Category: Nasional

  • Kementerian ATR/BPN Imbau Masyarakat Cek Identitas Petugas Ukur Tanah

    Kementerian ATR/BPN Imbau Masyarakat Cek Identitas Petugas Ukur Tanah

    Jakarta,indeksnews.web.id/ – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan teliti saat menerima kedatangan petugas ukur tanah di lapangan. Imbauan ini bertujuan untuk mencegah potensi penyalahgunaan oleh oknum yang mengatasnamakan instansi resmi.

    Direktur Survei dan Pemetaan Tematik, Agus Apriawan, menegaskan bahwa masyarakat berhak memastikan keabsahan petugas sebelum kegiatan pengukuran dilakukan.

    “Masyarakat dapat meminta petugas menunjukkan identitas kedinasan serta surat tugas yang menjadi dasar pelaksanaan pengukuran,” ujar Agus Apriawan dalam keterangannya, Jumat (3/4/2026).

    Ia menjelaskan, setiap kegiatan pengukuran tanah selalu didasarkan pada permohonan layanan pertanahan yang telah diajukan sebelumnya oleh masyarakat. Karena itu, petugas resmi wajib membawa surat tugas maupun dokumen penugasan yang berkaitan dengan kegiatan tersebut.

    “Pengukuran lapangan dilaksanakan berdasarkan surat tugas dan nomor berkas permohonan pelayanan. Ini menjadi indikator kuat bahwa kegiatan tersebut resmi,” jelasnya.

    Selain memeriksa dokumen, masyarakat juga disarankan untuk menanyakan informasi dasar terkait pengukuran, seperti nomor berkas permohonan, nama pemohon, lokasi bidang tanah, serta tujuan pengukuran yang dilakukan.

    Agus Apriawan menambahkan, kegiatan pengukuran tanah memiliki berbagai tujuan, antara lain untuk pendaftaran tanah pertama kali, pemecahan atau pemisahan bidang tanah, pengembalian batas, hingga penataan batas. Seluruh proses tersebut selalu terhubung dengan berkas pelayanan resmi.

    Jika masih merasa ragu, masyarakat dapat melakukan verifikasi langsung ke Kantor Pertanahan (Kantah) setempat guna memastikan adanya kegiatan pengukuran pada waktu tersebut.

    “Apabila petugas datang tanpa pemberitahuan, tidak dapat menunjukkan identitas atau surat tugas, maupun memberikan informasi yang tidak jelas, masyarakat sebaiknya segera melakukan verifikasi. Ini langkah kehati-hatian yang penting,” pungkasnya.

    Dengan langkah ini, ATR/BPN berharap masyarakat semakin terlindungi dan terhindar dari praktik penipuan yang merugikan, sekaligus mendorong pelayanan pertanahan yang profesional, terpercaya, dan modern.

  • Fenomena Wisata Terkini: Rumah Bergaya Arsitektur Belanda Ramai Dikunjungi Masyarakat

    Fenomena Wisata Terkini: Rumah Bergaya Arsitektur Belanda Ramai Dikunjungi Masyarakat

    SUMUT,indeksnews.web.id/  – Fenomena unik tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet. Sebuah kawasan perumahan bergaya arsitektur Belanda di Kabupaten Deli Serdang mendadak viral dan ramai dikunjungi masyarakat, baik domestik maupun luar daerah. Lokasi ini tepatnya berada di Desa Paya Gambar, Kecamatan Batang Kuis, Minggu (5/4/2026).

    Daya tarik utama kawasan ini terletak pada desain bangunan yang menyerupai suasana Eropa, khususnya arsitektur khas Amsterdam di Belanda dengan ornamen menara dan kincir angin yang ikonik. Perumahan tersebut diketahui merupakan kawasan Surya Mas Liandra City, yang mulai dibangun sejak tahun 2025 dan lokasinya tidak jauh dari Bandara Internasional Kualanamu.

