Category: Lingkungan, Sosial & Organisasi

  • Warga Desa Gunung Rante Tolak Pembangunan KDMP di Atas Lapangan Sepak Bola Swadaya Masyarakat

    Warga Desa Gunung Rante Tolak Pembangunan KDMP di Atas Lapangan Sepak Bola Swadaya Masyarakat

    Batubara, indeksnews.web.id/-Masyarakat Desa Gunung Rante, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batubara, menyatakan keberatan atas rencana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang dilakukan di atas lapangan sepak bola desa tersebut.

    Penolakan muncul karena lapangan sepak bola tersebut diketahui merupakan lahan yang dibeli dari uang hasil urunan atau swadaya masyarakat, sehingga warga menilai lokasi tersebut bukan merupakan aset desa yang bisa digunakan untuk pembangunan tanpa persetujuan masyarakat.

    Salah seorang warga sekaligus penggiat sepak bola Desa Gunung Rante, Joan Silalah, Jumat (6/3/2026), mengungkapkan bahwa sebagian besar masyarakat desa menolak pembangunan KDMP di atas lapangan sepak bola tersebut.

    “Sebagian besar warga Desa Gunung Rante keberatan dengan pembangunan KDMP di atas lapangan sepak bola yang merupakan swadaya masyarakat. Lapangan bola ini milik masyarakat, bukan aset desa,” ungkap Joan.

    Menurutnya, sebelumnya memang telah dilakukan rapat terkait rencana pembentukan KDMP. Namun dalam rapat tersebut masyarakat menyatakan penolakan terhadap rencana pembangunan di lokasi lapangan sepak bola.

    Meski demikian, warga mengaku terkejut karena tiba-tiba telah dilakukan aktivitas pembangunan di lokasi tersebut.

    “Anehnya, tiba-tiba sudah dilakukan penggalian pondasi, bahkan material seperti batu bata dan pasir sudah berada di lapangan sepak bola itu,” ujarnya.

    Merasa penasaran, Joan bersama beberapa warga kemudian mencoba mengumpulkan informasi dari berbagai sumber. Dari hasil penelusuran tersebut, mereka menduga adanya upaya pengumpulan tanda tangan oleh oknum Kepala Desa Gunung Rante dari pihak yang mendukung pembangunan KDMP sebagai bukti persetujuan masyarakat.

    “Kami menduga oknum Kepala Desa Gunung Rante telah mengumpulkan tanda tangan dari pendukungnya sebagai bukti persetujuan pembangunan KDMP di atas lapangan sepak bola,” katanya.

    Joan menegaskan, jika dugaan tersebut benar, maka hal itu perlu ditelusuri lebih lanjut karena dikhawatirkan melanggar ketentuan.

    “Surat dukungan tersebut harus diteliti kembali kebenarannya, karena kami meragukan keabsahannya,” tegasnya.

    Terkait polemik tersebut, warga juga meminta Bupati Batubara Baharuddin Siagian bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk meninjau kembali rencana pembangunan tersebut dan membatalkannya jika memang dilakukan di atas lapangan sepak bola milik masyarakat.

    Menurut Joan, masyarakat tidak menolak pendirian KDMP di desa mereka, namun meminta agar lokasi pembangunannya dipindahkan ke tempat lain.

    “Kami tidak menolak pendirian KDMP, tetapi jangan dibangun di atas lapangan sepak bola. Masih ada lahan eks KUD yang bisa digunakan,” ujarnya.

    Ia menegaskan, atas nama tokoh masyarakat Desa Gunung Rante, pihaknya menyatakan tidak setuju jika lapangan sepak bola yang merupakan milik warga desa dijadikan lokasi pembangunan gedung KDMP.

    Bahkan, Joan menyatakan warga siap melakukan aksi besar-besaran ke Kantor Bupati Batubara apabila pembangunan kantor KDMP tetap dipaksakan di lokasi tersebut.

    “Jika pembangunan tetap dipaksakan di atas lapangan sepak bola milik masyarakat, kami siap melakukan aksi besar-besaran ke Kantor Bupati Batubara,” tegasnya.

    Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Desa Gunung Rante terkait penolakan masyarakat tersebut.

