Category: Lingkungan, Sosial & Organisasi

  • Sengketa Yayasan APIPSU Berlanjut, Kuasa Hukum Ahli Waris Soroti Minimnya Respons Mediasi

    Sengketa Yayasan APIPSU Berlanjut, Kuasa Hukum Ahli Waris Soroti Minimnya Respons Mediasi

    MEDAN ,indeksnews.web.id/- Sengketa kepemilikan dan keabsahan organ Yayasan Abdi Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Sumatera Utara terus bergulir. Kuasa hukum ahli waris almarhum H.T.A Umar Hamzah menyayangkan sikap pihak yayasan yang dinilai mengabaikan berbagai upaya mediasi yang telah dilakukan sejak lama.

    Kuasa hukum ahli waris, Dwi Natal Ngai Santoso Sinaga, menyampaikan bahwa pihaknya telah menempuh sejumlah langkah persuasif sebelum membawa persoalan ini ke ranah hukum.

    “Jauh-jauh hari kami sudah melakukan upaya-upaya, tujuannya agar ahli waris yang selama 28 tahun tidak menikmati atau tidak dianggap sebagai pemilik aset, bisa mendapatkan haknya,” ujar Dwi Ngai kepada wartawan, Kamis (23/4/2026).

    Ia menjelaskan, upaya memasuki lingkungan yayasan sebelumnya bukan untuk menciptakan konflik, melainkan sebagai bagian dari proses mediasi dengan tetap mempertimbangkan keberlangsungan aktivitas pendidikan, khususnya bagi mahasiswa.

    “Tujuannya untuk mediasi, itu yang perlu ditekankan. Karena kita juga mempertimbangkan keberlangsungan mahasiswa di sana,” katanya.

    Namun demikian, menurutnya, upaya tersebut tidak mendapat respons positif dari pihak yayasan.

    Dwi Ngai juga menyinggung insiden pemasangan plang yang sempat berujung dugaan pengerusakan. Meski demikian, pihaknya memilih tidak melanjutkan persoalan tersebut ke jalur hukum.

    “Kenapa tidak dilanjutkan? Karena kami melihat pihak yayasan memanfaatkan mahasiswa dalam peristiwa itu,” ujarnya.

    Ia pun mengingatkan agar mahasiswa tidak dilibatkan dalam konflik hukum yang tengah berlangsung.

    “Kami sudah ingatkan kepada pihak yayasan dan mahasiswa agar tidak dijadikan media dalam persoalan ini,” tegasnya.

    Diketahui, sengketa ini bermula dari klaim tiga orang yang menyatakan sebagai ahli waris sah Umar Hamzah, yakni Cut Fitri Yulia, T. Septian Melza Putra, dan Cut Farah Novitri. Mereka menggugat keabsahan akta yayasan, struktur kepengurusan, hingga penguasaan aset yang dinilai tidak sesuai dengan fakta hukum.

    Hingga saat ini, sengketa tersebut masih berproses dan diharapkan dapat menemukan titik terang melalui mekanisme hukum yang berlaku.

  • Dari Korban Jadi Terdakwa? Advokat Benri Pakpahan Soroti Dugaan Kriminalisasi Terhadap Janda 58 Tahun di Samosir

    Dari Korban Jadi Terdakwa? Advokat Benri Pakpahan Soroti Dugaan Kriminalisasi Terhadap Janda 58 Tahun di Samosir

    Samosir ,indeksnews.web.id/- Perkara hukum yang menjerat Kornauli br Sinaga (58), seorang janda di Kabupaten Samosir, menuai sorotan publik. Tim advokat dari Kantor Hukum Benri Pakpahan mengungkap adanya dugaan kriminalisasi dalam proses hukum yang kini tengah berjalan di Pengadilan Negeri Balige Cabang Pangururan.

    Kornauli Sinaga, yang sehari-hari bekerja sebagai petani dan memiliki satu orang anak, kini berstatus terdakwa dalam perkara dugaan pengancaman. Ia disidangkan bersama seorang pria berinisial HS yang juga menjadi terdakwa dalam kasus yang sama dan ditangani oleh jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Samosir.

