Author: Admin Utama

  • Polres Tanjungbalai Gelar Upacara Tradisi Polri Wafatnya Kasat Binmas AKP Zainuddin

    Polres Tanjungbalai Gelar Upacara Tradisi Polri Wafatnya Kasat Binmas AKP Zainuddin

    Tanjungbalai ,indeksnews.web.id/ – Polres Tanjungbalai diselimuti duka mendalam. Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat (Kasat Binmas) Polres Tanjungbalai, almarhum AKP Zainuddin, dilepas ke peristirahatannya yang terakhir melalui upacara persemayaman dan pemakaman tradisi kepolisian, Senin (8/6) siang.

     

    Upacara penghormatan terakhir ini berlangsung khidmat pukul 13.30 WIB, dimulai dari rumah duka di Jalan Murai, LK. VII Gambir Baru, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan.

     

    Wakapolres Tanjungbalai, Kompol MP Pardede, S.H., bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara untuk menerima jenazah dari pihak keluarga demi melangsungkan prosesi pemakaman secara kedinasan Polri.

     

    Suasana haru menyelimuti kehadiran pelayat yang memadati lokasi yang terdiri dari Wakapolres Asahan Kompol Slamet Riyadi S.H., M.H., rombongan Personel Biro SDM Polda Sumut, Pejabat Utama (PJU) serta personel dari Polres Tanjungbalai dan Polres Asahan. Hadir pula rombongan Bhayangkari dari kedua polres, serta perwakilan ASN Pemerintah Kota Tanjungbalai.

     

    Jenazah almarhum AKP Zainuddin diberangkatkan dan tiba di Taman Makam Pahlawan Kabupaten Asahan. Di sana, prosesi dilanjutkan dengan Apel Persada, pembacaan riwayat hidup, serta tembakan salvo sebagai penghormatan tertinggi kepolisian kepada bhayangkara yang gugur dalam tugas.

     

    Dalam amanatnya, Inspektur Upacara menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas dedikasi dan pengabdian almarhum selama bertugas di Korps Bhayangkara, khususnya sebagai Kasat Binmas yang dekat dengan masyarakat. Sebagai bentuk kepedulian dan duka cita, acara diakhiri dengan penimbunan liang lahat secara simbolis dan pemberian tali asih kepada keluarga yang ditinggalkan.

  • Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan, Polres Tanjungbalai Ikuti Audit Itwasum Mabes Polri

    Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan, Polres Tanjungbalai Ikuti Audit Itwasum Mabes Polri

    Tanjungbalai,indeksnews.web.id/  – Guna memastikan kinerja kepolisian berjalan secara transparan, akuntabel, dan sesuai aturan, Polres Tanjungbalai menghadiri kegiatan Audit Kinerja Tahap II Tahun Anggaran 2026 yang digelar oleh Itwasum Polri.

     

    Kegiatan yang berfokus pada aspek pelaksanaan dan pengendalian ini berlangsung di Aula Hotel Niagara, Parapat, pada Senin (8/6) mulai pukul 09.00 WIB.

     

    Kapolres Tanjungbalai, AKBP Welman Feri, S.I.K., M.I.K., memimpin langsung jajarannya dalam kegiatan ini. Tidak hanya Polres Tanjungbalai, audit ini juga diikuti oleh empat Polres sejajaran polda Sumut lainnya, yakni Polres Labuhanbatu, Polres Labuhanbatu Selatan, Polres Asahan, dan Polres Batubara.

     

    Tim Audit dari Mabes Polri yang dipimpin oleh KBP Hernowo Yulianto, S.I.K., melakukan pemeriksaan dan pendalaman materi yang dibagi ke dalam empat bidang utama pelayanan kepolisian, yaitu Bidang Operasional (Opsnal), Bidang Sumber Daya Manusia (SDM), Bidang Logistik dan Bidang Anggaran dan Keuangan (Garkeu)

     

    Selama proses audit berlangsung, tim pemeriksa didampingi oleh perwakilan dari Polda Sumut, di antaranya KBP Budi Perdamean Saragih, S.I.K., M.H., dan Kompol Rickson Sinaga, S.H., M.H.