  • Pastikan Keamanan Penumpang, Polsek Teluk Nibung Kawal Keberangkatan Kapal Ferry

    Pastikan Keamanan Penumpang, Polsek Teluk Nibung Kawal Keberangkatan Kapal Ferry

    Tanjung Balai, indeksnews.web.id/– Personel Polsek Teluk Nibung terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya bagi para penumpang yang menggunakan transportasi jalur laut melalui Pelabuhan Teluk Nibung, Kota Tanjung Balai.

    Pada Kamis pagi (05/03/2026), jajaran Polsek Teluk Nibung melaksanakan pengamanan terhadap proses keberangkatan kapal Ferry Indomal Majestic Kawanua di Terminal Penumpang Pelabuhan Teluk Nibung.

    Kegiatan pengamanan tersebut dipimpin langsung oleh Kanit Propam Polsek Teluk Nibung dan telah dimulai sejak pukul 04.00 WIB. Personel kepolisian tampak berjaga di sejumlah titik strategis, mulai dari area pemeriksaan dokumen hingga proses penumpang naik ke atas kapal.

    Kapolsek Teluk Nibung, AKP S.R.T. Siburian, S.H, menyampaikan bahwa kegiatan pengamanan ini bertujuan untuk memastikan seluruh tahapan keberangkatan berjalan tertib, aman, serta mencegah potensi gangguan keamanan di kawasan pelabuhan.

    “Kami hadir untuk memastikan kenyamanan masyarakat yang akan berangkat menuju Port Dickson, Malaysia. Hari ini sebanyak 178 penumpang dan 12 kru kapal diberangkatkan dalam keadaan aman dan kondusif,” ujar AKP Siburian.

    Kapal Ferry Indomal Majestic Kawanua dilaporkan lepas sauh dari Pelabuhan Teluk Nibung pada pukul 06.58 WIB dan dijadwalkan tiba di Port Dickson, Malaysia pada pukul 13.15 waktu setempat.

    Sejumlah penumpang mengaku merasa lebih tenang dengan kehadiran personel kepolisian yang melakukan pengamanan di lokasi. Kehadiran aparat dinilai mampu memberikan rasa aman serta memastikan proses keberangkatan berjalan tertib.

    Dengan pengamanan rutin seperti ini, diharapkan Pelabuhan Teluk Nibung sebagai salah satu pintu gerbang internasional di Sumatera Utara dapat terus memberikan pelayanan yang aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat yang menggunakan transportasi laut menuju luar negeri.

  • Polsek Sei Tualang Raso Sambangi Warga Lewat Program Door to Door

    Polsek Sei Tualang Raso Sambangi Warga Lewat Program Door to Door

    TANJUNGBALAI,indeksnews.web.id/ – Guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif, Polsek Sei Tualang Raso kembali turun langsung ke tengah masyarakat melalui program Door to Door System (DDS), Selasa (03/03).

    Dalam kegiatan tersebut, personel kepolisian mendatangi rumah-rumah warga serta sejumlah pusat keramaian untuk berdialog dan menyerap aspirasi masyarakat secara langsung di wilayah hukum Polsek Sei Tualang Raso.

    Kapolres Tanjungbalai melalui Kapolsek Sei Tualang Raso, Syafrizal, menyampaikan bahwa kegiatan DDS merupakan wujud komitmen Polri dalam memberikan rasa aman dengan pendekatan humanis.

    “Kami ingin memastikan bahwa Polri selalu hadir di tengah-tengah masyarakat. Bukan sekadar berpatroli, tapi juga mendengarkan apa yang menjadi keresahan warga di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

    Selain berdialog, petugas turut memberikan edukasi mengenai pencegahan tindak kriminalitas, seperti pencurian, penyalahgunaan narkoba, hingga aksi premanisme. Warga diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan di lingkungan sekitar.

    Sebagai bagian dari keterbukaan pelayanan publik, Polsek Sei Tualang Raso mengingatkan masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap gangguan Kamtibmas melalui layanan resmi yang telah disediakan, yakni:

    Call Center 110 (Bebas Pulsa) untuk keadaan darurat
    WhatsApp Dumas Polres Tanjung Balai: 0821-6325-1197

    Dengan terjalinnya sinergi antara kepolisian dan masyarakat, diharapkan wilayah Sei Tualang Raso tetap aman, nyaman, serta terbebas dari berbagai bentuk tindakan kriminalitas yang meresahkan warga.