    Ramainya unggahan di media sosial membuat lokasi ini semakin dikenal luas. Setiap harinya, ratusan pengunjung berdatangan untuk sekadar berjalan-jalan, menikmati suasana, hingga berfoto ria. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa tampak antusias mengabadikan momen dengan latar bangunan unik tersebut.

    Salah seorang pengunjung, Budi (36), warga Medan, mengaku sengaja datang bersama keluarga demi merasakan suasana berbeda.

    “Walau harus menempuh perjalanan sekitar satu setengah jam, kami rela datang ke sini seminggu sekali. Pemandangannya indah, udaranya sejuk, dan cocok untuk berfoto bersama keluarga. Rasanya seperti berada di luar negeri,” ujarnya sambil tersenyum.

    Sementara itu, pihak pengelola melalui petugas keamanan, Ricky, menyampaikan bahwa jumlah pengunjung terus meningkat.

    “Setiap hari lebih dari seratus orang datang ke sini. Kami membuka akses untuk umum mulai pukul 10.00 WIB hingga 21.30 WIB. Pengunjung juga bisa menikmati fasilitas kafe yang tersedia serta berfoto di taman, dengan catatan tidak merusak atau memasuki area terlarang,” jelasnya.

    Pantauan di lokasi menunjukkan fenomena wisata dadakan ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Kehadiran pengunjung dalam jumlah besar membuka peluang usaha baru serta meningkatkan daya tarik kawasan tersebut sebagai destinasi wisata alternatif di Sumatera Utara.

    Dengan konsep unik dan suasana yang asri, Surya Mas Liandra City kini menjelma menjadi salah satu destinasi favorit baru, khususnya bagi pecinta fotografi dan pengguna media sosial yang ingin berburu spot estetik tanpa harus jauh-jauh ke luar negeri. (bm)

  • Halalbihalal Pererat Silaturahmi di Trabas Coffee Arabica Medan

    Halalbihalal Pererat Silaturahmi di Trabas Coffee Arabica Medan

    Medan ,indeksnews.web.id/- Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti pelataran Trabas Coffee Arabica yang berlokasi di Jalan Darussalam, kawasan Medan Petisah.

    Mengambil momentum bulan Syawal pasca perayaan Idulfitri 1447 H, kedai kopi yang populer di kalangan pencinta kopi arabika ini menggelar acara Halalbihalal bersama pelanggan setia, mitra bisnis, serta sejumlah komunitas kopi di Medan.

    Founder Trabas Coffee Arabica, Dedy Armaya, mengatakan kegiatan yang berlangsung pada akhir pekan ini bertujuan mempererat tali silaturahmi sekaligus menjadi ajang saling memaafkan.

    “Tradisi Halalbihalal merupakan momen khas Indonesia untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antarindividu maupun kelompok. Kami mengajak komunitas untuk terus mempertahankan tradisi sosial ini,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).

    Rangkaian Kegiatan Penuh Kebersamaan

    Acara dimulai sejak sore hari dengan suasana santai yang kental nuansa lokal. Para tamu mengikuti sesi ramah tamah dan coffee sharing, menikmati seduhan khas arabika andalan Trabas Coffee.

    Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah singkat yang mengingatkan pentingnya menjaga ukhuwah atau persaudaraan, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam menjalankan hobi. Suasana semakin hangat saat para tamu menikmati hidangan khas Lebaran dalam sesi makan bersama.

    “Kegiatan ini bukan sekadar kumpul biasa, tetapi bentuk apresiasi kami kepada komunitas yang selama ini mendukung. Kami ingin menciptakan ruang di mana setiap orang merasa seperti keluarga,” tambah Dedy Armaya.

    Antusiasme Komunitas

    Puluhan tamu tampak antusias mengikuti rangkaian acara. Selain dikenal sebagai tempat “ngopi”, lokasi Trabas Coffee di Jalan Darussalam juga menjadi titik kumpul strategis berbagai komunitas di Medan untuk berdiskusi dan berbagi ide.

    Salah satu tamu, Kocu, mengungkapkan bahwa tempat ini tidak hanya menawarkan kopi berkualitas, tetapi juga suasana yang nyaman untuk bersosialisasi.