     

    Kapolres Tanjungbalai melalui Plt. Kasiwas IPDA Sutan Radius Purba, S.H., menyampaikan bahwa audit kinerja ini merupakan agenda rutin yang sangat penting. Tujuannya adalah sebagai sarana kontrol dan evaluasi agar program kerja yang dijalankan Polres jajaran benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta bebas dari penyimpangan.

     

    “Pemeriksaan ini berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Dengan adanya audit ini, kami berkomitmen untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di wilayah hukum Polres Tanjungbalai,” ujar IPDA Sutan Radius Purba.

  • Polsek Medan Tembung Luruskan Isu Viral: Penyidikan Kasus Pengerusakan Tanaman Pisang Telah Sesuai Prosedur

    Polsek Medan Tembung Luruskan Isu Viral: Penyidikan Kasus Pengerusakan Tanaman Pisang Telah Sesuai Prosedur


    Medan,indeksnews.web.id/ – Polsek Medan Tembung memberikan penjelasan resmi terkait video yang beredar di media sosial dan menjadi sorotan publik. Dalam video tersebut disebutkan adanya penangkapan dan penahanan terhadap seorang warga dengan alasan mencabut pohon pisang di tanah miliknya sendiri.


    Melalui Kepala Seksi Humas Polsek Medan Tembung, Aiptu Sir Jhon Milala, S.H., pihak kepolisian menegaskan bahwa penanganan perkara dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku. Penjelasan itu disampaikan atas arahan Kapolsek Medan Tembung, Kompol Ras Maju Tarigan, S.H., M.H.


    Berdasarkan hasil penyidikan, sebanyak 80 batang pohon pisang yang dirusak berada di atas lahan yang tercatat sebagai milik pelapor, Usten Saragih, sesuai Surat Keterangan yang diterbitkan pihak kecamatan. Lokasi lahan berada di Jalan Sibang, Dusun Senggani, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deli Serdang.


    Sementara itu, terlapor NU Br Siburian bersama anaknya, BA Tambunan, yang mengklaim sebagai pemilik lahan, disebut tidak dapat menunjukkan bukti kepemilikan yang sah. Dokumen yang diperlihatkan hanya berupa surat keterangan desa atas nama Elfiadi Surya.


    Namun, Elfiadi Surya menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menjual tanah tersebut kepada pihak terlapor. Bahkan, ia telah membuat laporan ke Polrestabes Medan terkait dugaan pemalsuan surat yang digunakan dalam perkara tersebut.


    Aiptu Sir Jhon Milala menjelaskan bahwa sebelum dilakukan tindakan penahanan, penyidik telah menjalankan sejumlah tahapan hukum secara bertahap dan sesuai prosedur, yakni melakukan pemeriksaan terhadap pelapor dan saksi-saksi, termasuk Elfiadi Surya, kemudian melaksanakan gelar perkara hingga status perkara ditingkatkan dari penyelidikan menjadi penyidikan.


    Selanjutnya, penyidik juga melakukan gelar perkara penetapan tersangka, mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada Kejaksaan Negeri Cabang Deli Serdang di Labuhan Deli, serta melayangkan surat panggilan resmi sebanyak dua kali kepada terlapor. Namun, panggilan tersebut tidak dipenuhi tanpa alasan yang jelas.


    Karena tidak memenuhi panggilan penyidik, kepolisian kemudian menerbitkan surat perintah tugas untuk membawa terlapor guna dimintai keterangan lebih lanjut.
    Kasus ini tercatat dalam Laporan Polisi Nomor: LP/B/106/I/2025/SPKT/Polsek Medan Tembung tanggal 16 Januari 2025 yang dilaporkan oleh Usten Saragih.


    “Seluruh proses penanganan kasus ini kami jalankan secara transparan, profesional, dan berlandaskan hukum. Kami meluruskan informasi yang berkembang agar masyarakat mendapatkan gambaran yang benar terkait jalannya perkara ini,” tegas Aiptu Sir Jhon Milala.

