Author: Admin Utama

  • Dugaan Korupsi Dana Desa Memanas, Massa Geruduk Kantor Desa Tanjung Gusta

    Dugaan Korupsi Dana Desa Memanas, Massa Geruduk Kantor Desa Tanjung Gusta

    TANJUNG GUSTA,Topinformasi – Dugaan penyelewengan Anggaran Dana Desa (ADD) di Desa Tanjung Gusta memicu aksi protes dari kalangan mahasiswa. Massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pemerhati Hukum (AMPH) menggelar aksi unjuk rasa dengan “menggeruduk” Kantor Desa Tanjung Gusta, menuntut  transparansi pengelolaan keuangan desa.

     

    Aksi yang dipimpin Koordinator Lapangan Azli Ritonga tersebut berlangsung hingga sekitar pukul 14.00 WIB. Massa menyuarakan kekecewaan terhadap pengelolaan dana desa yang dinilai tidak transparan dan diduga tidak tepat sasaran.

    Dalam orasinya, Azli Ritonga menyampaikan sejumlah poin tuntutan yang menjadi dasar aksi mahasiswa dan warga. Di antaranya dugaan pengadaan fiktif pada belanja alat tulis kantor (ATK) dan kebutuhan operasional desa yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

    Selain itu, massa juga menyoroti dugaan adanya musyawarah desa yang bersifat fiktif. Menurut mereka, terdapat kegiatan yang tercantum dalam laporan administrasi desa, namun tidak pernah dilaksanakan atau tidak melibatkan masyarakat sebagaimana mestinya.

    Mahasiswa juga menyinggung temuan sejumlah stempel yang berada dalam satu plastik di meja bendahara desa. Temuan tersebut menimbulkan dugaan adanya praktik administrasi yang dinilai tidak sesuai prosedur.

    Tak hanya itu, massa mempertanyakan pengeluaran anggaran untuk pembayaran listrik yang diduga tidak sesuai dengan nilai yang tercantum dalam laporan keuangan. Mereka juga menyoroti adanya pemotongan gaji kepala dusun dan staf desa sebesar Rp85 ribu setiap bulan yang dinilai tidak memiliki dasar yang jelas.

    Sorotan lain datang dari program 50 unit bedah rumah yang disebut telah terealisasi. Namun, massa mengaku menerima informasi bahwa sekitar 35 unit dari program tersebut dijadikan alasan untuk pembayaran BPJS dan setoran ke PMD Kecamatan. Hal ini memunculkan pertanyaan terkait alokasi dana yang sebenarnya.

    Dalam tuntutannya, mahasiswa meminta Kepala Desa Tanjung Gusta Kawibowo segera memberikan klarifikasi terbuka kepada masyarakat melalui forum resmi desa. Mereka juga meminta agar laporan realisasi Anggaran Dana Desa disampaikan secara rinci dan tertulis, lengkap dengan bukti pengeluaran yang sah.

    Selain itu, massa menuntut penghentian segala bentuk pemotongan yang tidak memiliki dasar hukum yang jelas. Jika ditemukan indikasi penyimpangan, mereka mendesak agar dilakukan audit oleh Inspektorat Kabupaten maupun aparat penegak hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

    Ketegangan sempat mereda setelah massa ditemui oleh Penjabat (PJ) Kepala Desa Tanjung Gusta Irfan Zuhri yang didampingi Sekretaris Desa Nur Mardiah Lestari. Pertemuan dilakukan di depan pintu masuk kantor desa sebagai bentuk mediasi dengan para pengunjuk rasa.

    Di hadapan massa, Irfan Zuhri menyatakan pihaknya akan meninjau kembali laporan keuangan desa yang menjadi sorotan mahasiswa dan masyarakat.

    “Kami mendengar apa yang menjadi keresahan masyarakat. Sebagai Penjabat Kepala Desa, saya bersama Sekretaris Desa akan meninjau kembali laporan yang ada dan memastikan bahwa setiap rupiah dana desa dapat dipertanggungjawabkan sesuai aturan yang berlaku,” ujar Irfan Zuhri.

