Beranda blog Halaman 79

Motif Pembunuhan Wanita dalam Box Kontainer di Medan Terungkap, Korban Menolak Seks Menyimpang

0

MEDAN,indeksnews.web.id/  – Misteri pembunuhan sadis terhadap seorang perempuan yang jasadnya ditemukan di dalam box kontainer plastik di kawasan Jalan Menteng VII, Kecamatan Medan Denai, akhirnya terungkap. Korban diketahui bernama Rahmadani Siagian (20), seorang perantau asal Kabupaten Labuhanbatu Utara yang bekerja di sebuah toko ponsel di Kota Medan.

Kepolisian mengungkap bahwa kasus ini merupakan rangkaian tiga tindak pidana sekaligus, yakni pembunuhan, kekerasan seksual, dan pencurian dengan kekerasan.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak menjelaskan, peristiwa tragis tersebut bermula dari pertemuan korban dengan tersangka utama berinisial SAN (23).

“Di TKP ini terjadi tiga jenis tindak pidana. Yang pertama pembunuhan, kedua pencurian dengan kekerasan, dan yang ketiga kekerasan seksual,” ujar Calvijn saat memaparkan pengungkapan kasus di Gedung Rupatama Mapolrestabes Medan, Selasa (17/3/2026).

Berawal dari Janji Pertemuan Lewat Aplikasi

Berdasarkan hasil penyelidikan, pada 9 Maret 2026 sekitar pukul 17.00 WIB, tersangka berkomunikasi dengan korban untuk bertemu setelah berkenalan melalui sebuah aplikasi.

Keduanya kemudian bertemu di depan warung kopi yang tidak jauh dari tempat kos korban. Setelah itu, mereka berbuka puasa bersama di sebuah rumah makan sebelum menuju kamar C4 di salah satu hotel OYO di kawasan Medan Denai.

Di dalam kamar hotel, keduanya sempat melakukan hubungan badan. Namun, saat tersangka kembali mengajak korban untuk melakukan hubungan seksual menyimpang, korban menolak.

“Korban menolak ajakan tersebut. Karena sakit hati dan emosi, tersangka kemudian memiting dan melilit leher korban menggunakan selendang hingga korban tidak berdaya,” jelas Calvijn.

Selain itu, ditemukan luka memar di bagian kepala korban yang diduga akibat benda tumpul hingga menyebabkan korban mengalami pendarahan dari hidung.

Dalam kondisi korban yang sudah tidak berdaya, tersangka kemudian melakukan tindakan kekerasan seksual. Setelah itu, pelaku juga mengambil barang milik korban berupa handphone dan cincin sebelum meninggalkan lokasi dan menginap di rumah pacarnya.

Jasad Dimasukkan ke Dalam Karung dan Box Kontainer

Keesokan harinya, 10 Maret 2026, tersangka kembali ke hotel untuk memastikan kondisi korban. Ia datang dengan membawa karung goni plastik yang sebelumnya dibeli di sebuah toko pakan burung.

Setelah memastikan korban telah meninggal dunia, tersangka membungkus tubuh korban menggunakan selimut dan sprei hotel, lalu memasukkannya ke dalam karung goni dan selanjutnya ke dalam box kontainer plastik.

Untuk memindahkan jasad korban, tersangka meminta bantuan rekannya berinisial SHR (23). Dengan menggunakan sepeda motor, keduanya membawa jasad korban ke kawasan pinggiran sungai di Jalan Menteng VII, Medan Denai.

“Dari penemuan tersebut, kami menemukan petunjuk berupa selimut dan sprei bertuliskan nama penginapan OYO, sehingga kami telusuri dan mengarah ke lokasi hotel yang dimaksud,” ungkap Calvijn.

Pelaku Berhasil Ditangkap

Dalam waktu singkat, polisi berhasil mengidentifikasi dan menangkap kedua pelaku. Tersangka SAN diringkus di rumah pacarnya di kawasan Jalan Flamboyan Raya, Medan Tuntungan, sementara SHR diamankan di tempat kosnya di Desa Marindal I, Kecamatan Patumbak.