    “Selain kopinya enak, tempat ini cocok untuk diskusi dan melepas penat dari aktivitas pekerjaan,” ujarnya.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh, di antaranya Safii Sitorus, Syahrir, Bobby Octavianus Zulkarnain, Austin Tumengkol, serta Syafri Fadillah Marpaung bersama berbagai komunitas lainnya.

    Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Trabas Coffee Arabica berharap dapat terus menjadi wadah positif bagi masyarakat Medan untuk mempererat hubungan sosial, sekaligus menikmati kualitas kopi terbaik dari tanah air.

  • Kanal Titi Kuning Darurat Sampah, Camat Medan Johor Desak Solusi Terpadu

    Kanal Titi Kuning Darurat Sampah, Camat Medan Johor Desak Solusi Terpadu

    MEDAN ,indeksnews.web.id/- Persoalan tumpukan sampah liar di Jalan Inspeksi Kanal, Lingkungan 15, Kelurahan Titi Kuning, menjadi perhatian serius Camat Medan Johor, Bachtiar Rivai Nasution. Kondisi yang kian memprihatinkan ini mendorong pemerintah kecamatan untuk segera mengambil langkah konkret melalui koordinasi lintas instansi.

    Mengacu pada amanat Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Persampahan, penanganan kawasan tersebut kini menjadi prioritas utama. Berdasarkan hasil evaluasi di lapangan, terdapat tiga faktor utama yang menyebabkan penumpukan sampah di wilayah tersebut.

    Pertama, tidak tersedianya Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) yang memadai di Kelurahan Titi Kuning. Saat ini, tujuh unit becak pengangkut sampah tidak memiliki lokasi penampungan sebelum sampah dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Marelan.

    Kedua, armada pengangkut berupa mobil typer kerap mengalami kerusakan, sehingga menghambat jadwal pengangkutan rutin. Ketiga, masih rendahnya kesadaran masyarakat yang ditandai dengan maraknya pembuangan sampah sembarangan, baik oleh warga setempat maupun dari luar wilayah.

    “Sejauh ini, tindakan yang dilakukan masih bersifat persuasif karena belum adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) tegas terkait sanksi bagi pelanggar,” ujar Bachtiar, Sabtu (4/4).

    Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihak kecamatan telah menyiapkan sejumlah langkah strategis yang akan dikoordinasikan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan.

    Salah satu langkah utama adalah mengusulkan penyediaan lahan baru untuk TPS melalui mekanisme sewa. Menurut Bachtiar, keberadaan TPS sangat krusial mengingat Kelurahan Titi Kuning merupakan salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi sampah.

    Selain itu, akan dibentuk Posko Pengawasan di lokasi guna mencegah praktik pembuangan sampah liar. Posko ini diharapkan mampu meningkatkan pengawasan sekaligus memberikan efek jera bagi pelanggar.

    Tak hanya itu, kecamatan juga tengah menyusun SOP baru yang mewajibkan kawasan Jalan Inspeksi Kanal sudah bersih dari sampah setiap hari sebelum pukul 09.00 WIB.

    “Kami tegaskan, tujuh becak pengangkut tidak diperbolehkan lagi menumpuk sampah di tanah inspeksi kanal. Sampah harus langsung dipindahkan ke mobil typer yang sudah siaga di lokasi mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WIB,” tegasnya.

    Dengan langkah-langkah terstruktur tersebut, Pemerintah Kecamatan Medan Johor berharap persoalan sampah di Kelurahan Titi Kuning dapat segera teratasi. Upaya ini juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus menegakkan aturan yang berlaku.

  • Togel Macau dan Cambodia Marak di STM Hilir, Warga Soroti Penegakan Hukum

    Togel Macau dan Cambodia Marak di STM Hilir, Warga Soroti Penegakan Hukum

    DELI SERDANG,indeksnews.web.id/  – Aktivitas perjudian toto gelap (togel) dilaporkan masih marak dan terus menjamur di wilayah Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Berbagai jenis perjudian, termasuk togel Macau dan Cambodia, disebut beroperasi secara bebas di sejumlah desa.