    Sementara itu, massa menilai jawaban yang disampaikan pihak pemerintah desa masih bersifat normatif dan belum menjawab secara rinci terkait dugaan penggunaan anggaran, khususnya pada program penanganan keadaan mendesak yang disebut memiliki nilai anggaran cukup besar.

    Di akhir aksi, mahasiswa menegaskan komitmen mereka untuk terus mengawal transparansi pengelolaan dana desa.

    “Aksi hari ini menjadi penegasan bahwa mahasiswa tetap berada di garis depan dalam mengawal integritas lembaga negara serta mendorong transparansi dan akuntabilitas di lingkungan pemerintahan desa,” tegas Azli Ritonga.

  • Polsek Perbaungan Ungkap Kasus Curat di Perumahan Bater Residence, Satu Pelaku Diamankan

    Polsek Perbaungan Ungkap Kasus Curat di Perumahan Bater Residence, Satu Pelaku Diamankan

    SERDANG BEDAGAI ,Topinformasi- Polsek Perbaungan berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) yang terjadi di Jalan Malinda II, Perumahan Bater Residence Blok A6, Kelurahan Batang Terap, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai.

    Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 20 Juli 2025 sekitar pukul 13.30 WIB. Korban sekaligus pelapor, Melly Christina Damanik (35) yang berprofesi sebagai dokter, mendapati rumahnya dalam kondisi berantakan saat pulang dari tempat kerja.

    Setelah memeriksa kondisi rumah, korban menyadari sejumlah perhiasan emas miliknya telah hilang. Diduga pelaku masuk ke dalam rumah dengan cara merusak jerjak jendela dapur serta memotong teralis menggunakan tang potong.

    Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp30 juta.

    Berdasarkan laporan polisi LP/B/212/VII/2025/SPKT/Polsek Perbaungan/Polres Sergai/Polda Sumut, tim opsnal Polsek Perbaungan yang dipimpin Kanit Reskrim IPTU Tri Pranata Purba, S.Sos., M.H. melakukan serangkaian penyelidikan.

    Hasilnya, petugas berhasil mengamankan seorang tersangka bernama Suliadi alias Adi Benget (31), warga Dusun IV Desa Sementara, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai.

    Tersangka ditangkap di Dusun I Desa Lubuk Cemara, Kecamatan Perbaungan. Dari hasil interogasi, pelaku mengakui melakukan pencurian tersebut bersama rekannya Lian Pramana Harahap (32) yang sebelumnya telah lebih dulu diamankan oleh pihak kepolisian.

    Dalam penangkapan tersebut, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain satu unit sepeda motor Honda Vario tanpa nomor polisi, satu unit sepeda motor merek KTM buatan China, serta satu potong kaos berwarna biru langit.

    Selain terlibat dalam kasus pencurian di Perumahan Bater Residence, tersangka juga mengakui telah melakukan pencurian sepeda motor di 11 tempat kejadian perkara (TKP) lainnya.

    Saat ini tersangka telah diamankan di Mapolsek Perbaungan untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Sementara itu, pihak kepolisian masih terus melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan keterlibatan pelaku dalam kasus kejahatan lainnya. (AVID)

  • Wamen ATR/BPN Lantik Pejabat Pengawas dan Fungsional, Tegaskan Peran Sebagai Ujung Tombak Pelayanan Pertanahan

    Wamen ATR/BPN Lantik Pejabat Pengawas dan Fungsional, Tegaskan Peran Sebagai Ujung Tombak Pelayanan Pertanahan

    JAKARTA,Topinformasi – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggelar pelantikan dan pengambilan sumpah/janji Jabatan Pengawas dan Jabatan Fungsional di Aula Prona Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Kamis (12/3/2026).

    Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Ossy Dermawan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa para pejabat yang baru dilantik merupakan ujung tombak dalam menentukan kualitas pelayanan pertanahan kepada masyarakat.