Kasus ini kini masih dalam penanganan lebih lanjut oleh pihak kepolisian, termasuk pendalaman terhadap peran masing-masing pelaku serta kelengkapan berkas perkara untuk proses hukum selanjutnya.

Kapolrestabes menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas pelaku sesuai hukum yang berlaku atas perbuatan keji tersebut.

Kajatisu Hadiri Buka Puasa Bersama KNPI Sumut, Perkuat Sinergi Berantas Korupsi

0

Medan ,indeksnews.web.id/- Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Harli Siregar, menghadiri acara buka puasa bersama yang digelar oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) DPD Sumatera Utara di Gedung Andaliman Hall, Jalan Sei Batanghari, Medan, Senin (16/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Ketua KNPI Sumatera Utara, Aldy Syahputra Siregar, menyampaikan apresiasi atas kinerja Kejatisu dalam penegakan hukum, khususnya pemberantasan tindak pidana korupsi. Ia menilai langkah-langkah yang dilakukan Kejaksaan telah memberikan dampak nyata melalui penyelamatan dan pengembalian kerugian keuangan negara serta aset negara.

“Pemuda Sumatera Utara, khususnya keluarga besar KNPI, siap menjadi mitra strategis Kejatisu dalam mendukung penegakan hukum dan pemberantasan korupsi demi pembangunan daerah yang bersih dan transparan,” ujarnya dalam sambutan.

Sementara itu, Kajatisu Harli Siregar mengapresiasi peran organisasi kepemudaan dalam mendukung upaya penegakan hukum dan pencegahan korupsi di Sumatera Utara. Menurutnya, kolaborasi antara aparat penegak hukum dan elemen pemuda merupakan langkah strategis dalam membangun budaya antikorupsi di tengah masyarakat.

Ia juga berharap KNPI dapat berperan aktif dalam menyosialisasikan nilai-nilai integritas serta mendorong partisipasi masyarakat dalam mengawasi program pembangunan, termasuk dalam pencegahan tindak pidana korupsi dan penyalahgunaan narkoba.

“Bulan Ramadan adalah momentum refleksi untuk mengukuhkan komitmen bersama. Melalui sinergi antara Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan KNPI, kita harapkan dapat memperkuat gerakan kolektif dalam mewujudkan Sumatera Utara yang lebih bersih, transparan, dan bebas dari praktik korupsi,” tegasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dan pejabat, di antaranya Anggota DPR RI Delia Pratiwi Sitepu, Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian, serta pengurus KNPI Kota Medan dan para undangan lainnya.

Acara berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kebersamaan, sekaligus memperkuat komitmen lintas sektor dalam mendukung upaya penegakan hukum di Sumatera Utara.

Pastikan Perbankan Aman, Sat Samapta Polres Tanjung Balai Amankan Objek Vital

0

TANJUNG BALAI ,indeksnews.web.id/  Guna menjamin keamanan masyarakat dalam bertransaksi, Satuan Samapta Polres Tanjung Balai melaksanakan pengamanan di sejumlah objek vital perbankan di wilayah Tanjung Balai pada Selasa (17/3/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini menyasar sejumlah bank besar, di antaranya Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Sumut, Bank Central Asia (BCA), serta Bank Mandiri.

Personel kepolisian disiagakan di area kantor bank hingga mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif bagi nasabah maupun pegawai bank.

Kasat Samapta Polres Tanjung Balai, HP Siburian, mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi potensi tindak kriminalitas di lingkungan perbankan.

“Personel kami tidak hanya berjaga, tetapi juga aktif melakukan patroli di sekeliling gedung dan area ATM untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujar AKP HP Siburian.

Ia menambahkan, kehadiran polisi di titik-titik strategis diharapkan mampu mencegah aksi kejahatan seperti pencurian, penipuan, hingga perampokan yang kerap menyasar nasabah bank.