    Menurut keterangan Benri Pakpahan, peristiwa bermula pada Senin, 2 Juni 2025 sekitar pukul 09.00 WIB di Sosor Bulu, Desa Cinta Dame, Kecamatan Simanindo. Saat itu, Kornauli sedang sarapan di warung dekat rumahnya sebelum melihat HS membabat daun pandan menggunakan parang.

    Ketika Kornauli menegur, HS diduga merespons dengan tindakan kekerasan.

    “Saudara HS langsung mencekik leher klien kami dengan tangan kiri, sementara tangan kanan memegang parang dan mengarahkannya ke leher korban,” ujar Benri.

    Aksi tersebut sempat dilerai warga. Dalam kondisi syok, Kornauli disebut spontan melempar batu ke arah HS. Situasi kembali memanas saat HS mendatangi korban sambil mengangkat senjata tajam. Kornauli sempat berupaya mengambil botol untuk membela diri, namun kembali dicekik sebelum akhirnya warga kembali melerai.

    Saling Lapor, Berujung Sama-sama Terdakwa

    Pasca kejadian, Kornauli sempat melapor ke aparat desa namun tidak mendapat respons. Keesokan harinya, ia melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Samosir.

    Di sisi lain, HS juga melaporkan Kornauli ke Polsek Simanindo atas dugaan pengancaman.

    Dalam proses hukum yang berjalan, keduanya kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan kini sama-sama berstatus terdakwa yang tengah menjalani persidangan.

    Analisa Hukum: Diduga Lebih dari Sekadar Pengancaman

    Tim advokat menilai, berdasarkan kronologi kejadian, perbuatan HS tidak tepat jika hanya dikualifikasikan sebagai pengancaman.

    “Dengan adanya tindakan mencekik leher dan mengarahkan parang ke leher sebanyak dua kali, patut diduga terdapat unsur percobaan pembunuhan atau setidaknya penganiayaan,” jelas Benri.

    Sebaliknya, tindakan Kornauli dinilai sebagai bentuk pembelaan diri dalam kondisi terancam.

    Pertanyakan Status Tersangka Kornauli

    Tim advokat juga mempertanyakan penetapan Kornauli sebagai tersangka hingga berkasnya dinyatakan lengkap (P21).

    Menurut mereka, dalam uraian dakwaan jaksa justru disebutkan adanya tindakan kekerasan yang dilakukan HS terhadap Kornauli.

    “Fakta tersebut menunjukkan klien kami berada dalam posisi sebagai pihak yang diserang, bukan pelaku utama,” tegasnya.

    Selain itu, cekikan yang dilepaskan HS disebut bukan karena kesadaran pelaku, melainkan akibat dilerai oleh warga di lokasi kejadian.

    Dugaan Kriminalisasi dan Trauma

    Atas rangkaian peristiwa tersebut, tim advokat menduga adanya kriminalisasi terhadap Kornauli. Selain harus menghadapi proses hukum, ia juga disebut mengalami trauma mendalam akibat kejadian yang dialaminya.

    “Klien kami mengalami trauma karena hampir kehilangan nyawa, serta tekanan psikologis karena di usia 58 tahun harus menghadapi ancaman pidana penjara,” ungkap Benri.

    Harapan pada Majelis Hakim

    Tim advokat berharap majelis hakim yang memeriksa perkara ini dapat mempertimbangkan seluruh fakta secara objektif dan memberikan putusan yang adil.

    “Semoga majelis hakim memberikan putusan yang seadil-adilnya sesuai hukum yang berlaku. Yang salah dinyatakan salah dan yang benar dibenarkan,” pungkas Benri Pakpahan.

  • Pemko Tebing Tinggi Lepas Keberangkatan 82 Jemaah Haji Menuju Tanah Suci

    Pemko Tebing Tinggi Lepas Keberangkatan 82 Jemaah Haji Menuju Tanah Suci

    Tebing Tinggi ,indeksnews.web.id/ – Pemerintah Kota (Pemko) Tebing Tinggi secara resmi melepas keberangkatan rombongan jemaah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi di Anjungan Sri Mersing, Lapangan Merdeka, Jalan Dr. Sutomo, Jumat (24/4/2026).