    “Bapak/Ibu merupakan ujung tombak dalam pelayanan teknis pertanahan. Dalam berbagai layanan, seperti pengukuran, pemetaan, peralihan tanah, penetapan hak, dan layanan teknis lainnya, Pejabat Fungsional dan Pengawas memiliki peran yang sangat penting untuk memastikan layanan tersebut akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Ossy Dermawan.

    Ia menekankan bahwa kebijakan yang dibuat oleh para pejabat tersebut tidak hanya harus akurat secara administratif, tetapi juga mampu diimplementasikan dengan baik di lapangan. Terlebih, di tengah upaya percepatan digitalisasi layanan pertanahan yang terus didorong oleh Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid.

    Menurutnya, transformasi layanan dan digitalisasi harus benar-benar mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

    “Transformasi layanan dan digitalisasi harus benar-benar meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Di sinilah peran Pejabat Fungsional menjadi sangat penting agar inovasi layanan tidak hanya berhenti pada aplikasi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.

    Dalam pelantikan tersebut, Wamen ATR/BPN melantik 4 Pejabat Pengawas dan 176 Pejabat Fungsional dengan berbagai formasi jabatan. Di antaranya Widyaiswara Ahli Madya, Asesor Sumber Daya Manusia Aparatur Ahli Madya, Analis SDM Aparatur Ahli Madya, Dosen Asisten Ahli, Penata Kadastral Ahli Pertama, Penata Ruang Ahli Pertama, Penata Pertanahan Ahli Pertama, Auditor Ahli Pertama, Pranata Komputer Ahli Pertama, serta Asisten Penata Kadastral Terampil.

    Beragam formasi jabatan tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia untuk mendukung pelaksanaan tugas teknis maupun administratif di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

    Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan tersebut turut disaksikan sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

    Dalam kesempatan itu, Kepala Subbagian Perencanaan Program Tahunan Triaz Akbar Wibowo mewakili para pejabat yang dilantik membacakan Pakta Integritas. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pengambilan sumpah/janji jabatan.

    Adapun yang bertindak sebagai saksi dalam pelantikan tersebut yakni Direktur Pengukuran dan Pemetaan Kadastral Yoga Suwarna serta Kepala Pusat Penilaian Kompetensi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Heri Mulianto.

  • Kementerian ATR/BPN Dukung Program Ketahanan Energi Lewat Penyediaan Lahan dan Tata Ruang

    Kementerian ATR/BPN Dukung Program Ketahanan Energi Lewat Penyediaan Lahan dan Tata Ruang

    JAKARTA ,Topinformasi – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyatakan dukungan terhadap Program Strategis Nasional (PSN) di bidang ketahanan energi melalui penyediaan lahan serta dukungan tata ruang guna mempercepat pembangunan infrastruktur energi nasional.

    Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Transisi Energi Terbarukan dan Konversi Kendaraan Listrik yang digelar di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Rabu (11/3/2026).

    “Untuk menyukseskan program ini, kami memberikan dukungan melalui pelayanan pertanahan dan tata ruang. Dari sisi pelayanan pertanahan, kami menyiapkan potensi lahan yang bersumber dari Hak Guna Usaha (HGU) dan Hak Guna Bangunan (HGB) yang tidak diperpanjang,” ujar Nusron Wahid.

    Ia menjelaskan, secara nasional potensi lahan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur ketahanan energi mencapai sekitar 849.000 hektare. Sementara untuk wilayah Pulau Jawa, potensi lahan yang tersedia diperkirakan berkisar 50.000 hingga 60.000 hektare.

    Menurutnya, saat ini Kementerian ATR/BPN tengah melakukan pemetaan serta identifikasi lebih lanjut terhadap lokasi-lokasi yang berpotensi dimanfaatkan dalam mendukung pembangunan sektor energi tersebut.

    Selain penyediaan lahan, Kementerian ATR/BPN juga akan memberikan dukungan dari aspek perizinan pemanfaatan ruang, salah satunya melalui penerbitan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) sebagai dasar untuk memproses perizinan lainnya.