    Sejumlah bandar togel diduga bersaing menjalankan bisnis ilegal tersebut demi meraup keuntungan. Di antaranya bandar yang dikenal dengan sebutan Aseng Kayu (AK), serta beberapa bandar togel Macau lainnya yang disebut-sebut membuka hingga 10 kali putaran dalam sehari.

    Para juru tulis togel pun tampak leluasa beroperasi di warung-warung kopi milik warga. Dengan bermodalkan kertas, pulpen, dan buku tafsir mimpi (erek-erek), mereka melayani para pemasang secara terbuka.

    Ironisnya, aktivitas tersebut dilakukan tanpa rasa khawatir, bahkan dengan iming-iming hadiah hingga 70 kali lipat dari nilai taruhan yang dipasang.

    Sejumlah lokasi yang diduga menjadi titik aktivitas perjudian tersebar hampir di seluruh desa di Kecamatan STM Hilir, di antaranya Desa Talun Kenas, Negara, Sumbul, Talapeta, Siguci, Tadukan Raga, Lau Rempak, Lau Rakit, Penungkiren, Juma Tombak, Kuta Jurung, Limau Mungkur, hingga Desa Rambai.

    “Banyak lokasi judi togel di sini. Mulai dari dekat balai desa, Dusun Kutambaru, hingga sekitar sekolah dasar di Gunung Rintih. Jenisnya beragam, seperti togel Singapura, Sydney, Hongkong, hingga yang paling laris Macau,” ungkap seorang sumber warga.

    Selain itu, muncul dugaan adanya kedekatan antara salah satu bandar berinisial E dengan oknum aparat setempat, yang membuat aktivitas tersebut dapat berjalan lancar. Bahkan, nama Aseng Kayu juga disebut-sebut mulai mengembangkan jaringan bisnisnya di wilayah STM Hilir.

    “Punya Aseng Kayu juga sudah masuk ke STM Hilir ini, kabarnya sudah ‘menghadap’,” ujar Tarigan, salah seorang warga Desa Talun Kenas.

    Kondisi ini menimbulkan keheranan di kalangan masyarakat, mengingat Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Listyo Sigit Prabowo, telah menegaskan perintah pemberantasan segala bentuk perjudian di seluruh wilayah Indonesia.

    Instruksi tersebut ditujukan kepada seluruh jajaran kepolisian, mulai dari tingkat Polda, Polres, hingga Polsek. Namun, warga menilai implementasi di lapangan, khususnya di wilayah hukum Polsek Talun Kenas, belum berjalan optimal.

    Bahkan, sejumlah warga menuding adanya pembiaran terhadap aktivitas perjudian tersebut, yang dinilai semakin meresahkan dan berdampak buruk terhadap kondisi sosial serta ekonomi masyarakat.

    Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media kepada pihak Polsek Talun Kenas melalui Kanit Reskrim Iptu Lumban Toruan sejak Rabu (21/1/2026) hingga berita ini diterbitkan belum mendapat tanggapan.

    Hingga saat ini, puluhan juru tulis togel Macau dan berbagai jenis togel lainnya seperti Sydney, Singapura, dan Hongkong dilaporkan masih terus beroperasi di wilayah Kecamatan STM Hilir.

    Keterangan Foto: Aktivitas perjudian togel jenis Macau dan Cambodia yang diduga masih bebas beroperasi di wilayah Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang.

  • Dekati Warga, Bhabinkamtibmas Ajak Masyarakat Waspada Penipuan Online

    Dekati Warga, Bhabinkamtibmas Ajak Masyarakat Waspada Penipuan Online

    TANJUNGBALAI ,indeksnews.web.id/  Dalam upaya menjaga kondusivitas wilayah, Bhabinkamtibmas Kelurahan Sumber Sari, Polsek Sei Tualang Raso, Aipda Rustam Marpaung, menggelar kegiatan Door to Door System (DDS) atau sambang warga pada Sabtu pagi (04/04).

