Category: Pendidikan & Wawasan

  • Yayasan Bisa Miliki SHM, Menteri Nusron Imbau Organisasi Keagamaan Tertibkan Aset Pesantren

    Yayasan Bisa Miliki SHM, Menteri Nusron Imbau Organisasi Keagamaan Tertibkan Aset Pesantren

    Serang ,indeksnews.web.id/ – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengimbau organisasi keagamaan untuk memanfaatkan skema penetapan yayasan sebagai subjek hukum dalam sertipikat hak milik (SHM). Langkah tersebut dinilai penting untuk menertibkan aset pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan.

    Imbauan ini disampaikan langsung dalam pertemuan bersama organisasi keagamaan di Sekretariat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten pada Jumat (20/02/2026).

    “Yayasan Islam yang bergerak di bidang pendidikan dan sosial dengan adanya peraturan yang berlaku diperbolehkan mempunyai hak milik. Jadi sekarang boleh punya SHM. Tidak perlu lagi pakai Hak Guna Bangunan (HGB) atau dititipkan asetnya atas nama pengurus, tapi langsung atas nama yayasan sebagai lembaga,” ujar Nusron Wahid.

    Menurutnya, selama ini masih banyak yayasan yang menitipnamakan kepemilikan tanah kepada individu tertentu untuk proses sertipikasi. Praktik tersebut berpotensi menimbulkan konflik kepemilikan di kemudian hari.

    Melalui aturan yang berlaku saat ini, tanah pesantren dan sekolah keagamaan dapat dicatat langsung atas nama yayasan. Dengan demikian, penataan aset menjadi lebih tertib, transparan, serta berkelanjutan sesuai ketentuan hukum pertanahan. Keberlangsungan lembaga pendidikan pun diyakini dapat lebih terjamin.

    Sebagai bagian dari implementasi kebijakan tersebut, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) telah menyiapkan mekanisme penetapan yayasan keagamaan sebagai subjek hukum pemegang hak milik.

    Penetapan subjek hukum tersebut dilakukan melalui pengajuan permohonan kepada Menteri ATR/Kepala BPN, yang harus dilengkapi dengan rekomendasi dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama. Dengan mekanisme ini, proses pencatatan hak atas tanah dapat dilakukan secara sah dan terintegrasi.

    “Karena itu, kami kasih jalan keluar seperti ini. Ada jalan keluar, tetapi saya melihat yang memanfaatkan masih belum banyak,” tutur Nusron.

    Menteri ATR/Kepala BPN berharap organisasi keagamaan segera memanfaatkan mekanisme tersebut untuk menata aset pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan agar tertib secara administrasi, memiliki kepastian hukum, serta terjaga keberlanjutannya untuk kepentingan pendidikan dan sosial umat.

    Pertemuan ini turut dihadiri Gubernur Banten, Andra Soni; Ketua MUI Banten, Bazari Syam; serta Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama, Amrullah. Menteri Nusron hadir didampingi Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol, Shamy Ardian; serta Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Banten, Harison Mocodompis beserta jajaran.

  • PELATARAN Tetap Berjalan di Bulan Ramadan, Masyarakat Bisa Urus Sertipikat Tanah di Akhir Pekan

    PELATARAN Tetap Berjalan di Bulan Ramadan, Masyarakat Bisa Urus Sertipikat Tanah di Akhir Pekan

    Jakarta ,indeksnews.web.id/ – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memastikan program Pelayanan Tanah Akhir Pekan (PELATARAN) tetap berjalan selama bulan Ramadan. Masyarakat tetap dapat mengurus sertipikat tanah dan layanan pertanahan lainnya pada hari Sabtu dan Minggu, meski terdapat penyesuaian jam kerja selama bulan suci.

    Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) dan Protokol Kementerian ATR/BPN, Shamy Ardian, mengatakan bahwa layanan akhir pekan tetap dibuka untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat.

    “Perlu kami sampaikan, di bulan suci Ramadan masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan pertanahan di hari Sabtu dan Minggu tetap kami layani seperti biasa lewat PELATARAN,” ujar Shamy Ardian saat ditemui di Kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Jumat (20/02/2026).

    Saat ini, PELATARAN tersedia di 107 Kantor Pertanahan (Kantah) yang tersebar di seluruh Indonesia. Program ini dilaksanakan di Kantah yang berada di ibu kota provinsi, serta Kantah dengan jumlah layanan rata-rata di atas 2.000 berkas per bulan.