    Untuk mempercepat implementasi program tersebut, Nusron Wahid mengusulkan agar pengembangan energi dimasukkan ke dalam skema Program Strategis Nasional (PSN). Dengan demikian, proses penyesuaian pemanfaatan ruang maupun penyelesaian aspek pertanahan dapat dilakukan secara lebih cepat dan terkoordinasi.

    Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa Presiden telah menginstruksikan percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan target kapasitas hingga 100 gigawatt. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak.

    “Energi merupakan salah satu faktor penting dalam geopolitik dan geoekonomi global. Karena itu, Bapak Presiden meminta kita mempercepat pemanfaatan potensi energi yang kita miliki agar Indonesia semakin mandiri,” kata Bahlil.

    Dalam rapat tersebut, Menteri Nusron turut didampingi Direktur Jenderal Tata Ruang Suyus Windayana. Pertemuan tingkat menteri ini juga dihadiri sejumlah menteri dan kepala lembaga dari Kabinet Merah Putih.

  • Gelar Rapim, Menteri ATR/BPN Minta Jajaran Matangkan Penyelarasan Data Jelang Penetapan LSD di 12 Provinsi

    Gelar Rapim, Menteri ATR/BPN Minta Jajaran Matangkan Penyelarasan Data Jelang Penetapan LSD di 12 Provinsi

    JAKARTA.Topinformasi  – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mematangkan persiapan penetapan Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD) di 12 provinsi. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid meminta seluruh jajaran untuk memperhatikan penyelarasan data antar Direktorat Jenderal (Ditjen) sebelum pembahasan dibawa ke Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan.

    Hal tersebut disampaikan Menteri Nusron saat memimpin Rapat Pimpinan (Rapim) di Aula Prona Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Selasa (10/3/2026).

    “Pada 12 Maret mendatang kita akan melaksanakan Rakortas dengan Kemenko Pangan untuk penetapan 12 provinsi LSD, maka kita perlu mempersiapkan semuanya dengan matang. Saat ini LSD baru ditetapkan di delapan provinsi sehingga perlu perluasan dan penyelarasan data sebelum penetapan berikutnya,” ujar Nusron.

    Ia menjelaskan, penetapan LSD di 12 provinsi tersebut merupakan kelanjutan dari kebijakan sebelumnya yang telah menetapkan LSD di delapan provinsi. Perluasan ini dilakukan pemerintah sebagai langkah memperkuat perlindungan terhadap lahan sawah strategis guna menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus mengendalikan alih fungsi lahan pertanian.

    Dalam rapat yang juga dihadiri para Direktur Jenderal di lingkungan Kementerian ATR/BPN itu, Menteri Nusron menginstruksikan agar dilakukan pembahasan lintas Ditjen teknis. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan kesiapan data sekaligus sinkronisasi kebijakan dari berbagai aspek, mulai dari penataan agraria, tata ruang, hingga pengendalian pemanfaatan ruang.

    Menurutnya, dari sisi Ditjen Penataan Agraria, pembahasan difokuskan pada kesiapan data Lahan Baku Sawah (LBS) yang menjadi dasar penetapan LSD. Sementara dari aspek spasial melalui Ditjen Tata Ruang, dilakukan penelaahan terhadap kesesuaian data dan peta agar tidak terjadi perbedaan delineasi antara berbagai kebijakan perlindungan lahan pertanian.

    “Dengan kesamaan data dan peta, pelaksanaan pengendalian serta perlindungan lahan sawah dapat berjalan lebih efektif dan terintegrasi,” jelasnya.

    Lebih lanjut, pemerintah juga memastikan keselarasan antara kebijakan LSD dengan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Dalam kebijakan tersebut, LSD diselaraskan dengan Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) yang mencakup LP2B, infrastruktur pendukung pertanian, serta cadangan lahan pertanian.

    Rapim perdana pada bulan Ramadan 2026 ini turut dihadiri Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Ossy Dermawan serta para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Kementerian ATR/BPN. Selain itu, para Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi dan Kepala Kantor Pertanahan di seluruh Indonesia juga mengikuti rapat secara daring.