  • Polsek Tanjung Balai Selatan Sambangi Warga Lewat Program Door to Door

    Polsek Tanjung Balai Selatan Sambangi Warga Lewat Program Door to Door

    TANJUNGBALAI ,indeksnews.web.id/ – Untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif, Polsek Tanjung Balai Selatan kembali turun langsung ke lapangan melalui program Door to Door System (DDS), Rabu (4/3).

    Dalam kegiatan tersebut, personel kepolisian mendatangi rumah-rumah warga serta sejumlah pusat keramaian untuk berdialog secara langsung. Program ini bertujuan mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat sekaligus menyerap aspirasi maupun keluhan warga di wilayah hukum Polsek Tanjung Balai Selatan.

    Kapolres Tanjungbalai melalui Kapolsek Tanjung Balai Selatan, Herwin, menyampaikan bahwa kegiatan DDS merupakan bentuk komitmen Polri dalam menghadirkan rasa aman secara humanis.

    “Kami ingin memastikan bahwa Polri selalu hadir di tengah-tengah masyarakat. Bukan sekadar berpatroli, tetapi juga mendengarkan langsung apa yang menjadi keresahan warga di lingkungan masing-masing,” ujar AKP Herwin.

    Selain berdialog, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan tindak kriminalitas, seperti pencurian, peredaran narkoba, hingga aksi premanisme. Warga diimbau agar tetap waspada dan segera melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungannya.

    Sebagai bentuk keterbukaan pelayanan, Polsek Tanjung Balai Selatan mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan pengaduan resmi, yakni:

    Call Center 110 (Bebas Pulsa) untuk keadaan darurat

    WhatsApp Dumas Polres Tanjung Balai: 0821-6325-1197

    Dengan adanya sinergi antara kepolisian dan masyarakat, diharapkan wilayah Tanjung Balai Selatan tetap aman, nyaman, serta terbebas dari berbagai bentuk gangguan keamanan yang meresahkan.

  • Polres Tanjungbalai Dukung Asta Cita Presiden Lewat Program Ketahanan Pangan Nasional

    Polres Tanjungbalai Dukung Asta Cita Presiden Lewat Program Ketahanan Pangan Nasional

    SERDANG BEDAGAI,indeksnews.web.id/ – Dalam upaya menyukseskan swasembada pangan nasional yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden, Polres Tanjungbalai turut serta dalam kegiatan penelitian dan pengembangan (Litbang) yang diselenggarakan oleh Puslitbang Polri.

    Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Patriatama Polres Serdang Bedagai, Selasa (3/3/2026), dan diikuti jajaran pejabat utama serta personel Polres Tanjungbalai. Kegiatan dipimpin langsung oleh Kabag SDM Kompol Hairun Edi Sidauruk.

    Penelitian bertajuk “Peran Polri dalam Mendukung Program Ketahanan Pangan guna Mewujudkan Swasembada Pangan” ini bertujuan menggali sejauh mana efektivitas peran kepolisian dalam mendukung sektor pangan di daerah.

    Tim Puslitbang Polri yang dipimpin Kombes Pol Ady Savad Penataran Simanjuntak, S.H., S.I.K., hadir untuk menghimpun data dan masukan dari berbagai pihak. Menariknya, penelitian ini tidak hanya melibatkan internal kepolisian, tetapi juga menggandeng narasumber dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

    “Kehadiran Polri bukan sekadar menjaga keamanan, tapi juga menjadi motor penggerak di sektor pangan melalui peran Bhabinkamtibmas dan pengawasan distribusi oleh Sat Reskrim,” ujar Kombes Pol Ady Savad.

    Mekanisme penelitian dilakukan melalui metode wawancara mendalam (indepth interview) yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari aparat kepolisian seperti Kasat Binmas, Kasat Reskrim, hingga operator program ketahanan pangan. Selain itu, penelitian juga melibatkan masyarakat dan instansi terkait, seperti Bulog Medan, penyuluh pertanian, kelompok tani jagung, peternak ayam, hingga pembudidaya ikan.

    Langkah ini diambil guna memastikan strategi yang disusun Polri selaras dengan kebutuhan nyata para petani dan pelaku sektor pangan di Sumatera Utara, khususnya di wilayah hukum Polres Tanjungbalai.