    “Dengan adanya PELATARAN ini, masyarakat bisa mengurus tanahnya sendiri. Loket pelayanan dibuka untuk penerimaan permohonan layanan dan penyerahan produk layanan yang diajukan langsung oleh pemilik tanah, tanpa melalui kuasa,” jelasnya.

    Adapun layanan pertanahan pada Sabtu dan Minggu dibuka mulai pukul 08.00 hingga 12.00 waktu setempat. Kementerian ATR/BPN menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

    Selain memanfaatkan layanan PELATARAN, masyarakat juga dapat mengakses berbagai kanal informasi resmi yang telah disediakan. Tersedia Hotline WhatsApp Pengaduan di nomor 0811-1068-0000 serta aplikasi Sentuh Tanahku yang memuat beragam informasi dan fitur layanan pertanahan.

    “Melalui berbagai kanal ini, kami berharap masyarakat semakin mudah mendapatkan informasi dan layanan pertanahan secara cepat, transparan, dan akuntabel,” pungkas Shamy .

  • KSJ Laksanakan Safari Ramadhan, Bantu Orang Tua Terlantar di Awal Ramadhan 1447 H

    KSJ Laksanakan Safari Ramadhan, Bantu Orang Tua Terlantar di Awal Ramadhan 1447 H

    SUMUT , indeksnews.web.id/– Mengawali bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 M, Komunitas Sedekah Jumat (KSJ) melaksanakan kegiatan Safari Ramadhan dengan menyusuri berbagai daerah di Sumatera Utara untuk membantu para orang tua terlantar yang hidup tanpa penghasilan tetap.

    Kegiatan sosial ini difokuskan kepada para lansia yang selama ini bertahan hidup dari belas kasihan tetangga maupun bantuan orang lain. Tim KSJ turun langsung dari rumah ke rumah guna memastikan bantuan tepat sasaran.

    Koordinator pelaksanaan Safari Ramadhan, Boim dan Abdul Meliala, menjelaskan bahwa saat ini kegiatan telah dilaksanakan di tiga kecamatan, yakni Medan Deli, Medan Marelan, dan Labuhan Deli.

    “Untuk tahap awal, kami telah mengunjungi dan membantu delapan orang tua terlantar di tiga kecamatan tersebut. InsyaAllah kegiatan ini akan terus berlanjut ke daerah-daerah lain di Sumatera Utara seperti Asahan, Langkat, dan wilayah lainnya,” ujar Boim.

    Ia menambahkan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Gerakan Sedekah Jumat KSJ yang berada di berbagai daerah agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara serentak.

    “Kami bergerak mencari para orang tua yang ditelantarkan, khususnya di bulan Ramadhan 1447 H ini. Harapannya, mereka bisa merasakan kebahagiaan dan perhatian di bulan penuh berkah,” jelasnya.

    Sementara itu, pendiri sekaligus pembina KSJ, H. Ikhwan Lubis SH, MH, memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi langkah para koordinator dan relawan yang turun langsung ke lapangan.

    “Ramadhan 1447 H ini saya sangat respek dengan apa yang dilakukan para koordinator KSJ di lapangan. Mereka berkeliling seperti musafir, mencari dan membantu orang-orang yang susah secara langsung dari rumah ke rumah,” ungkap Ikhwan Lubis.

    Menurutnya, misi utama KSJ memang untuk mencari dan membantu kaum dhuafa secara tepat sasaran, bukan sekadar menggelar kegiatan seremonial.

    “Sebenarnya misi utama KSJ adalah seperti itu, hadir langsung membantu kaum dhuafa. Bukan hanya berkumpul ramai-ramai, tetapi benar-benar menyentuh mereka yang membutuhkan,” tegasnya.

    Ia juga menegaskan bahwa kegiatan sosial tersebut tidak hanya dilakukan pada hari Jumat saja, tetapi akan terus dipantau dan dilaksanakan sepanjang bulan Ramadhan.
    “Bukan hanya di hari Jumat, selama Ramadhan ini kami akan terus memantau dan melaksanakan kegiatan tersebut,” ujarnya kepada media.

    Dengan semangat berbagi dan kepedulian, KSJ berharap Safari Ramadhan ini dapat menjadi gerakan bersama dalam membantu para orang tua terlantar di Sumatera Utara, sehingga mereka tidak merasa sendiri dalam menjalani bulan suci yang penuh rahmat dan ampunan.