Author: Admin Utama

  • Toke Durian Asal Dairi Mengaku Ditipu Oknum Kepling Teladan Timur, Lurah Disebut “Tutup Mata”

    Toke Durian Asal Dairi Mengaku Ditipu Oknum Kepling Teladan Timur, Lurah Disebut “Tutup Mata”

    Medan,indeksnews.web.id/-Nasib malang dialami pasangan suami istri (pasutri) asal Dairi/Sidikalang yang mengaku menjadi korban dugaan penipuan oleh oknum Kepala Lingkungan (Kepling) di Kelurahan Teladan Timur, Kecamatan Medan Kota, Rabu (4/3/2026).

    Korban, Lamtota Simamora (30), warga Desa Cinta Maju, Kecamatan Sempat Nempu Hilir, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, mengaku telah tiga hari tiga malam berada di Kota Medan untuk menuntut sisa pembayaran hasil penjualan durian yang hingga kini belum dilunasi.

    Menurut penuturan korban kepada wartawan, peristiwa bermula pada Minggu (28/12/2025), ketika terlapor berinisial R memesan 840 buah durian dan memberikan uang panjar sebesar Rp5 juta. Buah durian kemudian dikirim ke Jalan Pelajar, Medan.

    Sehari berselang, 29 Desember 2025, terlapor kembali memesan 700 buah durian tanpa memberikan panjar. Terlapor berjanji akan membayar setelah durian tiba. Namun, setelah barang sampai, pembayaran tidak kunjung dilakukan.

    Pada 30 Desember 2025, terlapor kembali memesan 700 hingga 840 buah durian. Korban tetap mengirimkan pesanan tersebut meski pembayaran sebelumnya belum dilunasi.

    “Total kerugian kami mencapai Rp70 juta. Pada 19 Januari 2026, terlapor hanya membayar Rp20 juta. Sisanya Rp50 juta berjanji akan dilunasi, tapi sampai sekarang belum dibayar,” ujar Lamtota.

    Merasa dirugikan, korban akhirnya membuat laporan resmi ke Polrestabes Medan, dengan nomor laporan: LP/B/924/III/2026/SPKT/Polrestabes Medan/Polda Sumatera Utara tertanggal 3 Maret 2026.

    Korban juga mengaku telah menemui pihak Kelurahan Teladan Timur untuk mencari solusi. Namun, hingga kini belum ada penyelesaian atau itikad baik pembayaran dari terlapor. Korban menilai pihak lurah terkesan tidak memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut.

    “Kami hanya ingin hak kami dikembalikan. Tolong Bapak Kapolrestabes Medan dan Kapolda Sumut segera memproses laporan kami agar tidak ada korban lainnya,” harapnya.

    Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terlapor maupun dari Kelurahan Teladan Timur terkait dugaan tersebut. Kasus ini kini dalam penanganan pihak kepolisian.

  • Untitled post 81701

    TANJUNG BALAI,indeksnews.web.id/ – Dalam rangka meningkatkan kualitas kinerja dan tata kelola organisasi, Polres Tanjung Balai menerima kunjungan Tim Audit Kinerja Tahap I Tahun Anggaran 2026 dari Itwasda Polda Sumatera Utara, Selasa (03/03).

    Kegiatan yang berlangsung di Aula Pesat Gatra Polres Tanjung Balai ini difokuskan pada aspek perencanaan dan pengorganisasian. Audit ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh program kerja yang telah disusun oleh Polres Tanjung Balai berjalan sesuai koridor dan standar operasional yang berlaku.

    Kapolres Tanjung Balai, AKBP Welman Feri, S.I.K., M.K., menyambut langsung kedatangan Tim II Itwasda Polda Sumut yang dipimpin oleh Kombes Pol Budi Pardamean Saragih, S.I.K., M.H. dan Kombes Pol Triyadi, S.I.K., M.H. bersama rombongan pemeriksa lainnya.