    Selain diskusi di dalam ruangan, tim Puslitbang Polri juga melakukan pengecekan langsung ke lahan ketahanan pangan. Pengecekan ini bertujuan melihat secara nyata kontribusi personel Polri, terutama Bhabinkamtibmas, dalam mendampingi masyarakat mengelola potensi pertanian di daerah masing-masing.

    Kapolres Tanjungbalai, AKBP Welman Feri, S.I.K., M.I.K., melalui Kabag SDM menyampaikan bahwa partisipasi ini merupakan wujud komitmen Polres Tanjungbalai dalam mendukung program strategis nasional.

    “Ini adalah komitmen kami untuk memastikan masyarakat tidak hanya aman dari sisi kamtibmas, tetapi juga berdaya secara pangan,” tegasnya.

    Melalui sinergi antara kepolisian, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan program ketahanan pangan nasional dapat berjalan optimal serta mampu mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.

  • Jelang Operasi Ketupat Toba 2026, Polres Tebing Tinggi Cek Pos dan Titik Rawan Kecelakaan

    Jelang Operasi Ketupat Toba 2026, Polres Tebing Tinggi Cek Pos dan Titik Rawan Kecelakaan

    TEBING TINGGI ,indeksnews.web.id/ – Dalam rangka mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif serta kamseltibcarlantas yang aman dan lancar menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H Tahun 2026, Polres Tebing Tinggi melaksanakan kegiatan pengecekan dan survei lokasi Pos Pengamanan, Pos Pelayanan, Pos Terpadu serta titik-titik rawan kemacetan, rawan kecelakaan lalu lintas, jalan dan jembatan rusak, hingga daerah rawan kriminalitas, Selasa (3/3/2026).

    Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kabag Ops Polres Tebing Tinggi, Kompol Herliandri, SH, yang diawali dengan apel kesiapan personel.

    “Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui secara langsung lokasi-lokasi yang berpotensi menimbulkan kerawanan kecelakaan lalu lintas dan kriminalitas, serta sebagai upaya menekan angka kecelakaan dan tindak kejahatan selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026,” ujar Kabag Ops.

    Adapun personel yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari unsur Bag Ops, Satlantas, dan Sat Intelkam Polres Tebing Tinggi. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Dinas Perhubungan Kota Tebing Tinggi serta Dinas Perhubungan Kabupaten Serdang Bedagai.

    Untuk wilayah Kabupaten Serdang Bedagai, lokasi pengecekan meliputi Jalinsum Medan–Pematang Siantar, tepatnya di perlintasan kereta api Afd VIII, Dusun II, Desa Pabatu I, Kecamatan Dolok Merawan, yang dinilai berpotensi menimbulkan kemacetan dan kecelakaan saat arus mudik dan balik Lebaran.

    Sementara di wilayah Kota Tebing Tinggi, pengecekan dilakukan di sejumlah titik strategis, antara lain Jalan Prof. HM. Yamin (Jembatan Sungai Padang), Jalan Yos Sudarso (depan Masjid Agung Kota Tebing Tinggi), Jalan Kutilang AMD Kelurahan Lubuk Baru, Kecamatan Padang Hulu yang kondisi jalannya rusak dan berlubang, serta Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Tambangan, Kecamatan Padang Hilir tepatnya di depan Waterpark Gundaling.

    Pengecekan jalur dan survei ini dilaksanakan guna mengidentifikasi titik-titik rawan kecelakaan lalu lintas serta mengetahui lokasi-lokasi yang kerap terjadi kecelakaan. Selain itu, petugas juga menganalisis faktor penyebabnya, seperti kondisi jalan, cuaca, maupun perilaku pengemudi.

    Melalui langkah antisipatif ini, Polres Tebing Tinggi berharap pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2026 dapat berjalan optimal, sehingga masyarakat yang melaksanakan mudik dan merayakan Idul Fitri dapat merasa aman, nyaman, dan lancar selama berada di wilayah hukum Polres Tebing Tinggi.