    Kegiatan tersebut berlangsung di kediaman Bapak Tarmizi yang berlokasi di Jalan Pusara Lingkungan VI. Dalam suasana santai dan penuh keakraban, Aipda Rustam berdialog langsung dengan warga guna menyerap aspirasi sekaligus menyampaikan pesan-pesan penting terkait Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).

    Dalam kesempatan itu, warga diimbau untuk terus menjaga toleransi antar sesama tetangga. Apabila terjadi perselisihan, masyarakat diharapkan dapat menyelesaikannya secara musyawarah melalui Kepala Lingkungan agar tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan.

    Selain itu, Aipda Rustam juga menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menerima dan menyebarkan informasi. Warga diminta untuk tidak mudah percaya pada berita yang belum jelas kebenarannya, serta menghindari penyebaran hoaks, ujaran kebencian, maupun isu SARA yang berpotensi memecah belah persatuan.

    Tak kalah penting, masyarakat juga diingatkan untuk waspada terhadap maraknya penipuan online. Modus penipuan yang mengatasnamakan tokoh penting atau menawarkan hadiah tertentu kerap terjadi dan merugikan korban.

    “Keamanan lingkungan bukan hanya tugas polisi, tapi tanggung jawab kita bersama. Dengan saling peduli dan waspada terhadap informasi di ponsel masing-masing, kita sudah membantu menjaga ketenangan di kelurahan kita,” ujar Aipda Rustam.

    Melalui kegiatan DDS ini, diharapkan hubungan silaturahmi antara Polri dan masyarakat semakin erat, serta situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Sei Tualang Raso tetap aman dan kondusif.

  • Pastikan Ibadah Aman, Tim Gegana Sterilisasi Gereja Prioritas di Wilayah Medan

    Pastikan Ibadah Aman, Tim Gegana Sterilisasi Gereja Prioritas di Wilayah Medan

    MEDAN,indeksnews.web.id/  – Guna memastikan keamanan pelaksanaan ibadah Jumat Agung, personel Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Sumatera Utara melaksanakan sterilisasi di sejumlah gereja prioritas yang berada di wilayah hukum Polsek Medan Baru, Polsek Sunggal, dan Polsek Tuntungan, Jumat (3/4/2026).

    Kegiatan ini melibatkan satu tim Jibom dan KBR yang terdiri dari delapan personel, dipimpin oleh Ipda Jujun Lesser. Tim bergerak dari Mako Detasemen Gegana menuju sejumlah gereja yang menjadi prioritas pengamanan.

    Adapun lokasi yang menjadi sasaran sterilisasi antara lain GPIB Imanuel, GPDI Maranatha, Gereja Katolik Santo Petrus, GKPI Medan Kota, Gereja Katolik St. Yoseph, GKPI Komplek Pamen, serta Gereja Rumah Persembahan.

    Setibanya di lokasi, personel terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak pengamanan setempat sebelum melaksanakan pemeriksaan secara menyeluruh. Sterilisasi dilakukan di berbagai titik penting, mulai dari ruang ibadah, mimbar, kursi jemaat, ruang pendukung, instalasi listrik, hingga area luar gereja.

    Seluruh rangkaian kegiatan dilakukan secara sistematis dan berurutan guna memastikan setiap sudut area yang akan digunakan dalam ibadah benar-benar aman dari potensi ancaman. Setelah proses selesai, tim juga melaksanakan serah terima hasil sterilisasi kepada petugas pengamanan setempat sebagai bentuk koordinasi dan tanggung jawab.

    Ipda Jujun Lesser menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat.

    “Kami berupaya memastikan seluruh lokasi ibadah dalam kondisi aman sebelum digunakan. Dengan demikian, masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa rasa khawatir,” ujarnya.

    Kehadiran personel Brimob dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat, khususnya pada momentum keagamaan.

    Dengan adanya sterilisasi ini, diharapkan seluruh rangkaian ibadah Jumat Agung di wilayah Medan dan sekitarnya dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan khidmat, serta memberikan rasa nyaman bagi umat yang menjalankannya.