    Dalam arahannya, tim audit menekankan pentingnya manajemen perencanaan yang matang sebagai pondasi utama dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Pemeriksaan meliputi administrasi pendukung, pengorganisasian personel, hingga kesiapan satuan fungsi dalam menjalankan target kerja di tahun 2026.

    “Audit kinerja ini adalah bagian dari upaya Polri untuk terus berbenah. Kami ingin memastikan bahwa setiap perencanaan yang dibuat benar-benar berdampak positif bagi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Tanjung Balai,” ujar Kombes Pol Budi Pardamean Saragih

    Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolres Tanjung Balai Kompol MP Pardede, para Pejabat Utama (PJU), Kapolsek sejajaran, serta para perwira staf. Seluruh rangkaian pemeriksaan berlangsung dengan tertib dan lancar.

    Dengan adanya audit berkala ini, diharapkan Polres Tanjung Balai semakin profesional, transparan, dan akuntabel dalam menjalankan tugasnya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

  • Polsek Sei Tualang Raso Sambangi Warga Lewat Program Door to Door

    Polsek Sei Tualang Raso Sambangi Warga Lewat Program Door to Door

    TANJUNGBALAI,indeksnews.web.id/ – Guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif, Polsek Sei Tualang Raso kembali turun langsung ke tengah masyarakat melalui program Door to Door System (DDS), Selasa (03/03).

    Dalam kegiatan tersebut, personel kepolisian mendatangi rumah-rumah warga serta sejumlah pusat keramaian untuk berdialog dan menyerap aspirasi masyarakat secara langsung di wilayah hukum Polsek Sei Tualang Raso.

    Kapolres Tanjungbalai melalui Kapolsek Sei Tualang Raso, Syafrizal, menyampaikan bahwa kegiatan DDS merupakan wujud komitmen Polri dalam memberikan rasa aman dengan pendekatan humanis.

    “Kami ingin memastikan bahwa Polri selalu hadir di tengah-tengah masyarakat. Bukan sekadar berpatroli, tapi juga mendengarkan apa yang menjadi keresahan warga di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

    Selain berdialog, petugas turut memberikan edukasi mengenai pencegahan tindak kriminalitas, seperti pencurian, penyalahgunaan narkoba, hingga aksi premanisme. Warga diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan di lingkungan sekitar.

    Sebagai bagian dari keterbukaan pelayanan publik, Polsek Sei Tualang Raso mengingatkan masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap gangguan Kamtibmas melalui layanan resmi yang telah disediakan, yakni:

    Call Center 110 (Bebas Pulsa) untuk keadaan darurat
    WhatsApp Dumas Polres Tanjung Balai: 0821-6325-1197

    Dengan terjalinnya sinergi antara kepolisian dan masyarakat, diharapkan wilayah Sei Tualang Raso tetap aman, nyaman, serta terbebas dari berbagai bentuk tindakan kriminalitas yang meresahkan warga.

  • Polsek Tanjung Balai Selatan Sambangi Warga Lewat Program Door to Door

    Polsek Tanjung Balai Selatan Sambangi Warga Lewat Program Door to Door

    TANJUNGBALAI ,indeksnews.web.id/ – Untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif, Polsek Tanjung Balai Selatan kembali turun langsung ke lapangan melalui program Door to Door System (DDS), Rabu (4/3).

    Dalam kegiatan tersebut, personel kepolisian mendatangi rumah-rumah warga serta sejumlah pusat keramaian untuk berdialog secara langsung. Program ini bertujuan mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat sekaligus menyerap aspirasi maupun keluhan warga di wilayah hukum Polsek Tanjung Balai Selatan.

    Kapolres Tanjungbalai melalui Kapolsek Tanjung Balai Selatan, Herwin, menyampaikan bahwa kegiatan DDS merupakan bentuk komitmen Polri dalam menghadirkan rasa aman secara humanis.