    Sebanyak 82 orang yang terdiri dari 81 jemaah haji dan satu Petugas Haji Daerah (PHD) diberangkatkan menuju Asrama Haji Medan sebelum bertolak ke Tanah Suci.

    Prosesi pelepasan dipimpin Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Tebing Tinggi, Erwin Suheri Damanik, yang hadir mewakili Wali Kota Tebing Tinggi.

    Dalam arahannya, Sekdako menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental selama menjalankan ibadah haji. Ia juga mengingatkan para jemaah agar menjaga kekompakan serta nama baik daerah dan keluarga.

    “Jaga nama baik Kota Tebing Tinggi, nama kaum muslimin dan muslimat, serta keluarga dengan tetap menjaga kekompakan dan kesehatan. Selain itu, lakukan pengecekan obat-obatan, kondisi kesehatan, serta hal-hal yang akan dijalankan secara protokoler,” ujarnya.

    Sekdako juga berharap para jemaah dapat mendoakan Pemko Tebing Tinggi, Forkopimda, serta seluruh masyarakat agar senantiasa diberi keberkahan dalam membangun daerah. Ia turut menyampaikan permohonan maaf dari Wali Kota yang tidak dapat hadir karena memenuhi undangan dinas dari Kementerian Dalam Negeri di Jakarta.

    “Semoga bapak dan ibu menjadi haji mabrur dan hajjah mabrurah. Mari bangun Kota Tebing Tinggi dan perkuat ukhuwah Islamiyah,” tambahnya.

    Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Naila Betty, menjelaskan bahwa jemaah asal Tebing Tinggi tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 04 Embarkasi Medan.

    Mereka akan bergabung dengan jemaah dari Kabupaten Batu Bara, Langkat, Dairi, Karo, dan Kota Gunungsitoli dengan total 360 orang dalam satu kloter, terdiri dari 354 jemaah dan enam petugas.

    “Jemaah dijadwalkan memasuki Asrama Haji Medan pukul 13.05 WIB untuk pemeriksaan kesehatan lanjutan, pembagian paspor, kartu nusuk, gelang, serta living cost sebesar 750 SAR,” jelasnya.
    Rombongan dijadwalkan terbang melalui Bandara Internasional Kualanamu pada Sabtu (25/4) pukul 13.05 WIB menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GIA 3104, dan diperkirakan tiba di Bandara King Abdul Aziz pada hari yang sama pukul 18.00 waktu setempat.

    Acara pelepasan ditandai dengan penyerahan bendera pataka kepada ketua rombongan serta sesi foto bersama.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Tebing Tinggi Sakti Khadaffi Nasution, Wakapolres Rudy Syahputra, Pabung 0204/DS PM Simanjuntak, perwakilan Pengadilan Negeri, Kementerian Agama, jajaran pejabat Pemko Tebing Tinggi, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta keluarga jemaah haji.

  • HUT ke-80 PGRI Tanjungbalai Diperingati Lewat Halalbihalal, Apresiasi Jasa Guru dan Ajak Inovasi Pendidikan

    HUT ke-80 PGRI Tanjungbalai Diperingati Lewat Halalbihalal, Apresiasi Jasa Guru dan Ajak Inovasi Pendidikan

    Tanjungbalai ,indeksnews.web.id/ – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Tanjungbalai berlangsung penuh khidmat melalui kegiatan Halalbihalal yang digelar di Aula Dinas Pendidikan Kota Tanjungbalai, Jumat (24/4/2026).

    Kegiatan ini diikuti sekitar 180 peserta yang terdiri dari kepala sekolah serta pengurus PGRI se-Kota Tanjungbalai. Momentum tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus bentuk penghargaan atas dedikasi para guru dalam dunia pendidikan.

    Ketua PGRI Kota Tanjungbalai, Sri Gunawan Tarigan, S.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki makna penting dalam mempererat hubungan antara guru, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan di bidang pendidikan.

