembina KSJ, Ikhwan Lubis, menegaskan bahwa KSJ memang diarahkan untuk berbagi secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.

    “KSJ memang diarahkan untuk berbagi langsung kepada mereka yang membutuhkan. Saat ini kami belum melakukan open donasi, kegiatan masih berjalan dengan dana internal. Namun, kemungkinan dalam Safari Ramadan nanti, kami akan melaksanakan kegiatan selama satu bulan penuh dan membuka donasi bagi para donatur dan relawan,” ujarnya.

    Ia juga menegaskan komitmen KSJ untuk terus melaksanakan program Sedekah Jumat dan Safari Ramadan secara konsisten pada tahun 1446 H ini.

    Melalui kegiatan tersebut, KSJ berharap dapat meringankan beban masyarakat pesisir, khususnya buruh tani dan nelayan kecil, sekaligus mempererat solidaritas sosial menjelang bulan suci Ramadan.

    (bm)