Polres Tanjung Balai juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada saat melakukan transaksi, terutama dalam jumlah besar, serta segera melaporkan kepada pihak berwajib apabila menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar area perbankan.

Dengan adanya pengamanan rutin ini, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan tetap terjaga serta situasi keamanan di wilayah Tanjung Balai tetap kondusif.

Viral! Rp123 Miliar Lenyap, Skandal Bank Plat Merah Gegerkan Sumut

0

Medan ,indeksnews.web.id/ – Dugaan skandal perbankan kembali menghebohkan publik. Kali ini, kasus hilangnya dana hingga Rp123 miliar menyeret perusahaan PT Toba Surimi Industries (TSI) dan melibatkan oknum internal bank plat merah raksasa, yakni Bank Mandiri.

Peristiwa ini menjadi sorotan setelah terungkap adanya 54 lembar cek misterius yang dapat dicairkan, meski disebut-sebut tidak pernah diaktivasi maupun ditandatangani oleh pihak direksi PT TSI. Dana ratusan miliar rupiah tersebut pun lenyap dalam waktu singkat dengan pola transaksi yang dinilai janggal.

Alih-alih ditransfer secara normal, uang tersebut justru ditarik secara tunai dalam jumlah besar, lalu dialirkan ke sejumlah perusahaan lain yang tidak memiliki hubungan bisnis dengan PT TSI. Di antaranya, PT BLN yang menerima sekitar Rp35,2 miliar serta PT MJPS sebesar Rp11,6 miliar.

Yang lebih mencurigakan, pada tanggal 29 hingga 30 September saja tercatat belasan transaksi penarikan tunai dengan total hampir Rp38 miliar. Pola ini dinilai tidak lazim dan seharusnya memicu sistem pengawasan ketat dari pihak bank.

Dalam praktik perbankan, setiap transaksi besar—terutama penarikan tunai miliaran rupiah—wajib melalui prosedur verifikasi berlapis, termasuk pencocokan tanda tangan serta konfirmasi langsung kepada pemilik rekening. Selain itu, sistem anti pencucian uang (AML) semestinya mampu mendeteksi aktivitas mencurigakan.

Namun dalam kasus ini, prosedur tersebut diduga diabaikan. Akibatnya, dana dapat dengan mudah dicairkan dan dialirkan ke pihak-pihak yang tidak berhak.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa aksi ini melibatkan oknum yang bekerja sama dengan karyawan bank di wilayah Medan. Dana yang telah ditarik kemudian diduga disalurkan ke perusahaan-perusahaan fiktif atau entitas lain yang tidak terkait dengan PT TSI.

Saat ini, kasus tersebut telah ditangani oleh Polda Sumatera Utara. Hingga kini, penyidik telah menetapkan enam orang sebagai tersangka, dengan empat di antaranya merupakan oknum internal bank.

Meski demikian, publik menilai kasus ini tidak mungkin hanya melibatkan pelaku di level cabang. Besarnya nilai kerugian serta pola transaksi yang terstruktur memunculkan dugaan adanya aktor intelektual di balik layar.

Sejumlah pihak pun mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya, termasuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak dengan posisi lebih tinggi.

Sementara legal hukum Bank Mandiri Wilayah Sumut Andina Tampubolon ketika dikonfirmasi awak media diruangannya mengakui belum mengetahui kasus ini secara rinci,dan akan memberikan keterangan apabila sudah ada persetujuan pimpinan,ujarnya.

Kasus ini menjadi peringatan serius bagi sektor perbankan nasional agar memperketat pengawasan internal serta memastikan sistem keamanan berjalan optimal demi menjaga kepercayaan masyarakat.

Diduga Ada Mafia KIP Kuliah, GMPET-SU Kepung Kejati Sumut dan Desak Usut Oknum DPRD

0

MEDAN, indeksnews.web.id/  – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Transparansi Sumatera Utara (GMPET-SU) menggelar aksi unjuk rasa di kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Senin (16/3/2026).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas dugaan praktik penipuan dalam pengurusan program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) di lingkungan Poltekkes Dr. Rusdi Medan.