    “Kami ingin memastikan bahwa Polri selalu hadir di tengah-tengah masyarakat. Bukan sekadar berpatroli, tetapi juga mendengarkan langsung apa yang menjadi keresahan warga di lingkungan masing-masing,” ujar AKP Herwin.

    Selain berdialog, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan tindak kriminalitas, seperti pencurian, peredaran narkoba, hingga aksi premanisme. Warga diimbau agar tetap waspada dan segera melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungannya.

    Sebagai bentuk keterbukaan pelayanan, Polsek Tanjung Balai Selatan mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan pengaduan resmi, yakni:

    Call Center 110 (Bebas Pulsa) untuk keadaan darurat

    WhatsApp Dumas Polres Tanjung Balai: 0821-6325-1197

    Dengan adanya sinergi antara kepolisian dan masyarakat, diharapkan wilayah Tanjung Balai Selatan tetap aman, nyaman, serta terbebas dari berbagai bentuk gangguan keamanan yang meresahkan.

  • Diduga Penganiayaan Brutal di Lahan Sengketa 366 Hektare, Ahli Waris Tuding Oknum Perkebunan Lakukan “Penjajahan”

    Diduga Penganiayaan Brutal di Lahan Sengketa 366 Hektare, Ahli Waris Tuding Oknum Perkebunan Lakukan “Penjajahan”

    Asahan,indeksnews.web.id/ – Dugaan tindak kekerasan massal terjadi di lokasi eks HGU di Desa Padang Sari, Kecamatan Tinggi Raja, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Sejumlah warga yang mengaku sebagai ahli waris sah atas lahan seluas 366,06 hektare menyatakan menjadi korban penganiayaan oleh ratusan orang yang diduga oknum bayaran dan karyawan dari perusahaan perkebunan ternama, PT BSP.

    Peristiwa tersebut disebut-sebut terjadi secara tiba-tiba saat kelompok tani yang terdiri dari para ahli waris berada di lahan sengketa. Menurut keterangan korban, ratusan orang datang membawa pentungan dan kayu keras, lalu melakukan pemukulan terhadap warga yang berjaga di kebun palawija.

    Akibat insiden itu, sejumlah warga dilaporkan mengalami luka berat, bahkan ada yang mengalami patah tulang. Delapan orang penjaga kebun disebut menjadi sasaran utama pemukulan.

    Salah seorang ahli waris, Mawardi (47), yang juga menjadi korban, menyampaikan bahwa pihaknya sebelumnya memilih menahan diri demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sesuai arahan aparat dan pemerintah daerah.

    “Kami mengikuti arahan untuk tetap tenang dan menunggu proses hukum berjalan. Kami yakin sengketa ini bisa diselesaikan melalui persidangan. Tapi tiba-tiba ratusan orang datang dan menyerang kami secara brutal. Banyak yang berdarah-darah dipukuli dengan benda keras. Bahkan kuasa hukum kami hampir patah kakinya,” ujarnya.

    Menurut pihak ahli waris, lahan seluas 366,06 hektare tersebut diklaim berdasarkan Surat Keterangan Tanah (SKT) tahun 1934 atas nama keluarga Barita Raja.

    Kades Nyaris Jadi Sasaran

    Kepala Desa Padang Sari, Budi Manurung, yang datang ke lokasi setelah mendapat laporan warga, mengaku prihatin atas peristiwa tersebut. Ia bahkan mengaku sempat hampir menjadi sasaran amukan massa saat berusaha melerai.

    “Ini sudah tidak ada kemanusiaan. Kalau benar seperti ini, ini bentuk penindasan terhadap rakyat. Saya akan mendorong agar persoalan ini diproses secara hukum dan berharap pemerintah pusat melihat kondisi masyarakat kami,” tegasnya.

    Ia memastikan akan membuat laporan resmi terkait dugaan penganiayaan berat terhadap warganya.