  • Dihadiri Jokowi dan Disaksikan 20 Ribu Penonton, Pengamanan Polda Sumut pada Laga Indonesia vs Vietnam Berjalan Optimal

    Dihadiri Jokowi dan Disaksikan 20 Ribu Penonton, Pengamanan Polda Sumut pada Laga Indonesia vs Vietnam Berjalan Optimal

    Deliserdang,KOMPASTALK.CO – Polda Sumatera Utara bersama unsur TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait berhasil mengamankan pertandingan ASEAN U-19 Boys’ Bank Sumut Championship 2026 (Piala AFF U-19 2026) antara Indonesia melawan Vietnam yang berlangsung di Stadion Utama Sumatera Utara, Desa Sena, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (7/6/2026) malam

    Pertandingan yang berlangsung mulai pukul 20.00 WIB hingga 22.00 WIB tersebut disaksikan sekitar 20.000 penonton dan berakhir dengan kemenangan Timnas Indonesia 2-1 atas Vietnam. Selain menjadi laga bergengsi di ajang Piala AFF U-19, pertandingan ini juga mendapat perhatian besar karena turut dihadiri Presiden ke-7 Republik Indonesia Ir. Joko Widodo bersama Ibu Iriana Joko Widodo.

    Untuk menjamin keamanan seluruh rangkaian kegiatan, Polda Sumut menerapkan pola pengamanan terpadu dan berlapis dengan melibatkan personel dari Polda Sumut, Satbrimob Polda Sumut, Polrestabes Medan, Polresta Deli Serdang, Kodim, Dinas Perhubungan, serta instansi terkait lainnya.

    Pengamanan dilakukan mulai dari jalur kedatangan tamu VVIP, area stadion, lokasi pertandingan, pengaturan lalu lintas, hingga pengamanan penonton dan suporter. Sementara itu, personel Detasemen Gegana Satbrimob Polda Sumut melalui Tim Penjinak Bom (Jibom), Tim KBR, serta personel Wanteror turut melaksanakan sterilisasi dan siaga pengamanan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan.

    Di waktu yang sama, pertandingan Grup lainnya antara Timor Leste melawan Myanmar di Stadion Teladan Medan juga berlangsung aman dan lancar. Laga yang diselenggarakan tanpa penonton umum tersebut berakhir dengan skor Myanmar 3-1 Timor Leste.

    Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H., mengatakan keberhasilan pengamanan pertandingan merupakan hasil sinergi seluruh personel pengamanan dan dukungan masyarakat yang turut menjaga ketertiban selama berlangsungnya pertandingan.

    “Seluruh rangkaian pertandingan pada Minggu malam dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Kehadiran sekitar 20 ribu penonton, termasuk tamu VVIP, dapat dikelola dengan baik berkat kerja sama seluruh unsur pengamanan serta tingginya kesadaran masyarakat dan suporter dalam menjaga situasi tetap kondusif,” ujar Ferry.

    Lebih lanjut, Ferry menegaskan bahwa Polda Sumut akan terus menjaga kesiapsiagaan dan memperkuat koordinasi lintas instansi untuk mengamankan seluruh pertandingan yang masih tersisa dalam rangkaian Piala AFF U-19 2026.

    “Keberhasilan pengamanan ini menjadi evaluasi positif bagi kami untuk pertandingan berikutnya. Polda Sumut memastikan seluruh agenda ASEAN U-19 Boys’ Bank Sumut Championship 2026 akan terus mendapatkan pengamanan maksimal hingga turnamen berakhir, sehingga seluruh peserta, ofisial, tamu negara, dan masyarakat dapat merasa aman dan nyaman selama berada di Sumatera Utara,” tegasnya.

    Sementara itu, pada Senin (8/6/2026), dua pertandingan lanjutan dijadwalkan berlangsung, yakni Thailand versus Malaysia di Stadion Madya dan Singapura versus Brunei Darussalam di Stadion Teladan Medan. Kedua pertandingan akan tetap mendapat pengamanan sesuai standar operasional yang telah disiapkan oleh Polda Sumut bersama seluruh unsur pendukung.

    Melalui pengamanan yang profesional, humanis, dan terintegrasi, Polda Sumut berkomitmen mendukung suksesnya penyelenggaraan Piala AFF U-19 2026 di Sumatera Utara sekaligus menjaga stabilitas keamanan selama berlangsungnya ajang sepak bola internasional tersebut.