    “Melalui Halalbihalal ini, kita tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga memberikan apresiasi kepada para pendidik yang telah berjasa dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya.
    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungbalai Bukhori Sinisuka Ginting, jajaran OPD Dinas Pendidikan, perwakilan TNI AL, Polres Tanjungbalai, tokoh masyarakat H. Kosasih, serta insan pers.

    Dalam sambutannya, Bukhori menegaskan bahwa peran guru sangat vital dalam membentuk karakter generasi muda.
    “Guru adalah pilar utama dalam mencerdaskan bangsa dan membentuk karakter generasi muda di Kota Tanjungbalai. Kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan kepada para guru,” ungkapnya.

    Berbagai rangkaian kegiatan turut memeriahkan acara, di antaranya pemberian cenderamata kepada guru purna bakti, upah-upah bagi guru yang akan menunaikan ibadah haji, serta penganugerahan kepada Ketua TP-PKK Kota Tanjungbalai, Ny. Mashandayani Siahaan, sebagai “Bunda Guru”.

    Sementara itu, Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina, dalam arahannya menekankan pentingnya inovasi dalam proses belajar mengajar di tengah perkembangan zaman.

    Ia juga mendorong peningkatan kesejahteraan guru serta perbaikan fasilitas pendidikan guna mendukung terwujudnya visi “Tanjungbalai Emas”.

    Meski peringatan HUT PGRI tahun sebelumnya sempat tertunda, semangat para guru tetap tinggi dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik.
    Acara ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama seluruh peserta serta panitia HUT ke-80 PGRI Kota Tanjungbalai.

  • Wakapolres Tanjungbalai Hadiri Peringatan HUT ke-80 PGRI, Pererat Sinergi dan Apresiasi Guru

    Wakapolres Tanjungbalai Hadiri Peringatan HUT ke-80 PGRI, Pererat Sinergi dan Apresiasi Guru

    TANJUNGBALAI,indeksnews.web.id/  – Wakapolres Tanjungbalai, M.P. Pardede, menghadiri kegiatan Halalbihalal dalam rangka peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan Hari Ulang Tahun ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Tanjungbalai, Jumat (24/4/2026).

    Acara yang berlangsung khidmat di Aula Dinas Pendidikan Kota Tanjungbalai tersebut menjadi momentum untuk mengapresiasi jasa para guru sekaligus mempererat silaturahmi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan insan pendidikan.

    Mewakili Kapolres Tanjungbalai, Welman Feri, kehadiran Wakapolres menunjukkan komitmen Polri dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.

    “Kehadiran Polri dalam kegiatan ini adalah bentuk penghormatan kami kepada para guru. Guru merupakan pilar utama dalam mencerdaskan bangsa dan membentuk karakter generasi muda,” ujar Kompol Pardede.

    Kegiatan tersebut turut diisi dengan berbagai rangkaian acara, seperti pemberian cenderamata kepada guru purna bakti, upah-upah bagi guru yang akan menunaikan ibadah haji, serta penganugerahan kepada Ketua TP-PKK Kota Tanjungbalai, Mashandayani Siahaan, sebagai “Bunda Guru”.

    Sementara itu, Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina, dalam sambutannya menekankan pentingnya inovasi dalam proses belajar mengajar serta peningkatan kesejahteraan guru dan fasilitas pendidikan guna mendukung terwujudnya visi “Tanjungbalai EMAS”.

    Meski peringatan HUT PGRI tahun 2025 sempat tertunda dan baru dilaksanakan tahun ini, semangat dan antusiasme para peserta tetap tinggi. Sekitar 180 peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan pengurus PGRI tampak mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai dengan penuh kehangatan.

  • Aipda PN Hutagaol Ajak Warga Matahalasan Proaktif Jaga Kamtibmas dan Jauhi Judi Online

    Aipda PN Hutagaol Ajak Warga Matahalasan Proaktif Jaga Kamtibmas dan Jauhi Judi Online

    TANJUNGBALAI ,indeksnews.web.id/ – Personel Bhabinkamtibmas Polsek Tanjung Balai Utara, PN Hutagaol, kembali turun langsung ke tengah masyarakat dalam kegiatan Cooling System di Jalan Setia Ujung, Kelurahan Matahalasan, Tanjungbalai, Jumat (24/04/2026) siang.