Dalam orasinya, massa mendesak aparat penegak hukum segera mengusut tuntas dugaan adanya “mafia KIP Kuliah” yang dinilai telah mencederai program bantuan pendidikan pemerintah.

Berdasarkan kronologi yang dihimpun, dugaan penipuan bermula dari seorang oknum yang disebut-sebut merupakan staf anggota DPRD Sumatera Utara berinisial ZH. Ia diduga menawarkan tambahan kuota KIP Kuliah kepada mahasiswa Poltekkes Dr. Rusdi Medan.

Dalam penawarannya, ZH disebut menjanjikan pengurusan kuota tambahan melalui jalur tertentu dengan meminta sejumlah uang sebagai biaya operasional dan administrasi. Pelapor kemudian menyerahkan sejumlah dana dengan harapan mahasiswa dapat masuk sebagai penerima program tersebut.

Tak hanya itu, pelapor juga mengaku sempat diajak bertemu dengan seorang oknum anggota DPRD Sumatera Utara berinisial ZS di kediamannya di Jalan Karya Kasih No. 46, Medan. Dalam pertemuan tersebut, diduga terjadi penyerahan uang tunai yang disebut sebagai biaya pengurusan tambahan kuota KIP Kuliah.

Namun, hingga batas waktu yang dijanjikan, tambahan kuota tersebut tidak pernah terealisasi dalam sistem kampus. Bahkan, meski pelapor telah meminta pengembalian dana, uang yang telah diserahkan disebut belum juga dikembalikan.

Atas kejadian itu, GMPET-SU menilai adanya dugaan praktik percaloan atau perantara ilegal dalam pengurusan program bantuan pendidikan tersebut yang berpotensi merugikan mahasiswa.

“Kami menduga ada praktik mafia dalam pengurusan KIP Kuliah ini. Ini harus diusut tuntas karena menyangkut hak mahasiswa dan program pemerintah,” tegas salah satu orator aksi.

Dalam tuntutannya, GMPET-SU mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara untuk segera memanggil dan memeriksa pihak-pihak yang diduga terlibat, yakni oknum staf DPRD Sumatera Utara berinisial ZH serta oknum anggota DPRD Sumatera Utara berinisial ZS.

Selain itu, mereka juga meminta agar proses hukum dilakukan secara transparan dan profesional guna memberikan kepastian hukum serta menjaga kepercayaan publik terhadap program bantuan pendidikan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait maupun dari aparat penegak hukum mengenai tindak lanjut laporan tersebut.

Sambut Idul Fitri 1447 H, PAC IPK Medan Deli Perkuat Soliditas Kader Lewat Berbagi Berkah

0

MEDAN,indeksnews.web.id/  – Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pemuda Karya (IPK) Medan Deli menggelar kegiatan sosial berbagi ratusan paket sembako kepada kader ranting dan sub ranting, Senin (16/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Bascam IPK Medan Deli, Medan ini dihadiri ratusan kader dari berbagai wilayah Kecamatan Medan Deli. Para kader menerima langsung bantuan sembako yang diserahkan oleh Ketua PAC IPK Medan Deli, Wiwid Widodo.

Dalam kegiatan tersebut, Wiwid Widodo didampingi Sekretaris Sahat Marpaung serta Bendahara Umum Gunawan Damanik.

Ketua PAC IPK Medan Deli Wiwid Widodo menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk solidaritas dan rasa setia kawan antar pengurus dan kader IPK, mulai dari tingkat ranting hingga sub ranting.

“Ini sebagai bentuk solidaritas dan kebersamaan antar kader IPK di Medan Deli. Kami ingin memastikan seluruh kader tetap solid dan saling mendukung,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader ranting yang selama bulan Ramadan 1447 H aktif melaksanakan kegiatan sosial, seperti membantu kaum dhuafa melalui program Jumat Barokah serta berbagi takjil di berbagai wilayah Medan Deli.