  • Laga Persahabatan PS Korpri Tanjungbalai vs Binjai Berlangsung Seru, Tim Senior Kalah 3-4 dan Tim Junior Menang 1-0

    Laga Persahabatan PS Korpri Tanjungbalai vs Binjai Berlangsung Seru, Tim Senior Kalah 3-4 dan Tim Junior Menang 1-0

    TANJUNGBALAI,indeksnews.web.id/  – Pertandingan persahabatan antara PS Korpri Tanjungbalai dan PS Korpri Binjai berlangsung meriah dan penuh keakraban di Stadion Asahan Sakti, Kota Tanjungbalai, Sabtu (6/6/2026) sore. Dalam laga tersebut, tim senior PS Korpri Tanjungbalai harus mengakui keunggulan PS Korpri Binjai dengan skor tipis 3-4, sementara tim junior berhasil meraih kemenangan 1-0.

    Kegiatan yang digelar dalam suasana silaturahmi antarpegawai pemerintah daerah itu turut dihadiri Asisten Pemerintahan Pemko Tanjungbalai, Fitra Hadi, mewakili Wali Kota Tanjungbalai.

    Usai pertandingan, Fitra Hadi mengatakan pertandingan persahabatan tersebut menjadi momentum mempererat hubungan kekeluargaan sekaligus menumbuhkan semangat olahraga, khususnya sepak bola.

    “Pertandingan ini bukan sekadar soal menang atau kalah, tetapi menjadi wadah mempererat silaturahmi dan kebersamaan antar kedua tim yang merupakan bagian dari pemerintah daerah. Kami mengapresiasi kehadiran tim PS Korpri Binjai di Kota Tanjungbalai,” ujarnya.

    Menurutnya, meski tim lawan tampil lebih baik, para pemain PS Korpri Tanjungbalai telah menunjukkan semangat juang dan permainan yang cukup baik sepanjang pertandingan.

    Pada laga senior, pertandingan berlangsung sengit sejak babak pertama. Kedua tim tampil terbuka dan saling menyerang hingga skor imbang 2-2 menutup paruh pertama pertandingan.

    Gol PS Korpri Tanjungbalai Senior dicetak oleh Suwanda, Bambang Irawan melalui tendangan penalti, serta Aditya Anyar. Sementara gol PS Korpri Binjai dicetak Misgianto yang memborong dua gol dan Indra Gunawan yang juga mencetak dua gol.

    Memasuki babak kedua, tempo permainan semakin meningkat. PS Korpri Binjai Senior akhirnya mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan dengan skor akhir 4-3 untuk kemenangan tim tamu.

    Sementara itu, pada pertandingan persahabatan kategori junior, PS Korpri Tanjungbalai Muda tampil lebih baik dan berhasil menundukkan PS Korpri Binjai Muda dengan skor 1-0. Gol tunggal kemenangan dicetak oleh Aidil Andri Panjaitan.

    Usai laga, tim PS Korpri Binjai menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan Pemerintah Kota Tanjungbalai serta tim PS Korpri Tanjungbalai. Mereka menilai pertandingan berlangsung menarik, kompetitif, namun tetap menjunjung tinggi sportivitas dan nuansa kekeluargaan.

    Pertandingan persahabatan tersebut turut disaksikan sejumlah pimpinan OPD dari kedua pemerintah daerah, ASN, serta warga yang memadati Stadion Asahan Sakti.

  • Pastikan Ibadah Minggu Aman, Polres Tanjung Balai Amankan Sejumlah Gereja

    Pastikan Ibadah Minggu Aman, Polres Tanjung Balai Amankan Sejumlah Gereja

    TANJUNG BALAI ,indeksnews.web.id/ – Guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat Kristiani yang melaksanakan ibadah Minggu, jajaran Polres Tanjung Balai menggelar pengamanan di sejumlah gereja yang berada di wilayah hukumnya, Minggu pagi (7/6/2026).

    Kegiatan pengamanan diawali dengan apel kesiapan personel yang berlangsung di Lapangan Polres Tanjung Balai sekitar pukul 09.00 WIB. Apel tersebut dipimpin langsung oleh Perwira Pengendali (Padal) IPDA F.H. Batubara.

    Dalam arahannya, IPDA F.H. Batubara menyampaikan rasa syukur atas kesehatan dan kesiapan seluruh personel yang hadir. Ia juga mengapresiasi kedisiplinan anggota yang hadir tepat waktu demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
    “Setelah apel ini, personel diharapkan langsung bergerak menuju objek pengamanan masing-masing dan melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab,” ujar IPDA F.H. Batubara.