    Kegiatan ini merupakan langkah preemtif Polri dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif di tengah dinamika sosial dan ekonomi. Dengan pendekatan humanis, Aipda Hutagaol menyambangi warga dari rumah ke rumah (door to door system) untuk berdialog langsung terkait kondisi lingkungan.

    Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan perhatian khusus kepada para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama remaja.

    “Kami mengimbau bapak dan ibu untuk menjaga anak-anak kita agar tidak terlibat balap liar, tawuran, penyalahgunaan narkoba, maupun judi online yang saat ini marak,” tegasnya.

    Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kriminal dengan menggunakan kunci ganda saat memarkirkan kendaraan, mematuhi aturan lalu lintas, serta melengkapi dokumen kendaraan demi keselamatan bersama.

    Aipda Hutagaol juga mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar atau hoaks yang berpotensi memecah belah kerukunan masyarakat.

    Kehadiran Bhabinkamtibmas tersebut mendapat sambutan positif dari warga Kelurahan Matahalasan. Salah seorang warga mengaku kegiatan sambang seperti ini sangat bermanfaat sebagai sarana menyampaikan keluhan sekaligus berdiskusi terkait persoalan keamanan di lingkungan mereka.

    Untuk mempermudah layanan pengaduan, Aipda Hutagaol turut membagikan nomor Call Center 110 yang dapat dihubungi masyarakat kapan saja apabila terjadi gangguan kamtibmas.

    Melalui kegiatan ini, Polri terus berupaya hadir di tengah masyarakat dengan mengedepankan prinsip pelayanan yang berintegritas dan humanis.

  • Polsek Perbaungan Tangkap Dua Pelaku Curat, Sabu Turut Diamankan

    Polsek Perbaungan Tangkap Dua Pelaku Curat, Sabu Turut Diamankan

    SERDANGBEDAGAI,indeksnews.web.id/  – Personel Polsek Perbaungan, jajaran Polres Serdang Bedagai, berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan menangkap dua pelaku yang beraksi di Jalan Perdamaian Lingkungan Tempel, Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan.

    Kedua pelaku masing-masing Irwansyah (45) dan Beny Afdi (39), merupakan warga Kecamatan Perbaungan. Penangkapan dilakukan setelah polisi menindaklanjuti laporan korban, Suratni (59), yang kehilangan sepeda motor miliknya.

    Kapolsek Perbaungan, Japri Binsar H Simamora, Jumat (24/4/2026) menjelaskan, peristiwa pencurian terjadi pada Selasa, 17 Maret 2026. Saat itu korban meninggalkan rumah sejak pagi hari untuk berjualan menggunakan becak motor.

    “Ketika korban pulang sekitar pukul 22.40 WIB, pintu dapur sudah dalam kondisi terbuka dan sepeda motor Honda Scoopy beserta dua dokumen BPKB yang disimpan di dalam lemari telah hilang,” ujarnya.

    Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi, pelaku diketahui masuk ke dalam rumah melalui pintu belakang dengan cara mencongkel gembok menggunakan obeng saat rumah dalam keadaan kosong. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp15 juta.

    Tim Opsnal Polsek Perbaungan kemudian melakukan penyelidikan intensif dan berhasil menangkap Irwansyah pada Senin, 21 April 2026 sekitar pukul 21.30 WIB di sebuah warung kopi di Jalan Deli Pajak Lama Perbaungan.

    Dalam pemeriksaan, tersangka mengakui melakukan aksi pencurian bersama rekannya, Beny. Petugas kemudian melakukan pengembangan dan berhasil meringkus Beny pada Selasa, 22 April 2026 sekitar pukul 11.00 WIB saat sedang mengendarai becak motor di Jalan Deli Perbaungan.

    Saat dilakukan penggeledahan terhadap Beny, petugas menemukan satu paket kecil narkotika jenis sabu.

    Kepada polisi, kedua tersangka mengaku sepeda motor hasil curian telah diserahkan kepada seorang rekannya bernama Misbah, yang kini masih dalam pengejaran, untuk dijual ke Medan seharga Rp7 juta. Uang hasil penjualan kemudian dibagi dan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari serta membeli pakaian.

    Dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian hasil pembelian dari uang kejahatan, satu buah obeng yang digunakan untuk mencongkel pintu, satu paket sabu, serta satu unit becak motor Suzuki Thunder BK 2858 OT.

    Saat ini, kedua tersangka telah diamankan di Mapolsek Perbaungan untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Polisi juga masih melakukan pengembangan guna memburu pelaku lain yang diduga berperan sebagai penadah barang hasil curian.

  • Jual Beli Terselubung Narkoba di Tengah Aktivitas Pasar Tradisional, Satresnarkoba Polrestabes Medan Ringkus Penjual

    Jual Beli Terselubung Narkoba di Tengah Aktivitas Pasar Tradisional, Satresnarkoba Polrestabes Medan Ringkus Penjual

    MEDAN,indeksnews.web.id/  – Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan mengungkap praktik jual beli narkoba yang dilakukan secara terselubung di tengah aktivitas pasar tradisional. Seorang pelaku berinisial NS (38) berhasil diringkus pada Rabu (22/4/2026) sore.

    Kasatresnarkoba Polrestabes Medan, Rafli Yusuf Nugraha, Jumat (24/4) pagi menjelaskan, pelaku merupakan warga Jalan Pelita V, Kecamatan Medan Timur yang dalam sebulan terakhir aktif mengedarkan narkotika jenis sabu di kawasan pasar tradisional Jalan Selamat, Kelurahan Durian, Kecamatan Medan Timur, Medan.

    Menurut Rafli, penangkapan pelaku tidak terlepas dari peran aktif masyarakat yang turut mendukung program Kentongan Kamtibmas Polrestabes Medan dalam menghidupkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling).

    “Ada peran masyarakat dalam pengungkapan ini. Informasi yang kami terima langsung kami tindaklanjuti hingga pelaku berhasil diamankan bersama barang bukti berupa paket sabu siap edar dan sejumlah uang tunai,” ujarnya.

    Ia menambahkan, pelaku sengaja memanfaatkan keramaian pasar sebagai lokasi transaksi untuk mengelabui petugas. Aktivitas jual beli dilakukan di tengah lalu lalang masyarakat agar tidak menimbulkan kecurigaan.

    “Pelaku memanfaatkan keramaian pasar tradisional sebagai modus agar transaksi tidak terlihat. Ini yang sedang kami dalami lebih lanjut,” jelasnya.

    Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengaku memperoleh keuntungan sekitar Rp100 ribu untuk setiap gram sabu yang berhasil dijual.

    Saat ini, Satresnarkoba Polrestabes Medan masih melakukan pengembangan guna memburu pemasok narkoba yang memasok barang kepada pelaku.

    “Kami masih mengejar pemasoknya. Perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan,” pungkas Rafli.

  • KSJ Salurkan Bantuan untuk Warga Dhuafa di Sepanjang Aliran Sungai Deli hingga Belawan

    KSJ Salurkan Bantuan untuk Warga Dhuafa di Sepanjang Aliran Sungai Deli hingga Belawan

    MEDAN ,indeksnews.web.id/- Komunitas Sedekah Jumat (KSJ) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat kurang mampu dengan menyalurkan bantuan kepada warga dhuafa di sepanjang bantaran Sungai Deli, mulai dari Kecamatan Medan Deli hingga kawasan Belawan, Jumat (24/4/2026).

    Kegiatan rutin bertajuk “Sedekah Jumat” ini dipimpin oleh koordinator relawan KSJ, Agus Leo, yang bersama tim turun langsung menyusuri pemukiman warga di bantaran sungai untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

    Dalam kegiatan tersebut, relawan menemukan sejumlah warga dhuafa yang hidup dalam keterbatasan. Salah satunya Wak Men (65), yang telah tinggal di bantaran sungai selama lebih dari tiga tahun. Untuk bertahan hidup, ia mengandalkan penghasilan seadanya dari mencari pasir dan ikan di sungai, dengan pendapatan sekitar Rp60 ribu per hari.