  • Kembangkan Aplikasi Dashboard SDM, Sekjen ATR/BPN: Proses Mutasi dan Promosi Jadi Lebih Efektif dan Efisien

    Kembangkan Aplikasi Dashboard SDM, Sekjen ATR/BPN: Proses Mutasi dan Promosi Jadi Lebih Efektif dan Efisien

    Jakarta ,indeksnews.web.id/ – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tengah mengembangkan aplikasi Dashboard Sumber Daya Manusia (SDM) guna mendukung proses mutasi dan promosi pegawai agar lebih efektif dan efisien. Aplikasi yang dibangun oleh Pusat Data dan Informasi Pertanahan dan Tata Ruang (Pusdatin) bersama Biro SDM ini disiapkan sebagai instrumen pemetaan kompetensi dan pengisian jabatan berbasis sistem merit.

    “Saya berharap aplikasi Dashboard SDM ini bisa segera jadi, untuk memenuhi kebutuhan pengisian jabatan. Jadi kegiatan mutasi, promosi dan sebagainya bisa berjalan secara efektif dan efisien,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, saat membuka Sosialisasi Dashboard SDM yang dilaksanakan secara daring dan luring di Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Selasa (03/03/2026).

    Pemetaan melalui Dashboard SDM dilakukan untuk mengidentifikasi serta mengelompokkan pegawai berdasarkan sejumlah aspek, seperti kompetensi, pendidikan, pengalaman, dan posisi jabatan. Menurut Dalu Agung Darmawan, langkah ini menjadi fondasi utama dalam penguatan penerapan sistem merit di lingkungan Kementerian ATR/BPN sehingga kebutuhan pengisian jabatan dapat dipenuhi dengan lebih cepat dan tepat.

    “Kalau sekarang, jika ingin mencari kandidat Eselon 3 dan 4 harus ada ujian terlebih dahulu, lalu dimasukkan ke KRS (Kelompok Rencana Suksesi, manajemen talenta). Ke depan, dengan Dashboard SDM ini, sudah jelas kandidatnya, masuk ke dalam manajemen talenta,” jelas Sekjen ATR/BPN.

    Kepala Pusdatin, I Ketut Gede Ary Sucaya, menyampaikan bahwa pengembangan Dashboard SDM merupakan inisiasi Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, yang menginginkan sistem merit dan jenjang karier di Kementerian ATR/BPN berbasis pada data kepegawaian yang akurat.

    “Dashboard SDM ini untuk mencari talenta-talenta terbaik berdasarkan beragam kriteria yang telah ditetapkan dalam career path, yang nantinya akan tertuang dalam Peraturan Menteri. Jadi, dari Dashboard SDM ini kita bisa mendapatkan gambaran yang sempurna tentang talent pool digabungkan dengan kinerja masing-masing ASN,” terang Kepala Pusdatin.

    Dalam kesempatan yang sama, Kepala Biro SDM, Budi Santosa, mengimbau seluruh jajaran agar rutin memperbarui data diri pada sistem kepegawaian Kementerian ATR/BPN. Hal ini menurutnya demi menjaga validitas data yang akan ditampilkan dalam Dashboard SDM.

    “Kami butuh Bapak/Ibu sekalian untuk melakukan update kembali terkait identitas pegawai, tolong harus lengkap, mulai dari pendidikan, kompetensi di bidang apa, diklat yang diikuti, penghargaan yang diraih, dan sebagainya. Karena, karier Bapak/Ibu semua tergantung dari data di Kepegawaian,” ungkap Budi Santosa.

    Hadir dalam kesempatan ini sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Administrator Kementerian ATR/BPN. Sosialisasi Dashboard SDM ini diikuti oleh Kepala Bagian Tata Usaha pada Kantor Wilayah BPN Provinsi serta Kepala Subbagian Tata Usaha pada Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota seluruh Indonesia.

     

  • Bencana Alam Datang Tanpa Permisi, Sertipikat Elektronik Jadi Pilihan karena Beri Rasa Aman

    Bencana Alam Datang Tanpa Permisi, Sertipikat Elektronik Jadi Pilihan karena Beri Rasa Aman

    Aceh ,indeksnews.web.id/ – Bencana alam yang tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi menanamkan kekhawatiran di benak masyarakat. Bencana dapat menimbulkan kerusakan pada akses, fasilitas, hingga rumah beserta aset yang berada di dalamnya, termasuk sertipikat tanah.