    Ia menegaskan kepada seluruh personel agar menjalankan tugas pengamanan dengan maksimal serta tidak meninggalkan lokasi sebelum seluruh rangkaian ibadah selesai dilaksanakan.

    Pengamanan dilakukan di sedikitnya 10 rumah ibadah yang menjadi prioritas, di antaranya Gereja HKBP Persatuan, Gereja Katolik, Gereja HKBP Kota, Gereja GMI, Gereja GKPI, Gereja GMI Tionghoa, Gereja HKI Parsaoran Nauli, Gereja GPI, Gereja GBKP, dan Gereja HKBP Sirantau.
    Kehadiran personel kepolisian di setiap gereja disambut baik oleh jemaat dan pengurus gereja karena dinilai mampu memberikan rasa aman selama pelaksanaan ibadah berlangsung.

    Hingga seluruh rangkaian ibadah selesai, situasi di seluruh lokasi pengamanan dilaporkan berjalan aman, tertib, dan kondusif.

  • Poltek Agraria STPN Buka Peluang Sekolah Kedinasan, Jaring Generasi Muda yang Berminat di Bidang Agraria/Pertanahan dan Tata Ruang

    Poltek Agraria STPN Buka Peluang Sekolah Kedinasan, Jaring Generasi Muda yang Berminat di Bidang Agraria/Pertanahan dan Tata Ruang

    Sleman,indeksnews.web.id/ – Seiring meningkatnya kompleksitas pembangunan di Indonesia, kebutuhan akan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetensi di bidang pengelolaan tanah dan tata ruang terus bertambah. Menjawab kebutuhan tersebut, kampus kedinasan di bawah naungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Politeknik Agraria Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN), membuka peluang bagi generasi muda yang tertarik mendalami bidang agraria/pertanahan dan tata ruang untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan nasional.

    “Yang cocok masuk Politeknik Agraria adalah mereka yang berminat pada bidang keagrariaan, pertanahan, penataan ruang, hingga aspek kadaster atau pemetaan bidang tanah. Bidang-bidang tersebut menjadi fokus pembelajaran yang kami siapkan untuk mendukung kebutuhan pembangunan nasional,” ujar Ketua Politeknik Agraria STPN, Sri Yanti Achmad, di Gedung Politeknik Agraria STPN, Sleman, Daerah Istimewa (D.I.) Yogyakarta, Rabu (03/06/2026).

    Saat ini, Politeknik Agraria STPN menyelenggarakan empat program studi, yakni Sarjana Terapan Pertanahan; Sarjana Terapan Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah; Sarjana Terapan Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan; serta Sarjana Terapan Survei, Pemetaan dan Informasi Pertanahan.

    Keempat program studi tersebut dirancang untuk menghasilkan lulusan yang kompeten di bidang administrasi dan hukum pertanahan, pendaftaran tanah, penataan ruang, serta survei dan pemetaan. Kompetensi tersebut juga diperkuat dengan kemampuan pengelolaan data spasial dan informasi pertanahan yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan layanan pertanahan modern.

    Menurut Sri Yanti Achmad, Politeknik Agraria STPN memiliki kekhasan dibandingkan banyak perguruan tinggi lainnya karena secara khusus berfokus pada bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang. Fokus tersebut membuat proses pembelajaran tidak hanya mempelajari satu disiplin ilmu, tetapi mengintegrasikan berbagai bidang keilmuan yang saling berkaitan untuk memahami persoalan agraria secara menyeluruh.

    “Persoalan pertanahan tidak hanya berkaitan dengan pemetaan atau pengukuran tanah, tetapi juga mencakup aspek hukum, kepastian subjek dan objek hak atas tanah, penataan ruang, perencanaan wilayah, hingga ilmu kebumian. Oleh karena itu, kurikulum Politeknik Agraria STPN dirancang secara multidisiplin agar lulusan memiliki kompetensi yang komprehensif dan mampu berkontribusi dalam penyelenggaraan kebijakan agraria, pertanahan, dan tata ruang di Indonesia,” jelas Sri Yanti Achmad.