    Hal serupa juga dialami Pak Siregar (67), yang menggantungkan hidup dari hasil kebun sederhana. Ia menanam berbagai jenis tanaman buah sebagai sumber penghasilan, meski tidak menentu.

    “Saya hanya bisa menjual hasil kebun seperti ubi, pisang, atau buah musiman seperti matoa dan jambu. Tidak setiap hari ada yang bisa dijual,” ujarnya dengan nada lirih.

    Pak Siregar mengaku terharu saat menerima bantuan dari KSJ, terlebih di saat dirinya tidak memiliki persediaan beras untuk kebutuhan sehari-hari.

    “Ini jadi anugerah bagi kami. Semoga kebaikan ini menjadi amal bagi para dermawan,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

    Sementara itu, Pendiri dan Pembina Utama KSJ, Ikhwan Lubis, menegaskan pentingnya relawan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi riil masyarakat yang membutuhkan.

    “KSJ harus hadir langsung di tengah masyarakat dhuafa, khususnya mereka yang tinggal di daerah terisolir. Jangan hanya melihat dari permukaan, tapi pastikan bantuan benar-benar menyentuh yang paling membutuhkan,” tegasnya.

    Ia juga mengingatkan agar relawan terus menjaga komitmen kemanusiaan dengan memastikan tidak ada masyarakat yang luput dari perhatian, terutama mereka yang hidup dalam kondisi serba kekurangan.

    Kegiatan ini menjadi bukti nyata kepedulian KSJ dalam membantu meringankan beban masyarakat, sekaligus mengajak lebih banyak pihak untuk peduli terhadap sesama, khususnya di wilayah Medan dan sekitarnya.

  • Kapolres Tanjung Balai Hadiri Apel Akbar Sabuk Kamtibmas di Mapolda Sumut

    Kapolres Tanjung Balai Hadiri Apel Akbar Sabuk Kamtibmas di Mapolda Sumut

    Tanjungbalai ,indeksnews.web.id/ – Dalam upaya memperkuat sinergitas keamanan di wilayah Sumatera Utara, Kapolres Tanjung Balai, AKBP Welman Feri, S.I.K., M.I.K., menghadiri langsung kegiatan Apel Akbar dan Deklarasi Sabuk Kamtibmas yang diselenggarakan di Lapangan Sepak Bola Mapolda Sumut, Jumat (24/4).

     

    Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB ini dipimpin langsung oleh Kapolda Sumatera Utara dan dihadiri oleh jajaran pejabat utama (PJU) Polda Sumut, para Kapolres, hingga elemen masyarakat seperti Ormas dan Dai Kamtibmas.

     

    Selain mengikuti apel, agenda utama dalam pertemuan besar ini adalah pembacaan Deklarasi Sabuk Kamtibmas serta penandatanganan komitmen bersama Forkopimda. Langkah ini merupakan bentuk penguatan sistem keamanan lingkungan (Siskamling) yang disimbolkan melalui penguatan “Sabuk dan Kentongan Kamtibmas”.

     

    Kapolres Tanjung Balai didampingi oleh Kasat Intelkam, AKP Khairul Azwar Hasibuan, dan Kasat Binmas AKP Zainuddin. turut serta dalam seluruh rangkaian acara, termasuk menyaksikan simulasi Sispamkota (Sistem Pengamanan Kota).

     

    Kehadiran jajaran Polres Tanjung Balai dalam agenda ini menegaskan komitmen mereka untuk tetap menjaga integritas dan sikap humanis dalam melayani masyarakat. Melalui program Sabuk Kamtibmas, diharapkan koordinasi antara Polri, TNI, Pemerintah Daerah, dan seluruh elemen masyarakat semakin solid dalam mendeteksi serta mencegah potensi gangguan keamanan.

     

    “Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata kesiapan kita dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor yang lebih erat,” ujar AKBP Welman

     

    Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan simulasi pengamanan kota yang berjalan dengan tertib dan lancar. Polres Tanjung Balai siap mengimplementasikan hasil deklarasi ini di wilayah hukum Kota Tanjung Balai

     

    *”Berintegritas Dan Humanis Dalam Melayani Masyarakat”*