  • Satreskrim Polres Batubara Dalami Kasus Dugaan MarkUp Proyek Pojok Baca Digital Desa 

    Satreskrim Polres Batubara Dalami Kasus Dugaan MarkUp Proyek Pojok Baca Digital Desa 

    Batubara [Topinformasi-Terkait dugaan MarkUp pembangunan Pojok Baca Digital Desa di 141 Desa se-Kabupaten Batubara berimbas ketidaknyamanan seluruh Kepala Desa akibat dipanggil oleh penyidik Tipikor Polres Batubara.

     

    Menurut salah seorang Kepala Desa di Kecamatan Air Putih yang terkonfirmasi Kamis 12/3/2026 menyebutkan, terkait pojok baca, “iya sudah banyak yang di periksa di Polres Batubara”, Kecamatan Medang Deras hampir semua Kepala Desa sudah di periksa”, ujarnya.

     

    “Pemeriksaan itu terus berjalan, saat ini giliran Kepala Desa Kecamatan Laut Tador, Kecamatan Sai Suka, dan Kepada Desa Kecamatan Lima Puluh sebagian juga sudah ada yang di periksa”,ketusnya.

     

    Dikonfirmasi terkait regulasi pengadaan pojok baca tersebut, ia menyebut “berdasarkan Perbub nomor 721/DPMD/2025 tentang Pedoman Pelaksanaan BKK.

     

    Kasat Reskrim Polres Batubara, AKP Masagus Zailani Dwiputra saat di konfirmasi Kamis 12/3/2026 menyebutkan, “terkait dugaan-dugaan pengadaan pojok baca, itu sedang berproses, dan sedang berjalan”.

     

    Saat ini Satreskrim tengah melakukan pendalaman, dan telah memanggil beberapa Kepala Desa dari masing-masing Kecamatan untuk di ambil keterangannya sebagai sampel”. Dan kita terus berkoordinasi dengan Inspektorat dan menunggu hasil audit”, ucap Masagus.

     

    Sekedar di ketahui, “pembangunan Pojok Baca Digital Desa sumber Bantuan Keuangan Khusus (BKK) TA 2025 sebesar Rp 2.115.000.000 atau setara Rp 15.000.000 per Desa tersebut dikerjakan CV Asia Global Mandiri”.

     

    Ironisnya, proyek pojok baca digital desa ini dikerjakan ditengah efisiensi anggaran skala nasional, dan diduga tidak sesuai Perpres nomor 46 tahun 2025 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah, serta petunjuk Peraturan Bupati Batubara nomor 39 tahun 2025 tentang percepatan pembangunan desa”.

     

    Sedangkan material Pojok Baca Digital Desa tersebut hanya berbentuk sekat dinding kaca yang di bingkai dengan VVC dengan volume panjang 5 meter tinggi 1 setengah meter”.

     

    Selain itu, diduga kuat ada dana tambahan pendukung sebesar Rp 5 – 10. 000.000. (dr)

  • Sambut Mudik 2026, Kapolsek Teluk Nibung Hadiri Rapat Persiapan Angkutan Laut

    Sambut Mudik 2026, Kapolsek Teluk Nibung Hadiri Rapat Persiapan Angkutan Laut

    TANJUNGBALAI [ Topinformasi – Guna memastikan kelancaran arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah / 2026 Masehi, Polres Tanjungbalai melalui Polsek Teluk Nibung menghadiri rapat koordinasi lintas sektoral di Aula Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Tanjung Balai Asahan, Kamis (12/3/2026).

    Rapat yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut membahas kesiapan sarana, prasarana, serta pengamanan di wilayah pelabuhan dalam menghadapi lonjakan penumpang selama masa angkutan Lebaran.

    Hadir dalam kegiatan itu Kapolsek Teluk Nibung AKP SRT Siburian, SH, bersama pimpinan instansi terkait lainnya, seperti KSOP, PT Pelindo, Bea Cukai, Imigrasi, serta Basarnas.