    Pendidikan di Politeknik Agraria STPN juga tidak hanya berfokus pada penguasaan keterampilan teknis. Sistem pendidikan berasrama yang diterapkan menjadi sarana pembentukan karakter, integritas, serta kemampuan sosial para taruna.

    “Yang kami bangun tidak hanya keterampilan atau hard skill, tetapi juga karakter dan integritas. Itu menjadi bagian penting dalam proses pendidikan di Politeknik Agraria,” tambah Sri Yanti Achmad.

    Dalam kesempatan tersebut, Sri Yanti Achmad mengajak siswa kelas XII SMA/sederajat yang sedang mencari perguruan tinggi untuk mempertimbangkan Politeknik Agraria STPN sebagai pilihan pendidikan tinggi.

    “Kami berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik untuk berkontribusi dalam bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang melalui pendidikan di Politeknik Agraria STPN,” pungkasnya.

    Informasi lebih lanjut mengenai penerimaan taruna baru Politeknik Agraria STPN dapat diakses melalui laman resmi stpn.ac.id. Calon pendaftar juga dapat memperoleh informasi terkini terkait persyaratan, tahapan seleksi, jadwal pendaftaran, hingga berbagai kegiatan kampus melalui akun media sosial resmi Politeknik Agraria STPN.

  • Meningkat 206%, Menteri Nusron Apresiasi Peran Nazir dalam Percepatan Sertipikasi Tanah Wakaf

    Meningkat 206%, Menteri Nusron Apresiasi Peran Nazir dalam Percepatan Sertipikasi Tanah Wakaf

    Jakarta,indeksnews.web.id/  – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), mengapresiasi meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mendaftarkan tanah wakaf. Menurutnya, peran para nazir dan wakif menjadi faktor penting dalam percepatan sertipikasi tanah wakaf yang terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.

    “Perbandingan datanya, tahun 2015-2016 total bidang tanah wakaf baru 100 ribu, tapi sekarang sudah tambah 200 ribu sehingga ada kenaikan 206%. Saya terima kasih kepada para wakif, para nazir, kesadaran untuk mendaftarkan tanah wakaf makin hari makin meningkat,” kata Menteri Nusron dalam acara dan Penyerahan Sertipikat Wakaf di , Sabtu (06/06/2026).

    Ia menilai peningkatan jumlah bidang tanah wakaf yang terdaftar menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk menjaga dan mengamankan aset umat melalui kepastian hukum. Sertipikasi tanah wakaf dinilai penting agar pemanfaatannya dapat berlangsung secara berkelanjutan dan terhindar dari berbagai persoalan di kemudian hari.

    Menurut Menteri Nusron, salah satu risiko yang kerap muncul pada tanah wakaf yang belum bersertipikat adalah potensi sengketa ketika nilai tanah meningkat akibat pembangunan di sekitarnya, termasuk pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN).

    “Banyak sekali terutama di Pulau Jawa, khususnya Jabodetabek dan Banten ada PSN. Tanah tersebut sebelum ada PSN nilainya tidak tinggi, akibat ada PSN valuasi asetnya naik drastis,” tutur Menteri Nusron.

    Kondisi tersebut, lanjutnya, dapat memicu munculnya klaim atau tuntutan terhadap tanah yang sebelumnya telah diwakafkan, terutama apabila status hukumnya belum memiliki kepastian yang kuat. Oleh karena itu, sertipikasi tanah wakaf menjadi langkah preventif untuk melindungi aset umat dari potensi konflik yang berkepanjangan.

    “Supaya (konflik) tidak berkepanjangan, kami harapkan para nazir untuk segera menyertipikatkan tanah wakaf untuk kepentingan keamanan aset umat,” ujar Menteri Nusron.

    Ia berharap tren peningkatan sertipikasi tanah wakaf dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak aset umat yang terlindungi secara hukum dan dapat dimanfaatkan secara optimal bagi kepentingan masyarakat.