    Dampak itulah yang menimpa Helmi Ismail, nazir tanah wakaf yayasan pendidikan di Desa Bundar, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang. Bencana hidrometeorologi yang terjadi di Aceh pada November 2025 lalu ikut menghanyutkan sertipikat tanah milik yayasannya.

    Sadar akan nilai penting sertipikat tersebut, Helmi Ismail segera bertindak. Dua minggu setelah banjir mulai surut, ia berkomunikasi dengan Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Aceh Tamiang untuk mengajukan permohonan penggantian sertipikat yang hilang. Meski proses penggantian dilakukan di posko sementara karena Kantah juga terdampak banjir, ia tak menyangka dalam waktu kurang dari sepekan sertipikat pengganti yayasannya sudah kembali terbit.

    “Alhamdulillah sangat responsif. Kurang dari seminggu sertipikat baru sudah terbit. Kami sangat bersyukur atas respons cepat dari Kantah di Aceh Tamiang,” ujar Helmi Ismail.

    Peristiwa tersebut menjadi titik balik bagi Helmi. Ia menyadari, di tengah risiko bencana yang terus mengintai, perlindungan dokumen fisik saja tidak lagi cukup. Sertipikat dalam bentuk elektronik yang dicanangkan Kementerian ATR/BPN ia pandang sebagai solusi yang relevan dan mendesak.

    Sertipikat pengganti yang diterbitkan kali ini telah diperbaharui menjadi Sertipikat Elektronik. Digitalisasi itu dipahami Helmi bukan sekadar perubahan bentuk, melainkan perubahan cara pandang terhadap keamanan aset.

    “Digitalisasi ini sangat kami sambut baik. Praktis, mudah, dan dokumentasinya lebih aman. Kalau terjadi kehilangan, salinannya bisa disimpan secara digital, misalnya di Google Drive. Bisa dicek lewat aplikasi juga. Jadi tidak perlu khawatir lagi dengan dokumen fisik,” tuturnya.

    Pengalaman serupa juga dialami Nazarudin, warga Kota Langsa. Banjir setinggi satu meter yang merendam rumahnya turut merusak berbagai dokumen penting, termasuk sertipikat tanah tempat tinggalnya. Beruntung, melalui pengajuan sertipikat pengganti yang kini berbentuk elektronik, legalitas tanahnya dapat diverifikasi dengan cepat dan aman.

    “Kalau kita lihat bentuknya, ini lebih praktis. Informasinya lebih mudah diakses, dan saat terjadi bencana seperti banjir, kami tidak perlu khawatir lagi,” kata Nazarudin.

    Di wilayah Aceh yang kerap dilanda banjir, alih media dari sertipikat analog ke Sertipikat Elektronik menjadi langkah preventif yang rasional. Legalitas tetap terjamin, sekaligus risiko kehilangan akibat bencana dapat ditekan secara signifikan. Kepala Kantah Kota Langsa, Dedi Rahmat Sukarya, mengimbau masyarakat untuk segera mengalihmediakan sertipikat tanah yang masih berbentuk analog menjadi elektronik.

    “Saya mengimbau seluruh masyarakat Kota Langsa untuk segera melapor, baik ke Kantah maupun ke kepala gampong (desa), untuk mengalihmediakan seluruh sertipikat tanah menjadi Sertipikat Elektronik. Ini agar dokumen lebih aman, lebih mudah diakses, dan lebih terjaga,” ucap Dedi Rahmat Sukarya.

    Kisah Helmi Ismail dan Nazarudin menjadi pengingat bahwa di tengah risiko bencana yang tak terprediksi, perlindungan aset tidak lagi cukup hanya dengan menyimpannya secara fisik di rumah. Era modern menghadirkan tambahan keamanan melalui data pertanahan yang tersimpan secara digital dalam sistem online Kementerian ATR/BPN. Transformasi menuju Sertipikat Elektronik bukan sekadar inovasi administratif, melainkan bentuk adaptasi terhadap realitas zaman—menjaga hak atas tanah agar tetap aman, meski bencana datang tanpa permisi.

     

  • Polda Sumut Amankan Dua Ekskavator Diduga untuk Tambang Emas Ilegal di Mandailing Natal, Sempat Terjadi Intervensi

    Polda Sumut Amankan Dua Ekskavator Diduga untuk Tambang Emas Ilegal di Mandailing Natal, Sempat Terjadi Intervensi

    MEDAN, indeksnews.web.id/— Polda Sumatera Utara mengamankan dua unit alat berat jenis ekskavator yang diduga akan digunakan untuk aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, Senin (2/3/2026) pagi.