    Dalam pertemuan tersebut, pihak PT Pelindo menyampaikan sejumlah langkah perbaikan fasilitas untuk meningkatkan kenyamanan penumpang. Perbaikan tersebut meliputi renovasi area stasiun atau terminal penumpang, perbaikan atap, penambahan pendingin ruangan (AC), serta penambahan kursi di ruang tunggu.

    Kapolsek Teluk Nibung AKP SRT Siburian, SH menegaskan bahwa Polres Tanjungbalai siap memberikan dukungan penuh guna menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama masa angkutan Lebaran.

    “Kami mendukung penuh operasional Posko Lebaran di pelabuhan. Fokus kami adalah memastikan area parkir tertata rapi serta pelayanan terhadap penumpang maupun barang oleh petugas di lapangan berjalan maksimal,” ujarnya.

    Ia juga menambahkan bahwa koordinasi lintas instansi sangat penting untuk mengantisipasi berbagai potensi kendala yang mungkin terjadi selama arus mudik dan arus balik.

    Dengan adanya sinergi yang kuat antar-lembaga tersebut, diharapkan masyarakat yang menggunakan jalur laut melalui Pelabuhan Tanjungbalai dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman, nyaman, dan lancar menuju kampung halaman.

    Solihin

  • Pastikan Mudik Aman, Polsek Tanjungbalai Utara Kawal Ketat Stasiun Kereta Api

    Pastikan Mudik Aman, Polsek Tanjungbalai Utara Kawal Ketat Stasiun Kereta Api

    TANJUNGBALAI [ Topinformasi – Guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik Lebaran 2026 (1447 H), Polsek Tanjungbalai Utara menyiagakan personel di Stasiun Kereta Api Tanjungbalai, Kamis pagi (12/3/2026).

    Pengamanan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi meningkatnya mobilitas masyarakat yang menggunakan transportasi kereta api menjelang Hari Raya Idulfitri. Personel kepolisian ditempatkan di sejumlah titik strategis di area stasiun.

    Kegiatan pengamanan difokuskan pada pengawasan arus penumpang serta sterilisasi area vital stasiun. Berdasarkan pantauan di lapangan, petugas terlihat berjaga di area pintu masuk (boarding) hingga pintu kedatangan untuk memastikan proses pemeriksaan tiket dan barang bawaan berjalan tertib dan lancar.

    Kapolsek Tanjungbalai Utara, IPTU Sawal Simanjuntak, S.H., mengatakan pengamanan ini merupakan bagian dari Operasi Angkutan Lebaran Tahun 2026 yang dilaksanakan untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

    “Kami ingin memastikan masyarakat yang menggunakan moda transportasi kereta api merasa tenang. Personel kami di lapangan, AIPDA Hutagaol dan BRIPKA B. Nasution, fokus memantau pergerakan penumpang naik dan turun agar tidak terjadi penumpukan maupun gangguan kamtibmas,” ujar IPTU Sawal.

    Selain melakukan pengamanan, petugas juga memberikan imbauan kepada para pemudik agar selalu waspada terhadap barang bawaan serta menjaga kesehatan selama perjalanan menuju kampung halaman.

    Dengan adanya pengamanan tersebut, diharapkan arus mudik melalui Stasiun Kereta Api Tanjungbalai dapat berjalan aman, tertib, dan lancar.

    Solihin

  • Polres Tanjungbalai Bagikan Takjil ke Tiga Masjid di Bulan Ramadhan

    Polres Tanjungbalai Bagikan Takjil ke Tiga Masjid di Bulan Ramadhan

    TANJUNGBALAI [ Topinformasi- Dalam rangka berbagi keberkahan di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Polres Tanjungbalai membagikan takjil kepada jamaah di tiga masjid yang berada di wilayah hukumnya, Rabu (11/3/2026) sore.