“Saya berterima kasih kepada seluruh kader yang telah berkontribusi dalam kegiatan sosial selama Ramadan. Saya berharap kesolidan ini terus terjaga dan semakin berkembang,” tambahnya.

Menurutnya, kekompakan kader menjadi kunci agar IPK tetap eksis dan semakin dicintai masyarakat sebagai organisasi kepemudaan.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Ranting Mabar Engsel turut menyampaikan bahwa kegiatan berbagi sembako ini merupakan agenda rutin yang terus dilakukan oleh IPK Medan Deli.

“Kegiatan ini rutin kami lakukan. Siapapun pemimpin PAC kami, kami akan tetap solid, bersatu, dan terus mendukung IPK,” ujarnya singkat.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya mempererat hubungan antar kader, tetapi juga meningkatkan kepedulian sosial serta memperkuat peran IPK di tengah masyarakat, khususnya di wilayah Medan Deli.

Viral Sampah Berserakan di Jalan Pondok Rawa, Kades Sampali Gerak Cepat Lakukan Pembersihan

0

Viral Sampah Berserakan di Jalan Pondok Rawa, Kades Sampali Gerak Cepat Lakukan Pembersihan

DELI SERDANG – Tumpukan sampah yang berserakan di Jalan Pondok Rawa, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, sempat viral di media sosial pada Minggu (15/3/2026) pagi.

Kondisi tersebut menimbulkan keresahan bagi warga dan para pengguna jalan yang melintas, lantaran sampah menumpuk dan mengganggu kenyamanan serta kebersihan lingkungan sekitar.

Viralnya peristiwa ini memicu beragam reaksi masyarakat. Sejumlah warga menduga sampah tersebut sengaja diserakkan oleh oknum tidak bertanggung jawab yang kesal dengan kebiasaan sebagian orang menjadikan lokasi itu sebagai tempat pembuangan sampah dari luar wilayah.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Sampali, M Ruslan, langsung mengambil langkah cepat dengan berkoordinasi bersama pihak terkait untuk membersihkan tumpukan sampah di lokasi tersebut.

“Kami langsung turun ke lapangan bersama pihak kecamatan dan dinas terkait untuk membersihkan sampah yang sempat viral di Jalan Pondok Rawa. Ini bentuk tanggung jawab kami agar lingkungan tetap bersih dan masyarakat tidak lagi terganggu,” ujar M Ruslan, Senin (16/3/2026).

Proses pembersihan dilakukan dengan melibatkan alat berat dari Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Deli Serdang. Selain itu, pengangkutan sampah juga dibantu menggunakan gerobak dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Deli Serdang.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Desa Sampali beserta perangkat desa, Kasi Kebersihan Kecamatan Percut Sei Tuan bersama anggota, serta perwakilan dari dinas terkait.

M Ruslan menegaskan bahwa Pemerintah Desa Sampali akan terus berupaya menjaga kebersihan lingkungan dan mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama di lokasi yang bukan merupakan tempat pembuangan resmi.

“Kami berharap masyarakat dapat lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Jangan membuang sampah sembarangan apalagi menjadikannya sebagai tempat pembuangan liar karena dampaknya bisa merugikan banyak pihak,” tegasnya.

Pemuda Pancasila Medan Sunggal Tak Pernah Lelah Berbagi, Ratusan Warga Terima Takjil dan Sembako di Ramadhan 1447 H

0

MEDAN ,indeksnews.web.id/- Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah terus ditunjukkan jajaran PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Sunggal. Berbagai kegiatan sosial digelar secara berkelanjutan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.

Setelah sebelumnya membagikan takjil di kawasan Simpang Manhattan serta menggelar buka puasa bersama di markas organisasi, kegiatan serupa kembali dilaksanakan pada Senin (16/03/2026) dengan penuh kehangatan.