    Pihak Perusahaan Belum Beri Keterangan

    Hingga berita ini ditayangkan, pihak PT BSP belum memberikan keterangan resmi. Awak media yang mencoba melakukan konfirmasi di lokasi mengaku tidak mendapat tanggapan dari perwakilan perusahaan. Upaya konfirmasi lanjutan melalui sambungan telepon juga disebut tidak mendapat respons.

    Kasus ini menambah daftar panjang konflik agraria di wilayah Sumatera Utara yang melibatkan masyarakat dengan perusahaan perkebunan. Aparat penegak hukum diharapkan segera turun tangan untuk mengusut tuntas dugaan tindak pidana penganiayaan tersebut serta memastikan proses penyelesaian sengketa lahan berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku.

    Pihak kepolisian setempat belum memberikan pernyataan resmi terkait jumlah korban maupun langkah hukum yang akan diambil atas insiden ini.

     

    Sementara Kapolres Asahan AKBP Revi Nurvelani SH Saat diberikan informasi mengenai adanya bentrok antara ahli waris dan pihak PT BSP hanya mengatakan siapa pemenangnya???

     

  • BRUTAL! Dugaan Penganiayaan Massal di Eks HGU Kuala Piasa Estate, Warga Desak Aparat Bertindak

    BRUTAL! Dugaan Penganiayaan Massal di Eks HGU Kuala Piasa Estate, Warga Desak Aparat Bertindak

    Asahan, indeksnews.web.id/ – Dugaan tindak pidana penganiayaan berat secara bersama-sama terjadi di lokasi eks HGU Kuala Piasa Estate, Desa Padang Sari, Kecamatan Tinggi Raja, Kabupaten Asahan. Sekitar 100 hingga 200 orang yang disebut-sebut mengaku sebagai karyawan PT BSP diduga melakukan aksi kekerasan terhadap warga sipil.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula saat rombongan dalam jumlah besar mendatangi lahan seluas kurang lebih 366 hektare tersebut. Pada awalnya situasi disebut berlangsung tanpa perselisihan. Namun menjelang pukul 13.00 WIB, suasana berubah memanas setelah terjadi dugaan intimidasi verbal terhadap warga.

    Sejumlah nama disebut dalam insiden tersebut, di antaranya seorang manajer keamanan berinisial Y.E. serta seorang purnawirawan yang dikenal sebagai M.S. Keduanya diduga berada di lokasi saat ketegangan terjadi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak yang disebutkan.

    Dugaan Perusakan dan Pengeroyokan

    Situasi memuncak ketika plang yang diklaim milik warga dilaporkan dirusak oleh rombongan tersebut. Tak lama kemudian terjadi adu mulut di lokasi.

    Seorang warga bernama Dani yang disebut berupaya melerai justru diduga menjadi korban pemukulan secara bersama-sama. Tidak berhenti di situ, kelompok tersebut juga dilaporkan mendatangi pondok warga dan melakukan pengejaran terhadap seorang pria yang disebut mengenakan baju hijau.

    Korban yang dikejar tersebut dikabarkan mengalami luka robek di bagian kepala serta dugaan patah tulang pada tangan akibat dipukul menggunakan benda keras. Korban telah mendapatkan perawatan medis.

    Secara hukum, peristiwa ini berpotensi masuk dalam dugaan pelanggaran Pasal 170 KUHP tentang kekerasan secara bersama-sama di muka umum, Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan, serta Pasal 55 KUHP terkait turut serta melakukan tindak pidana. Namun penetapan pasal sepenuhnya menjadi kewenangan penyidik.

    Desakan kepada Aparat Penegak Hukum

    Masyarakat mendesak Polres Asahan untuk segera melakukan penyelidikan menyeluruh dan transparan. Warga juga meminta agar pihak-pihak yang diduga terlibat, baik pelaku lapangan maupun yang diduga memberi arahan, diperiksa sesuai prosedur hukum yang berlaku.