    Kegiatan sosial tersebut dipimpin oleh perwakilan Kapolres Tanjungbalai dan melibatkan personel dari Polsek setempat. Dalam kegiatan itu, Polres Tanjungbalai membagikan sekitar 100 cup bubur sebagai takjil bagi masyarakat yang akan berbuka puasa.

    Adapun tiga masjid yang menjadi lokasi pembagian takjil yakni Masjid Al Jannah, Masjid Istiqomah, dan Masjid Nurul Al Ihsan. Takjil tersebut diserahkan kepada pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM), tokoh masyarakat, serta jamaah yang berada di masjid-masjid tersebut.

    Perwakilan Polres Tanjungbalai menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan kedekatan Polri dengan masyarakat, khususnya di momentum bulan Ramadhan yang penuh berkah.

    “Melalui kegiatan berbagi takjil ini, kami berharap dapat membantu masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa sekaligus mempererat hubungan silaturahmi antara Polri dan masyarakat,” ujarnya.

    Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Polres Tanjungbalai untuk terus hadir di tengah masyarakat dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat.

    Masyarakat dan pengurus masjid menyambut baik kegiatan tersebut serta mengapresiasi kepedulian Polres Tanjungbalai yang turut berbagi kepada jamaah di bulan suci Ramadhan.

  • Iran Mundur dari Piala Dunia 2026 di Tengah Perang dengan AS dan Israel

    Iran Mundur dari Piala Dunia 2026 di Tengah Perang dengan AS dan Israel

    Teheran | Topinformasi – Pemerintah Iran menyatakan negaranya tidak akan berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026 karena situasi perang yang sedang berlangsung melawan Amerika Serikat dan Israel.

    Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Olahraga Iran Ahmad Donyamali, yang menegaskan bahwa kondisi negara saat ini tidak memungkinkan tim nasional Iran untuk mengikuti ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut.

    “Mempertimbangkan bahwa rezim korup ini telah membunuh pemimpin kami, kami tidak bisa berpartisipasi di Piala Dunia dalam keadaan apa pun,” ujar Ahmad Donyamali seperti dikutip dari Sky Sports.

    Iran saat ini tengah berada dalam eskalasi konflik dengan Amerika Serikat dan Israel. Situasi semakin memanas setelah pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan gugur dalam konflik tersebut.

    Kondisi tersebut membuat keikutsertaan tim nasional Iran, yang dikenal dengan julukan Team Melli, sejak awal memang terus dipertanyakan.

    Deretan Negara yang Pernah Boikot Piala Dunia

    Keputusan Iran untuk mundur dari Piala Dunia bukanlah yang pertama dalam sejarah turnamen tersebut. Beberapa negara sebelumnya juga pernah melakukan aksi boikot dengan berbagai alasan politik maupun konflik internasional.

    Berdasarkan catatan sejarah, sedikitnya enam kasus boikot pernah terjadi dalam ajang Piala Dunia, di antaranya:

    Uruguay (1934) – Menolak bermain di Italia sebagai balasan karena sedikitnya tim Eropa yang ikut Piala Dunia 1930 di Uruguay.

    Negara Inggris Raya (1934) – Inggris, Wales, Skotlandia, dan Irlandia menolak tampil karena menganggap kompetisi regional mereka lebih bergengsi setelah keluar dari FIFA.

    Argentina (1938) – Memboikot Piala Dunia di Prancis karena gagal terpilih sebagai tuan rumah.

    Negara-negara Afrika (1966) – Memboikot turnamen karena memprotes kebijakan kuota peserta dari Afrika yang dianggap tidak adil.

    Uni Soviet (1974) – Menolak bermain melawan Chile sebagai protes terhadap kudeta militer yang menggulingkan Presiden Salvador Allende.

    Kini Iran menjadi negara terbaru yang mengambil langkah serupa. Konflik bersenjata yang masih berlangsung membuat pemerintah Iran memutuskan fokus pada situasi nasional dibanding mengikuti kompetisi olahraga internasional.

    Hingga kini perang antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel dilaporkan masih terus berlangsung dengan ketegangan yang semakin meningkat di kawasan Timur Tengah.