Bertempat di Kantor Sekretariat PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Sunggal di Jalan Sunggal, ratusan pengguna jalan dan warga sekitar kembali merasakan berkah Ramadhan melalui pembagian takjil dan paket sembako.

Kegiatan kemanusiaan ini dipimpin langsung Ketua PAC Pemuda Pancasila Medan Sunggal, Aidil Anhar, didampingi Sekretaris Timbul Simanjuntak dan Bendahara Jimmy, serta diikuti oleh jajaran pengurus dan kader.

Sejak sore hari, para pengurus dan anggota tampak antusias turun langsung ke lapangan membagikan paket takjil kepada para pengguna jalan yang melintas di sekitar kawasan Sunggal.

Selain itu, paket sembako juga disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian di tengah suasana Ramadhan yang penuh berkah.

Aidil Anhar mengatakan, kegiatan berbagi ini merupakan komitmen organisasi untuk terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Ramadhan adalah bulan yang mengajarkan kita tentang kepedulian dan kebersamaan. Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat, terutama bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya sekadar memberikan bantuan, tetapi juga menjadi momentum mempererat hubungan antara organisasi dan masyarakat.

“Kami ingin Pemuda Pancasila Medan Sunggal selalu menjadi bagian dari masyarakat. Selama Ramadhan ini, kami berkomitmen untuk terus menebar kebaikan,” tambahnya.

Usai pembagian takjil dan sembako, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama di kantor PAC. Suasana penuh keakraban terlihat saat pengurus, kader, dan masyarakat duduk bersama menikmati hidangan berbuka.

Momentum tersebut menjadi gambaran bahwa Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga memperkuat tali silaturahmi serta menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama.

Melalui kegiatan sosial yang dilakukan secara konsisten ini, PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Sunggal berharap semangat berbagi terus tumbuh di tengah masyarakat, sehingga nilai kebersamaan dan solidaritas semakin kuat, khususnya di bulan suci Ramadhan yang penuh rahmat dan keberkahan. (AVID)

Wakil Wali Kota Buka Pelatihan Fardhu Kifayah Lazis MW KAHMI Sumut

0

TANJUNGBALAI ,indeksnews.web.id/  Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina, secara resmi membuka Pelatihan Fardhu Kifayah yang diselenggarakan oleh Majelis Wilayah (MW) KAHMI Sumatera Utara, bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungbalai, Senin (16/3/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam melaksanakan fardhu kifayah sesuai tuntunan syariat Islam, sekaligus memperkuat peran lembaga keagamaan dalam pembinaan umat.

Dalam sambutannya, Muhammad Fadly Abdina menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan ini sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kota Tanjungbalai, khususnya dalam mewujudkan masyarakat yang religius dan berakhlak.

“Atas nama Pemerintah Kota Tanjungbalai, kami mengapresiasi kegiatan ini. Ini merupakan bagian dari upaya kita bersama untuk mewujudkan masyarakat yang agamais,” ujarnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada KAHMI Sumatera Utara dan Kementerian Agama Kota Tanjungbalai yang telah berperan dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

“Semoga langkah dan niat baik para peserta dicatat oleh Allah SWT sebagai amal ibadah,” tambahnya.

Menurutnya, kegiatan pelatihan seperti ini sangat penting karena tidak hanya memberikan manfaat bagi individu, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat luas. Ia menekankan bahwa kemampuan melaksanakan fardhu kifayah merupakan salah satu bentuk bakti kepada orang tua dan sesama.

“Salah satu kebanggaan orang tua bukan hanya prestasi anaknya, tetapi ketika seorang anak mampu melaksanakan fardhu kifayah atau menyolatkan keluarganya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Tanjungbalai tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk dalam bidang keagamaan.

Pelatihan ini diharapkan dapat diikuti dengan baik oleh seluruh peserta hingga selesai, sehingga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di tengah masyarakat.