    Sejumlah pihak menilai, apabila benar aksi tersebut dilakukan dengan mengatasnamakan perusahaan, maka perlu ditelusuri kemungkinan adanya tanggung jawab korporasi sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

    Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari manajemen PT BSP maupun dari Polda Sumatera Utara terkait insiden tersebut. Awak media masih berupaya melakukan konfirmasi guna memperoleh penjelasan berimbang dari seluruh pihak.

    Kuasa hukum korban menyatakan akan mengawal proses hukum hingga tuntas. Ia juga menegaskan bahwa apabila penanganan perkara tidak berjalan objektif di tingkat Polres, pihaknya akan mempertimbangkan langkah hukum lanjutan ke tingkat yang lebih tinggi.

    Peristiwa ini menjadi perhatian publik dan diharapkan dapat ditangani secara profesional, transparan, serta berkeadilan, guna menjaga kondusivitas dan kepastian hukum di Kabupaten Asahan.

  • Polres Tanjungbalai Dukung Asta Cita Presiden Lewat Program Ketahanan Pangan Nasional

    Polres Tanjungbalai Dukung Asta Cita Presiden Lewat Program Ketahanan Pangan Nasional

    SERDANG BEDAGAI,indeksnews.web.id/ – Dalam upaya menyukseskan swasembada pangan nasional yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden, Polres Tanjungbalai turut serta dalam kegiatan penelitian dan pengembangan (Litbang) yang diselenggarakan oleh Puslitbang Polri.

    Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Patriatama Polres Serdang Bedagai, Selasa (3/3/2026), dan diikuti jajaran pejabat utama serta personel Polres Tanjungbalai. Kegiatan dipimpin langsung oleh Kabag SDM Kompol Hairun Edi Sidauruk.

    Penelitian bertajuk “Peran Polri dalam Mendukung Program Ketahanan Pangan guna Mewujudkan Swasembada Pangan” ini bertujuan menggali sejauh mana efektivitas peran kepolisian dalam mendukung sektor pangan di daerah.

    Tim Puslitbang Polri yang dipimpin Kombes Pol Ady Savad Penataran Simanjuntak, S.H., S.I.K., hadir untuk menghimpun data dan masukan dari berbagai pihak. Menariknya, penelitian ini tidak hanya melibatkan internal kepolisian, tetapi juga menggandeng narasumber dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

    “Kehadiran Polri bukan sekadar menjaga keamanan, tapi juga menjadi motor penggerak di sektor pangan melalui peran Bhabinkamtibmas dan pengawasan distribusi oleh Sat Reskrim,” ujar Kombes Pol Ady Savad.

    Mekanisme penelitian dilakukan melalui metode wawancara mendalam (indepth interview) yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari aparat kepolisian seperti Kasat Binmas, Kasat Reskrim, hingga operator program ketahanan pangan. Selain itu, penelitian juga melibatkan masyarakat dan instansi terkait, seperti Bulog Medan, penyuluh pertanian, kelompok tani jagung, peternak ayam, hingga pembudidaya ikan.

    Langkah ini diambil guna memastikan strategi yang disusun Polri selaras dengan kebutuhan nyata para petani dan pelaku sektor pangan di Sumatera Utara, khususnya di wilayah hukum Polres Tanjungbalai.

    Selain diskusi di dalam ruangan, tim Puslitbang Polri juga melakukan pengecekan langsung ke lahan ketahanan pangan. Pengecekan ini bertujuan melihat secara nyata kontribusi personel Polri, terutama Bhabinkamtibmas, dalam mendampingi masyarakat mengelola potensi pertanian di daerah masing-masing.

    Kapolres Tanjungbalai, AKBP Welman Feri, S.I.K., M.I.K., melalui Kabag SDM menyampaikan bahwa partisipasi ini merupakan wujud komitmen Polres Tanjungbalai dalam mendukung program strategis nasional.

    “Ini adalah komitmen kami untuk memastikan masyarakat tidak hanya aman dari sisi kamtibmas, tetapi juga berdaya secara pangan,” tegasnya.