  • Hadir Beri Rasa Tenang, Tim Gegana Sterilisasi Gereja di Lubuk Pakam

    Hadir Beri Rasa Tenang, Tim Gegana Sterilisasi Gereja di Lubuk Pakam

    DELI SERDANG,indeksnews.web.id/  – Dalam rangka memberikan rasa aman kepada umat Kristiani yang akan melaksanakan ibadah peringatan Wafat Yesus Kristus, personel Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Sumatera Utara melaksanakan kegiatan sterilisasi di sejumlah gereja di wilayah hukum Polresta Deli Serdang, Jumat (3/4/2026).

    Kegiatan ini melibatkan satu tim Jibom KBR yang terdiri dari enam personel, dipimpin oleh AKP Rudi selaku Wakasubden IV Bantis Den Gegana. Tim menyasar beberapa gereja prioritas di Lubuk Pakam, di antaranya Gereja HKBP Lubuk Pakam, Gereja Paroki Gembala yang Baik, dan GKPI Lubuk Pakam Kota.

    Setibanya di lokasi, personel terlebih dahulu berkoordinasi dengan petugas pengamanan setempat sebelum melakukan sterilisasi secara menyeluruh. Pemeriksaan dilakukan pada berbagai titik, mulai dari area utama seperti mimbar dan ruang ibadah hingga fasilitas pendukung seperti kursi, sound system, toilet, pot bunga, tempat sampah, serta area sekitar gereja.

    Proses sterilisasi dilakukan secara bertahap dan sistematis guna memastikan seluruh area yang akan digunakan dalam ibadah berada dalam kondisi aman dan steril dari potensi ancaman.

    AKP Rudi menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat.

    “Kami berupaya memastikan seluruh lokasi ibadah dalam kondisi aman sebelum digunakan. Dengan demikian, umat dapat melaksanakan ibadah dengan tenang dan khidmat,” ujarnya.

    Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya benda mencurigakan maupun potensi ancaman berbahaya di seluruh lokasi yang diperiksa. Setelah kegiatan selesai, personel tetap disiagakan untuk mendukung pengamanan lanjutan di wilayah tersebut.

    Kehadiran personel Brimob ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat, khususnya pada momentum keagamaan, sehingga pelaksanaan ibadah dapat berlangsung aman, nyaman, dan kondusif.

  • ATR/BPN Evaluasi dan Perkuat Layanan Pertanahan di Mal Pelayanan Publik

    ATR/BPN Evaluasi dan Perkuat Layanan Pertanahan di Mal Pelayanan Publik

    JAKARTA,indeksnews.web.id/  – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus mengevaluasi dan memperkuat penyelenggaraan layanan pertanahan melalui konsep Mal Pelayanan Publik (MPP) yang telah tersebar di berbagai daerah.

    Sekretaris Jenderal ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, menegaskan bahwa kehadiran layanan pertanahan di MPP menjadi langkah strategis untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan pemerintah dalam satu lokasi terpadu.

    “Kementerian ATR/BPN sudah banyak berpartisipasi dalam MPP karena pelayanan pertanahan ini sangat dibutuhkan masyarakat. Kita pastikan layanan di MPP semakin optimal, selaras dengan standar dan kebijakan pelayanan publik nasional,” ujarnya saat membuka Webinar Penguatan Penyelenggaraan Pelayanan Pertanahan pada MPP, Kamis (2/4/2026).

    Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan hasil evaluasi penyelenggaraan MPP yang dilakukan bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah koordinasi antarinstansi yang terlibat dalam MPP.

    Menurutnya, koordinasi lintas lembaga seperti dengan Kementerian Keuangan maupun dinas pendapatan daerah menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas layanan. Selain itu, aspek mutu pelayanan juga harus terus ditingkatkan secara sistematis dan terstruktur.

    “Di mana pun loket pelayanan ATR/BPN berada, kita harapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

    Dalu Agung juga mengimbau seluruh jajaran ATR/BPN, mulai dari kepala kantor hingga staf teknis di kantor pertanahan, agar responsif dan memastikan penyelenggaraan layanan di MPP berjalan optimal.