“Selamat kepada para peserta. Ini kesempatan yang sangat berharga karena ilmu yang didapat akan sangat berguna bagi keluarga dan lingkungan sekitar,” tuturnya.

Menutup sambutannya, Wakil Wali Kota mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung pembangunan Kota Tanjungbalai ke arah yang lebih baik.

“Bantulah kami Pemerintah Kota Tanjungbalai. Mari bersama-sama kita wujudkan kota ini menjadi lebih baik ke depannya,” pungkasnya.

Ijazah S1 Wakil Wali Kota Tebing Tinggi Diduga Palsu, Tidak Terdaftar di PDDikti

0

TEBING TINGGI,indeksnews.web.id/  – Legalitas status pendidikan Wakil Wali Kota Tebing Tinggi, Chairil Mukmin Tambunan, menjadi sorotan publik. Masyarakat mempertanyakan keabsahan ijazah Strata Satu (S1) yang dimiliki pejabat tersebut setelah muncul dugaan bahwa ijazahnya tidak terdaftar di pangkalan data resmi pendidikan tinggi.

Berdasarkan informasi yang beredar, ijazah S1 Sarjana Ekonomi milik Chairil Mukmin Tambunan dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Teladan Medan disebut-sebut tidak ditemukan dalam sistem Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti). Dalam dokumen tersebut, Chairil tercatat lulus pada 19 Oktober 2002.

Selain dugaan tidak terdaftar di PDDikti, muncul pula pertanyaan terkait legalisasi ijazah yang disebut-sebut ditandatangani atau distempel setelah perguruan tinggi tersebut tidak lagi beroperasi. Diketahui, pada 14 Juli 2008 STIE Teladan Medan berubah status menjadi Universitas Setia Budi Mandiri.

Dugaan tersebut memunculkan tanda tanya di kalangan masyarakat terkait keabsahan ijazah yang dimiliki Wakil Wali Kota Tebing Tinggi tersebut.

“Setelah kami cek di laman PDDikti, nama Chairil Mukmin Tambunan tidak ditemukan. Kami menduga ijazah beliau palsu,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Chairil Mukmin Tambunan hingga kini belum memberikan keterangan terkait dugaan tersebut.

Sementara itu, pihak PDDikti Wilayah Sumatera I melalui Kepala Bagian Umum Ahmad Subhan yang didampingi Armiadi dari Bagian Humas menyatakan belum dapat memastikan apakah ijazah tersebut palsu atau sah.

Menurut Ahmad Subhan, pihaknya belum memiliki data yang cukup untuk memverifikasi keabsahan ijazah tersebut.

“Ijazah ini sah atau tidak belum dapat kami pastikan. Kami tidak punya cukup bekal untuk melihatnya. Saat dicek di PDDikti memang tidak ada, tetapi karena beliau lulus tahun 2002, sementara kewajiban pendataan di PDDikti mulai berlaku setelahnya, maka bisa saja datanya belum masuk. Selain itu, kami juga tidak memiliki NIRM (Nomor Induk Registrasi Mahasiswa) maupun NIRL (Nomor Induk Registrasi Lulusan), sehingga sulit melakukan pencarian,” jelas Ahmad Subhan saat ditemui di kantornya di Medan, Senin (16/3/2026).

Ia juga menambahkan bahwa jika sebuah perguruan tinggi sudah tidak lagi beroperasi, maka proses legalisasi ijazah seharusnya dilakukan melalui PDDikti.

“Kalau perguruan tinggi sudah tidak beroperasi, maka legalisirnya wajib melalui PDDikti. Namun stempel pada dasarnya bisa saja dibuat oleh siapa pun atas nama instansi tertentu,” tegasnya.

Diketahui, Chairil Mukmin Tambunan tercatat lulus S1 dari STIE Teladan Medan pada 19 Oktober 2002. Ia kemudian melanjutkan pendidikan Pascasarjana dan lulus dari Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia pada 15 Agustus 2012.