    Melalui sinergi antara kepolisian, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan program ketahanan pangan nasional dapat berjalan optimal serta mampu mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.

  • Jelang Operasi Ketupat Toba 2026, Polres Tebing Tinggi Cek Pos dan Titik Rawan Kecelakaan

    Jelang Operasi Ketupat Toba 2026, Polres Tebing Tinggi Cek Pos dan Titik Rawan Kecelakaan

    TEBING TINGGI ,indeksnews.web.id/ – Dalam rangka mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif serta kamseltibcarlantas yang aman dan lancar menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H Tahun 2026, Polres Tebing Tinggi melaksanakan kegiatan pengecekan dan survei lokasi Pos Pengamanan, Pos Pelayanan, Pos Terpadu serta titik-titik rawan kemacetan, rawan kecelakaan lalu lintas, jalan dan jembatan rusak, hingga daerah rawan kriminalitas, Selasa (3/3/2026).

    Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kabag Ops Polres Tebing Tinggi, Kompol Herliandri, SH, yang diawali dengan apel kesiapan personel.

    “Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui secara langsung lokasi-lokasi yang berpotensi menimbulkan kerawanan kecelakaan lalu lintas dan kriminalitas, serta sebagai upaya menekan angka kecelakaan dan tindak kejahatan selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026,” ujar Kabag Ops.

    Adapun personel yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari unsur Bag Ops, Satlantas, dan Sat Intelkam Polres Tebing Tinggi. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Dinas Perhubungan Kota Tebing Tinggi serta Dinas Perhubungan Kabupaten Serdang Bedagai.

    Untuk wilayah Kabupaten Serdang Bedagai, lokasi pengecekan meliputi Jalinsum Medan–Pematang Siantar, tepatnya di perlintasan kereta api Afd VIII, Dusun II, Desa Pabatu I, Kecamatan Dolok Merawan, yang dinilai berpotensi menimbulkan kemacetan dan kecelakaan saat arus mudik dan balik Lebaran.

    Sementara di wilayah Kota Tebing Tinggi, pengecekan dilakukan di sejumlah titik strategis, antara lain Jalan Prof. HM. Yamin (Jembatan Sungai Padang), Jalan Yos Sudarso (depan Masjid Agung Kota Tebing Tinggi), Jalan Kutilang AMD Kelurahan Lubuk Baru, Kecamatan Padang Hulu yang kondisi jalannya rusak dan berlubang, serta Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Tambangan, Kecamatan Padang Hilir tepatnya di depan Waterpark Gundaling.

    Pengecekan jalur dan survei ini dilaksanakan guna mengidentifikasi titik-titik rawan kecelakaan lalu lintas serta mengetahui lokasi-lokasi yang kerap terjadi kecelakaan. Selain itu, petugas juga menganalisis faktor penyebabnya, seperti kondisi jalan, cuaca, maupun perilaku pengemudi.

    Melalui langkah antisipatif ini, Polres Tebing Tinggi berharap pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2026 dapat berjalan optimal, sehingga masyarakat yang melaksanakan mudik dan merayakan Idul Fitri dapat merasa aman, nyaman, dan lancar selama berada di wilayah hukum Polres Tebing Tinggi.

  • Kembangkan Aplikasi Dashboard SDM, Sekjen ATR/BPN: Proses Mutasi dan Promosi Jadi Lebih Efektif dan Efisien

    Kembangkan Aplikasi Dashboard SDM, Sekjen ATR/BPN: Proses Mutasi dan Promosi Jadi Lebih Efektif dan Efisien

    Jakarta ,indeksnews.web.id/ – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tengah mengembangkan aplikasi Dashboard Sumber Daya Manusia (SDM) guna mendukung proses mutasi dan promosi pegawai agar lebih efektif dan efisien. Aplikasi yang dibangun oleh Pusat Data dan Informasi Pertanahan dan Tata Ruang (Pusdatin) bersama Biro SDM ini disiapkan sebagai instrumen pemetaan kompetensi dan pengisian jabatan berbasis sistem merit.