    Penindakan dilakukan sekitar pukul 06.00 WIB oleh tim gabungan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) bersama Satuan Brimob di dua lokasi, yakni Desa Muara Batang Angkola dan Huta Godang Muda, Kecamatan Siabu.

    Dalam proses pengamanan, petugas dilaporkan sempat menghadapi upaya intervensi dari sejumlah pihak yang berusaha menghalangi penguasaan dan pembawaan alat berat yang telah diamankan. Namun situasi dapat dikendalikan sehingga dua ekskavator tersebut berhasil dibawa sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

    Lokasi yang diduga menjadi area pertambangan ilegal itu berada di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) wilayah KPH VIII Kabupaten Mandailing Natal. Kawasan tersebut merupakan hutan negara dengan fungsi produksi terbatas yang pemanfaatannya diatur secara ketat sesuai ketentuan perundang-undangan.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun, aktivitas pengerukan di kawasan tersebut terdeteksi telah berlangsung sekitar dua pekan. Pada awalnya, warga memantau keberadaan lima unit ekskavator yang beroperasi di lokasi. Dalam perkembangan berikutnya, jumlah alat berat dilaporkan bertambah.

    Pengamanan dua ekskavator ini merupakan bagian dari langkah penegakan hukum terhadap praktik pertambangan tanpa izin yang berpotensi merusak lingkungan serta kawasan hutan negara. Saat ini aparat kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab atas aktivitas tersebut.

    Polda Sumut menegaskan komitmennya untuk menindak tegas segala bentuk aktivitas ilegal yang merusak lingkungan dan melanggar hukum, khususnya di wilayah hutan produksi yang dilindungi negara.

  • Kajati Sumatera Utara Harli Siregar Bagikan Ratusan Paket Takjil Kepada Masyarakat dan PPNPN

    Kajati Sumatera Utara Harli Siregar Bagikan Ratusan Paket Takjil Kepada Masyarakat dan PPNPN

    Medan, indeksnews.web.id/ – Sebagai wujud kepedulian terhadap sesama di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Harli Siregar, membagikan ratusan paket takjil kepada masyarakat, petugas keamanan, hingga Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN) di lingkungan Kejati Sumut.

    Kegiatan sosial yang digelar pada Jumat (27/2/2026) tersebut turut dihadiri Ny. Tiurmaida Harli Siregar bersama jajaran pengurus Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Sumatera Utara.

    Turut mendampingi Kajati Sumut dalam kegiatan tersebut, Wakajati Sumut Abdullah Noer Denny, SH., MH, serta para Pejabat Utama (PJU) Kejati Sumatera Utara.

    Pembagian paket takjil dilakukan di depan Kantor Kejati Sumatera Utara, Jalan Jenderal Besar AH Nasution, Pangkalan Mansyur, Kota Medan. Ratusan paket bekal berbuka puasa dibagikan kepada para pengguna jalan yang melintas, petugas keamanan, serta PPNPN sebagai bentuk perhatian dan kebersamaan di bulan penuh berkah.

    Usai kegiatan, Kajati Sumut Harli Siregar menyampaikan bahwa pembagian takjil tersebut merupakan bagian dari implementasi nilai kemanusiaan yang selama ini menjadi komitmen institusinya.

    “Pembagian takjil untuk kebutuhan berbuka puasa ini sebagai wujud cinta kasih dan kepedulian kita kepada saudara-saudara yang berpuasa. Jargon humanis dan berperikemanusiaan tidak hanya kita implementasikan dalam penegakan hukum, tetapi berbagi untuk membantu saudara kita yang beribadah juga merupakan bagian dari kemanusiaan,” ujarnya.

    Kegiatan ini pun mendapat respons positif dari masyarakat yang melintas. Selain membantu kebutuhan berbuka puasa, aksi sosial tersebut juga mempererat hubungan antara institusi penegak hukum dan masyarakat.

    Momentum Ramadhan 1447 H diharapkan menjadi sarana memperkuat nilai kebersamaan, kepedulian, dan semangat berbagi di tengah kehidupan bermasyarakat, khususnya di wilayah Sumatera Utara.