  • Serahkan Lebih dari 1.000 Sertipikat Tanah Wakaf dalam ICOP 2026, Menteri Nusron Minta Penerima Jadi Pionir Percepatan

    Serahkan Lebih dari 1.000 Sertipikat Tanah Wakaf dalam ICOP 2026, Menteri Nusron Minta Penerima Jadi Pionir Percepatan

    Jakarta,indeksnews.web.id/  – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menyerahkan 1.029 sertipikat tanah wakaf dan 3 Sertipikat Hak Milik (SHM) untuk badan hukum keagamaan dalam acara International Conference on Pesantren (ICOP) 2026 dan Penyerahan Sertipikat Wakaf yang diselenggarakan di Universitas Darunnajah, Jakarta, Sabtu (06/06/2026). Momentum ini sekaligus dimanfaatkan Menteri Nusron untuk mengajak para penerima turut memperluas gerakan sertipikasi tanah wakaf di berbagai daerah.

    “Bapak/Ibu yang tanahnya sudah disertipikatkan, kami mohon menjadi contoh dan pionir untuk mengajak nazir masjid, musala, dan pondok pesantren lainnya yang belum tersertipikatkan agar bekerja sama dengan Kementerian Agama dan ATR/BPN. Ayo kita sertipikatkan bersama-sama,” ujar Menteri Nusron.

    Dari total 1.032 sertipikat yang diserahkan, sebanyak 251 sertipikat merupakan aset dari Provinsi Banten, 687 sertipikat dari Jawa Barat, dan 94 sertipikat dari DKI Jakarta. Dalam percepatan sertipikasi tanah wakaf, Kementerian ATR/BPN juga menggandeng berbagai organisasi masyarakat dan pondok pesantren dengan target seluruh tanah wakaf tersertipikatkan sebelum tahun 2029 sebagai bentuk pengamanan aset umat.

    “Target kami, tahun 2028 kalau bisa sudah sapu bersih 100% selesai tanah wakaf ini,” kata Menteri Nusron.

    Kepada seluruh peserta dan penerima sertipikat di ICOP 2026, Menteri Nusron menjelaskan bahwa tanah wakaf merupakan salah satu dari lima jenis tanah dalam sistem pertanahan nasional. Kelima jenis tanah tersebut meliputi tanah negara, tanah hak, tanah ulayat atau tanah adat, tanah aset, serta tanah wakaf yang telah diakui dalam Undang-Undang Pokok Agraria Nomor 5 Tahun 1960.

    Secara nasional, dari sekitar 126,7 juta bidang tanah yang terdaftar di Indonesia, sebanyak 97 juta bidang telah bersertipikat. Sementara itu, khusus tanah wakaf tercatat sebanyak 522.026 bidang, namun baru 306.189 bidang yang telah bersertipikat. Dengan demikian, tingkat sertipikasi tanah wakaf saat ini baru mencapai sekitar 58,65 persen.

    Meski demikian, upaya pengamanan tanah wakaf terus menunjukkan perkembangan positif. Sejak tahun 2016, jumlah bidang tanah wakaf yang telah bersertipikat meningkat signifikan dari 100.144 bidang menjadi tambahan sekitar 206.045 bidang atau meningkat lebih dari 200 persen.

    Dalam kesempatan tersebut, Menteri Nusron turut mengapresiasi meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menyertipikatkan tanah wakaf.

    “Saya berterima kasih kepada para wakif dan nazir. Kesadaran untuk menyertipikatkan tanah wakaf semakin meningkat. Ini menunjukkan kesadaran untuk mengamankan aset umat juga meningkat,” tutur Menteri Nusron.

    Dalam rangkaian acara ini, Menteri ATR/Kepala BPN turut didampingi oleh Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan; Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR), Lampri; Direktur Pengaturan Pendaftaran Tanah dan Ruang, PPAT, dan Mitra Kerja, Ana Anida; serta Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat beserta jajaran.

  • Bicara dalam International Conference on Pesantren 2026, Menteri Nusron Ajak Masyarakat Sertipikatkan Tanah Wakaf untuk Lindungi Aset Umat

    Bicara dalam International Conference on Pesantren 2026, Menteri Nusron Ajak Masyarakat Sertipikatkan Tanah Wakaf untuk Lindungi Aset Umat

    Jakarta ,indeksnews.web.id/ – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengajak masyarakat untuk segera menyertipikatkan tanah wakaf guna mengamankan aset umat dari berbagai potensi sengketa di masa mendatang. Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri International Conference on Pesantren (ICOP) 2026 dan Penyerahan Sertipikat Wakaf yang berlangsung di Universitas Darunnajah, Jakarta, Sabtu (06/06/2026).