    Sementara itu, narasumber dari PANRB, Yanuar Ahmad, mengungkapkan bahwa hingga saat ini terdapat 305 MPP yang telah beroperasi di seluruh Indonesia. Ia menyebut ATR/BPN menjadi salah satu instansi dengan tingkat kehadiran layanan yang cukup tinggi, yakni di 239 MPP.

    “Kami terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan. Kehadiran MPP ini juga mendapat respons positif dari masyarakat,” ujarnya.

    Webinar yang diikuti sekitar 500 peserta ini dibuka oleh Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi BPSDM ATR/BPN, Norman Subowo. Turut hadir sebagai narasumber Kepala Biro Organisasi, Tata Laksana, dan Manajemen Risiko ATR/BPN, Einstein Al Makarima.

    Melalui evaluasi dan penguatan ini, ATR/BPN menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan pertanahan yang profesional, modern, dan semakin mudah diakses masyarakat, sejalan dengan upaya menuju pelayanan publik berkelas dunia.

  • Operasi Gabungan TNI AL dan Imigrasi Gagalkan Penyelundupan PMI Non Prosedural di Perairan Asahan

    Operasi Gabungan TNI AL dan Imigrasi Gagalkan Penyelundupan PMI Non Prosedural di Perairan Asahan

    ASAHAN,indeksnews.web.id/  – Operasi gabungan yang melibatkan unsur TNI Angkatan Laut dan Imigrasi berhasil menggagalkan upaya penyelundupan Pekerja Migran Indonesia (PMI) non prosedural di perairan Silau Laut, Kabupaten Asahan, Jumat (3/4/2026).

    Tim gabungan terdiri dari Satgas Trisula 26 H Pusintelal, Satgas Ops Intelmar Mantra Sakti–26 Koarmada I, Tim FQRT Lanal Tanjung Balai Asahan (TBA), serta Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Balai Asahan. Keberhasilan ini berawal dari informasi intelijen yang diterima pada Kamis (2/4/2026) malam terkait adanya pergerakan kapal dari Malaysia menuju wilayah Indonesia yang diduga membawa PMI ilegal.

    Menindaklanjuti informasi tersebut, tim langsung melaksanakan briefing serta pembagian tugas untuk melakukan penindakan di wilayah perairan Muara Bagan Asahan hingga Silau Laut. Komandan Lanal Tanjung Balai Asahan, Letkol Laut (P) Agung Dwi HD., memerintahkan jajarannya untuk segera bergerak melakukan patroli dan pengejaran.

    Sekitar pukul 10.05 WIB, tim mendeteksi sebuah kapal nelayan mencurigakan jenis pukat tarik tanpa nama berukuran 10 GT yang berlayar tanpa alat tangkap dari arah Buoy MPMT menuju Muara Silau Laut. Kapal tersebut kemudian dikejar dan berhasil dihentikan oleh Patkamla RHIB Lanal TBA.

    Dari hasil pemeriksaan, nahkoda berinisial S (36) bersama dua anak buah kapal (ABK) mengakui membawa enam PMI non prosedural yang terdiri dari dua laki-laki dan empat perempuan dari berbagai daerah di Indonesia.

    Petugas kemudian melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap penumpang dan barang bawaan, namun tidak ditemukan barang terlarang. Selanjutnya, kapal beserta seluruh penumpang dikawal menuju Dermaga Phantom Bagan Asahan untuk proses lebih lanjut.

    Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan satu unit kapal tanpa nama, satu orang nahkoda, dua ABK, serta enam PMI non prosedural. Seluruhnya kemudian diserahterimakan dari pihak Lanal TBA kepada Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Balai Asahan guna penanganan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

    Keberhasilan ini menjadi bukti sinergi antarinstansi dalam menjaga kedaulatan wilayah perairan Indonesia sekaligus mencegah praktik perdagangan manusia dan penyelundupan PMI ilegal.