    “Saya berharap aplikasi Dashboard SDM ini bisa segera jadi, untuk memenuhi kebutuhan pengisian jabatan. Jadi kegiatan mutasi, promosi dan sebagainya bisa berjalan secara efektif dan efisien,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, saat membuka Sosialisasi Dashboard SDM yang dilaksanakan secara daring dan luring di Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Selasa (03/03/2026).

    Pemetaan melalui Dashboard SDM dilakukan untuk mengidentifikasi serta mengelompokkan pegawai berdasarkan sejumlah aspek, seperti kompetensi, pendidikan, pengalaman, dan posisi jabatan. Menurut Dalu Agung Darmawan, langkah ini menjadi fondasi utama dalam penguatan penerapan sistem merit di lingkungan Kementerian ATR/BPN sehingga kebutuhan pengisian jabatan dapat dipenuhi dengan lebih cepat dan tepat.

    “Kalau sekarang, jika ingin mencari kandidat Eselon 3 dan 4 harus ada ujian terlebih dahulu, lalu dimasukkan ke KRS (Kelompok Rencana Suksesi, manajemen talenta). Ke depan, dengan Dashboard SDM ini, sudah jelas kandidatnya, masuk ke dalam manajemen talenta,” jelas Sekjen ATR/BPN.

    Kepala Pusdatin, I Ketut Gede Ary Sucaya, menyampaikan bahwa pengembangan Dashboard SDM merupakan inisiasi Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, yang menginginkan sistem merit dan jenjang karier di Kementerian ATR/BPN berbasis pada data kepegawaian yang akurat.

    “Dashboard SDM ini untuk mencari talenta-talenta terbaik berdasarkan beragam kriteria yang telah ditetapkan dalam career path, yang nantinya akan tertuang dalam Peraturan Menteri. Jadi, dari Dashboard SDM ini kita bisa mendapatkan gambaran yang sempurna tentang talent pool digabungkan dengan kinerja masing-masing ASN,” terang Kepala Pusdatin.

    Dalam kesempatan yang sama, Kepala Biro SDM, Budi Santosa, mengimbau seluruh jajaran agar rutin memperbarui data diri pada sistem kepegawaian Kementerian ATR/BPN. Hal ini menurutnya demi menjaga validitas data yang akan ditampilkan dalam Dashboard SDM.

    “Kami butuh Bapak/Ibu sekalian untuk melakukan update kembali terkait identitas pegawai, tolong harus lengkap, mulai dari pendidikan, kompetensi di bidang apa, diklat yang diikuti, penghargaan yang diraih, dan sebagainya. Karena, karier Bapak/Ibu semua tergantung dari data di Kepegawaian,” ungkap Budi Santosa.

    Hadir dalam kesempatan ini sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Administrator Kementerian ATR/BPN. Sosialisasi Dashboard SDM ini diikuti oleh Kepala Bagian Tata Usaha pada Kantor Wilayah BPN Provinsi serta Kepala Subbagian Tata Usaha pada Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota seluruh Indonesia.

     

  • Bencana Alam Datang Tanpa Permisi, Sertipikat Elektronik Jadi Pilihan karena Beri Rasa Aman

    Bencana Alam Datang Tanpa Permisi, Sertipikat Elektronik Jadi Pilihan karena Beri Rasa Aman

    Aceh ,indeksnews.web.id/ – Bencana alam yang tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi menanamkan kekhawatiran di benak masyarakat. Bencana dapat menimbulkan kerusakan pada akses, fasilitas, hingga rumah beserta aset yang berada di dalamnya, termasuk sertipikat tanah.

    Dampak itulah yang menimpa Helmi Ismail, nazir tanah wakaf yayasan pendidikan di Desa Bundar, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang. Bencana hidrometeorologi yang terjadi di Aceh pada November 2025 lalu ikut menghanyutkan sertipikat tanah milik yayasannya.