    Dalam pidatonya di hadapan ribuan peserta ICOP 2026, Menteri Nusron menegaskan pentingnya sertipikasi tanah wakaf sebagai bentuk perlindungan hukum terhadap aset umat.

    “Pesan dari acara ini adalah memberikan sinyal dan ajakan yang kuat kepada masyarakat, terutama para pemangku kepentingan agar segera menyertipikatkan tanah wakafnya. Wakaf merupakan aset publik, aset umat. Tidak boleh hilang, kalau aset publik hilang yang dirugikan bukan hanya wakif, tetapi juga masyarakat yang memanfaatkan wakaf tersebut,” ujar Menteri Nusron.

    Ia menjelaskan, sertipikat tanah menjadi instrumen penting dalam memberikan kepastian hukum terhadap tanah wakaf. Dengan adanya sertipikat, negara memberikan pengakuan sekaligus perlindungan terhadap aset tersebut sehingga pemanfaatannya dapat terus berlangsung untuk kepentingan masyarakat.

    “Dengan sertipikat, negara mengakui dan melindungi aset tersebut,” kata Menteri Nusron.

    Sebagai bentuk komitmen dalam mengamankan aset umat melalui sertipikasi tanah wakaf, Kementerian ATR/BPN menyerahkan sebanyak 1.032 sertipikat pada kesempatan tersebut. Jumlah itu terdiri atas 251 sertipikat untuk wilayah Banten, 687 sertipikat di Jawa Barat, dan 94 sertipikat di DKI Jakarta.

    Dari total sertipikat yang diserahkan, sebanyak 1.029 merupakan sertipikat tanah wakaf, sedangkan tiga lainnya berupa Sertipikat Hak Milik (SHM) untuk badan hukum keagamaan.

    Menteri Nusron menegaskan bahwa percepatan sertipikasi tanah wakaf perlu terus dilakukan karena tanah wakaf yang belum bersertipikat sangat rentan menimbulkan persoalan di kemudian hari, baik sengketa kepemilikan maupun konflik pemanfaatan lahan.

    Karena itu, ia mendorong para wakif, nazir, dan pengelola lembaga keagamaan agar segera mengamankan tanah wakaf melalui proses sertipikasi.

    Pada kesempatan yang sama, Menteri Nusron juga mengapresiasi meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menyertipikatkan tanah wakaf sebagai bentuk perlindungan terhadap aset umat.

    “Saya berterima kasih kepada para wakif dan nazir. Kesadaran untuk menyertipikatkan tanah wakaf semakin meningkat. Ini menunjukkan kesadaran untuk mengamankan aset umat juga meningkat,” tuturnya.

    Sementara itu, President of Darunnajah University, Hadiyanto Arief, menyampaikan bahwa wakaf memiliki peran penting sebagai fondasi keberlangsungan lembaga pendidikan Islam. Menurutnya, kepastian hukum melalui sertipikat tanah membuka peluang keberlanjutan dalam pengelolaan aset pendidikan.

    “Wakaf adalah fondasi yang paling stabil bagi lembaga pendidikan Islam. Stabil dalam dua makna, yaitu kokoh secara legal standing dan kokoh karena ditopang oleh kuasa Allah SWT,” ujar Hadiyanto Arief.

    ICOP merupakan agenda tahunan yang pada tahun 2026 memasuki penyelenggaraan keempat. Pada tahun ini, tema yang diangkat berfokus pada wakaf, melalui kolaborasi antara Universitas Darunnajah dan Kementerian ATR/BPN.

    Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan aset keagamaan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sertipikasi tanah wakaf.

    Turut hadir dalam kegiatan itu President of Darunnajah, Sofwan Manaf; Rektor Universitas Darunnajah, Much Hasan Darojat; perwakilan Kementerian Agama; mahasiswa Universitas Darunnajah; serta ribuan penerima sertipikat wakaf.

    Mendampingi Menteri ATR/Kepala BPN dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan; Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR), Lampri; Direktur Pengaturan Pendaftaran Tanah dan Ruang, PPAT, dan Mitra Kerja, Ana Anida; serta Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat beserta jajaran.