    Sadar akan nilai penting sertipikat tersebut, Helmi Ismail segera bertindak. Dua minggu setelah banjir mulai surut, ia berkomunikasi dengan Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Aceh Tamiang untuk mengajukan permohonan penggantian sertipikat yang hilang. Meski proses penggantian dilakukan di posko sementara karena Kantah juga terdampak banjir, ia tak menyangka dalam waktu kurang dari sepekan sertipikat pengganti yayasannya sudah kembali terbit.

    “Alhamdulillah sangat responsif. Kurang dari seminggu sertipikat baru sudah terbit. Kami sangat bersyukur atas respons cepat dari Kantah di Aceh Tamiang,” ujar Helmi Ismail.

    Peristiwa tersebut menjadi titik balik bagi Helmi. Ia menyadari, di tengah risiko bencana yang terus mengintai, perlindungan dokumen fisik saja tidak lagi cukup. Sertipikat dalam bentuk elektronik yang dicanangkan Kementerian ATR/BPN ia pandang sebagai solusi yang relevan dan mendesak.

    Sertipikat pengganti yang diterbitkan kali ini telah diperbaharui menjadi Sertipikat Elektronik. Digitalisasi itu dipahami Helmi bukan sekadar perubahan bentuk, melainkan perubahan cara pandang terhadap keamanan aset.

    “Digitalisasi ini sangat kami sambut baik. Praktis, mudah, dan dokumentasinya lebih aman. Kalau terjadi kehilangan, salinannya bisa disimpan secara digital, misalnya di Google Drive. Bisa dicek lewat aplikasi juga. Jadi tidak perlu khawatir lagi dengan dokumen fisik,” tuturnya.

    Pengalaman serupa juga dialami Nazarudin, warga Kota Langsa. Banjir setinggi satu meter yang merendam rumahnya turut merusak berbagai dokumen penting, termasuk sertipikat tanah tempat tinggalnya. Beruntung, melalui pengajuan sertipikat pengganti yang kini berbentuk elektronik, legalitas tanahnya dapat diverifikasi dengan cepat dan aman.

    “Kalau kita lihat bentuknya, ini lebih praktis. Informasinya lebih mudah diakses, dan saat terjadi bencana seperti banjir, kami tidak perlu khawatir lagi,” kata Nazarudin.

    Di wilayah Aceh yang kerap dilanda banjir, alih media dari sertipikat analog ke Sertipikat Elektronik menjadi langkah preventif yang rasional. Legalitas tetap terjamin, sekaligus risiko kehilangan akibat bencana dapat ditekan secara signifikan. Kepala Kantah Kota Langsa, Dedi Rahmat Sukarya, mengimbau masyarakat untuk segera mengalihmediakan sertipikat tanah yang masih berbentuk analog menjadi elektronik.

    “Saya mengimbau seluruh masyarakat Kota Langsa untuk segera melapor, baik ke Kantah maupun ke kepala gampong (desa), untuk mengalihmediakan seluruh sertipikat tanah menjadi Sertipikat Elektronik. Ini agar dokumen lebih aman, lebih mudah diakses, dan lebih terjaga,” ucap Dedi Rahmat Sukarya.

    Kisah Helmi Ismail dan Nazarudin menjadi pengingat bahwa di tengah risiko bencana yang tak terprediksi, perlindungan aset tidak lagi cukup hanya dengan menyimpannya secara fisik di rumah. Era modern menghadirkan tambahan keamanan melalui data pertanahan yang tersimpan secara digital dalam sistem online Kementerian ATR/BPN. Transformasi menuju Sertipikat Elektronik bukan sekadar inovasi administratif, melainkan bentuk adaptasi terhadap realitas zaman—menjaga hak atas tanah agar tetap aman, meski bencana datang tanpa permisi.